Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search
Journal : TEKNO

Analisa Pile Slab Pada Tanah Rawa (Jalan Tol Manado-Bitung) Sorongan, Claudio Daniel; Manoppo, Fabian J; Rondonuwu, Steeva G.
TEKNO Vol 16, No 70 (2018)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Tol Manado-Bitung yang mempunyai panjang 39,9 km adalah infrastruktur jalan yang dibangun oleh pemerintah untuk mengurai kemacetan yang terjadi antara kota manado dan kota bitung akibat terjadinya peningkatan volume kendaraan serta interaksi dikedua kota tersebut. Akan tetapi. Saat pembangunan terdapat suatu kendala yaitu trase jalan harus melewati daerah dengan kondisi tanah yang sangat lunak/tanah rawa. Dimana jenis tanah ini diketahui memiliki daya dukung yang sangat rendah. Untuk mengatasi masalah tersebut maka dibuat jalan dengan menggunakan struktur Pileslab. Struktur Pileslab terdiri dari slab, pile head dan pondasi tiang pancang. Standar pembebanan pada struktur mengacu pada SNI T-02-2005 (Standar Pembebanan Untuk Jembatan). Analisis yang digunakan untuk mendesain struktur Pile slab ini adalah analisis dengan cara statis dan dengan menggunakan program AllPile. Berdasarkan analisa perhitungan yang dilakukan, didapatkan bahwa struktur Pile slab dapat memikul beban vertical sebesar 3290,7 kN dan horizontal sebesar 498,5 kN dengan eksentrisitas yang terjadi setinggi 3 m. Setelah dilakukan analisa terhadap daya dukung dengan menggunakan cara statis maupun dengan menggunakan Program AllPile didapatkan penurunan  sebesar 0,1cm dan defleksi sebesar 2,5cm.
CONSOLIDATION CHARACTERISTICS UNDER CYLINDER TEST, CENTRIFUGAL TEST AND OEDOMETER TEST Rondonuwu, Steeva G.; Sarajar, Alva N.
TEKNO Vol 14, No 66 (2016): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A several laboratory tests have conducted to investigate the self-weight consolidation characteristics on Ariake washed. They are self weight consolidation by cylinder test and centrifuge test, while incremental loading by oedometer test as well. All the samples were used have passed through a 425 μm siever to remove the granular particles. For cylinder test series, we adjust the suspension for each sample in initial water content range from 103 % to 1000 %, corresponding to liquid limit start from 1. Then let the self-weight consolidation process occurred. After the final process, we measured the final water content and maximum settling rate. Next for centrifugal test, we adjust the sample in liquidity index (IL) equal 1.5. The initial height specimens were 6, 4, 2, and 1 cm. All the specimens were played in centrifuge device. For 5 and 6 cm initial height specimen we adjust the velocity 850 rpm, and 800 rpm for 1 and 2 cm initial height specimen. The settling was recorded on elapsed time ranging from 15 to 1440 minute randomly. As for oedometer test, we adjusted the samples under 0.75, 1.0, 1.25, and 1.0 in liquidity index. Key words: self weight consolidation, settlement, centrifuge, sediment
EFFECT OF SALT LEACHING ON SEDIMENTATION AND SELF WEIGHT CONSOLIDATION Rondonuwu, Steeva G
TEKNO Vol 15, No 68 (2017): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The soil washing treatment was carried on Ariake washed by cylinder test method, to investigate the sedimentation process and final water content change. A water-soil dilute were allowed to settling under salinity condition ranging from 30 to 2 g/L. We adjust the suspension for each sample in initial water content range from 500% to 6000%. Then let the sedimentation and self weight consolidation process occur for 14 days. After the final process, we measured the final water content and maximum settling rate. Leaching of salt decreases the liquid limit, consequently increasing the normalized water content w* defined as the ratio normal water content over liquid limit (Hong and Tsuchida.2000). They also found that the value of Iw increases lineary with the increases in w*. Key words: salt leaching, sedimentation, self weight consolidation, water quality, settling rate, final water content.
Percepatan Konsolidasi Dengan Menggunakan Horizontal Drain Kirihio, Pentagon F.P.; Rondonuwu, Steeva G.; Sompie, O. B. A.
