Claim Missing Document
Check
Articles

Optimization Of Infant Growth And Breast Feeding Exclusive With A Holistic Approach To Breastfeeding And Utilizing The Potential Of Local Products: Optimalisasi Tumbuh Kembang Bayi Dan Pemberian Asi Eksklusif Dengan Pendekatan Holistik Breastfeeding Dan Pemanfaatan Potensi Produk Lokal Andisetyana Putri, Hanifa; Sri, Rahayu; Listyaning Eko, Martanti; Setyo, Prihatin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2023): JPM | September 2023
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v9i2.1716

Abstract

Menyusui merupakan proses alami bagi ibu pasca persalinan. Hari pertama kehidupan bayi baru lahir adalah masa kritis untuk proses laktasi, sehingga perlu dukungan kuat bagi ibu untuk keberhasilan proses menyusui secara eksklusif. Faktor yang mempengaruhi keberlanjutan ASI eksklusif adalah faktor internal meliputi kondisi fisik, psikologis, pengetahuan ibu dan faktor fisik bayi sedangkan faktor eksternal diantaranya inisiasi menyusui dini (IMD) dan frekuensi menyusui. Upaya untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu tugas kader kesehatan. ASI adalah nutrisi utama yang berperan penting untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayi. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan penguatan materi dan pelatihan holistic breastfeeding dalam upaya meningkatkan produksi ASI. Pemberian edukasi kesehatan pada kader dan ibu hamil tentang konsep tumbuh kembang, ASI Eksklusif dan menyusui, nutrisi sehat ibu menyusui di Kelurahan Gedawang. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah hasil pengetahuan kader dan ibu hamil sebelum dan sesudah diberikan penguatan materi menunjukkan peningkatan rerata dari skor 6,39 menjadi 7,16. Kader dan ibu hamil mendapatkan pelatihan materi Holistic Breastfeeding dengan Akupresur dan Massage. Pemantauan tumbuh kembang balita di posyandu juga dilakukan karena untuk mencetak generasi unggul diperlukan 7000 hari setelah periode 1000 HPK. Program 8000 hari pertama kehidupan (dimulai sejak terjadinya konsepsi hingga individu berusia 19 tahun) merupakan salah satu langkah untuk memutus siklus stunting.
Pengaruh Talet Effervescent Daun Kelor sebagai Alternatif Peningkatan Produksi ASI (BAB Bayi) pada Ibu Menyusui Gandi, Putri Indra; Mardiyono, Mardiyono; Rahayu, Sri
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 16 No 1 (2024): Januari - April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v16i1.1176

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) suatu asupan gizi  alami yang baik dan penting karena mengandung nutrisi yang sangat dibutuhkan bagi bayi selama 6 bulan pertama kehidupan. ASI mengandung  laktagogum  dapat membantu merangsang  produksi ASI,  sehingga  dapat  membantu  ibu  dalam mengatasi masalah menyusui memiliki potensi dalam meningkatkan produksi ASI yang terbukti dari peningkatan berat badan bayi, peningkatan frekuensi BAB bayi, frekuensi BAK bayi dan frekuensi menyusui. Pemberian ASI eksklusif yang masih tergolong rendah karena adanya kendala yang dialami ibu yaitu salah satunya faktor ASI sedikit dan tidak mencukupi sehingga menghambat aktivitas menyusui, maka dari itu diperlukan upaya untuk meningkatkan produksi ASI. Salah satunya dengan cara non farmakologi dengan mengkonsumsi tablet effervescent daun kelor yang mengandung zat laktagogum sebagai alternatif untuk meningkatkan produksi ASI. Tujuan penlitian ini mengetahui pengaruh tablet effervescent daun kelor terhadap produksi ASI dengan indikator frekuensi BAB bayi. Penelitian ini menggunakan desain quasy eksperiment dengan rangcangan pretest-posttest control group desain, pada 32 ibu nifas yang direkrut dengan metode purposive sampling, menggunakan kuesioner Endiburgh Postnatal Depression Scale (EPDS), lembar karakteristik responden, kepatuhan mengkonsumsi tablet, dan lembar observasi Frekuensi Buang Air Besar bayi digunakan untuk mengukur jumlah ASI yang diproduksi. Analisis data menggunakan uji Friedman Test, Mann Whitney. Hasil ada pengaruh tablet effervescent daun kelor 100 mg 1x sehari selama 14 hari sebagai alternatif peningkatan produksi ASI dilihat indikator frekunesi BAB bayi rata-rata sebelum intervensi 2,69 meningkat menjadi rata-rata 4,50 (p=0,010) dengan effect size 1,04. Ada pengaruh Pemberian tablet effervescent daun kelor dapat meningkatkan produksi ASI dengan indikator frekuensi BAB bayi.
The effectiveness of topical gel formulation extract Centella asiatica and Curcuma domestica to fading striae gravidarum Oktavia, Eva Zuli; Hadisaputro, Suharyo; Rahayu, Sri
MEDISAINS Vol 21, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v21i3.19130

