Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search
Journal : TEKNO

Pemanfaatan Arang Eceng Gondok Untuk Meningkatkan Kualitas Air Sungai Di Area Pertambangan Analya S. Sondang; Steeva G. Rondonuwu; Agnes T. Mandagi
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Ratatotok menjadi salah satu sumber air bersih bagi masyarakat yang tinggal di area tersebut. Akibat pertambangan rakyat maka air sungai yang semula jernih mengalami kekeruhan, sejak 35 tahun yang lalu mengalami perubahan warna menjadi kecoklatan.. Hal ini mengindikasikan bahwa Sungai Ratatotok mengalami penurunan kualitas air. Penelitian ini dilakukan untuk menguji kualitas air Sungai Ratatotok dengan melakukan penambahan arang eceng gondok untuk mereduksi kontaminan yang ada. Pengambilan air sungai sebagai sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan pengambilan sampel pada 2 titik. Penambahan arang eceng gondok dilakukan variasi 5% dan 15% pada sampel air sungai. Selanjutnya di dapatkan hasil pemeriksaan dengan penurunan kadar merkuri dan nilai BOD. Lebih jelas lagi dengan penambahan arang eceng gondok 5% mampu menurunkan kadar merkuri sampai 31 % pada titik 1 dan 92 % titik 2 dan dengan penambahan arang eceng gondok 15% mampu menurunkan kadar merkuri sampai 44% pada titik 1 dan 94,7% pada titik 2. Dan pada parameter BOD dengan penambahan arang eceng gondok sebanyak 5% mampu menurunkan kadar BOD sampai 25% pada titik 1 dan 29% pada titik 2, dengan penambahan arang eceng gondok 15% mampu menurunkan kadar BOD sampai 61 % pada titik 1 dan 67% pada titik 2. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa penambahan arang eceng gondok sebanyak 5% dan 15% mampu menurunkan kadar Merkuri dan BOD. Kata kunci: air sungai, arang eceng gondok, pertambangan rakyat
Analisis Sistem Pengolahan Air Minum Pada Depot Air Minum Isi Ulang Di Kelurahan Bahu Aponia Gulo; Cindy J. Supit; Steeva G. Rondonuwu
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha depot air minum isi ulang (DAMIU) telah berkembang menjadi salah satu alternatif pemenuhan kebutuhan air minum di lingkungan masyarakat. Adanya depot air minum isi ulang di Kelurahan Bahu yang masih belum diketahui kualitas airnya apakah layak untuk digunakan secara langsung oleh masyarakat atau memerlukan proses pengolahan tambahan. Metode penelitian ini dilakukan secara survey lapangan berupa wawancara dan pengujian sampel di laboratorium. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air minum pada depot air minum isi ulang di Kelurahan Bahu berdasarkan parameter fisik (TDS, Rasa), kimia (pH), dan biologi (Total bakteri Coliform) sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan 492 Tahun 2010 serta mengkaji hubungan kualitas air dengan sistem pengolahan air minum pada depot air minum isi ulang. Hasil analisis pemeriksaan laboratorium yang dihasilkan pada depot air minum isi ulang di Kelurahan Bahu menunjukkan bahwa 5 sampel hasil uji parameter TDS (Total dissolved solid) berkisar antara 16 dan 260 mg/L, parameter rasa (tidak berasa), dan parameter pH berkisar antara 6,54-6,86, memenuhi persyaratan kualitas air yang ditetapkan berdasarkan PERMENKES No. 492 Tahun 2010. Sedangkan hasil uji pada parameter bakteri coliform menunjukkan bahwa 1 sampel positif mengandung bakteri coliform berkisar 0-8 per 100 ml sampel yang tidak memenuhi persyaratan kualitas air, sedangkan 4 sampel air minum lainnya memenuhi persyaratan kualitas air minum. Berdasarkan hasil survey, sistem pengolahan air minum menggunakan proses desinfeksi dengan menggunakan metode ultraviolet dan proses filtrasi dengan menggunakan metode reverse osmosis. Kata kunci: kualitas air m inum, TDS, rasa, pH, bakteri Coliform, pengolahan air minum isi ulang, DAMIU
