Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Resiliensi Pendidikan Pesantren Salafiyah di Era Modern: Studi Kasus Pondok Pesantren Azzakariyyah Merangin Jambi: STUDI KASUS PONDOK PESANTREN AZZAKARIYYAH MERANGIN JAMBI Malik, Adam; Rehani; Zalnur, Muhammad; Mukhlis
Kuttab: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 8 No 2 (2024): Kuttab: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/ktb.v8i2.2107

Abstract

Salafiyah Islamic boarding schools, as traditional Islamic educational institutions, face various challenges in the modern era. Therefore, a balance between classical Islamic education and modern education is essential to remain sustainable, relevant, and competitive amidst modernization. This study aims to identify the resilience of the educational system at Pondok Pesantren Azzakariyyah Merangin Jambi. Employing a qualitative research design with a case study approach, the research findings reveal that integrating traditional and modern education is crucial for producing students who are well-versed in knowledge suited to the demands of the modern era. This is achieved through the preservation of traditional elements such as dormitories, mosques, yellow books, students, and scholars, as well as traditional teaching methods, which reflect a strong social capital in facing modernization challenges. Strategic initiatives such as establishing educational foundations, providing madrasah education, integrating knowledge, and revitalizing the pesantren have reinforced its role as a resilient educational institution. Traditional learning methods such as wetonan, sorogan, tahfidz, mudzakarah, and majlis ta'lim, supported by visionary leadership and management integrated with modern education, enable the pesantren to remain relevant with the times. Nevertheless, the pesantren still faces challenges such as limited financial resources, inadequate infrastructure, and other resources.
Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Tipe Talking Chips dan Talking Stick terhadap Minat Belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Peserta Didik Normalasari, Normalasari; Batubara , Julian; Rehani
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 4 No. 8 (2024): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v4i8.1343

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan karena kurangnya minat belajar peserta didik kelas XI SMAN 1 Mandah dalam pembelajaran PAI. Kurangnya minat tersebut ditandai dengan hanya beberapa siswa yang memberikan feedback terhadap pertanyaan yang telah diberikan oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara minat belajar peserta didik dengan menggunakan model cooperative tipe talking chips dan tipe talking stick. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan positivistik dengan metode penelitian kuantitatif. Kemudian, menggunakan jenis penelitian quasi experiment pretest posttest group design. Teknik pengumpulan data yaitu angket. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Mandah dengan kelas eksperimen pertama kelas XI MIA 1 sebesar 23 orang dengan menggunakan model cooperative tipe talking chips dan eksperimen kedua di kelas XI MIA 2 sebesar 25 orang dengan menggunakan model cooperative tipe talking stick. Hasil penelitian yaitu: (1) Gambaran hasil minat belajar peserta didik yaitu XI MIA 1 terdapat pada kategori sedang, XI MIA 2 pada kategori sedang, XI MIA 3 pada kategori tinggi dan XI IPS pada kategori sangat tinggi, (2) Terdapat perbedaan yang signifikan antara minat belajar peserta didik kelompok eksperimen pertama sebelum dan setelah menggunakan model pembelajaran cooperative tipe talking chips, (3) Terdapat perbedaan yang signifikan antara minat belajar peserta didik kelompok eksperimen kedua sebelum dan setelah menggunakan model pembelajaran  cooperative tipe talking stick, (4) Terdapat perbedaan yang signifikan antara minat belajar peserta didik di SMAN 1 Mandah dengan menggunakan model cooperative tipe talking chips dan talking stick.
Pengembangan Media Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Aplikasi Quizizz Damayanti, Nur Yeka; Arief, Asmaiwaty; Rehani
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 2 No 2 (2024): 2024
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v2i2.436

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam perlu dikembangkan tentunya tidak dapat dilakukan secara begitu saja tanpa acuan atau pedoman. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengembangan media pembelajaran pendidikan agama islam berbasis aplikasi quizizz. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian diketahui bahwa guru pendidikan agama islam dapat mengintegrasikan materi pendidikan agama islam dengan media pembelajaran berbasis aplikasi quizizz sehingga terjadi perubahan pada peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas. Hasil pengembangan media pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis aplikasi quizizz terbagi menjadi dua yaitu pada (1) ranah afektif, bahwa quizizz dapat meningkatkan semangat dan motivasi belajar siswa serta tidak menimbulkan kebosanan, mengantuk, suasana kelas yang kondusif untuk belajar, (2) ranah psikomotorik, siswa menjadi cepat memahami materi PAI dengan cermat dan teliti, sehingga hal itu dapat meningkatkan daya ingat dan pemahaman siswa dalam pembelajaran PAI di kelas.
Pengembangan Materi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Zikri, Mhd. Abdullah; Arief, Asmaiwaty; Rehani
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 2 No 2 (2024): 2024
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v2i2.492

Abstract

Pendidikan Agama Islam adalah usaha sadar generasi tua untuk mengalihkan pengalaman pengetahuan, kecakapan dan keterampilan kepada generasi muda agar kelak menjadi manusia muslim, bertaqwa kepada Allah SWT. Tujuan  penelitian ini untuk mengetahui Pendidikan Agama Islam di perguruan tinggi umum. Pendekatan dalam penulisan ini menggunakan pendekatan literatur kepustakaan, dimana seluruh data diambil melaui buku, jurnal dan dokumen yang relevan dengan tema penelitian, teknik pengumpulan dala dalam penelitian ini menggunakan dokumentasi, dengan teknik analisis data yakni reduksi data, penyajian data dan verifikasi/penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam diPerguruan Tinggi Umum meliputi pokok-pokok bahasan yaitu: 1)Manusia dan Agama; 2) Agama Islam; 3) Sumber ajaran Islam; 4)Kerangka Dasar Ajaran Islam; 5) Aqidah; 6) Syari’ah, Ibadah danMu’amalah; 7) Akhlaq; 8) Taqwa; 9) Ilmu Pengetahuan dalam Islam; 10) Disiplin Ilmu dalam Islam. Pendidikan Agama Islam merupakan mata kuliah dasar umum pada Perguruan Tinggi mempunyai posisi strategis dalam melakukan transmisi pengetahuan dan transmisi sikap dan perilaku mahasiswa melalui suatu proses pembelajaran.
Strategi Joyful Learning dalam Meningkatkan Motivasi, Keterlibatan dan Pemahaman Konsep Peserta Didik Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Muhammad Barry Mahmudi; Asmaiwaty Arief; Rehani
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 3 No 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v3i1.662

