Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

SOSIALISASI MASYARAKAT DALAM RANGKA MEMAKMURKAN JAMA’AH MASJID AL-MUQODAS DUKUH BLAGUNGAN, DONOYUDAN, KALIJAMBE, SRAGEN Haris Husna Ramadhan; Dwi Ambarwati
Journal Central Publisher Vol 3 No 3 (2025): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v3i3.620

Abstract

Latar Belakang : Masjid Al-Muqoddas, yang terletak di Dusun Blagungan, menjadi fokus karena rendahnya partisipasi masyarakat di sekitar masjid dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memakmurkan Masjid Al-Muqoddas dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Metode : Metode penelitian yang digunakan mencakup observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dan Pembahasan : Hasil dari pendekatan partisipatif ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam partisipasi jamaah, baik dalam kegiatan ibadah maupun sosial. Pendekatan PAR mendorong masyarakat menjadi bagian aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan program masjid, sehingga meningkatkan partisipasi tidak hanya dalam jumlah jamaah, tetapi juga melalui inisiatif warga yang mencerminkan rasa tanggung jawab dan motivasi untuk berkontribusi. Kesimpulan : Pelibatan aktif masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan program sosial keagamaan dapat secara efektif meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam memakmurkan masjid. Kesuksesan ini menegaskan pentingnya pendekatan berbasis konteks lokal dan partisipasi aktif masyarakat, yang dapat diterapkan di masjid lain untuk menguatkan peran masjid sebagai pusat kemajuan umat secara spiritual, sosial, dan ekonomi.
Efektivitas Terapi Bermain Origami Terhadap Perkembangan MotorikHalus Pada Anak Usia Pra Sekolah Nazwa, Widya Raya; Fitri Anggraeni; Dwi Ambarwati
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 2 No. 3 (2025): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/h2w1fs96

Abstract

Perkembangan motorik halus pada anak usia prasekolah merupakan aspek penting yang memengaruhi kemampuan belajar dan aktivitas sehari-hari. Banyak anak prasekolah, termasuk di PSAA Balita Tunas Bangsa, mengalami hambatan dalam perkembangan ini. Terapi bermain origami diyakini dapat menstimulasi motorik halus anak, namun masih sedikit penelitian yang dilakukan di lingkungan panti asuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak terapi bermain origami terhadap perkembangan motorik halus anak usia prasekolah di PSAA Balita Tunas Bangsa. Penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif kuantitatif dengan pendekatan purposive sampling terhadap 6 anak usia 5–6 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan KPSP dan lembar observasi terapi origami, kemudian dianalisis secara naratif dan tabulatif. Skor KPSP pre-test dan post-test menunjukkan nilai maksimal tiga pada semua subjek, menandakan perkembangan motorik halus yang sesuai. Namun, hasil observasi selama tiga hari menunjukkan peningkatan kemampuan koordinasi tangan dan ketelitian gerakan, dengan rata-rata skor meningkat dari 3,0 menjadi 4,5. Hasil ini menunjukkan bahwa terapi bermain origami efektif sebagai stimulasi perkembangan motorik halus dan dapat diterapkan oleh orang tua maupun institusi, serta menjadi referensi bagi mahasiswa keperawatan dalam pengembangan ilmu dan penelitian selanjutnya.   Fine motor development in preschool-aged children is a crucial aspect that influences their learning ability and daily activities. Many preschoolers, including those at PSAA Balita Tunas Bangsa, experience delays in this area. Origami play therapy is believed to stimulate fine motor skills, yet research in orphanage settings remains limited. This study aims to determine the impact of origami play therapy on the fine motor development of preschool children at PSAA Balita Tunas Bangsa. The study used a descriptive case study with a quantitative approach and purposive sampling involving 6 children aged 5–6 years. Data were collected through observations using the KPSP and origami therapy observation sheets, then analyzed narratively and in tabular form. KPSP pre-test and post-test scores showed the maximum score (3) for all subjects, indicating appropriate fine motor development. However, observations over three days revealed an improvement in hand coordination and precision of movement, with the average score increasing from 3.0 to 4.5. These results indicate that origami play therapy is effective as a stimulation method for fine motor development and can be applied by parents and institutions, as well as serve as a reference for nursing students in advancing knowledge and future research.
Efektivitas Terapi Bermain Meronce Manik Terhadap Perkembangan Motorik Halus Pada Anak Usia Pra Sekolah Hasna, Sania; Fitri Anggraeni; Dwi Ambarwati
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 2 No. 3 (2025): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/c31e5p72

Abstract

Berdasarkan data UNICEF, sekitar 27,5% anak usia 3–6 tahun mengalami gangguan perkembangan motorik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh terapi bermain meronce manik terhadap perkembangan motorik halus anak usia pra sekolah di PSAA Balita Tunas Bangsa Cipayung. Desain penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif dan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi wawancara, KPSP motorik halus, dan lembar observasi aktivitas meronce. Hasil menunjukkan bahwa meskipun skor KPSP tetap stabil (3:3) dengan kategori "Sesuai", rata-rata persentase perkembangan motorik halus meningkat dari 83,3% menjadi 97,2%, termasuk dalam kategori "Berkembang Sangat Baik". Kesimpulannya, terapi bermain meronce manik efektif dalam mendukung perkembangan motorik halus anak pra sekolah.   According to UNICEF data, approximately 27.5% of children aged 3–6 years experience delays in motor development. This study aims to evaluate the effect of bead-stringing play therapy on the fine motor development of preschool-aged children at PSAA Balita Tunas Bangsa Cipayung. This research used a case study design with a descriptive approach and purposive sampling technique. The instruments used included interviews, the fine motor section of the KPSP, and observation sheets of the bead-stringing activities. The results showed that although the KPSP scores remained stable (3:3) with a "Appropriate" category, the average percentage of fine motor development increased from 83.3% to 97.2%, falling into the "Very Well Developed" category. In conclusion, bead-stringing play therapy is effective in supporting the fine motor development of preschool children.
Implementasi Penggunaan Gadget Terhadap Perkembangan Bahasa Pada Anak Usia Pra Sekolah ayuvinansi, hilda; Fitri Anggraeni; Dwi Ambarwati
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 2 No. 3 (2025): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/zweckz70

