Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

STRATEGI PEMBELAJARAN TARI KREASI “NYI RANTANG” PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER TARI DI SMP NEGERI 2 CILAKU, CIANJUR Neni Sumiati; jaeni jaeni; Yahfenel Evi Fussalam
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5, No 2 (2026): April-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/botinglangi.v5i2.84105

Abstract

Penelitian ini membahas tentang strategi pembelajaran dalam kegiatan ekstrakurikuler seni tari, terutama pada pembelajaran Tari Kreasi Nyi Rantang di SMP Negeri 2 Cilaku Cianjur. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan strategi pembelajaran yang digunakan, mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran, serta mengetahui upaya yang dilakukan pembina untuk mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, di mana teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang diterapkan sifatnya variatif, terdiri dari demonstrasi, latihan berulang (drill), pembelajaran kelompok, apresiasi, eksplorasi, serta pendekatan kontekstual. Strategi tersebut terbukti mampu meningkatkan keterampilan menari, kerja sama, dan pemahaman siswa mengenai makna filosofis tari. Adapun kendala yang dihadapi meliputi perbedaan kemampuan siswa, kurangnya kepercayaan diri, keterbatasan waktu, serta kurangnya konsentrasi saat latihan. Upaya yang dilakukan oleh pembina untuk mengatasi hambatan tersebut adalah dengan memberikan bimbingan individu, pengulangan materi secara bertahap, pemberian motivasi, dan penciptaan suasana belajar yang menyenangkan. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan pembelajaran seni tari yang berbasis pada pelestarian budaya lokal.
ANALISIS STRUKTUR TARI PANGGUGAH SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN TARI DASAR SISWA DI SANGGAR GETAR PAKUAN BOGOR Shafira Rhamadhan; Jaeni Jaeni; Yahfenel Evi Fussalam
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5, No 2 (2026): April-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/botinglangi.v5i2.84110

Abstract

Seni tari merupakan salah satu warisan budaya yang terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan zaman. Perkembangan tersebut dapat dilihat dari munculnya berbagai inovasi dalam bentuk, struktur gerak, maupun metode pembelajaran tari. Salah satunya adalah analisis stuktur tari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Tari Panggugah sebagai materi pembelajaran tari dasar di Sanggar Getar Pakuan Bogor. Tari Panggugah merupakan karya Zenzen Djuansyah yang diciptakan dengan tujuan menggugah siswa sanggar dan masyarakat untuk mencintai seni budaya, khususnya seni tari. Tari ini mengambil sumber inspirasi dari tari Oray Welang dan Keser Bojong yang merupakan bentukan awal tari Jaipongan di Padepokan Jugala. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis melalui teknik studi pustaka, studi lapangan, dan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur Tari Panggugah terdiri dari empat konstruksi gerak, yaitu bukaan, pencugan, nibakeun, dan mincid yang membentuk kesatuan dalam unsur koreografi, iringan tari, dan busana. Struktur gerak tersebut menjadikan Tari Panggugah sebagai materi pembelajaran dasar yang memudahkan siswa dalam memahami teknik dasar tari Jaipongan.
Governance Strategy in Extracurricular Music Arts Learning at SMPN 3 Sindangkerta Sigit Maulana; Jaeni Jaeni; Yahfanel Evi Fussalam
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 10 No 3 (2026): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Juli)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/5sd9qc73

Abstract

Music extracurricular activities play a strategic role in supporting the development of talent, creativity, and character formation of students at the junior high school level. However, in practice, the implementation of these activities often faces various obstacles, both in terms of student learning motivation, learning methods, and unstructured governance systems. This study aims to describe the governance strategy for music extracurricular activities at SMPN 3 Sindangkerta, examining the learning methods applied. The study used a qualitative approach with descriptive methods. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation studies. The results showed that the governance of music extracurricular activities was implemented through four main stages, namely planning, organizing, implementing, and evaluating. The learning methods applied included practice-based learning, project-based learning, and collaborative learning, which were considered relevant to the characteristics of junior high school students. This study concluded that the implementation of systematic and sustainable governance is essential to improve the quality and sustainability of music extracurricular activities in schools.
Sanggar Tari Sebagai Lembaga Pendidikan Nonformal Dalam Pelestarian dan Pengembangan Tari Jaipongan Shafira Rhamadhan; Jaeni Jaeni; Yahfenel Evi Fussalam
JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA Vol. 4 No. 3 (2026): Juli: Jurnal Ilmiah Pendidikan Kebudayaan dan Agama
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jipa.v4i3.2035

