Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Internalisasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Kurikulum Merdeka Belajar Pendidikan Agama Islam Hilmin, Hilmin
Bahasa Indonesia, Bahasa English Vol 7 No 1 (2024): Muaddib: Islamic Education Journal
Publisher : Program Magister Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/muaddib.v7i1.24478

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan internalisasi nilai-nilai moderasi beragama dalam kurikulum merdeka pendidikan agama Islam. Adapun metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan (library research). Pengumpulan data diperoleh melalui pencermatan terhadap literatur terkait berupa artikel dan buku. Selanjutnya melakukan pendekatan interpretasi dengan mengkaji data-data pada evidensi objektif, untuk mencapai kebenaran otentik. Interpretasi di sini bahan atau data-data yang sudah dideskripsikan, kemudian diinterpretasikan dan dianalisis kembali untuk menunjukan dan memperjelas tentang nilai-nilai moderasi beragama dalam kurikulum merdeka belajar pendidikan agama Islam secara objektif, runtut, komprehensif, dan mendasar. Hasil penelitian menunjukkan korelasi yang kuat dan saling menguatkan bahwa nilai-nilai moderasi beragama dapat diinternalisasikan ke dalam kurikulum merdeka pendidikan agama Islam. Desain kurikulum merdeka untuk pendidikan agama islam sebagai bagian penting untuk memperkuat moderasi beragama dalam kehidupan masyarakat. Prinsip-prinsip yang terkandung di dalam kurikulum merdeka sangat selaras dengan nilai-nilai pemikiran moderasi beragama. Kurikulum merdeka pendidikan agama islam sangat membutuhkan kerangka konsep dan dasar pemikiran yang moderat dan kontekstual.
Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Era Digital: Sosialisasi Pengelolaan Kelas Berbasis Teknologi untuk Pendidik Sekolah Menengah Pertama Noviani, Dwi; Hilmin, Hilmin; Basuni, Firdaus; Paizaluddin, Paizaluddin; Nasruddin, Imam; Vitasari, Dian
AKM Vol 6 No 1 (2025): AKM : Aksi Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat - Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/akm.v6i1.1477

Abstract

Era digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, mempengaruhi cara pendidik mengelola kelas dan berinteraksi dengan siswa. Artikel ini menyajikan hasil dari kegiatan sosialisasi pengelolaan kelas berbasis digital untuk pendidik Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang bertujuan meningkatkan kompetensi digital mereka melalui pelatihan interaktif. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode partisipatif, melibatkan workshop dan pelatihan yang memberikan pemahaman praktis tentang penggunaan platform pembelajaran digital seperti Google Classroom, Moodle, dan Edmodo. Kebaruan dalam penelitian ini terletak pada pendekatan partisipatif yang tidak hanya memperkenalkan teknologi, tetapi juga memastikan keberlanjutan implementasi teknologi dalam pengajaran melalui sesi mentoring dan evaluasi jangka panjang. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan pendidik dalam mengelola kelas berbasis digital, serta peningkatan kepercayaan diri dalam menerapkan teknologi dalam pembelajaran. Kontribusi penelitian ini bagi masyarakat adalah memberikan solusi praktis bagi pendidik dalam menghadapi tantangan digitalisasi pendidikan, serta mendorong pengembangan kebijakan pendidikan yang mendukung pemanfaatan teknologi secara berkelanjutan di sekolah. Dengan adanya pelatihan lanjutan dan kebijakan yang mendukung, diharapkan penggunaan teknologi dalam pendidikan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih efektif dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Hakekat Pembelajaran Rasulullah, Ulama Klasik Dan Ulama Modern Niswah, Khoirun; Anggraini, Rani; Hilmin, Hilmin; Noviani, Dwi
Faidatuna Vol. 4 No. 4 (2023): November : Jurnal Faidatuna
Publisher : STAI Denpasar Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53958/ft.v4i4.380

