Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Desain Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Kurikulum Merdeka di SMK Negeri 1 Sitolu Ori Zendrato, Muli Adil; Bawamenewi, Adrianus; Lase, Berkat Persada; Harefa, Hendrikus Otniel Nasozaro
NUSRA : Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2024): NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan, November 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/nusra.v5i4.3159

Abstract

The Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) aims to achieve the Pancasila student profile through project-based learning with a new paradigm. This study aims to determine the design of the P5 project in the Merdeka Curriculum at SMK Negeri 1 Sitolu Ori, as well as the obstacles faced in the design process. This study uses a descriptive approach with a qualitative method, with researchers as the main instrument. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that the design of the P5 project at SMK Negeri 1 Sitolu Ori began with the formation of a P5 facilitator team responsible for facilitating discussions and learning processes, both indoors and outdoors, as well as designing dimensions, themes, and time allocations to ensure a smooth learning process. Obstacles faced in the design of P5 include limited time and resources, where teachers need more time and resources compared to traditional learning. Teachers also need to provide books, tools, and materials needed by students. In addition, the lazy attitude of some students and the limited media owned by teachers are also obstacles in the teaching and learning process. Efforts to overcome these obstacles include providing students with a better understanding of the goals and components of P5, designing P5 activities according to students' interests and talents, and understanding the goals and principles of the Pancasila student profile strengthening project at SMK Negeri 1 Sitolu Ori.
Evaluasi Program Pemberdayaan Masyarakat dalam Penanggulangan Kemiskinan di Desa Hilina’a Harefa, Hendrikus Otniel Nasozaro; Lase, Natalia Arnistati; Zebua, Rafiq Rahman; Gulo, Yarniwa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25403

Abstract

Kemiskinan di Indonesia merupakan permasalahan yang kompleks dan melibatkan berbagai aspek seperti aspek politik, ekonomi, sosial dan budaya. Oleh karena itu, diperlukan berbagai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut tanpa mengabaikan pertumbuhan ekonomi setempat agar mampu secara mandiri dan berkelanjutan memperbaiki kondisi sosial ekonomi dan lingkungannya. Subjek penelitian yaitu penduduk desa Hilina’a kota Gunungsitoli. Instrumen yang digunaan adalah lembar wawancara, lembar observasi, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan tersebut akan dianalisis dan dideskripsikan untuk menarik kesimpulan. Sehingga diperoleh hasil bahwa evaluasi program pemberdayaan masyarakat dalam penanggulangan kemiskinan telah memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan ekonomi sebagian warga serta modal usaha dan infrastruktur diperlukan untuk mendukung pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat.
Menjembatangi Kesenjangan Sosial dalam Masyarakat Gulo, Mixra Kristiani; Gulo, Iman Kristiyani; Gulo, Syukur Eli; Harefa, Hendrikus Otniel Nasozaro
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25421

Abstract

Kesenjangan sosial adalah suatu keadaan ketidakseimbangan sosial yang ada dalam masyarakat yang menjadikan suatu perbedaan yang sangat mencolok. Kesenjangan sosial tersebut disebabkan oleh masalah sosial, yakni tidak adanya persesuaian antara ukuran-ukuran dan nilai-nilai sosial dengan kenyataan-kenyataan serta tindakan-tindakan sosial. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat aspek-aspek yang menjembatangi kesenjangan sosial dalam masyarakat khusunya di desa Tuhemberua, Kecamtan Mandrehe, Kaupaten Nias Barat. Subjek penelitian yaitu penduduk desa Tuhemberua. Instrumen yang digunaan untuk mengumpulkan data adalah lembar wawancara, lembar observasi, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan tersebut akan dianalisis dan dideskripsikan untuk menarik kesimpulan. Sehingga diperoleh hasil bahwa kesenjangan sosial dapat diatasi melalui pendidikan, pemerataan pembangunan, pemberian lapangan pekerjaan. Pemerintan dan kontribusi masyarakat dalam upaya mengatasi kesenjangan sosial di desa Tuhemberua telah dilaksanakan dengan baik walaupun sedikitnya masih terdapat kelemahan.
Peran Kegiatan Ekstrakurikuler dalam Pengembangan Kreativitas Siswa Ndruru, Fari Saputra; Golu, Asnah Yanti; Harefa, Bina Amal; Harefa, Hendrikus Otniel Nasozaro
Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan) Vol. 6 No. 2 (2025): Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah (elrispeswil)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/ainj.v6i2.837