TEKNO Vol 16, No 70 (2018)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Horizontal drain merupakan salah satu cara mempercepat proses konsolidasi pada tanah. Kecepatan konsolidasi merupakan hal penting pada tanah yang memerlukan waktu lama untuk mencapai penurunan. Penelitian ini dilakukan untuk menunjukan bahwa penggunaan drain bisa menjadi salah satu solusi percepatan konsolidasi pada tanah yang memerlukan waktu lama untuk mencapai penurunan yang di inginkan seperti penurunan pada tanah lempung. Danau Tondano merupakan lokasi penelitian yang dipilih karena jenis tanah pada lokasi tersebut merupakan tanah lempung lunak. Penelitian ini dibatasi pada perbedaan percepatan konsolidasi dengan tanpa penggunaan horizontal drain serta penggunaan bahan campuran berupa semen Portland. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan penggunaan horizontal drain dan bahan campuran membuat nilai Cc berubah dari 1.8 (tanah asli) meningkat menjadi 2.1 (Horizontal drain) dan 2.5 (Horizontal drain + semen 2%)
Analisa Kestabilan Lereng Dengan Perkuatan Rumput Vetiver Studi Kasus Daerah Rawan Longsor Kelurahan Winangun Dua Tumbel, Cornelius D. H.; Rondonuwu, Steeva G.; Legrans, Roski R. I.
TEKNO Vol 18, No 74 (2020): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menguji faktor keamanan dan parameter geser tanah (c, ϕ dan γ) sebelum dan sesudah menggunakan rumput vetiver, pengujian di laboratorium untuk mendapatkan sifat fisik tanah pada lereng dan dilakukan pengujian dengan triaxial Unconsolidated Undrained (UU test/quick test) pengujian pada tanah asli dan pada tanah yang telah ditanami rumput vetiver. Hasil pemeriksaan didapat nilai parameter  kuat geser tanah asli adalah c = 1.35 t/m2, ϕ = 5.65º, dan γ = 1.370 gr/cm3  sedangkan nilai parameter tanah yang telah ditanami  rumput vetiver  adalah c = 1.51 t/m2, ϕ = 4.61º, dan γ = 1.360 gr/cm3  dengan kemirinan lereng 24º. Dari hasil di atas menunjukan bahwa nilai parameter geser naik setelah menggunakan rumput vetiver. Analisa perkuatan lereng menggunakan software Rockscience Slide 6.0 dengan metode Bishop Simpilified dan Ordinary/ Fellinius. Hasil analisa yakni nilai FK = 1.975 dan 1.950 untuk tanah tanpa rumput, dengan rumput vetiver FK meningkat menjadi 2.082 dan 2.057 untuk kondisi akar dengan panjang terdalam yaitu 50 cm. Hal ini menujukan lereng dalam keadaan stabil karena FK > 1.5 Kondisi kritis lereng di dapat pada kemiringan 70º dengan FK = 1.017 dan 1.049 untuk tanah asli dan untuk tanah dengan rumput vetiver FK = 1.021 dan 1.051. Pada kondisi kritis lereng faktor keamanan meningkat sebesar 0.39 %. Kemudian untuk variasi dengan kedalaman panjang akar 50 cm, 75 cm, 100 cm, 125 cm dan 150 cm pada lereng eksisting yang di terapkan pada keseluruhan bidang longsor, terjadi peningkatan pada setiap  kedalaman panjang akar. Kenaikan signifikan dapat dilihat pada panjang kedalaman akar 150 cm dengan nilai FK = 2.123 dan 2.097. Penelitian ini menguatkan beberapa teori sebelumnya bahwa pemakaian rumput vetiver dapat meningkatkan nilai Faktor Keamanan pada lereng dangkal. Selain itu rumput vetiver yang banyak tersebar di Negara - negara yang berada di Asia Tenggara sehingga mudah didapat. Keuntungan lain dari metode vegetasi seperti adalah ramah lingkungan. Hasil penelitian ini menjadi referensi dan rekomendasi pada pelaku pekerjaan geoteknik khususnya untuk kestabilan lereng yang mudah dan ekonomis.