Abstract

Learning can be viewed as a system with various components, including objectives, learning media, class organization, evaluation, and follow-up. Learning can also be seen as a process that involves preparation, implementation, and follow-up of learning. The learning approach during the time of the Prophet and classical ulama involved religious, aqliyah and ilmiyah, morals and physical education. Education during the time of the Prophet focused on strengthening the belief in monotheism and equality as well as teaching reading and writing. Classical scholars also developed the study of Arabic, tajwid, qiraat, and tafsir. In the modern era, learning innovation and the use of technology, especially smartphones, have become important in maximizing education. Technology-based learning, such as e-learning, can increase students' interest and motivation to learn. Reading is also key in the early stages of learning to understand and increase students' understanding and self-confidence. Apart from that, education in the era of globalization and industrial revolution 4.0 faces complex challenges. The concept of "Free Learning Education" is an effort to create human resources who are able to face global changes and challenges with the ability to innovate and openness. Education needs to be designed to address the complex challenges of the future.
Hakekat Manusia dan Dimensi-Dimensi Pendidikan Humanistik dalam Pandangan Islam Kalsum, Ummi; Martedi, Ferry; Hilmin, Hilmin; Noviani, Dwi
Faidatuna Vol. 5 No. 1 (2024): Februari : Jurnal Faidatuna
Publisher : STAI Denpasar Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53958/ft.v5i1.404

Abstract

Humanization of education in an Islamic context, with emphasis on a deep understanding of human nature. Education that focuses on human nature in Islam views individuals as unique creatures who have value, potential and an important role in God's creation. This paper explains how Islam provides a philosophical and ethical basis for recognizing and respecting human dignity in the educational process.Next, review the dimensions of humanistic education that are in accordance with Islamic values. Humanistic education aims to develop humans holistically, including physical, mental, emotional and spiritual aspects. These dimensions include a curriculum approach that is oriented towards personal development, an inclusive educational environment, the teacher's role as a facilitator of growth, and learning that encourages understanding, reflection, and creativity.Through this presentation of human nature in Islam and the dimensions of humanistic education, it can provide in-depth insight into how education can be an important and significant medium in developing individuals who are dignified, empowered and ethical, in accordance with Islamic principles and values. humanity.
Pendidikan Holistik Komprehensif Napida, Lidia; Tirta, Gia Rosdiana; Hilmin, Hilmin; Noviani, Dwi
Faidatuna Vol. 5 No. 1 (2024): Februari : Jurnal Faidatuna
Publisher : STAI Denpasar Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53958/ft.v5i1.430

Abstract

Conprehensive holistic education is an educational approach that focuses on the overall development of student not only cognitive but also emosional, social and physical. In this context, education does not only focus on imparting academic knowledge, but also pays attention to personality development, interpersonal skills and individual psychophysical well-being. This journal outlines the basic principles and benefits of comprehensive holistic education to form a generation that is more balanced and able to face the challenges of the times. Therefore, ideally every person can acquire these skills in a comprehensive manner so that education is truly able to give birth to a generation whose character continues to master science and technology. By combining varios dimensions of development, comprehensive holistic education aims to create a learning environment that support optimal growth of students and prepares them facing the complexities of of modern life.
Revitalisasi Peran Pesantren Dalam Penguatan Karakter Keislaman Peserta Didik Marfuah, Siti; Hilmin, Hilmin; Abror, M. Qusyairi
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 4 No 08 (2025): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v4i08.2590

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana pesantren melakukan revitalisasi perannya dalam penguatan karakter keislaman peserta didik di tengah tantangan globalisasi dan modernisasi. Pesantren, sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia, memiliki kontribusi signifikan dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, berilmu, serta berkomitmen pada nilai-nilai keislaman. Namun, dinamika sosial, perkembangan teknologi, dan perubahan budaya generasi muda menuntut pesantren untuk melakukan adaptasi tanpa kehilangan identitas tradisionalnya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi pada pengasuh, ustaz, serta santri di pesantren. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber, metode, dan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi peran pesantren dilakukan melalui pembaruan kurikulum, penguatan metode pembelajaran berbasis karakter, peningkatan kompetensi pendidik, serta integrasi nilai-nilai Islam dengan kebutuhan zaman. Meski demikian, terdapat hambatan berupa keterbatasan sumber daya manusia, sarana prasarana, dan resistensi terhadap perubahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa revitalisasi pesantren merupakan langkah strategis dalam memastikan keberlangsungan fungsi pesantren sebagai pusat pembentukan karakter keislaman yang relevan dan kontekstual.
Pelatihan Karya Ilmiah Meningkatkan Minat Mahasiswa Dalam Berkarya Noviani, Dwi; Hilmin, Hilmin; Mustafiyanti, Mustafiyanti; Zaimuddin, Zaimuddin
Jurnal Kegiatan Pengabdian Mahasiswa (JKPM) Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Kegiatan Pengabdian Mahasiswa (JKPM)
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/jkpm.v1i2.309