Analisis Pemanfaatan Air Tanah Dangkal Sebagai Sumber Air Minum Di Kelurahan Bahu Kota Manado Mirnanda Muzniati; Steeva G. Rondonuwu; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai merupakan badan penerima limbah. Pencemaran yang terjadi pada sungai dapat menurunkan kualitas lingkungan disekitar contohnya air tanah. Masyarakat yang berada di Kelurahan Bahu sering menggunakan air tanah sebagai air minum sehingga pentingnya dilakukan pemantauan kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui bagaimana kualitas air sungai dan air tanah dangkal di Kelurahan Bahu Kota Manado yang ditinjau berdasarkan parameter Bau, TDS, pH, Nitrat dan Total Coliform serta rekomendasi bagaimana penanganan yang dapat dilakukan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengambilan sampel air dilakukan pada 3 sumur warga setempat dan 1 titik air sungai. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini mengacu pada SNI 6989.58.2008. Analisis data menggunakan deskriptif dan metode perhitungan kualitas air menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP). Hasil penelitian yaitu tidak berbau, nilai TDS sebesar 338 mg/l, pH 6,41, nilai nitrat 13 mg/l dan nilai total coliform 5400 mg/l menunjukan bahwa air Sungai Malalayang memiliki nilai IP yaitu 0,60 dikategorikan memenuhi baku mutu untuk Kelas III sehingga tidak dapat dijadikan sebagai sumber baku air minum karena telah melewati baku mutu Kelas I dan II dan hasil kualitas air tanah dangkal di Kelurahan Bahu yaitu tidak berbau, nilai TDS 282 mg/l, 187 mg/l, 212 mg/l, nilai pH 6,28, 6,25, 6,17, nilai nitrat 5 mg/l, 1,610 mg/l, 20 mg/l dan total coliform 16,000 MPN/100ml, 79 MPN/100ml dan 1,600 MPN/100ml masuk pada kategori tercemar sedang-berat sehingga tidak layak dijadikan sebagai sumber baku air minum. Rekomendasi penanganan pencemaran air dapat dilakukan dengan cara perbaikan sistem sumur, saluran-saluran pembuangan limbah, pengelolaan terhadap air minum dan adanya kontribusi dari pemerintah, industri dan masyarakat. Kata kunci: air sungai, air tanah dangkal, kualitas air, Indeks Pencemaran
Potensi Penggunaan Bacillus Subtilis Untuk Stabilisasi Tanah Bekas Tambang Emas E. Andrew N. Sinambela; Steeva G. Rondonuwu; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 21 No. 86 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stabilisasi tanah dalam ilmu teknik sipil adalah merupakan tindakan atau usaha yang dilakukan untuk meningkatkan daya dukung tanah. Metode stabilisasi tanah adalah menambahkan material lain dan yang paling umum adalah metode mekanis dengan cara memadatkan lapisan tanah dengan alat berat, dengan kepadatan maksimum akan mengghasilkan daya dukung maksimum. Seiring dengan kemajuan teknologi, penggunaan bahan mikroorganisme sebagai bahan tambah dalam proses stabilisasi tanah juga semakin diminati dan semakin ramah lingkungan yang umum disebut biogrouting atau bio-remediasi tanah. Stabilitas tanah bekas tambang hasil stabilisasi dengan penambahan bahan bakteri Bacillus Subtilis dalam penelitian ini menunjukkan nilai kepadatan maksimum tanah asli tanpa bahan tambahan = 1.947 t/m2 dan kepadatan maksimum tanah asli dengan bahan tambahan adalah = 1.950 t/m2 (waktu peram 0 hari), = 1.961 t/m2 (waktu peram 7 hari) serta = 1.978 t/m2 (waktu peram 14 hari). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bakteri Bacillus Subtilis dalam proses stabilisasi tanah bekas tambang adalah berpengaruh terhadap stabilitas tanah. Kata kunci: stabilisasi, bakteri Bacillus Subtilis, kepadatan maksimum
Pemanfaatan Air Sungai Malalayang Untuk Kebutuhan Air Baku Setelah Melalui Proses Pengolahan Dengan Eco-Enzyme Putri Dellisa Kadarin; Roski R. I. Legrans; Steeva G. Rondonuwu
TEKNO Vol. 21 No. 86 (2023): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v21i86.53587