ANALISIS KESTABILAN LERENG METODE MORGENSTERN-PRICE (STUDI KASUS : DIAMOND HILL CITRALAND) Takwin, Gideon Allan; Turangan, Arens Emilie; Rondonuwu, Steeva Gaily
TEKNO Vol 15, No 67 (2017): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diamond Hill adalah salah satu kawasan perumahan di Citraland Manado. Dari waktu ke waktu kawasan tersebut terus mengalami perkembangan. Tidak jauh dari kawasan itu terdapat lereng yang pernah mengalami longsor besar akibat curah hujan yang tinggi yang menyebabkan kerusakan bangunan yang pada saat itu tepat berdiri di atas lereng bahkan sampai merenggut korban jiwa. Analisis kestabilan lereng dilakukan untuk menentukan faktor aman dari bidang longsor potensial, yaitu dengan menghitung besarnya kekuatan geser untuk mempertahankan kestabilan lereng dan menghitung kekuatan geser yang menyebabkan kelongsoran kemudian keduanya dibandingan. Dari perbandingan tersebut didapat faktor keamanan yang merupakan nilai kestabilan lereng yang dinyatakan dalam angka. Dari analisis yang dilakukan di Diamond Hill Citraland Manado dengan menggunakan program SLIDE didapat nilai faktor keamanan yaitu 0.202 yang menunjukan bahwa keadaan lereng tersebut tidak stabil. Kemudian dilakukan perbaikan dengan menggunakan soil nail. Soil nail adalah salah satu cara perbaikan lereng dengan cara memperkecil gaya penggerak atau momen penyebab longsor. Sehingga diperoleh nilai faktor keamanan 1.625 yang menunjukan kondisi lereng dalam keadaan stabil.
Stabilisasi Tanah Pasir Berlempung Menggunakan Campuran Kapur Dan Garam Dapur Terhadap Nilai CBR Wuisan, Inri Rosalia; Ticoh, Jack H.; Rondonuwu, Steeva G.
TEKNO Vol 19, No 77 (2021)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daya dukung tanah dasar (subgrade) sangat berpengaruh terhadap lapisan perkerasan jalan diatasnya yang akan memikul beban lalu lintas. Dengan terganggunya stabilitas timbunan jalan tersebut maka akan mempengaruhi kinerja perkerasan jalan. Stabilisasi tanah memiliki prinsip dasar bahwa kapasitas tanah yang kurang baik (dalam berbagai aspek), dapat diperbaiki melalui peningkatan sifat-sifat (properties) dari pada tanah, sesuai dengan tujuan perbaikan yang diinginkan.Dalam penelitian ini, untuk mengetahui besarnya nilai daya dukung tanah dilakukan dengan cara pengujian CBR. Kapur dan garam dapur digunakan sebagai bahan stabilisasi, yaitu dengan menambahkan kapur sebanyak 5% dan garam dapur dengan variasi 5%, 7,5%, dan 10% terhadap berat contoh tanah. Tanah diambil dari Desa Wori, Kabupaten Minahasa Utara. Pengujian dalam penelitian ini meliputi pengujian sifat fisik tanah, pemadatan standar, pengujian CBR tanpa rendam, CBR rendaman, dan CBR pembasahan-pengeringan.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa daya dukung maksimum tanah dengan bahan stabilisasi terdapat pada campuran kapur 5% dan garam dapur 5%. Pada pengujian CBR tanpa rendam, nilai CBR tanah mengalami peningkatan sebesar 254,98% dari nilai CBR tanah asli. Pada pengujian CBR rendaman meningkat 537,36% dari nilai CBR tanah asli, dan pada pengujian CBR pembasahan dan pengeringan sebanyak satu kali siklus, nilai CBR tanah meningkat 394,61% dari nilai CBR tanah asli. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa penambahan kapur dan garam dapur mampu meningkatkan daya dukung tanah.  Kata kunci – daya dukung, CBR, stabilisasi, kapur, garam dapur, tanah pasir berlempung
Analisis Kuat Geser Tanah Lempung Dengan Tambahan Fertilizer Rembet, Reinaldo; Rondonuwu, Steeva G.; Sarajar, Alva N.