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran kegiatan ekstrakurikuler dalam pengembangan kreativitas siswa di SMK Negeri 1 Lolofitu Moi, dengan menelaah peran utama, hambatan yang dihadapi, serta upaya strategis yang dilakukan sekolah. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan 10 informan yang terdiri dari 5 guru pembimbing dan 5 siswa aktif ekstrakurikuler, serta dilaksanakan selama dua bulan (Januari–Februari 2024). Teknik pengumpulan data meliputi wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Validitas data diuji melalui triangulasi sumber dan member check. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan tematik manual dengan proses reduksi data, kategorisasi, dan interpretasi. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler berperan sebagai wadah eksplorasi kreatif, stimulasi pemecahan masalah, dan media kolaborasi sosial. Hambatan utama mencakup keterbatasan fasilitas, minimnya pembimbing kompeten, dan rendahnya partisipasi siswa. Sekolah merespons dengan strategi optimalisasi fasilitas, pelatihan guru, serta motivasi siswa melalui penghargaan. Penelitian ini memperkuat literatur tentang hubungan kegiatan non-akademik dan kreativitas, serta menyarankan penguatan kebijakan partisipatif dan evaluasi berkala sebagai pendekatan pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler.
Peran Pendidikan dalam Membangun Etika dan Moralitas di Lingkungan Sekolah melalui Pembelajaran PPKn Lase, Noverlin; Zendrato, Opianus; Zalukhu, Wibertus; Harefa, Hendrikus Otniel Nasozaro
Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan) Vol. 6 No. 2 (2025): Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah (elrispeswil)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/ainj.v6i2.839

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam kontribusi guru dalam menanamkan etika dan moralitas siswa melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di SMA Negeri 1 Lahewa, Kabupaten Nias Utara. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur dengan guru PPKn dan siswa SMA, serta analisis dokumentasi. Keabsahan data diperoleh melalui teknik triangulasi dan validasi ulang oleh partisipan (member checking). Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru PPKn menjalankan peran strategis sebagai teladan moral, fasilitator pembelajaran nilai, serta agen pengintegrasi nilai-nilai Pancasila dalam kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Kendala utama dalam pelaksanaan peran ini mencakup rendahnya keterlibatan orang tua, pengaruh negatif budaya digital, dan terbatasnya waktu pembelajaran. Studi ini menekankan urgensi penerapan pendekatan pendidikan karakter yang bersifat holistik, kolaboratif, dan berakar pada kearifan lokal.
Peran Guru Mata Pelajaran dalam Menerapkan Kurikulum Merdeka Waruwu, Deprianus; Hia, Mesrawati; Zega, Perdamaian; Harefa, Hendrikus Otniel Nasozaro
Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan) Vol. 6 No. 2 (2025): Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah (elrispeswil)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/ainj.v6i2.840

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran guru mata pelajaran dalam implementasi Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 2 Mandrehe, Kabupaten Nias Barat. Latar belakang penelitian ini berangkat dari urgensi transformasi pendidikan melalui peran strategis guru sebagai agen perubahan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Partisipan terdiri atas 6 guru mata pelajaran dan 1 kepala sekolah, yang dipilih secara purposif. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berbasis pengkodean tematik. Hasil penelitian mengungkap tiga peran utama guru, yakni sebagai fasilitator pembelajaran, perancang kegiatan belajar yang adaptif, dan pelaksana pembelajaran inovatif. Namun, implementasi kurikulum menghadapi kendala seperti rendahnya kesiapan guru, beban administratif tinggi, serta minimnya infrastruktur. Upaya penanganan dilakukan melalui pelatihan, digitalisasi administrasi, dan kolaborasi dengan pihak eksternal. Studi ini menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas guru dan dukungan sistemik untuk keberhasilan transformasi kurikulum.
Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Sekolah Waruwu, Simon Yoel; Zalukhu, Ita Febrin Nasrani; Zalukhu, Yunelis; Harefa, Hendrikus Otniel Nasozaro
Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan) Vol. 6 No. 2 (2025): Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah (elrispeswil)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/ainj.v6i2.841

Abstract

Kepemimpinan kepala sekolah memainkan peran sentral dalam mendorong kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi peran strategis kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran, kendala yang dihadapi, serta upaya solutif yang dilakukan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif di SMA Negeri 1 Gunungsitoli, melibatkan 6 guru dan 12 siswa melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa model kepemimpinan transformasional dan distribusional diterapkan melalui penyusunan visi-misi, pelatihan guru, dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan. Namun, keterbatasan sumber daya, resistensi perubahan, dan rendahnya literasi data menjadi tantangan utama. Studi ini menyoroti pentingnya instructional leadership berbasis data sebagai kontribusi teoritis dalam konteks sekolah menengah. Temuan ini dapat ditransfer secara terbatas ke konteks sekolah di wilayah non-perkotaan dengan dinamika serupa.
REAKSI MASYARAKAT BILA TERJADI KEJAHATAN DI DESA SIBOHOU 1 ALASA Gea, Kezia Irene; Zega, 0ozisokhi; Harefa, Hendrikus Otniel Nasozaro
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 3 No 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v3i1.1260