Abstract

Air sungai merupakan air permukaan yang banyak digunakan oleh masyarakat. Pencemaran pada air sungai dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti pembuangan limbah industri dan limbah domestik. Air sungai Malalayang di Kelurahan Bahu diduga tercemar karena limbah domestik yang dibuang langsung ke badan sungai, sehingga dapat menurunkan kualitas air dan terjadi pencemaran. Pengelolaan kualitas air sungai dapat dilakukan dengan penggunaan Eco-Enzyme. Eco-Enzyme merupakan ekstrak cairan yang dihasilkan dari fermentasi sisa sayuran dan kulit buah dengan substrat gula merah/molase dan air. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan cairan Eco-Enzyme dalam menurunkan kadar BOD, COD, dan TSS pada air sungai. Penelitian dilakukan dengan pemberian Eco-Enzyme pada air sungai masing-masing 1000 mL dengan konsentrasi Eco-Enzyme yang digunakan 0%, 2,5% dan 5% dalam 3 kali pengulangan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan analisa statistik berupa uji korelasi dan analisis keragamanan (ANOVA). Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa perlakuan dengan Eco-Enzyme berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kadar BOD, COD, dan TSS pada air sungai (Fhitung>F.05). Hal tersebut menunjukkan bahwa penggunaan Eco-Enzyme yang berasal dari bahan organic meningkatkan nilai BOD, COD dan TSS pada air sungai yang merupakan air permukaan. Kata kunci: Eco-Enzyme, air sungai, BOD, COD, TSS
Evaluasi Nilai CBR Tanah Bekas Tambang Dengan Metode Biogrouting Fonda D. S. Timbuleng; Steeva G. Rondonuwu; Lanny D. K. Manaroinsong
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54021

Abstract

Kegiatan menambang emas dengan sistem tambang terbuka dapat merubah sifat fisis dan mekanis tanah yang bisa menjadi masalah dalam pembangunan infrastruktur. Salah satu hal yang menjadi penilaian dari kondisi struktur tanah adalah nilai daya dukung tanah dalam menahan beban yang bekerja diatas tanah. Untuk mengetahui besarnya nilai daya dukung tanah dilakukan pengujian CBR (California Bearing Ratio). Pada penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, penambahan bakteri Bacillus Subtilis menunjukkan peningkatan nilai CBR tanah. Dalam penelitian ini, bakteri Bacillus Subtilis dan Fly Ash digunakan sebagai bahan stabilisasi, dengan variasi reagen bakteri Bacillus Subtilis 5%, 10% dan 15% terhadap kadar air optimum tanah dan Fly Ash sebanyak 5% terhadap berat sampel tanah. Berdasarkan hasil penelitian, penambahan bakteri Bacillus Subtilis dan Fly Ash menyebabkan penurunan pada nilai CBR tanah, dengan nilai penurunan tertinggi sebesar 21,99% pada penambahan reagen bakteri 10% dan Fly Ash 5% (tanpa rendam) dengan waktu pemeraman 7 hari dan sebesar 54,53% pada penambahan reagen bakteri 15% dan Fly Ash 5% (rendaman) dengan waktu pemeraman 0 hari. Kondisi ini terjadi dengan asumsi bahwa bakteri tidak melakukan aktivitas biologi pada tanah dengan kadar air yang rendah sehingga nilai CBR tidak mengalami peningkatan. Kata kunci: CBR laboratorium, biogrouting, Bacillus Subtilis, fly ash, tanah bekas tambang
Penanganan Pencemaran Akibat Air Limbah Domestik Terhadap Kualitas Air Sungai Malalayang Di Kelurahan Bahu Kota Manado Ersa C. Kalembiro; Steeva G. Rondonuwu; Herawaty Riogilang
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54114

