Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pelaksanaan Desentralisasi dan Good Governance Kabupaten Malang di Desa Ngadas Dilla Maulida; Hana Sausan; Salwa Nazhira; Firman Manan
Epistemik: Indonesian Journal of Social and Political Science Vol 4 No 2: Oktober, 2023
Publisher : Epistemik Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57266/epistemik.v4i2.162

Abstract

Decentralization is a policy that develops in democratic countries. Indonesia is one of the democratic countries that has issued a policy of regional autonomy which then also influences the governance process in the smallest scope, namely village administration. Ngadas Village is a village located in Poncokusumo District, Malang Regency, Central Java. This research focuses on the implementation of regional autonomy, community participation and the formulation of village regulations to achieve good governance. This study used a qualitative method with the data collection process by observation, interviews and documentation. The results of the study show that the people of Ngadas Village place more emphasis on customs and still believe in traditional shamans, the role of traditional shamans is very clearly visible in politics in the inauguration of the position of village head as well as traditional head. The participation of the Ngadas community is included in the category of active participation, the community receives invitations or information regarding deliberations through the RT who come directly to residents' homes. Ngadas Village was able to achieve good governance in a way that was different Compared to other villages, the uniqueness of the village of Ngadas makes politics healthier by emphasizing customary law.
LIMITING PRESIDENTIAL TERM OF OFFICE IN INDONESIA: A DEMOCRATIC PERSPECTIVE Hendra, Hendra -; Darmawan, Wawan Budi; Manan, Firman; Husin, Luthfi Hamzah
JWP (Jurnal Wacana Politik) Vol 5, No 2 (2020): JWP (Jurnal Wacana Politik) Oktober
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jwp.v5i2.29438

Abstract

Following the amendment of the 1945 Constitution, Indonesia became one of the countries that adopted presidential government system in which the president is directly elected by the people. The interesting thing that is still hitherto controversial is the limitation of presidential term of office for no more than two periods. Our review of various literatures illustrates that there is no standard exemplar to limit or not to limit the period that must be applied in a country that adheres to presidentialism. Furthermore, if it is associated with democracy, the limitation of presidential period will cause contradiction especially with president’s accountability in which the president is directly elected by the people. Based on this, we conducted a study using qualitative method with historiography approach that aims at knowing how the periodisation of presidential term of office in Indonesia viewed from a democratic perspective. This article argues that the model of presidential period limitation for at maximum two periods must be carried out by adding the length of service to more than five years and requiring an interlude between the first and the second period. The modelling can anticipate the tendency of power abuse by incumbent while maintaining people’s support for the legitimacy of the president.
Gerakan Ekofeminisme Melawan Pembangunan Perusahaan Listrik Tenaga Uap 2 Indramayu (Tinjauan Perspektif Politik Rekognisi) Cusdiawan, Cusdiawan; Abdoellah, Oekan S.; Manan, Firman
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 6, No 1 (2022): Pebruari, 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v6i1.2022.143-151

Abstract

Artikel ini menganalisis faktor yang menyebabkan perempuan di Desa Mekarsari melakukan gerakan sosial dari perspektif proses pembingkaian. Penelitian dalam artikel ini menggunakan metode kualitatif, karena yang diteliti dalam artikel ini adalah proses interaksi ataupun pertarungan wacana yang memengaruhi kemunculan gerakan. Artikel ini berargumen bahwa ekofeminsme dalam kaitannya dengan politik rekognisi sebagai wacana penting dalam gerakan, karena dalam pembangunan Perusahaan Listrik Tenaga Uap di desa Mekarsari, bukan hanya mengancam kelestarian lingkungan, juga dianggap mengabaikan hak-hak para perempuan, baik dalam prosesnya maupun manfaatnya. Bagi para perempuan, memperjuangkan ruang hidup dan lingkungan, dimaknai juga sebagai perjuangan atas harga diri dan martabat. Artikel ini menemukan perbedaan makna dan kepentingan akan “pengakuan” bagi individu yang memilih terlibat di dalam gerakan dan yang menolaknya.Kata kunci: ekofeminisme, gerakan sosial, pembingkaian, pengakuan
Pelaksanaan Desentralisasi dan Good Governance Kabupaten Malang di Desa Ngadas Maulida, Dilla; Sausan, Hana; Nazhira, Salwa; Manan, Firman
UNES Law Review Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v6i1.999

Abstract

Desentralisasi menjadi kebijakan yang berkembang di negara demokrasi. Indonesia merupakan salah satu negara demokrasi yang telah mengeluarkan kebijakan otonomi daerah yang kemudian berpengaruh juga pada proses pemerintahan di lingkup paling kecil yaitu pemerintahan desa. Desa Ngadas merupakan desa yang terletak di Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang Jawa Tengah. Dalam penelitian ini berfokus pada pelaksanaan otonomi daerah, partisipasi masyarakat dan perumusan peraturan desa untuk mencapai good governance. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan proses pengambilan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan masyarakat Desa Ngadas lebih menekankan adat istiadat dan masih percaya dengan dukun adat, peran dukun adat sangat terlihat jelas dalam politik dalam pengukuhan jabatan kepala desa sekaligus kepala adat. Partisipasi masyarakat Ngadas masuk dalam kategori partisipasi aktif, masyarakat mendapatkan undangan atau informasi mengenai musyawarah melalui RT yang datang langsung ke rumah warga. Desa Ngadas mampu mencapai good governance dengan cara yang berbeda dibandingkan dengan desa lain, keunikan dalam desa ngadas menjadikan perpolitikan yang lebih sehat dengan menekankan pada hukum adat istiadat.
Mencermati Gerakan Mahasiswa dalam Perspektif Populisme Islam Ritonga, Alwi Dahlan; Muradi, Muradi; Manan, Firman
Jurnal Review Politik Vol. 10 No. 1 (2020): June
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.301 KB) | DOI: 10.15642/jrp.2020.10.1.1-26

Abstract

Naiknya gelombang kebangkitan populisme adalah salah satu fenomena politik yang sedang terjadi di seluruh dunia saat. Hal ini ditandai dengan kemunculan tokoh-tokoh dan narasi populistik dalam setiap kontestasi pemilu. Hampir seluruh negara mengalami hantaman gelombang ini dengan berbagai corak tersendiri. Dalam konteks Indonesia, para peneliti mengatakan bahwa populisme yang bangkit di Indonesia adalah populisme sayap kanan yang membawa narasi agama sebagai semangat perjuangannya. Lebih spesifik, populisme sayap kanan yang dimaksud di Indonesia adalah populisme Islam. Kajian mengenai populisme Islam di Indonesia sangat banyak, akan tetapi hampir tidak ada ahli yang menjadikan mahasiswa sebagai fokus penelitiannya. Padahal, mahasiswa adalah salah satu entitas yang tidak bisa dinafikan perannya dalam melakukan perubahan sosial di Indonesia. Dalam artikel ini, peneliti akan memuat kajian tentang adanya gerakan populisme Islam pada kalangan mahasiswa Islam di Indonesia. Fokus penelitian ini membahas tentang beberapa organisasi kemahasiswaan Islam digerakkan oleh mahasiswa di lingkungan kampus/universitas.Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan studi literatur serta teknik analisis data adalah menggunakan teknik analisis deskriptif.