TEKNO Vol 19, No 77 (2021)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serangkaian pengujian triaksial dilakukan di laboratorium, terhadap tanah lempung pulutan dengan menambahkan fertilizer. Penelitian ini dilakukan untuk melihat kuat geser tanah sebelum, dan setelah penambahan fertilizer. Parameter yang di analisis adalah: kohesi tanah (c), sudut geser dalam (ϕ), tegangan normal (σ), dan nilai kekuatan geser tanah (τ) itu sendiri. Juga dilakukan pengujian sifat fisik dan mekanis tanah. Variasi bahan tambahan fertilizer adalah: Pupuk Urea 2%, 5%, 7%, 10%, dan Pupuk NPK 2%, 5%, 7%, 10%. Dari hasil pengujian untuk tanah lempung asli didapat c= 0.99 t/m2, ϕ= 4.49ᵒ, σ= 4.02 t/m2, serta didapatkan nilai kuat geser tanah lempung tanpa bahan campuran, τ= 1.65 t/m2.  Pada penambahan 10 % urea, didapat nilai c= 0.97 t/m2, ϕ= 8.98ᵒ, σ= 6.73 t/m2, sedangkan nilai kuat geser τ= 1.57 t/m2. Selanjutnya untuk penambahan 10% pupuk NPK diperoleh nilai parameter c= 1.07 t/m2, ϕ= 11.56ᵒ, σ= 6.64 t/m2, dan nilai kuat geser tanah; τ= 1.85 t/m2. Dari hasil diatas menunjukkan bahwa kuat geser tanah dengan tambahan fertilizer melalui pengujian triaksial metode Unconsolidated Undrained (UU), terjadi peningkatan pada 10% Pupuk urea dan 10 % pupuk NPK bila dibandingkan dengan tanah tanpa tambahan fertilizer. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa kuat geser lempung lunak dapat diperbaiki/ dinaikan dengan penambahan fertilizer, dalam hal ini pupuk urea dan pupuk NPK. Kata kunci – lempung lunak, fertilizer, uji triaksial, kuat geser.
Analisis Pencemaran Udara Gas CO Akibat Pembuangan Gas Emisi Kendaraan Bermotor Di Depan Bahu Mall Pada Ruas Jalan Wolter Monginsidi Kota Manado Lawalata, Johanes; Riogilang, Hendra; Rondonuwu, Steeva G.
TEKNO Vol 19, No 78 (2021): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Udara adalah faktor penting dalam kehidupan. Perkembangan kota manado yang pesat menyebabkan kemacetan kendaraan, dan pencemaran berupa polusi udara. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah emisi CO yang dihasilkan kendaraan bermotor dan kemampuan daya serap pohon terhadap CO2 pada jalur hijau. Parameter yang digunakan hasil emisi CO pada kendaraan bermotor dan kemampuan daya serap pohon pada jalur hijau. Pengamatan dilakukan di depan bahu mall pada ruas jalan wolter monginsidi manado. Pengukuran terbagi atas 3 sesi yaitu sesi 1 pukul 06.30- 08.30, sesi 2 pukul 11.00-13.00, sesi 3 pukul 16.00-18.00. Hasil pengukuran emisi kendaraan bermotor 0,028 gr/jam, data total jumlah kadar CO di udara 32 ppm, data tersebut sudah melebihi standar baku mutu udara 26,19 ppm. Kata kunci - kota Manado, karbon monoksida (CO), kendaraan bermotor
Analisis Konsolidasi Lempung Pulutan Dengan Tambahan Geopolimer (Abu Beton) Rivaldo A. Tulandi; Steeva G. Rondonuwu; Alva N. Sarajar