Abstract

Salah satu sumber air yang dimanfaatkan manusia dalam menunjang kegiatan sehari-hari adalah sungai. Sungai yang menjadi tempat mengalirnya air dari hulu ke hilir, berubah menjadi tempat pembuangan air limbah domestik, limbah industri dan limbah lainnya oleh ulah manusia. Sungai Malalayang yang melintasi wilayah pemukiman warga dan wilayah pasar sehingga menjadikan sungai ini sebagai tempat pembuangan hasil dari aktivitas rumah tangga dan kegiatan pasar secara langsung ke sungai tanpa adanya pengelolaan terlebih dahulu. Air limbah domestik yang langsung dibuang ke sungai dapat menyebabkan meningkatnya parameter kimia, fisika, dan biologi dalam air sungai sehingga melebihi batas baku mutu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air Sungai Malalayang, status mutu air Sungai Malalayang yang ditinjau menggunakan metode storet, serta merekomendasikan upaya penanganan pencemaran air Sungai Malalayang akibat pembuangan air limbah domestik. Hasil analisis kualitas air Sungai Malalayang menunjukkan ada beberapa sampel yang telah melebihi baku mutu kelas I PP Nomor 22 Tahun 2021 seperti parameter BOD di Titik 2 pada sampling Hari Pertama dengan nilai 3 mg/L, parameter COD pada sampling Hari Kedua di Titik 1 dan Titik 3 dengan masing-masing nilai yang di peroleh 13 mg/L dan 16 mg/L, dan parameter Total Coliform pada sampling Hari Pertama di Titik 1, 2, 3 dengan nilai masing-masing 9200 MPN/100 mL, 3500 MPN/100 mL, 3500 MPN/100 mL dan di Titik 2 pada sampling Hari Kedua dengan nilai 1600 MPN/100 mL. Dari hasil analisis kualitas air Sungai Malalayang ini menunjukkan status mutu air Sungai Malalayang pada ke-3 Titik sampling diklasifikasikan ke dalam Kelas C yaitu “Cemar Sedang”, sehingga upaya penanganan yang direkomendasikan untuk menurukan kadar BOD, COD, dan Total Coliform adalah metode Multi Soil Layering (MSL). Kata kunci: Sungai Malalayang, kualitas air, air limbah domestik
Evaluasi Instalasi Pengolahan Air Limbah Di RSU GMIM Kalooran Amurang Kabupaten Minahasa Selatan Dengan Sistem Aerob-Anaerob Gilbert A. Rapar; Cindy J. Supit; Steeva G. Rondonuwu
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54717