Abstract

Sanggar tari merupakan salah satu bentuk pendidikan nonformal yang memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan seni tradisi melalui proses pembelajaran dan regenerasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Sanggar Getar Pakuan Bogor sebagai lembaga pendidikan seni nonformal dalam pelestarian dan pengembangan tari Jaipongan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sanggar Getar Pakuan tidak hanya berfungsi sebagai ruang latihan pertunjukan, tetapi berkembang menjadi lembaga pendidikan seni yang memiliki sistem pembelajaran terstruktur. Sistem pembelajaran dilakukan melalui tahapan kelas berdasarkan kemampuan peserta didik, mulai dari tingkat pemula hingga tingkat mahir. Melalui sistem tersebut, sanggar berperan dalam membangun kompetensi teknik tari, pemahaman budaya, serta proses regenerasi penari Jaipongan. Dengan demikian, Sanggar Getar Pakuan memiliki kontribusi penting sebagai ruang pendidikan nonformal dalam mempertahankan keberlanjutan seni tari Sunda.
Pelatihan Seni Tari sebagai Upaya Pengembangan Kreativitas dan Kepercayaan Diri Anggota Dharma Wanita SMAN 1 Surade Gina Ressa Anisa Senja; Jaeni Jaeni; Yahfenel Evi Fussalam
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI Vol. 4 No. 3 (2026): JULI : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jpma.v4i3.1726

Abstract

Abstract Women play an important role in social and community life; however, opportunities for self-expression and personal development through artistic activities are still limited, particularly within community organizations. This community service program aimed to enhance the creativity and self-confidence of Dharma Wanita members at SMAN 1 Surade through dance training activities. The program involved nine participants and was conducted over approximately one month, culminating in a cultural arts performance on February 04, 2026. The method used was participatory training consisting of preparation, implementation, and evaluation stages. The training activities included basic dance movement introduction, movement practice with musical accompaniment, movement exploration, group choreography arrangement, and performance simulation. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings showed that participants experienced increased creativity in developing movement variations and expressing ideas through dance. In addition, participants demonstrated higher levels of self-confidence, particularly in performing publicly during the cultural arts event. The program also strengthened social interaction, cooperation, and solidarity among participants. Therefore, dance training can serve as an effective arts and culture-based strategy for women’s empowerment and self-development in community environments. Keywords: dance training; creativity; self-confidence; women empowerment; community service
Kajian Heuristik dan Hermeneutik Lirik Lagu “Gala Bunga Matahari” Karya Sal Priadi Rano Hidayat; Jaeni Jaeni; Yahfenel Evi Fussalam
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jpks.v11i1.38243

Abstract

In the world of Indonesian music, Sal Priadi is one of the Indonesian musicians who stands out for his unique ability to create song lyrics that not only serve as melodic accompaniment, but also as works of literary art rich in meaning and aesthetics. As a singer and songwriter, he is known for his ability to transform everyday language into poetic and profound expressions, creating a listening experience that not only touches the heart but also provokes thought. The lyrics in a song are crucial for literary aesthetics, not only regarding the depth of the lyrics, but also the connection of the meaning of the lyrics themselves to the audience, so that the meaning of a song reaches the audience. Of course, the task of songwriters is to understand the conditions of their society. Analyzing a work of art certainly requires a methodical approach to provide perspective on the work so as to be able to provide an objective explanation. In this methodological approach, the author uses the semiotic approach of Michael Rifatere using heuristic and hermeneutic studies.
Transformasi Praktik Angklung di Era Digital: Audio, Visual, dan Instrumen Virtual Fahmi Insanul Kamil; Jaeni Bwastap; Yahfenel Evi Fussalam
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jpks.v11i1.37894

