Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENGABDIAN TENTANG POLA ASUH ORANG TUA DALAM PEMBENTUKAN PERILAKU ANAK DI SD NEGERI 2 SABRANGLOR Irbathy, Shafa Alistiana; Mukminin, Moh. Amiril; Fahma, Naomi
Jurnal Difusi Ipteks Legowo Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Difusi Ipteks Legowo
Publisher : Perkumpulan Legowo Cerdas Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62242/jdil.v2i2.32

Abstract

Pola asuh orang tua berpengaruh signifikan terhadap pembentukan perilaku anak, terutama pada usia sekolah dasar yang merupakan masa kritis dalam pembentukan karakter. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SD Negeri 2 Sabranglor, Klaten, dengan tujuan meningkatkan pemahaman orang tua terhadap pengaruh gaya pengasuhan terhadap perilaku anak. Metode pelaksanaan meliputi seminar, diskusi partisipatif, dan simulasi studi kasus pengasuhan yang melibatkan lebih dari 80% orang tua siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap pola asuh otoritatif sebagai pendekatan yang ideal, yang menggabungkan kasih sayang dan kedisiplinan. Evaluasi pre dan post seminar memperlihatkan perubahan positif dalam sikap dan niat orang tua untuk menerapkan pola asuh yang lebih responsif dan komunikatif. Kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam menciptakan lingkungan pengasuhan yang mendukung tumbuh kembang anak. Pengabdian membentuk komunitas orang tua yang lebih sadar pola asuh.
Ideologi Islam Tradisionalis Pada Tafsir Al-Ibriz dan Al-Iklil Mukminin, Moh. Amiril; Irbathy, Shafa Alistiana
Javano Islamicus Vol. 2 No. 1 (2024): April
Publisher : Postgraduate Studies UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/Javano.2024.2.1.105-120

Abstract

This article discusses the Tafsir Nusantara works of Bisri Mustofa (1915–1977) titled Al-Ibriz li Ma’rifat al-Qur’an al-Aziz and Misbah Mustofa (1916–1994) titled Al-Iklil fi Ma’ani al-Tanzil. Both scholars share a similar background, originating from the island of Java and shaped by the traditional pesantren (Islamic boarding school) education system. The main problem examined in this study is the ideology of traditionalist Islam found in these two interpretations. The study concludes that traditionalist Islam remains dynamic in its understanding of religious, traditional, and cultural phenomena. This is evident in the differing perspectives of the two scholars despite their shared background, they express distinct viewpoints. One example is their interpretation regarding the tahlil tradition. Misbah Mustofa presents a more specific and somewhat critical view of tahlil, while Bisri Mustofa’s interpretation does not critique it, implying that he perceives no significant problem in the practice.
Developing a Religion Tolerance-Based Character Education Framework for Elementary School Students Irbathy, Shafa Alistiana; Mukminin, Moh. Amiril; Yuldashev, Azim Abdurakhmovich; Ramdhan, Tri Wahyudi
Al-Adzka: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 15 No. 1 (2025): Al-Adzka: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Departemen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/aladzkapgmi.v15i1.14540

Abstract

Character education plays a crucial role in shaping students' moral values, especially in multicultural societies where religious tolerance is essential for social harmony. However, fostering religious tolerance in primary schools remains challenging due to limited structured character education programs. This study aims to explore the implementation of religious tolerance-based character education in elementary schools and identify effective strategies for its reinforcement. This study employs a qualitative descriptive approach, with data collected through observations, interviews, and document analysis at an elementary school with a diverse religious background. The data were analyzed using data reduction, display, and conclusion-drawing techniques to understand the phenomenon comprehensively. The findings indicate that strengthening religious tolerance-based character education is implemented through routine activities, spontaneous interventions, teacher role modeling, and environmental conditioning. Routine activities such as daily handshakes, prayers, English Day, literacy sessions, and religious holiday celebrations foster an inclusive school culture. Teachers play a pivotal role in promoting tolerance through direct interventions and exemplary behavior, while the school environment reinforces tolerance through posters, study group arrangements, and discussion-based learning. This study concludes that integrating religious tolerance into daily school activities and the curriculum effectively instills tolerance values among students. These findings contribute to developing structured programs for character education in primary schools, promoting an inclusive and respectful learning environment.
Revisiting the Legacy of Hafshah bint Umar ibn al-Khattab: Towards a Model of Contemporary Muslimah Education Mukminin, Moh. Amiril; Muzawwir, Ahmad; Sohib, Mubti; Mukit, Abdul; Zahiroh, Amni
Syaikhuna: Jurnal Pendidikan dan Pranata Islam Vol. 16 No. 01 (2025): March
Publisher : STAI Syaichona Moh. Cholil Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62730/syaikhuna.v16i02.7705

