Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

GAYA BAHASA PERBANDINGAN DALAM KUMPULAN PUISI TIDAK ADA NEW YORK HARI INI KARYA M. AAN MANSYUR Hasriani; sulfiah; Irianto Ibrahim
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 4 No. 1 (2019): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan gaya bahasa perbandingan dalam kumpulan puisi Tidak Ada New York Hari Ini karya M. Aan Mansyur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) yaitu berupa kumpulan puisi Tidak Ada New York Hari Ini karya M. Aan Mansyur. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data tertulis berupa teks puisi, yang memuat tentang gaya bahasa perbandingan dalam kumpulan puisi Tidak Ada New York HariIni karya M. Aan Mansyur. Sumber data dalam penelitian ini berupa yaitu data tertulis dalam kumpulan puisi Tidak Ada New York Hari Ini karya M. Aan Mansyur yang diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, cetakan ketujuh pada Juni 2016, dengan jumlah 31 puisi, dan terdiri atas 120 halaman. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik baca dan teknik catat. Pendekatan Stlistika digunakan untuk mendeskripsikan gaya bahasa dalam kumpulan puisi Tidak Ada New York Hari Ini karya M. Aan Mansyur. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa pada gaya bahasa perbandingan dalam kumpulan puisi “Tidak Ada New York Hari Ini“ Karya M. Aan Mansyur terdapat 4 gaya bahasa yaitu gaya bahasa asosiasi, metafora, personifikasi dan disfimisme. Dalam kumpulan puisi “Tidak Ada New York Hari Ini“ Karya M. Aan Mansyur terdapat 7 gaya bahasa asosiasi, 6 gaya bahasa metafora, 10 gayabahasa personifikasi, dan 1 gaya bahasa disfimisme. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa gaya bahasa yang dominan dalam kumpulan puisi “Tidak Ada New York Hari Ini“ Karya M. Aan Mansyur adalah gaya bahasa personifikasi.
FAKTA CERITA DALAM NOVEL ANGKASA DAN 56 HARI KARYA DESTASHYA WDP Mahyud Daud; Irianto Ibrahim; La Ode Sahidin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 4 (2024): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v9i4.781