Abstract

This study is motivated by the increasing digitalization of traditional music, which has not been specifically examined in the context of Angklung, particularly regarding shifts in form, practice, and cultural meaning. The study aims to analyze the transformation of Angklung in digital practices through audio, visual, and virtual instrument formats. A qualitative descriptive-analytical method was employed through literature review and non-participatory observation of Angklung-related content across digital platforms. The analysis is grounded in cultural transformation theory and an interpretive approach inspired by Clifford Geertz. The findings reveal three main forms of digitalization: audio-based practices that expand musical distribution and arrangement, visual-based practices that reshape performance and collaboration, and virtual instrument development that represents Angklung within digital music production systems. These transformations indicate a shift from collective, place-based practices toward more flexible and technology-driven forms. This study contributes to the development of arts scholarship by positioning digitalization as a process of cultural transformation and reinterpretation in traditional music.
From Governance to Curriculum: Optimizing English Learning in Kindergarten Yahfenel Evi Fussalam; Fatrizal Fatrizal; Otin Martini
Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol.7 No 1 (Maret 2026)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/jppm.v7i1.3848

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh mitra, yaitu TK Al Ikhlas di Desa Sungai Abang terkait dengan implementasi pembelajaran Bahasa Inggris. Hasil analisis permasalahan menunjukkan bahwa mitra mengalami kesulitan dalam meningkatkan kompetensi guru, mengembangkan kurikulum, dan menyiapkan tata kelola pembelajaran bahasa Inggris yang berkelanjutan. Kondisi ini menyebabkan kegiatan pembelajaran berjalan monoton atau terkesan kaku dan dipaksakan sehingga hasilnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Dengan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), kegiatan PkM ini disusun mulai dari perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Dari hasil observasi, Focus Group discussion, Praktik Microteaching, pendampingan di kelas, dan diakhiri dengan evaluasi terlihat perubahan signifikan pada mitra. Hasil pelaksanaan PkM menunjukkan adanya peningkatan kompetensi guru yang diukur dari hasil pretest (66,5) meningkat sebagaimana hasil postest (88,3). Hasil lainnya yang terlihat yakni tersusunnya naskah awal Kurikulum Bahasa Inggris di PAUD dan termasuk juga pengembangan media pembelajaran berbasis Total Physical Response (TPR). Dapat disimpulkan, program ini berdampak signifikan baik pada praktik pembelajaran maupun tata kelola kelembagaan, dan memiliki potensi untuk diadaptasi oleh lembaga PAUD lainnya.
Pengembangan Potensi Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya di Kawasan Gunung Padang Kabupaten Cianjur Rizky Nurul Khotimah; Jaeni Jaeni; Yahfenel Evi Fussalam
Jurnal Inovasi Bisnis Indonesia (JIBI) Vol. 3 No. 2 (2025): December
Publisher : PT. Tangrasula Tekno Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61896/jibi.v3i2.149