Abstract

This study aims to uncover the concept of Muslimah education as reflected in the life of Hafshah bint Umar ibn al-Khattab and to examine the relevance of her exemplary character as a role model for contemporary Muslim women. Amid increasingly complex challenges of the modern era, the exemplary conduct of women in Islamic history is urgently needed as a reference for character education. However, studies that systematically integrate classical Islamic female figures into modern Islamic educational frameworks remain limited. Therefore, a new approach is required to bring forward their legacy as a valuable foundation. This research adopts a qualitative descriptive method through library research, analyzing both classical and contemporary literature. The findings show that Hafshah RA was a prominent shahabiyah known for her love of knowledge, moral resilience, and her significant role in preserving the written Qur’an. Her contribution to hadith transmission and involvement in the social life of the Muslim community reflect her high level of integrity and intellectual capacity. Values such as courage, intelligence, steadfast faith, and social concern are examined in terms of their relevance to current Islamic character education curricula. The novelty of this study lies in its systematic effort to present Hafshah RA as a model of Muslim women’s character that can be integrated into contemporary Islamic education design an approach that has been rarely addressed in previous scholarship. This study concludes that integrating the exemplary legacy of Hafshah RA into character education is essential for shaping morally upright, critically minded, and independent Muslim women.
DINAMIKA DAN PERUBAHAN SOSIO-RELEGIO KULTURAL PONDOK PESANTREN SALAFIYAH DAN SALAFI Afandi; Mukminin, Moh Amiril; Syahid, Ishaq
AL - IBRAH Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/alibrah.v6i1.124

Abstract

Eksistensi pesantren memang telah tumbuh jauh sebelum kemerdekaan Indonesia.Pertumbuhan dan perkembangan pesantren sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangan Agama Islam di Indonesia.Perjalanan pesantren sebagai lembaga pendidikan sangat menakjubkan.Pada era berdirinya kerajaan Islam, pesantren memperoleh tempat utama sebagai tempat masyarakat belajar berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi serta ilmu agama Islam.Selanjutnya di jaman penjajahan, Belanda memperkenalkan sistem pendidikan barat yang dinamakan sekolah. Sekolah ini yang kemudian dipandang masyarakat sebagai sarana untuk menuju masyarakat modern, sedangkan pesantren dianggap mempertahankan tradisi kolot. Kondisi ini sengaja diciptakan untuk menggerus pengaruh pesantren, karena pesantren oleh penjajah dianggap sebagai basis para pejuang kemerdekaan. Sedangkan pondok pesantren secara terminologi adalah lembaga pendidikan agama Islam, umumnya kegiatan tersebut diberikan dengan cara non klasikal (bandongan dan sorogan) dimana seorang kyai mengajar para santrinya berdasarkan kitab-kitab yang ditulis dalam bahasa Arab oleh para ulama besar sejak abad pertengahan, sedangkan para santri biasanya tinggal di asrama tersebut. Pesantren adalah lembaga pendidikan Islam pertama di Indonesia. Menurut Agus Sunyoto, Menjelang akhir Majapahit, pesantren-pesantren yang menggantikan asrama dan dukuh Syiwa-buddha telah tumbuh berkembang menjadi lembaga pendidikan tempat siswa menuntut ilmu. Menurut Abdurrahman Wahid pesantren adalah lembaga yang diambil dari sistem mandala, lembaga pendidikan pra Islam di jaman Majapahit. Pondok pesantren Salafiyah (PPS) oleh para Sosiolog sering disebut dengan pondok pesantren “tradisional”, artinya pondok pesantren yang selalu melestarikan tradisi masa lalu, sebagai istilah yang lebih menunjukkan pada makna yang lebih umum dan mungkin juga lebih dominannya warna lokal dari pada Timur Tengah. Sedangkan gerakan pondok pesantren Salafi tidak lepas dari istilah gerakan Wahabi. Nama gerakan Wahabi adalah sebuah kelompok yang di-nisbah-kan kepada Muhammad ibn Abdul Wahāb. Asimilasi sosio-kultural yang dilakukan adalah membumikan Islam sesuai budaya setempat, mengislamkan anasir Hindu, memanfaatkan ajaran Kapitayan.Mendirikan lembaga pendidikan seperti asrama syiwa-budha yang nanti disebut pesantren, mengubah ajaran Bhairawa-Tantra dan mengubah kebiasaan dan tradisi keagamaan.
PENGARUH STARTEGI PEMBELAJARAN INDEX CARD MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR POKOK BAHASAN BANGUN DATAR SISWA KELAS V MI AL-FALAH DAKIRING Yuliana Alfiyatin; Moh. Amiril Mukminin
AL - IBRAH Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/alibrah.v8i2.279

