Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Analysis Of Changes In Customer Communication Patterns Through The Use Of The Myicon+ Application Airindita Putri, Dea Firsta; Dimyati, Dindin
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 11 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i11.52315

Abstract

The increasing digitalisation of business has prompted companies to enhance the efficacy of their systems, even in the absence of physical meetings, with the aim of meeting customer needs and enhancing satisfaction. This encompasses telecommunications service systems. The MyICON+ initiative was conceived as a pioneering endeavour aimed at enhancing accessibility to information, streamlining account management processes, and facilitating enhanced customer engagement with the organisation. The research focuses on the transition of service systems from conventional methods (telephone, WhatsApp, email) to the MyICON+ digital platform, and its impact on customer communication patterns. The present research employs a constructivist and phenomenological paradigm, underpinned by new media theory and a qualitative research method, through in-depth interviews complemented by passive observation. The findings indicate a substantial shift in customer preference, with a notable transition from conventional services to faster and more integrated applications, exhibiting an average response time of 2–6 minutes. The integration of features such as live chat, real-time fault tracking, and billing notifications has been demonstrated to enhance efficiency and customer satisfaction. Nevertheless, obstacles remain, including technical bugs during initial use, some customers' preference for call centres, and the need for further socialisation. Overall, MyICON+ has created a digital communication ecosystem that is dynamic, interactive, and user-friendly, while strengthening customer loyalty.
Kompetensi Komunikasi Antarbudaya Suku Bugis dalam Proses Adaptasi di Kupang Nusa Tenggara Timur Ardiansyah, Fajar; Dimyati, Dindin
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompetensi komunikasi antarbudaya menjadi faktor penting dalam proses adaptasi masyarakat perantau, terutamabagi mayarakat yang berasal dari Suku Bugis yang sedang merantau di Kupang Nusa Tenggara Timur. Perbedaanbudaya, bahasa, dan gaya komunikasi sering kali menjadi tantangan dalam berinteraksi. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis peran kompetensi komunikasi antarbudaya dalam proses adaptasi mayarakat Suku Bugis denganmenggunakan pendekatan fenomenologi kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam denganmayarakat yang berasal dari Suku Bugis yang merantu di Kupang Nusa Tenggara Timur.Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa tiga komponen utama dari kompetensi komunikasi antarbudaya yaitu,attitudes, knowledge, skills berperan dalam proses adaptasi. Sikap keterbukaan terhadap budaya baru, pemahamanmengenai perbedaan budaya, serta keterampilan dalam menyesuaikan gaya komunikasi menjadi hal utama dalamkeberhasilan adaptasi.Kata Kunci: Kompetensi Komunikasi Antarbudaya, budaya, masyarakat perantau, suku Bugis.
Komunikasi Budaya Pada Pasar Bahulak Sragen Usiani, Palar Buana; Dimyati, Dindin
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki kekayaan budaya yang beragam, termasuk tradisi lokal yang terus dijaga ditengah modernisasi. Salah satu contohnya adalah Pasar Bahulak di Desa Karungan, Sragen, yang mempertahankan tradisipenggunaan koin batok sebagai alat tukar. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan praktik komunikasi budayayang berlangsung di pasar tersebut, dengan menyoroti konteks tinggi (pesan implisit, komunikasi nonverbal, danpemahaman bersama), konteks rendah (komunikasi verbal dan eksplisit), serta interaksi simbolik.Menggunakanpendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi dan paradigma interpretivisme, data diperoleh melalui wawancaramendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi budaya di Pasar Bahulaktercermin dalam penggunaan simbol seperti koin batok, surjan, kembang kanthil, dan blangkon, serta praktik sosial sepertiunggah-ungguh dan interaksi yang bersifat informal. Komunikasi tidak hanya berlangsung secara eksplisit, tetapi jugamelalui isyarat nonverbal dan kebiasaan sosial yang membentuk kesepahaman kolektif.Simbol-simbol tersebut tidakhanya memiliki fungsi praktis, tetapi juga dimaknai ulang oleh individu sesuai konteks sosial mereka. Pasar Bahulakmenjadi cerminan nyata komunikasi budaya masyarakat Jawa yang berperan dalam menjaga dan mewariskan nilai-nilaikearifan lokal.Kata kunci: komunikasi budaya, kearifan lokal, interaksi simbolik, Pasar Bahulak