Abstract

Background: The incidence of striae gravidarum in Indonesia is 95%, and 79.7% are primigravida. Striae gravidarum is not a direct physical health risk but is associated with body image and decreased self-confidence. Curcuma domestica contains curcumin and vitamin C, which can stimulate the synthesis of type IV collagen. In contrast, the Centella asiatica plant contains triterpenoids and saponins, which can stimulate the synthesis of type I collagen, which helps regenerate skin cells and improve skin elasticity. However, it is necessary to see the effectiveness of the two herbs, Centella asiatica and Curcuma domestica, in fading striae gravidarum. Purpose: To prove the effectiveness of topical gel formulation extract Centella asiatica and Curcuma domestica for fading of striae gravidarum.Methods: This is a quasi-experimental study with a pretest-posttest control group design. The sample consisted of 32 primigravida pregnant women divided into two groups: the intervention group was given a combination of Curcuma domestica and Centella asiatica gel at a dose of 5 mg twice a day for 14 days, and the control group was given a mineral oil gel at a quantity of 5 mg twice a day for 14 days—measurement of striae gravidarum using Davey score. The statistical test used the Friedman and Wilcoxon test.Results: The average fading of striae gravidarum in the intervention group was more significant than in the control group, 11.44±4.131 to 4±3.033 vs.12.19±5.788 to 8.56±4.320 treatment on the 14th day. The analysis results showed that the topical gel formulation of Centella asiatica and Curcuma domestica was more effective in fading striae gravidarum than the placebo gel (p<0.001).Conclusion: Administering topical gel containing 12% Centella asiatica extract and a 10% Curcuma domestica dose of 5 mg twice a day for 14 days affected the fading of striae gravidarum.
The Effect of Pointer Finger Friction (PFF) Massage on β-Endorphin Levels and Sleep Quality of Postpartum in Semarang Rahayu, Sri; Runjati, Runjati
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Vol 20 No 1: January 2025
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpki.20.1.23-29

Abstract

Background: In Asia, more than 54.7% of postpartum mothers experience sleep deprivation, ranging from 50.9%. Massage can increase the levels of endorphins in the body and stimulate the central nervous system (CNS). This study aimed to determine the effect of Pointer Finger Friction (PFF) Massage on β-Endorphin Levels and Sleep Quality in Postpartum Mothers in Semarang City.Method: This study was quasi-experimental with a pre-posttest control group design. The population consisted of postpartum mothers in the Semarang City Health Center area, and samples were obtained by simple random sampling. The number of samples were 36 postpartum mothers who were divided into 2 groups. The treatment in the intervention group with PFF was carried out five times, starting on the first postpartum day. Venous blood was collected before and after treatment to measure endorphin levels and sleep quality. Data analysis was performed using the Mann–Whitney U test.Result: The results of the study showed most of the respondents were 23 years old and had a high school education (82.9%). The average level of β-endorphins after the treatment group was 135 mg/ml higher than that of the control group (38 pg/ml), and the quality of sleep after the treatment group decreased by 3.5 compared to the control group, with a score of 0.9. There was a relationship between the levels of β-endorphins and sleep quality between the PFF and control groups. To increase the levels of β-endorphins and the quality of sleep of postpartum mothers, we can promote and educate people about the use of the PFF massage method.
Effectiveness of Pregnancy Exercises in Reducing Lower Back Pain Among Third Trimester Pregnant Women Saraswati, Putu Rosita; Suarniti, Ni Wayan; Rahayu, Sri
Media Keperawatan Indonesia Vol 7, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/mki.7.4.2024.291-296