Abstract

Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis dalam membangun generasi yang berakhlak mulia dan berkepribadian islami. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi Joyful Learning dalam meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan pemahaman konsep peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Metode penelitian menggunakan literature review, dengan mengumpulkan dan menganalisis artikel, jurnal, dan buku yang relevan. Data dianalisis secara tematik untuk mengelompokkan temuan berdasarkan aspek peningkatan motivasi, keterlibatan, dan penguasaan konsep secara bermakna. Hasil studi menunjukkan bahwa Joyful Learning merupakan pendekatan efektif dalam menciptakan suasana belajar yang interaktif, relevan, dan menyenangkan. strategi joyful learning memberikan kontribusi positif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa, tetapi juga membantu mereka memahami dan mengamalkan nilai-nilai Islam secara efektif.
Pendidikan dalam Al-Qur'an dan Hadits: Education in the Qur'an and Hadiths Izzi Fekrat; Hendrayadi; Syafruddin; Rehani; Sisri Wahyuni
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i1.4831

Abstract

Akhlak adalah topik penting dalam pendidikan Islam, dan para pemikir Muslim banyak berbicara tentang hal ini. Pendidikan Islam berbeda dari pendidikan Barat dalam hal tujuan iman dan kesalehan. Barat tidak menunjukkan tujuan moral sebagai tujuan yang harus dicapai. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengetahui tiga tujuan pendidikan akhlak dari sudut pandang al-Qur'an dan hadits. Analisis ini akan menunjukkan bahwa al-Qur'an adalah sumber segala pengetahuan. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan rasa kasih sayang antar sesama manusia, mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat, dan terakhir, untuk mencapai rasa syukur kepada Allah. Diharapkan ketiga tujuan ini dapat diterapkan di semua jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan taman kanak-kanak hingga sekolah menengah serta perguruan tinggi.
Pengembangan Metode Integrasi Tajwid dan Nagham (Seni Baca Al-Quran) dalam Meningkatkan Kualitas Bacaan dan Hafalan Al-Quran di Sekolah Dasar: Development of Tajwid and Nagham Integration Methods (Art of Read the Quran) in Improving the Quality of Quran Reading and Memorization in Elementary Schools Eldarifai; Syafruddin; Rehani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i1.4832

Abstract

Al-Quran sebagai pedoman bagi orang bertaqwa. Senantiasa dibaca dalam bacaan shalat dan berbagai kegiatan social Masyarakat. Sebagai wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah dan menjadi pahala bagi yang membacanya. Bacaan Al-Quran meruapakan bagian dari dzikr yang utama. Tentunya kadar pahala dan keutamaan yang diraih oleh pembacanya tergantung dari kualitas dan kuantitas bacaan. Penelitian ini dilakukan dengan Metode penelitian literatur review dengan berusaha mengumpulkan data dari referensi jurnal ilmiah. Hasil penelitian ini dengan menggunakan Metode Integrasi Nagham dan Tajwid dalam pembelajaran Al-Quran dengan pendekatan tajarrud, tikrar dan tadrib membantu peserta didik agar lebih sering mengulang, karena termotivasi belajar membantu dalam tahsin dan sekaligus memahami nagham yang diajarkan.
Revitalizing Shame as a Moral Fortress for the Young Generation in the Digital Era: An Analysis of Decadence and a Strategic Framework for Moral Preservation Yanti Novita; Fitri Wahyuningsing; Syafruddin; Zulhendi; Rehani
Journal Informatic, Education and Management (JIEM) Vol 8 No 1 (2026): FEBRUARY (CALL FOR PAPERS)
Publisher : STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61992/jiem.v8i1.230

Abstract

This study aims to analyze the phenomenon of the decadence of al-ḥaya' (sense of shame) values ​​in the younger generation amidst the massive flow of digital modernity and to formulate a comprehensive strategic framework for the preservation of Islamic morals in the virtual space. With a qualitative approach of Library Research , data were collected through documentation techniques and systematic recording from primary sources (religious texts and scientific journals) and secondary sources (KPAI and APJII reports), then analyzed using Qualitative Content Analysis . The results of the study indicate that the decline of al-ḥaya' values ​​which function as syu'batun min al-iman (a branch of faith) is mainly triggered by a spiritual crisis (deficit in the concept of ihsan ) and the dominance of digital media that normalizes excessive self-disclosure behavior , erodes awareness of Divine supervision ( muraqabah ), and weakens self-control. Therefore, a Comprehensive Strategic Framework was formulated that focuses on the synergy of three educational centers: the integration of al-ḥaya' in the curriculum through habituation ( ta'wid ) and role modeling ( qudwah ḥasanah ) in schools, revitalization of the family ecosystem through parental digital role models, and strengthening Islamic value-based digital literacy. This study confirms that this holistic approach is effective in reactivating al-ḥaya' as an optimal self-regulation mechanism , providing practical and theoretical contributions to ensuring Muslim integrity and the preservation of morals in both physical and virtual public spaces.