Abstract

Rumah sakit juga tempat adanya orang sakit maupun orang sehat, sebagai sarana pelayanan kesehatan dapat memungkinkan terjadi penularan penyakit, penyemaran lingkungan dan gangguan kesehatan. Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) rumah sakit adalah sebuah fasilitas pelayanan kesehatan yaitu bangunan air yang berfungsi sebagai air buangan yang berasal dari kegiatan medis yang di fasilitas pelayanan kesehatan dirumah sakit.`Dalam Kabupaten Minahasa Selatan tepatnya Amurang terdapat sebuah RSU GMIM Kalooran Amurang, Upaya pencegahan timbulnya pencemaran lingkungan dan bahaya yang diakibatkan serta yang akan menyebabkan kerugian social ekonomi, kesehatan dan lingkungan, maka harus ada pengelolaan secara terhadap limbah tersebut, agar bisa dikurangi atau dihilangi sifat bahayanya. Hasil dari penelitian yang dilakukan di inlet dan outlet bahwa IPAL RSU Kalooran Amurang termasuk dalam kategori dengan tingkat efisiensi yang cukup memuaskan , efisiensi kinerja dari IPAL RSU sudah terpenuhi empat parameter yang ditentukan. Berdasarkan hasil data analisis outlet IPAL RSU Kalooran Amurang di laboratorium setempat, akan dianalisis berdasarkan PERMEN LHK-RI No.68 tahun 2016 sesuai dengan setiap parameternya sebagai berikut, Ph dari 6,83 mg/1 mengalami peningkatan menjadi7,24 mg/1, BOD dari 8,6 mg/1 mengalami penurunan menjadi 7 mg/1, TSS 25 mg/1 mengalami penurunan menjadi 12 mg/1, Amoniak 12 mg/1 mengalami penurunan menjadi 0,08 mg/1, Total Coliform melebihi standar baku mutu. IPAL RSU dapat beroperasi dengan baik jika diberikan perawatan secara berkala yang efisien dan optimal, serta dalam pencegahan tingginya pencemar perlu dilakukan penambahan bahan penghlang pencemar. Pelatihan karyawan juga penting dalam kinerja IPAL agar beroperasi normal. Semoga penelitian ini dapat bermanfaat bagi pihak Rumah Sakit Umum GMIM Kalooran Amurang dan kiranya dapat membantu meningkatkan kinernya IPAL Rumah Sakit sehingga dapat selalu bekerja secara optimal. Kata kunci: Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), pH, BOD, TSS, Amoniak, Total Coliform
Analisis Pengaruh Kebisingan Akibat Aktifitas Pesawat Pada Bandar Udara Sam Ratulangi Manado Terhadap Konsentrasi Belajar Siswa Di Sekolah Intan Warisanti; Steeva G. Rondonuwu; Roski R. I. Legrans
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54720

Abstract

Proses pembelajaran pada umumya adalah proses penyaluran informasi dari pengajar ke pelajar, dimana proses tersebut membutuhkan konsentrasi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kebisingan akibat aktivitas pesawat Bandara Sam Ratulangi Manado yang terjadi di SD Inpres 01 Paniki Bawah, SD Inpres Mapanget Barat, dan SD GMIM 54 Lapangan yang jaraknya terbilang dekat dengan Bandara. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa tingkat kebisingan akibat aktivitas pesawat di SD Inpres 01 Paniki Bawah yang berjarak 5,4 km dari bandara yaitu 70,9 dB(A), SD Inpres Mapanget Barat yang berjarak 650 m dari bandara yaitu 69,2 dB(A) dan SD GMIM 54 Lapangan yang berjarak 400 m dari bandara yaitu 64,5 dB(A). Berdasarkan hasil uji Regresi pada One-Way ANOVA menggunakan Software SPSS v.15.0 didapatkan bahwa nilai pengaruh kebisingan pesawat terhadap konsentrasi siswa SD Inpres 01 Paniki Bawah sebesar 0.3%, SD Inpres Mapanget Barat sebesar 1.8% dan SD GMIM 54 Lapangan sebesar 1.6%. Berdasarkan data yang telah diperoleh dari Uji One-Way ANOVA maka dapat disimpulkan bahwa kebisingan akibat aktivias pesawat Bandara Sam Ratulangi masih bisa di toleransi untuk siswa di Sekolah Dasar. Kata kunci: pengaruh kebisingan, konsentrasi belajar, Bandar Udara Sam Ratulangi, One-Way ANOVA, Sound Level Meter
Analisis Kapasitas Dukung Fondasi Rakit Dan Fondasi Sumuran Pada Konstruksi Gedung Kuliah Jurusan Farmasi FMIPA UNSRAT Inggrid A. Ering; Roski R. I. Legrans; Steeva G. Rondonuwu
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56218