Abstract

Lower back pain is one of the most common complaints experienced by pregnant women, particularly in the third trimester. Pregnancy exercise is an effective intervention to alleviate this discomfort. This study aimed to evaluate the differences in lower back pain levels before and after pregnancy exercise in third-trimester pregnant women at UPTD Klungkung I Community Health Center. A quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach was utilized, involving 21 third-trimester pregnant women selected through purposive sampling. Data were collected using the Numerical Rating Scale (NRS) and analyzed with the Wilcoxon test following the Shapiro-Wilk normality test. The results showed a mean lower back pain score of 7.14 (SD = 0.793) before the intervention, with a significant reduction after pregnancy exercises (p < 0.001). These findings indicate a substantial improvement in lower back pain among participants after pregnancy exercises. It is recommended that pregnant women actively engage in pregnancy exercise programs to enhance comfort during pregnancy and alleviate back pain complaints.
Parental Guidance Through Monitoring Of Children’s Growth And Development And Gemati In An Effort To Anticipate The Inner Child Phenomenon From An Early Age: Pendampingan Orangtua Melalui Pemantauan Tumbuh Kembang Dan GEMATI (Gerakan Memantau Anak Dari Hati) Dalam Upaya Antisipasi Fenomena Inner Child Sejak Dini Putri, Hanifa; Sri Rahayu; Listyaning Eko Martanti; Setya Prihatin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2024): JPM SEPTEMBER 2024
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v10i2.2299

Abstract

Inner child adalah sebuah konsep yang digunakan untuk menggambarkan “sifat kekanak-kanakan” dalam diri seseorang. Konsep ini juga merujuk pada sikap kekanakan pada diri seseorang, terutama orang dewasa. Setiap manusia umumnya memiliki inner child yang berbeda, karena hal ini terbentuk dari pengalaman saat masih anak-anak. Inner child adalah bagian dari diri seseorang yang berperan dalam membentuk karakternya. Trauma   masa   anak meliputi beberapa aspek, yaitu:  kekerasan fisik, kekerasan seksual, kekerasan emosional,    penolakan    fisik,    penolakan    emosional,    dan    menyaksikan kekerasan. Kejadian yang  berkaitan  dengan  aspek-aspek  tersebut, sangat  berpengaruh  terhadap  trauma  pada  masa  anak,  dan  kehidupan individu tersebut. Anak yang seharusnya mendapatkan rasa aman dari orang-orang terdekatnya, namun nyatanya orang-orang terdekat itu yang memberikan  luka  pada  anak. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan peran kader dan orang tua melalui GEMATI (Gerakan Memantau Anak dengan Hati) memberikan edukasi pola asuh yang tepat untuk menghindari dampak innerchild, dan cara mendeteksi gangguan emosional pada anak di Kelurahan Ngijo Gunungpati. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah hasil pengetahuan ibu tentang innerchild sebelum dan sesudah diberikan edukasi menunjukkan peningkatan rerata dari skor 8,46 menjadi 8,54. Kader dan orangtua mendapatkan edukasi tentang konsep tumbuh kembang anak, pola asuh dengan GEMATI (Gerakan Memantau Anak dari Hati), tantrum, dan innerchild. Hal ini merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya kekerasan pada anak yang dapat memberikan dampak negatif untuk perkembangan emosional anak
Coral Plant (Jatropha multifida L) for Postpartum Perineal Wound Care: A Literature Review Fera, Fitria Candra; Marsum, Marsum; Rahayu, Sri
JURNAL KEBIDANAN Vol 15, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jkb.v15i1.12630

Abstract

Postpartum maternal pain increases with injuries to the birth canal. Some cases of postpartum infections are caused by improper perineal wound care, which causes bacterial growth. If the perineal wound is not treated with proper care, it can lead to infection and even death in some cases. Traditional plant as nonpharmacological therapy such as Jatropha multifida L. could be one of alternative therapy for wound healing. The purpose of this study was to examine the potential of secondary metabolites found in the Jatropha multifida L. plant as antibacterial and anti-inflammatory as an effort to heal perineal wounds in postpartum mothers. This study used the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta Analysis) method. Five literatures was obtained from several literature search engines, namely Science Direct, Google Scholar, PubMed, ResearchGate, and ProQuest. The keywords used in the search were "Jatropha multifida" and "Wound healing". The results of a literature review related to Jatropha multifida L. showed that this plant has the potential to be used as a therapy for healing perineal wounds in postpartum mothers because it contains several secondary metabolites such as alkaloids, flavonoids, tannins, and saponins which act as antibacterial and anti-inflammatories in the wound healing process.
Pendampingan Kader dalam Pelayanan Kesehatan Interprofesional dapat Meningkatkan Derajat Kesehatan Lansia di Desa Penuktukan Buleleng 2024 Ribek, Nyoman Ribek
Jurnal Abdi Mahosada Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2025
Publisher : STIKES Advaita Medika Tabanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/abdimahosada.v3i1.346