Abstract

Kejahatan merupakan fenomena sosial yang terus berkembang seiring dengan dinamika masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis kejahatan yang muncul dalam masyarakat modern, menganalisis akar permasalahannya, dan mengevaluasi dampak sosial yang ditimbulkannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui kajian pustaka dan analisis data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejahatan konvensional seperti pencurian, perampokan, dan kekerasan masih mendominasi; namun, kejahatan berbasis teknologi seperti kejahatan dunia maya, penipuan daring, dan perdagangan daring ilegal meningkat secara signifikan. Faktor utama yang berkontribusi terhadap pertumbuhan kejahatan tersebut antara lain kesenjangan sosial, lemahnya penegakan hukum, kemajuan teknologi yang pesat tanpa diiringi literasi digital, dan pergeseran nilai-nilai sosial. Kejahatan menimbulkan ancaman serius terhadap keselamatan publik, stabilitas sosial, dan kepercayaan publik terhadap lembaga hukum. Oleh karena itu, strategi pencegahan kejahatan yang komprehensif dan kolaboratif yang melibatkan masyarakat, pemerintah, dan lembaga penegak hukum sangat dibutuhkan.
Analisis Kejahatan Yang Berkembang Dalam Masyarakat Desa Banuasibohou 1, Kecamatan Alasa Waruwu, Firdamai Yanti; Hulu, Pergawan Canofan; Harefa, Hendrikus Otniel Nasozaro
Primary Journal of Multidisciplinary Research Vol. 1 No. 3 (2025): Primary Journal of Multidisciplinary Research, June 2025
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70716/pjmr.v1i3.193

Abstract

This study examines the phenomenon of the increasing incidence of minor crimes in Banuasibohou 1 Village, Alasa Subdistrict, North Nias Regency, with a primary focus on its connection to drunken behavior resulting from the consumption of local alcoholic beverages. This issue has become a serious concern, as it not only disrupts public order but also undermines the cultural and traditional values long upheld by the Nias community. The aim of this research is to determine the extent to which the intensity of alcohol consumption contributes to the rise in criminal behavior within the village environment, as well as to understand the social and cultural roots of such behavior. The study was conducted using a mixed-methods approach, involving interviews, field observations, and quantitative surveys to test the hypothesis regarding the relationship between drunkenness and crime.
ANALISIS PENERAPAN PENDIDIKAN ANTI KORUPSI (STUDI: PERGUB SUMUT NOMOR 31 TAHUN 2022) Bawamenewi, Adrianus; Harefa, Hendrikus Otniel Nasozaro
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.32059

Abstract

Korupsi adalah tingkah laku yang menyimpang dari kewajiban suatu jabatan pejabat negara dengan menggunakan kekuasaan dan kesempatan untuk melakukan perbuatan secara melawan hukum dapat berupa penyuapan, gratifikasi, pencurian, pemerasan, nepotisme yang dapat merugikan keuangan dan perekonomian negara dengan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi. Terdapat tiga pendekatan utama untuk memerangi korupsi: penindakan, pencegahan, dan pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tahapan penerapan pendidikan anti korupsi dan apa saja nilai dan prinsip yang ditanamkan dalam penerapan pendidikan anti korupsi. Jenis penelitian ini adalah penelitan kepustakaan. Penelitian kepustakaan bertujuan mencari teori yang relevan, aturan, metode, ide yang dapat dipakai untuk mengkaji dan memberi solusi atas persoalan yang diteliti. Berdasarkan hasil pembahasan disimpulkan bahwa penerapan pendidikan antikorupsi yaitu dimulai dari kebijakan sekolah dengan memuat pada kurikulum baik dalam bentuk mata pelajaran mandiri atau insersi dengan beberapa mata pelajaran, penyampaian pengarahan dari pimpinan dan guru di sekolah. Sekolah memegang prinsip keteladanan, aktul, tersistematis dan berkelanjutan. Pendidikan antikorupsi dapat dilakukan dengan model memuat sebagai mata pelajaran/muatan lokal di kurikulum sekolah atau insersi dengan berbagai mata pelajaran. Nilai yang perlu ditanamkan yaitu jujur, disiplin, tanggungjawab, adil, berani, peduli, etos kerja, mandiri dan sederhana. Sementara prinsipnya adalah akuntabilitas, transparansi, kewajaran, kebijakan dan pengontrolan.