Abstract

The aim of this research is to find out the facts of the story in the novel Angkasa and 56 Days by Destashya WDP. The type of research used is library research. The research method is descriptive qualitative. The data are written documents in the form of words, sentences and paragraphs that express the facts of the story in the novel Angkasa and 56 Hari by Destashya WDP. The data sources are the novels studied, namely the novel Angkasa and 56 Days by Destashya WDP. The data collection techniques are literature and documentation. This analyzed using a structural approach. Based on the results of facts in the novels Angkasa and 56 Days by Destashya WDP, the following conclusions can be drawn: (1) The theme is the tortuous journey of the love story between Nadine and Angkasa. (2) The distribution used in the novel Angkasa and 56 Days by Destashya WDP uses a mixed distribution process. (3) There are 20 characters in the novel Angkasa and 56 Hari by Destashya WDP. (4) The setting inthe novel Angkasa and 56 Hari by Destashya WDP has three types of setting, place setting, time setting and social setting. (5) Description of the relationship between the characters and the plot, Angkasa and Nadine who dominate all the events in the story. (6) Description relationship between characters and the setting. The description characters is supported by the setting, namely, all information regarding: place, time and social setting where the actions occur in the novel.
MORALITAS DALAM NOVEL BIDADARI BERMATA BENING KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY Hajarwati Beladin; La Ode Sahidin; Irianto Ibrahim
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 4 No. 2 (2019): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah menemukan moralitas Islam yang terdapat dalam novel Bidadari Bermata Bening karya Habiburrahman El Shirazy. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Jenis penelitian ini adalah kualitatif yang tidak menggunakan prinsip statistik, melainkan berpedoman pada teori-teori sastra yang berkaitan dengan penelitian. Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini, yaitu menambah pengetahuan bagi penulis maupun pembaca. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data tertulis yaitu berupa teks novel yang berhubungan dengan moralitas Islam dalam novel Bidadari Bermata Bening karya Habiburrahman El Shirazy. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Bidadari Bermata Bening karya Habiburrahman El Shirazy yang diterbitkan oleh Republika cetakan kelima Desember 2017, dengan jumlah 337 halaman. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah teknik baca-catat. Teknik analisis data menggunakan pendekatan moral dengan melihat isi dan tujuan yang tersirat di dalam karya sastra itu sendiri dengan menginterpretasikan tentang moralitas Islam. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa moralitas Islam dalam artian yaitu akhlak yang terdapat dalam novel Bidadari Bermata Bening karya Habiburrahman El Shirazy mencakup empat akhlak, yaitu yang pertama akhlak terhadap Allah Swt. yaitu Syukur, Berdoa, Taat beribadah (shalat) dan Ridho. Yang kedua adalah akhlak terhadap Rasulullah yaitu: Mengucapkan shalawat dan Taat pada Sunnah Rasulullah. Yang ketiga adalah akhlak terhadap diri sendiri yaitu Sabar, Amanah, Bekerja keras, Rendah hati, Suka menolong dan jujur. Dan yang ke-empat adalah akhlak terhadap masyarakat yaitu: menyayangi anak yatim dan menjenguk orang sakit.
KONFLIK TOKOH DALAM NOVEL AKU VS SEPATU HAK TINGGI KARYA MARIA ARDELIA Yasin Suratno; Zalili Sailan; Irianto Ibrahim
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 4 No. 3 (2019): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan konflik internal dan konflik eksternal tokoh yang terdapat dalam novel Aku vs Sepatu Hak Tinggi karya Maria Ardelia. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif yang tidak menggunaka prinsip-prinsip statistik, melainkan berpedoman pasda teori-teori sastra yang berkaitan dengan penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teks yang mengandung konflik tokoh dalam novel Aku vs Sepatu Hak Tinggi karya Maria Ardelia dengan sumber data berupa novel Aku vs Sepatu Hak Tinggi karya Maria Ardelia yang diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama cetakan pertama, Juni 2004 yang terdiri atas 358 halaman. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik analisis isi. Teknik analisis data menggunakan pendekatan objektif yang memusatkan perhatian pada unsur-unsur yang akan dianalisis. Dari hasil penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa konflik yang terdapat dalam novel Aku vs Sepatu Hak Tinggi karya Maria Ardelia ini berupa konflik internal dan konflik eksternal. Adapun konflik internal yaitu konflik batin yang dialami tokoh novel Aku vs Sepatu Hak Tinggi. Sedangkan konflik eksternal yaitu konflik sosial dan konflik elemental yang dialami tokoh novel Aku vs Sepatu Hak Tinggi karya Maria Ardelia.
LANSKAP KULISUSU DALAM TEKS LAGU DAERAH KULISUSU BUTON UTARA William Syah; Irianto Ibrahim; La Ode Sahidin; Nur Israfyan Sofian
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i2.1273

Abstract

This research aims to describe the Kulisusu landscape in the text of the Kulisusu North Buton regional song. This type of research is field research and the method used in this research is a descriptive method which aims to describe the research results in detail and in depth. The data used in this research is oral data from the text of the Kulisusu regional song, North Buton Regency. The data collection method is the skills method. The data collection techniques are interview techniques, recording, notes and documentation. The analytical method used is text analysis based on Michael Riffaterre's semiotics. The data analysis technique used is Michael Riffaterre's semiotics which goes through the stages of data transcription which is translated into Indonesian, data classification, Michael Riffaterre's semiotic analysis, cultural landscape analysis, data interpretation or drawing conclusions. Research data shows that there is a cultural landscape concept in every Kulisusu language regional song text from the songs Bone, Lense, Sara'ea, Alionda, and U Kolumpe Kay Mo. Contains elements of cultural landscapes such as. Landscape as a social and identity construction, cultural heritage as cultural heritage, cultural heritage as a symbol of collective values ​​and identity, cultural heritage as a representation of culture and history, cultural heritage as a means of togetherness and togetherness.
STRUKTUR NARATIF DALAM NOVEL NARASI PERIHAL AYAH KARYA JAQUENZA EDEN Laode Hamdar; Irianto Ibrahim; Rachman
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i1.1999

Abstract

This study aims to describe the narrative structure of Jaquenza Eden’s novel Narasi Perihal Ayah by applying Tzvetan Todorov’s narrative theory. This research employs a descriptive qualitative method with a narrative analysis approach. The data consist of textual quotations representing the stages of the storyline: equilibrium, disruption, recognition, repair, and equilibrium again. The findings reveal that the novel portrays the emotional journey of a young boy named Ekal in coping with the loss of both his parents. The equilibrium stage is depicted through Ekal’s harmonious life with his mother, disruption occurs when he experiences loss and social pressure, recognition emerges as he realizes the painful reality, repair takes place through writing and self-reflection, and equilibrium again is achieved when Ekal finally accepts his situation and finds a new balance in life. Therefore, the novel not only presents a story of loss but also highlights a touching and profound process of emotional healing.