Abstract

Based on the observation results at MI Al-Falah Dakiring, specifically in grade V, it shows that the learning process is still teacher-centered. Students are not given the opportunity to actively participate, especially in groups, making the learning atmosphere still felt boring, particularly in the subject of mathematics, which is associated with abstract material and is considered difficult to understand. This can be seen from the students' exam results, which are still below the Minimum Passing Criteria (KKM) of 70, and classically, it is observed that less than 80% of students achieve the expected grades. In the innovation of the learning process, the researcher wants to implement a different and more engaging teaching method to create a more enjoyable learning atmosphere. Students will be actively involved in the form of enjoyable games so that learning outcomes can be achieved as formulated. One alternative that can be developed to address this issue is through the implementation of the index card match learning strategy. It is hoped that this will create a new atmosphere that encourages students to actively participate in groups, allowing them to find answers through enjoyable exercises and interact well within study groups. The learning process becomes more interactive, allowing learning outcomes and objectives to be maximized. The subjects used in this study are 18 students. From the questionnaire results, 83.33% of students chose the answer "yes," and 91.7% of students scored above the KKM. The results of the hypothesis test analysis show that the calculated r=0.873, and the tabled r at a 5% significance level is 0.468. Therefore, it can be concluded that there is an influence of the index card match learning strategy on student learning outcomes in the topic of plane geometry in grade V at MI Al-Falah Dakiring.
FENOMENA TERSIHIRNYA NABI MUH}AMMAD SAW. DALAM KOLEKSI RIWAYAT IBN MAJAH Mukminin, Moh Amiril
AL - IBRAH Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dan penulisan tentang Fenomena Tersihirnya Nabi Muhammad SAW merupakan suatu pencarian rekam jejak tentang suatu kejadian atau problem ditengah-tengah masyarakat sosial-religion, dimana hal tersebut dianggap mistik, dan sangat banyak yang mempercayainya, dilain sisi ada juga yang tidak percaya, namun hal itu benar-benar terjadi. Di masyarakat muslim, hal tersebut bagian dari fenomena konspirasi kepentigan antara manusia dengan makhluk halus (jin-setan) yang memiliki tendensi negatif untuk melakukan perbuatan jahat. Dari sini, penulis kemudian memeriksa sebagian teks hadis sebagai rekam jejak atau referensi untuk memulai pemetaan ruang kajian, dalam hal ini adalah hadis atau teks ke Islaman, dan ternyata walaupun sedikit yang tertuang dalam teks lama (hadis), hal itu bisa terdeteksi secara jelas dengan adanya crita yang melibatkan sang pembawa pesan Tuhan (Muhammad SAW). Dimana Muhammad sebagai Rasul, pernah mengalami kejadian yang demikian. Penelitian ini di fokuskan pada satu riwayat teks, yaitu Sunan Ibn Majah untuk memudahkan satu pencarian dalam suatu koleksi cerita. Namun tidak menutup kemungkinan akan adanya penemuan-penemuan teks dari riwayat lain sebagai bahan pertimbangan validasi data, hal ini dikenal dengan korelasi teks, sebagai pengantar untuk melakukan uji teks dan kandungan makna. Penelitian ini tidak berhenti pada sisi teks, akan tetapi penelitian ini juga melibatkan kritik terhadap struktur sanad atau individu periwayat, juga analisis teks melalui korelasi teks dan pen-syarah-an serta metode pemaknaan.
PENDIDIKAN AKHLAK DALAM KEHIDUPAN RASULULLAH SAW PERSPEKTIF KITAB AL-SYAMAIL AL-MUHAMMADIYAH Ubaidillah; Moh. Amiril Mukminin; Imroatul Azizah
GAHWA Vol. 1 No. 1 (2022): JULY-DECEMBER
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/gahwa.v1i1.232