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini membahas tentang pelatihan karya ilmiah dalam meningkatkan minat mahasiswa dalam berkarya. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini membiasakan mahasiswa dalam membuat karya ilmiah sehingga menjadi terbiasa dalam membaca secara efektif dalam menemukan ide. Pelatihan menulis juga perlu ditradisikan sehingga mampu meningkatkan ketertarikan mahasiswa dalam menulis karya ilmiah dengan baik.
KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA Hilmin, Hilmin; Dwi Noviani; Ani Nafisah
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 2 No. 2 (2022): Juni : Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v2i2.565

Abstract

Sinergitas kebijakan pemerintah daerah dalam menyambut serta menerapkan Kurikulum merdeka yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi merupakan rangkaian sistem yang tidak dapat dipisahkan secara garis kebijakan untuk mengimplementasikan kurikulum merdeka. Pemerintah daerah adalah bagian dari sistem yang sangat menentukan arah kebijakan pendidikan di daerah dan termasuk di dalamnya mendorong pelaksanaan kurikulum merdeka untuk masuk dalam sistem kebijakan dalam bentuk regulasi daerah dan intervensi anggaran, pengawasan, pembimbingan dan pengarahan sebagai bentuk tanggung jawab atas perintah Undang-undang sistem pendidikan nasional dan undang-undang pemerintahan daerah. Keberadaan guru yang ada di daerah sebagai sumberdaya yang dikendalikan oleh pemerintah daerah adalah ujung tombak pelaksanaan kurikulum pendidikan di daerah, maka dari itu guru juga harus dipersiapkan oleh pemerintah daerah dengan dukungan program dan pendanaan yang cukup. Kurikulum merdeka adalah bentuk penguatan sistem pembelajaran dalam menjawab tantangan zaman dengan mengacu pada arah pembangunan dan potensi lokal daerah, dengan tujuan utama dapat menghasilkan peserta didik yang berkompetensi unggul dan mampu bersaing secara nasional dan global
SISTEM PENDIDIKAN DI JERMAN Muslim, Ilwan; Hilmin, Hilmin
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 7 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan sejarah, pendidikan di Jerman berdasarkan dua sumber yaitu gereja dan negara. Dalam Republik Federal Jerman pasca perang, sistem sekolah tiga jalur dan universitas dengan sistem ekonomi adalah bentuk yang digunakan. Struktur dan Jenis pendidikan Pada tahu 1992, Lander Jerman Timur sedang melakukan reformasi mendasar, tidak ada gambaran akurat yang dapat diberikan mengenai struktur menyeluruh yang mencakup seluruh jerman. Akan tetapi, sistem pemberian ijazah yang ada di Jerman barat juga sama dengan yang ada di Jerman Tahun 1970 sistem pendidikan Jerman sudah mampu meraih tujuan-tujuan yang dicanangkan, hanya sekitar 25 tahun setelah Jerman rata dengan tanah akibat kekalahan dalam Perang Dunia II. Berbagai keunggulan Jerman di bidang kedokteran, teknologi, sastra, dan seni merupakan keberhasilan sistem pendidikan Jerman yang secara gemilang telah mampu menjawab berbagai permasalahan yang ada pasca kekalahan Perang Dunia II. Tak aneh bila saat ini Jerman menjadi negara tujuan bagi banyak mahasiswa internasional.
Analysis of the Dynamics of Islamic Educational Law and Policy to Improve Teacher Professionalism in Indonesia Hilmin, Hilmin; Masnila, Masnila; Sunarya, Eva; Noviani, Dwi
ANWARUL Vol 5 No 4 (2025): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/anwarul.v5i4.7036

Abstract

This study examines the dynamics of Islamic education law and policy in Indonesia and their role in enhancing educator professionalism, employing a qualitative method through an extensive literature review. The analysis reveals that Islamic education law and policy in Indonesia are continually evolving to address emerging educational needs and the demands of a rapidly changing social, technological, and global landscape. These legal and policy developments prioritize the enhancement of human resource quality, particularly educators, and exert a significant influence on the national education system through regulatory frameworks that foster character development and academic competence. Professionalism in Islamic education encompasses the advancement of educators' knowledge, skills, and attitudes to effectively navigate the challenges of modern education. The legal framework plays a vital role in supporting this professionalism by establishing competency standards, implementing certification systems, and ensuring legal protection for educators. The study concludes that the synergy between evolving legal frameworks, Islamic education policies, and professional development initiatives is fundamental to improving the overall quality of education in Indonesia.