Abstract

Abstract The main strategy of health development is to empower the community to live a healthy lifestyle and increase access to quality health services. The problem is that the implementation system is still fragmented, and holistic and integrated health services . Therefore, efforts are needed to improve health services in collaboration between health professionals . Penuktukkan village in Buleleng has a population of 3,803 people with the age of 60-74 as much as 73.6%, 52.8% rarely move 71.7% do not participate in posyandu and 52.8% rarely get health services. The goal of Community Service is to reduce the problem of non-communicable diseases. The activity method is to provide health education and interprofessional services, mentoring and coaching elderly cadres. The result of the service is an increase in knowledge, from an average score of 60 to 91 with a difference in Sig value (2- tailed) which means there is a significant difference. Interprofessional services included nutrition counseling, laboratory examination, breast cancer examination and biomassage treatment. The community of 45 people with the results of a decrease in blood pressure from 132 mmHg to 120 mmHg, average cholesterol 173 mg/dl, sugar 140 mg/dl and uric acid 7.2 mg/dl. As a result, Elderly cadres can provide education and services to the elderly independently and health workers from the puskesmas are more enthusiastic in empowering cadres and the community. It is concluded that elderly cadres are more understanding in improving Elderly Health services. It is recommended that elderly cadres be further improved in interprofessional services. Keywords: Intervention, Interprofessional, Elderly Cadre
Pemanfaatan Kearifan Lokal Bali menuju Desa Sehat Wisata Bebas Penyakit Tidak Menular di Desa Tibubeneng Kabupaten Badung, Provinsi Bali Achjar, Komang Ayu Henny; Krisnayanti , Komang Ayu; Ramlan, Djamaluddin; Rahayu, Sri; Sri Lestari, Agus; Gama, Ketut; Ayu Dharmawati, Gst Agung; Wiardani, Komang
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5 No 2 (2025): JPMI - April 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.3217

Abstract

Tidak dapat dipungkiri jumlah penderita Penyakit tidak menular seperti DM dan hipertensi masih tinggi, walaupun pemerintah sudah melakukan beberapa terobosan melalui pemberdayaan peran keluarga dan kader lansia di rumah, program Indonesia Sehat melalui pendekatan keluarga (PIS- PK) dengan kunjungan rumah. Peran tenaga kesehatan secara interprofesi untuk mampu berkontribusi dalam mengatasi masalah  fisik, psikologis, ekonomi dan sosial yang dihadapi lansia. Kegiatan diutamakan pada pelayanan kesehatan terintegrasi sesuai budaya lokal setempat dengan memanfaatkan kearifan lokal yang ada  di Bali. Perlu penanganan lansia yang berbeda di setiap budaya yang berbeda juga. Pemberdayaan komunitas melalui peran serta kelompok lokal, seperti Seka Truna Truni (STT) dan PKK, menunjukkan potensi besar dalam mendukung kesehatan lansia. Pendekatan kearifan lokal, termasuk terapi komplementer dan pemanfaatan produk herbal, dapat membantu meningkatkan kualitas hidup lansia. Tujuan: mewujudkan desa sehat wisata bebas penyakit tidak menular dengan memanfaatkan kearifan lokal Bali. Metode: pemberian pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, pembentukan kelompok diskusi, swabantu, dan peduli lansia, pembuatan percontohan toilet ramah lansia, pembuatan model kursi bantu untuk lansia dan pemanfaatan tanaman herbal dan senam kaki DM sebagai terapi komplementer. Hasil: terjadinya peningkatan pengetahuan dan keterampilan para perangkat desa dan masyarakat.
PENGARUH PIJAT ENDORPHIN TERHADAP INTENSITAS NYERI IBU BERSALIN KALA I FASE AKTIF Kadek Ditha Ari Sevtiani; Sri Rahayu; Ni Wayan Suarnit
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 14 No 1 (2025): Al-Insyirah Midwifery: Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/kebidanan.v14i1.2789