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lempung merupakan tipe tanah lunak yang memiliki karakteristik indeks mampat besar, daya dukung rendah, kemampuan mengikat air besar dan mengalami konsolidasi. Konsolidasi ialah peristiwa terjadinya deformasi pada lempung lunak akibat keluarnya air pori dari dalam tanah. Karena kondisi inilah maka lempung dikategorikan sebagai tanah yang tidak stabil untuk pekerjaan teknik sipil, sehingga perlu perbaikan tanah. Perbaikan tanah yang dilakukan pada penelitian ini adalah menambah bahan campuran untuk memperkecil deformasi vertikal akibat konsolidasi. Maka dari itu dilakukan pengujian dengan menambahkan bahan campuran berupa abu beton yang diambil dari sisa bangunan tua. Sampel tanah yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari Desa Pulutan Kecamatan Remboken Kabupaten Minahasa. Pada penelitian ini dilakukan pengujian sifat-sifat fisis dari sampel tanah Pulutan, kemudian dilakukan pengujian konsolidasi untuk mendapatkan nilai indeks pemampatan (Cc) dan koefisien konsolidasi (Cv) pada sampel tanah asli dan sampel tanah yang dicampurkan geopolimer berupa abu beton dengan variasi campuran 2%, 5% dan 10%, dengan tanah asli tanpa campuran sebagai datum. Dari hasil pengujian konsolidasi dengan menggunakan alat Oedometer maka ditemukan bahwa koefisien konsolidasi (Cv) untuk tanah asli adalah 0,675 cm/menit  untuk tanah dengan variasi campuran 2% adalah 0,519 cm/menit, untuk tanah dengan variasi campuran 5% adalah 0,58 cm/menit, sedangkan untuk variasi campuran 10% adalah 0,0261 cm/menit. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa semakin tinggi penambahan abu beton maka semakin kecil nilai koefisien konsolidasi Cv dan semakin kecil deformasi yang terjadi Kata kunci – tanah lempung, konsolidasi, abu beton, Koefisien konsolidasi, indeks pemampatan
Co-Authors Agnes T. Mandagi Agnes T. Mandagi Aldhia S. D. Putri Alva N. Sarajar Alva N. Sarajar Alva Sarajar Analya S. Sondang Aponia Gulo Audie L. E. Rumayar Chatrin A. Toreh Cindy J. Supit Citta Nadya Celine Wurara Deo Paskah Adiputra Pogalin Bujung Dody Al F. Munsir Donald K. Monintja E. Andrew N. Sinambela Endridel B. Ragang Ersa C. Kalembiro Fabian J. Manoppo Fabian J. Manoppo Fabian Johanes Manoppo Fabian Johanes Manoppo Fanley N. Pangemanan Felina, Gadis Ayu Fonda D. S. Timbuleng Frangky Eka Putra Paendong Gilbert A. Rapar Hendra Riogilang Hendra Riogilang Hendra Riogilang Herawaty Riogilang Hiskia Misael Inggrid A. Ering Intan Warisanti Jack H. Ticoh Jack H. Ticoh Jeffray R. Dalle Jeshika D. Mandiangan Joice Elfrida Waani, Joice Elfrida Joshua Banua Joshua T. Sihotang Katuuk, Kevin Y. Keintjem, Recky D. M. A. Kirihio, Pentagon F.P. Lalandos, Puan M. T. Lanny D. K. Manaroinsong Lanny D. K. Manaroinsong, Lanny D. K. Lawalata, Johanes Lestari, Indun Eka Wahyu Lestari, Mariati Indah Luntungan, Teresa Nadia Manoppo, Charity Joseph Manoppo, Fabian J Marthin D. J. Sumajouw Michael Mamentu Mirnanda Muzniati Novriyan Masombe, Novriyan Oktovian B. A. Sompie Oktovian B. A. Sompie Oktovian Sompie Pingkan A. K. Pratasis Putri Dellisa Kadarin Rembet, Reinaldo Rexy P. Mallawa Reygen Pangkey Rivaldo A. Tulandi Roski R. I. Legrans Roski R.I. Legrans Seroy, Camela Apriani Sharon Victorya Rori Slat, Pethreesia Sompie, Gracia Mizuno Elisa Sompie, O. B. A. Sompie, Oktovian. B. A. Sorongan, Claudio Daniel Stefanus Sampe Sumampouw, Joseph E. R. Sumampow, Roland Billy Sumbiri, Gischa P. P. Sutrianingsih, Ni Wayan Takwin, Gideon Allan Tanod, Claudia Angel Catoce Titti M. S. Sitorus Tuerah, Ellisa Tumbel, Cornelius D. H. Turangan, Arens Emilie Virginia Turangan, Virginia Warouw, Anry Gratio Deo Wuisan, Inri Rosalia Zevanya, Elita Lovely