Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Komposisi Media Tanam Terhadap Perkecambahan Benih Ampuh (Eucalyptus europhylla S. T. Blake) Seran, Yoriana Maria; Riwu Kaho, Ludji Michael; Mau, Astin Elise; Aini, Yusratul
Wana Lestari Vol 6 No 1 (2024): Wana Lestari
Publisher : Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/wanalestari.v6i01.15384

Abstract

Salah satu persebaran alami tanaman Ampupu (Eucalyptus urophylla S.T.Blake) di NTT yang masih mendominasi adalah Hutan Lindung Mutis Timau, akan tetapi tanaman Ampupu tidak mengalami regenerasi alami yang disebabkan oleh pengembalaan liar dan kebakaran hutan oleh masyarakat. Salah satu cara untuk menunjang pertumbuhan tanaman Ampupu adalah dengan menggunakan media tanam yang tepat seperti penambahan bahan pembenah tanah berupa arang sekam dan kotoran sapi pada tanah bekas kebakaran yang juga merupakan tanah bekas pengembalaan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam terhadap perkecambahan benih Ampupu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perbandingan komposisi media tanam yang digunakan (M0) tanah bekas kebakaran yang juga merupakan tanah bekas pengembalaan ternak 100% (kontrol) 10 kg, (M1) tanah kontrol 50% + pupuk kandang sapi 50%, (M2) tanah kontrol 50% + arang sekam 50%, (M3) tanah kontrol 50% + pupuk kandang sapi 25% + arang sekam 25%, (M4) tanah kontrol 50% + tanah 50%, (M5) tanah kontrol 50% + tanah 25% + pupuk kandang sapi 25%, (M6) tanah kontrol 50% + tanah 25% + arang sekam 25%, (M7) tanah kontrol 25% + tanah 25% + pupuk kandang sapi 25% + arang sekam 25%. Hasil penelitian menunjukan bahwa persentase perkecambahan yang menggunakan campuran bahan organik pupuk kandang sapi dan arang sekam yang ditambahkan pada tanah bekas kebakaran yang juga merupkan tanah bekas pengembalaan ternak memiliki rata-rata nilai daya kecambah sebesar 84,33%, indeks kecepatan berkecambah sebesar 4,39 dan nilai perkecambah sebesar 0,53%.
Identifikasi Jenis Jamur Pada Tanaman Mahoni (Swietenia Macrophylla King.) Di Hutan Penelitian Bu’at So’e, Nusa Tenggara Timur Honorata Bunga Mana; Astin Elise Mau; Pamona Silvia Sinaga; Yusratul Aini
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.2378

Abstract

Mahoni (Swietenia macropylla King.) adalah salah satu tanaman yang memiliki nilai komersial. Tanaman ini juga rentan terhadap serangan patogen (jamur) yang dapat merusak mahoni. Salah satu lokasi yang memiliki vegetasi mahoni dapat ditemukan di Kawasan Hutan Penelitian Bu’at So’e. Jamur termasuk dalam kelompok organisme eukaryotik heterotof yang dapat menyerang mahoni melalui berbagai celah, baik itu luka, lubang alami, atau bahkan permukaan yang sehat pada akhirnya menyebabkan kerusakan pada tanaman mahoni.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis jamur yang menyerang tanaman mahoni di Hutan Penelitian Bu’at So’e, Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini dilakukan dari bulan Juli sampai September 2024 dengan menerapkan metode kualitatif. Data yang diperoleh meliputi data primer dan data sekunder. Proses pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Purposive sampling dan pengambilan sampel secara oportunistik. Hasil penelitian jamur yang menyerang tanaman mahoni ditemukan 4 jenis jamur. Pada batang terdapat 4 isolat jamur yaitu Aspergilus niger, Aspergilus fumigatus, Rhizophus arrhizus Fischer dan Aspergilus flavus, sedangkan pada tanah terdapat 3 isolat jamur yaitu Aspergilus niger, Aspergilus fumigatus, dan Aspergilus flavus.
Identifikasi Faktor Penyebab Terjadinya Konflik Satwa dengan Masyarakat Desa Penyangga di Taman Nasional Kelimutu Bekalani, Fandham Junior; Pramatana, Fadlan; Aini, Yusratul
Wana Lestari Vol 7 No 2 (2025): Wana Lestari
Publisher : Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/wanalestari.v7i2.24913

Abstract

This study aims to identify the factors and impacts that cause conflicts between wildlife and communities in buffer zones in Kelimutu National Park, analyze community perceptions, and determine the types of wildlife that often cause disturbances. Conflicts between wildlife and humans are increasing because wild animals often damage agricultural land and cause economic losses. The research was conducted in six buffer zone villages through purposive sampling of 93 respondents. Data were collected through interviews and observations and then analyzed descriptively and using a Likert scale. The results showed that the factors causing conflict were triggered by the degree of wild animals' preference for certain types of plants and forest encroachment. The impact experienced by the community was economic losses due to animals damaging their agricultural crops. The types of animals include wild boars (Sus scrofa), long-tailed macaques (Macaca fasciularis), porcupines (Erinaceinae), large rats (Bandicota bengalensis), and civets (Paradoxurus hemaphroditus). The entire community has a positive perception of the existence of these animals for the balance of a sustainable ecosystem.