Abstract

Dalam kehidupan seorang muslim, kiranya perlu mengambil nilai-nilai pendidikan dari akhlak dalam kisah Rasulullah Muhammad SAW dan dijadikan contoh serta landasan kita agar terciptanya hubungan baik antara hamba dan Allah SWT (hablumminallah) dan antar sesama (hahlumminannas). Dari uraian ini penulis mengajukan suatu permasalahan yaitu bagaimana nilai-nilai pendidikan akhlak Rasululah SAW yang terdapat dalam kitab Syamail Muhammdiyah? dan bagaimana kehidupan sehari-hari Rasululah SAW menurut kitab Syamail Muhammdiyah? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research), metode pengumpulan datanya yakni dengan teknik dokumentasi. Sumber data primer yaitu kitab Syamail Muhammdiyah karya Imam Tirmizi. Diantara sumber sekunder adalah kitab Shohih Muslim dan Syarah Shohih Muslim karya Imam Nawawi serta kitab-kitab hadis beserta syarah nya, kitab-kitab yang relevan dan buku-buku Sirah Nabawi. Hasil penelitan ini menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan akhlak dalam kehidupan sehari-hari Rasulullah SAW berdasarkan analisis yang dilakukan maka terungkap temanya adalah “kehidupan Rasulullah SAW”. Adapun keteladanan yang dapat diambil dalam kitab tersebut di antaranya jauhkan diri dari perbuatan keji, berbicaralah dengan jelas dan tegas, jadilah pemaaf serta mudah memaafkan kesalahan orang lain, tebarkanlah senyum sesama muslim, bacalah Al-Qur'an dengan fasih, dan janganlah berbuat sombong
KONTEKSTUALISASI HADIS TARBAWI TENTANG PENGETAHUAN DAN AKHLAK DALAM PENDIDIKAN ISLAM MODERN Mukminin, Moh Amiril; Wahyudi Rhamadan
GAHWA Vol. 2 No. 2 (2024): JANUARY-JUNE
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/gahwa.v2i2.401

Abstract

Dalam konteks pendidikan, Hadits Tarbawi berfungsi sebagai sumber inspirasi dan bimbingan dalam mengembangkan karakter siswa sesuai dengan syariat Islam. Hadits Tarbawi menekankan pentingnya pengetahuan dan moral dalam pendidikan Islam, dan menunjukkan bagaimana Nabi Muhammad mengajarkan iman dan akhlak melalui berbagai contoh dan ajaran. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka, yaitu mengumpulkan, membaca, mencatat, dan mengolah bahan penelitian. Metode ini digunakan untuk membangun konsep dan teori yang relevan dengan topik penelitian. Dalam pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode penelitian perpustakaan, metode ini melibatkan pengumpulan data dari berbagai sumber literatur, seperti buku, majalah, jurnal, dan internet, yang relevan dengan topik penelitian. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Teknik Analisis Konten, yang mengidentifikasi dan mengkategorikan isi data yang terkait dengan tema penelitian. dan menganalisis isi data untuk menemukan pola dan hubungan antar data. Untuk memastikan validitas data, peneliti menggunakan triangulasi sumber data dimana peneliti menggunakan berbagai sumber data, seperti buku dan jurnal untuk memastikan validitas data.