Abstract

Konstruksi gedung kuliah Jurusan Farmasi FMIPA UNSRAT direncanakan menggunakan fondasi sumuran sebagai konstruksi fondasi gedung. Artikel ini berisi analisis kapasitas dukung fondasi sumuran dan fondasi rakit, dimana fondasi rakit dipilih sebagai alternatif konstruksi fondasi. Data yang digunakan dalam analisis adalah data sekunder berupa hasil analisis pembebanan menggunakan perangkat lunak CSi ETABS, data parameter tanah yang diperoleh melalui korelasi terhadap hasil uji sondir dan data gambar konstruksi gedung kuliah. Tahap analisis diawali dengan i) menentukan jenis lapisan tanah dan parameter tanah melalui korelasi; ii) analisis kapasitas dukung fondasi rakit menggunakan metode Meyerhof pada kondisi undrained dan drained; iii) analisis penurunan penurunan fondasi rakit menggunakan metode elastis; iv) analisis kapasitas dukung aksial fondasi sumuran menggunakan metode λ dan metode Coyle-Castello untuk tahanan selimut masing-masing pada lapisan lempung dan lapisan pasir, dan tahanan ujung yang menggunakan metode Meyerhof; v) analisis penurunan fondasi sumuran; dan vi) analisis kapasitas dukung lateral menggunakan metode Brooms dan defleksi menggunakan metode Matlock dan Reese. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, fondasi rakit maupun fondasi sumuran sama-sama memenuhi syarat faktor keamanan terhadap kapasitas dukung fondasi (FK ≥ 3), batas penurunan yang diizinkan (≤ 25 mm) dan batas deformasi lateral fondasi sumuran yang diizinkan (≤ 12 mm). Kata kunci: fondasi rakit, fondasi sumuran, daya dukung, penurunan, deformasi lateral
Co-Authors Agnes T. Mandagi Agnes T. Mandagi Aldhia S. D. Putri Alva N. Sarajar Alva N. Sarajar Alva Sarajar Analya S. Sondang Aponia Gulo Audie L. E. Rumayar Chatrin A. Toreh Cindy J. Supit Citta Nadya Celine Wurara Deo Paskah Adiputra Pogalin Bujung Dody Al F. Munsir Donald K. Monintja E. Andrew N. Sinambela Endridel B. Ragang Ersa C. Kalembiro Fabian J. Manoppo Fabian J. Manoppo Fabian Johanes Manoppo Fabian Johanes Manoppo Fanley N. Pangemanan Felina, Gadis Ayu Fonda D. S. Timbuleng Frangky Eka Putra Paendong Gilbert A. Rapar Hendra Riogilang Hendra Riogilang Hendra Riogilang Herawaty Riogilang Hiskia Misael Inggrid A. Ering Intan Warisanti Jack H. Ticoh Jack H. Ticoh Jeffray R. Dalle Jeshika D. Mandiangan Joice Elfrida Waani, Joice Elfrida Joshua Banua Joshua T. Sihotang Katuuk, Kevin Y. Keintjem, Recky D. M. A. Kirihio, Pentagon F.P. Lalandos, Puan M. T. Lanny D. K. Manaroinsong Lanny D. K. Manaroinsong, Lanny D. K. Lawalata, Johanes Lestari, Indun Eka Wahyu Lestari, Mariati Indah Luntungan, Teresa Nadia Manoppo, Charity Joseph Manoppo, Fabian J Marthin D. J. Sumajouw Michael Mamentu Mirnanda Muzniati Novriyan Masombe, Novriyan Oktovian B. A. Sompie Oktovian B. A. Sompie Oktovian Sompie Pingkan A. K. Pratasis Putri Dellisa Kadarin Rembet, Reinaldo Rexy P. Mallawa Reygen Pangkey Rivaldo A. Tulandi Roski R. I. Legrans Roski R.I. Legrans Seroy, Camela Apriani Sharon Victorya Rori Slat, Pethreesia Sompie, Gracia Mizuno Elisa Sompie, O. B. A. Sompie, Oktovian. B. A. Sorongan, Claudio Daniel Stefanus Sampe Sumampouw, Joseph E. R. Sumampow, Roland Billy Sumbiri, Gischa P. P. Sutrianingsih, Ni Wayan Takwin, Gideon Allan Tanod, Claudia Angel Catoce Titti M. S. Sitorus Tuerah, Ellisa Tumbel, Cornelius D. H. Turangan, Arens Emilie Virginia Turangan, Virginia Warouw, Anry Gratio Deo Wuisan, Inri Rosalia Zevanya, Elita Lovely