Abstract

Nyeri merupakan pengalaman yang tidak menyenangkan saat persalinan. Untuk mengatasi nyeri, pijat endorphine adalah metode yang efektif. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan pengaruh pijat endorphine terhadap intensitas nyeri ibu bersalin pada kala I fase aktif yang dilakukan di Ruang Bersalin RSU Bali Royal. Jenis penelitian  quasy experiment dengan  pretest-posttest nonequivalent control group design, teknik purposive sampling. Pengumpulan data  dengan data primer menggunakan shapiro wilk. Data analisis menggunakan Paired T-Test  setiap kelompok. Besar sampel 20 orang kelompok intervensi maupun kelompok kontrol. Hasil didapat kelompok eksperimen yaitu mean 3.9 dengan standar deviasi 0.967 dan p-value sebesar 0.000 artinya pemberian pijat endorphin berpengaruh terhadap intensitas nyeri ibu bersalin kala I fase aktif. Analisis data kelompok kontrol mendapatkan  mean 6.5, standar deviasi 0.998 dengan p-value  0.000 diartikan relaksasi nafas dalam tidak berpengaruh terhadap intensitas nyeri bersalin kala I fase aktif. Perbandingan intensitas nyeri ibu bersalin kala I fase aktif antara kelompok eksperimen dan kontrol dianalisis dengan uji parametrik Independent Sampel T-Test dan hasil p-value 0,000 < 0,05 ini menunjukan pengaruh pemberian pijat endorphine terhadap penurunan nyeri ibu bersalin kala I Pijat endorphine  menghasilkan impuls yang memblokir serabut saraf mengirimkan pesan nyeri ke otak. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat memperbaiki keterbatasan yaitu durasi pemberian pijat endorphine.
Co-Authors - Anggorowati Achjar, Komang Ayu Henny Andisetyana Putri, Hanifa Andriyani, Luluk Ari Suwondo Arum Budiyati Astari, Ni Kadek Yunita Ari Aulia Choirunnisa Ayu Dharmawati, Gst Agung Choiroel, M. Dewa Ayu Mirah Jayantini Dewi, Ida Ayu Dhian Permana Diksi Laksmita Dewi Dina Hanifa Ditha Rizky Oktavianti Djamaluddin Ramlan, Djamaluddin Donny Kristanto Mulyantoro Donny Kristanto Mulyantoro Erna Widyastuti Fachry Abda El Rahman Fajrin, Rafika Faridah, Salsabila Nur Fera, Fitria Candra Gama, Ketut Gandi, Putri Indra Gusti Ayu Marhaeni Hadi Hadi Hadi Hadi Hanifa Putri Hesti Kurniasih I Gusti Agung Ayu Novya Dewi Ima Nurcahyanti Putri Iman Surihartini Isnu Kurnia Nugrahaeni Kadek Ditha Ari Sevtiani Karmika, Ni Nyoman Kalih Kertiani, Ni Putu Devi Kiki Yusika Krisnayanti , Komang Ayu Kuswanto Kuswanto Lailatul Hidayah Librawati, Susi Listyaning Eko Martanti Listyaning Eko, Martanti Made Dita Argya Prabaswari Made Widhi Gunapria Darmapatni Mahendra, Ida Bagus Made Putra Mardiyana, Shinta Lia Nana Marsum Marsum Melyana Nurul Widyawati Mutiara Ayu Muthiatulsalimah Ngadiyono Ngadiyono Ni Kadek Ratna Dewi Ni Ketut Somoyani Ni Komang Erny Astiti Ni Komang Yuni Rahyani Ni Komang Yuni Rahyani Ni Nyoman Budiani, Ni Nyoman Ni Nyoman Suindri Ni Wayan Suarnit Ni Wayan Suarniti Nia Dwi Yuliati Noor Pramono Noor Pramono Novita Novita Nur Anisa Octaviani, Dhita Aulia Oktavia, Eva Zuli Purnamayanti, Ni Made Dwi Putri, Hanifa Putri, Noviyati Rahardjo Putu Ayu Oktarini Retno Kusuma Dewi Rica Anjayani Rizkie Aulia Amini Rizky Amelia Runjati Saraswati, Putu Rosita Senjaya, Asep Arifin Setya Prihatin Setyo, Prihatin Siti Erniyati Berkah Pamuji Sri Endang Windiarti Sri Lestari, Agus Sri Purwati Sri Sumarni Sri Sumarni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Suhartono Suhartono Suharyo Hadisaputro Suharyo Hadisaputro Suparmi Suparmi Supriyadi Supriyadi Supriyana Supriyana Syarief Taufik Hidayat Tecky Afifah Santi Amartha Titi Suherni Triana Sri Hardjanti Umaroh Umaroh Umaroh Umaroh Umaroh Umaroh Utami, Fetty Satu Ryan Wahyuni, Sri Warih Handayani Tri Murti Wiardani, Komang Yoga, Ida Ayu Putu Pradya Kirana Yudrika, Filza Yuni Nor Aini