Abstract

ABSTRAK Kawasan Gunung Padang Kabupaten Cianjur memiliki potensi budaya dan sejarah yang besar sebagai aset pengembangan ekonomi kreatif. Keberadaan situs megalitikum tertua di Asia Tenggara tidak hanya bernilai arkeologis, tetapi juga berpeluang menjadi penggerak ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya budaya secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi ekonomi kreatif berbasis budaya serta merumuskan strategi pengembangannya di kawasan Gunung Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor ekonomi kreatif yang berpotensi dikembangkan meliputi kerajinan tangan, seni pertunjukan, kuliner tradisional, serta produk kreatif berbasis narasi sejarah dan kearifan lokal. Namun, pengembangannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sumber daya manusia, promosi yang belum optimal, serta sinergi antar pemangku kepentingan yang belum terintegrasi. Oleh karena itu, diperlukan strategi penguatan kapasitas masyarakat, kolaborasi antara pemerintah, komunitas budaya, dan pelaku usaha kreatif, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi. Pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya di kawasan Gunung Padang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya lokal secara berkelanjutan. Kata kunci: Ekonomi_Kreatif, Berbasis_Budaya, Gunung_Padang, Kearifan_Lokal, Pengembangan_Masyarakat ABSTRACT The Gunung Padang area of ​​Cianjur Regency has significant cultural and historical potential as an asset for creative economy development. The oldest megalithic site in Southeast Asia is not only of archaeological value but also offers the potential to drive the community's economy through the sustainable use of cultural resources. This study aims to assess the potential of a culture-based creative economy and formulate a strategy for its development in the Gunung Padang area. This research used a descriptive qualitative approach, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation studies. The results indicate that creative economy sectors with potential for development include handicrafts, performing arts, traditional culinary arts, and creative products based on historical narratives and local wisdom. However, their development still faces obstacles such as limited human resources, suboptimal promotion, and lack of integrated synergy between stakeholders. Therefore, strategies are needed to strengthen community capacity, collaborate between the government, cultural communities, and creative entrepreneurs, and utilize digital media as a promotional tool. The development of a culture-based creative economy in the Gunung Padang area is expected to improve community welfare while strengthening local cultural identity in a sustainable manner. Keywords: Creative_Economy, Culture_Based, Gunung_Padang, Local_Wisdom, Community_Development
TUBUH, LAYAR, DAN KEPERCAYAAN DIRI: KONSTRUKSI EKSPRESI TARI SISWA SMA DALAM PRAKTIK DIGITAL TIKTOK Gita Widiya; Jaeni Jaeni; Yahfenel Evi Fussala
Joged Vol 25, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/joged.v25i1.19861

Abstract

ABSTRAKPerkembangan media digital telah mengubah cara individu mengekspresikan diri, termasuk dalam praktik seni di kalangan siswa SMA dari ruang panggung menuju ruang layar yang lebih terbuka dan partisipatif. Salah satu platform yang menonjol adalah TikTok, yang memberi peluang bagi siswa untuk mengekspresikan gerak secara lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana ekspresi tari dan kepercayaan diri siswa dikonstruksi dalam praktik digital TikTok melalui relasi tubuh dan layar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang melibatkan 20 siswa SMA Negeri 1 Cicalengka sebagai partisipan. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis secara interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara tubuh dan media digital mendorong munculnya bentuk ekspresi tari yang lebih variatif dan kontekstual. Selain itu, proses publikasi konten dan respons audiens turut memperkuat kepercayaan diri siswa melalui tampil dan pengakuan sosial. TikTok tidak hanya menjadi sarana berbagi, tetapi juga ruang pembentukan identitas dan eksplorasi artistik. Penelitian ini merekomendasikan pemanfaatan platform digital sebagai ruang eksplorasi ekspresi yang reflektif, dengan tetap memperhatikan keseimbangan antara ekspresi diri dan tekanan sosial dalam budaya visual digital.ABSTRACTBody, Screen, and Self-Confidence: High School Students’ Construction of Dance Expression in TikTok Digital Practices. The development of digital media has transformed the way individuals express themselves, including in artistic practices among high school students, shifting from the stage to a more open and participatory screen space. One prominent platform is TikTok, which provides students with opportunities to express movement more broadly. This study aims to examine how students' dance expression and self-confidence are constructed in TikTok's digital practices through the relationship between the body and the screen. The study employed a qualitative approach with a case study design involving 20 students from SMA Negeri 1 Cicalengka as participants. Data were obtained through observation and in-depth interviews, then analyzed interpretively. The results show that the interaction between the body and digital media encourages the emergence of more varied and contextual forms of dance expression. Furthermore, the process of content publication and audience response also strengthens students' self-confidence through performance and social recognition. TikTok serves not only as a means of sharing but also as a space for identity formation and artistic exploration. This study recommends utilizing digital platforms as a space for reflective exploration of expression, while still paying attention to the balance between self-expression and social pressures in digital visual culture.