Abstract

Kemajuan teknologi informasi mendorong peningkatan penggunaan gadget, termasuk pada anak usia prasekolah (5–6 tahun), yang berdampak terhadap kemampuan komunikasi dan proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengaruh penggunaan gadget terhadap perkembangan bahasa anak usia prasekolah di wilayah RT 06/RW 12 PGT V Kelurahan Halim. Penggunaan gadget yang diarahkan secara tepat berpotensi mendukung perkembangan kognitif, sementara pemakaian berlebihan berisiko mengurangi interaksi sosial serta memperlambat pencapaian kemampuan bahasa. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif melalui metode studi kasus. Subjek terdiri dari empat anak yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP), dan lembar observasi penggunaan gadget. Intervensi berlangsung selama tiga hari, dari 1 hingga 3 Mei 2025. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor observasi perkembangan bahasa, dari rata-rata pre-test 2,3 (kategori Belum Berkembang) menjadi 4,5 (kategori Berkembang) pada post-test, dengan selisih 2,2 poin. Sementara hasil KPSP menunjukkan seluruh subjek berada dalam kategori sesuai usia. Temuan ini menunjukkan adanya perubahan setelah intervensi gadget yang diarahkan, dengan penggunaan yang disesuaikan pada tahapan usia perkembangan anak.   The development of information technology has driven the increased use of gadgets, including among preschool children (ages 5–6), which impacts communication and learning. This study examines the effects of gadget use on the language development of preschool children in RT 06/RW 12 PGT V, Halim Subdistrict. While controlled gadget use can support cognitive development, excessive use may reduce social interaction and hinder language development. This research employs a descriptive case study approach. The subjects consisted of four children selected using purposive sampling. Data were collected through interviews, the Pre-Screening Developmental Questionnaire (KPSP), and observation sheets on gadget use. The study, conducted from May 1 to 3, 2025, revealed an improvement in language skills following gadget use intervention. Based on the KPSP results, children's language development remained in the stable category. Meanwhile, observation results showed that the pre-test score of 2.3 (categorized as Not Yet Developed) increased to 4.5 in the post-test (categorized as Developed), with a difference of 2.2 points.Thus, wisely and appropriately implemented gadget use has been proven to have a positive impact on the language development of preschool children. Gadgets can serve as an alternative medium for language stimulation, provided they are used in accordance with the child’s developmental needs.
Strategi Guru Meningkatkan Kualitas Hafalan melalui Program Tahfidz di MTsN 2 Surakarta Muti'ah Nuha Mumtazah; Dwi Ambarwati
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : PT. Nawa Edukasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67864/jip.v2i2.127

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur’an melalui program tahfidz pada kelas program khusus di MTsN 2 Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan subjek penelitian guru tahfidz dan siswa kelas VIII program khusus. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru meliputi membaca ayat secara berulang sebelum menghafal, penerapan metode bin-nadzar, talaqqi, takrir, serta setoran hafalan sebagai evaluasi. Selain itu, kegiatan murojaah dilakukan secara rutin untuk menjaga hafalan, disertai pemberian motivasi dan penetapan target hafalan. Kendala yang dihadapi berupa perbedaan kemampuan siswa dan kurangnya konsistensi dalam murojaah di rumah, yang diatasi melalui bimbingan tambahan dan pendekatan individual. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas hafalan siswa dipengaruhi oleh integrasi strategi pembelajaran yang sistematis, konsistensi pengulangan, dan evaluasi berkelanjutan, sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran tahfidz yang holistik dan adaptif.
Edukasi kesehatan untuk Meningkatkan Kenyamanan dan Mengurangi Resiko Kesehatan Selama Penerbangan Sinta Fresia; Dwi Ambarwati; Nur Afni Wulandari
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/2s3tyf57

Abstract

The number of Umrah pilgrims from Indonesia is increasing every year. Long-haul flights to Saudi Arabia with a duration of 9–12 hours can pose a risk of various health problems for Umrah pilgrims, such as Deep Vein Thrombosis (DVT), dehydration, Jet Lag, Respiratory Tract Infections (ARI), and fatigue. Lack of knowledge regarding preventive measures and healthy behaviors during long-haul flights on airplanes can increase health risks and disease complications. The results of the assessment of the level of knowledge before being given health education regarding aviation health were for 40 respondents in the Qathunnadaa Islamic study group Umrah pilgrims, obtained that the majority of respondents had a good level of knowledge, namely 17 people (42.5%). Respondents with a moderate level of knowledge numbered 15 people (37.5%), while respondents with a low level of knowledge numbered 8 people (20%). The method of community service activities starts from preparation, implementation of counseling with interactive lectures, demonstrations of stretching exercises during the plane, discussions, distribution of booklets and educational videos, mentoring and evaluation (pre-test-post-test) and reporting on program sustainability. After being given Health Education on the topic of aviation health, there was an increase in the level of knowledge to good for 30 people (75%) and a moderate level of knowledge for 10 people (25%). Thus, this community service program is expected to increase the congregation's understanding of the importance of maintaining health and minimizing health risks, especially during airplane flights.