Komunikasi Interpersonal Remaja Fatherless Akibat Keluarga Bercerai di Lingkungan Sosial di Kabupaten Bandung Kamila, Tasya Anindia; Dimyati, Dindin
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada komunikasi interpersonal remaja fatherless akibat perceraian orang tua dalam membangunhubungan sosial di lingkungan sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komunikasi interpersonalremaja yang mengalami ketidakhadiran sosok ayah di lingkungan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatankualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasiterhadap delapan remaja di Kabupaten Bandung berusia 17– tahun, serta satu informan ahli. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa ketidakhadiran peran ayah berdampak pada pola komunikasi interpersonal remaja yang merekabangun, tercermin dari kecenderungan menarik diri dari interaksi sosial, ketidakstabilan emosi, serta hambatan dalammembentuk kepercayaan interpersonal. Namun, beberapa remaja menunjukkan kemampuan adaptasi sosial yang baikdengan dukungan dari lingkungan sekitar. Pola komunikasi yang terbentuk berkaitan erat dengan tipe keterikatanemosional (attachment) yang mereka alami sejak kecil. Lingkungan sosial dan dukungan emosional dari keluarga, teman,maupun komunitas memiliki peran penting dalam membantu remaja fatherless mengembangkan komunikasiinterpersonal yang lebih sehat dan positif.Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal, Remaja, Fatherless, Perceraian, Lingkungan Sosial
Peran Komunikasi Interpersonal dalam Membangun Dukungan Sosial bagi Korban Remaja Cyberbullying pada Media Sosial Instagram Putri, Tharisya Maulidina; Dimyati, Dindin
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada peran komunikasi interpersonal dalam membangun dukungan sosial bagi remaja yangmenjadi korban cyberbullying di media sosial Instagram. Tujuan penelitian adalah untuk memahami peran komunikasiinterpersonal dalam menyalurkan dan membangun dukungan sosial bagi remaja yang menjadi korban cyberbullying.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperolehmelalui wawancara mendalam dan observasi terhadap 10 informan remaja yang mengalami berbagai bentukcyberbullying seperti flaming, harassment, dan cyber-stalking, denigration, impersonation, outing and trickery, danexclusion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal memainkan peran penting dalam prosespemulihan psikologis korban. Bentuk dukungan sosial yang paling dominan meliputi dukungan emosional,instrumental, dan informasional. Penelitian ini menegaskan pentingnya komunikasi interpersonal sebagai mekanismedalam memperkuat keterhubungan dan membentuk lingkungan sosial yang suportif bagi korban remaja cyberbullyingdi era digital.Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal, Dukungan Sosial, Remaja, Cyberbullying, Instagram
ERAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DIMEDIASI ANTARA ORANG TUA DAN MAHASISWA RANTAU JAWA BARAT MELALUI FITUR VIDEO CALL WHATSAPP Artameivia, Mutia; Dimyati, Dindin
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar daerah tempat tinggalnya mengharuskannya untuk tinggal terpisahdari orang tua. Adanya perbedaan jarak antara anak dan orang tua menyebabkan komunikasi interpersonal tidak bisadilakukan secara tatap muka langsung, sehingga dapat menyebabkan kerenggangan hubungan. Kemajuan teknologikhususnya pada komunikasi digital menjadi jalan keluar bagi mahasiswa rantau dan orang tua untuk saling tetapberhubungan, salah satunya adanya fitur video call pada aplikasi WhatsApp. Namun apakah video call WhatsAppdapat menjadi media untuk menjaga komunikasi interpersonal antara orang tua dan mahasiswa rantau? Berdasarkanuraian tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana peran komunikasi interpersonal yang dimediasioleh fitur video call WhatsApp antara mahasiswa rantau dan orang tua berdasarkan Theory of social InformationProcessing yang dikemukakan oleh Joseph Walther. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studikasus, pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam dan dokumentasi kepada mahasiswa rantauTelkom University asal Jawa Barat dan orang tuanya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasiinterpersonal dapat tetap terjaga, sebab adanya pertukaran pesan dengan intensitas yang tinggi sehingga terciptanyakesan dengan melihat konten obrolan yang dibicarakan, intonasi suara dan ekspresi wajah. Meskipun komunikasi yangdilakukan melalui video call masih terdapat banyak kekurangan, seperti pesan non-verbal yang tidak bisa didapatkansepenuhnya, adanya hambatan berupa gangguan teknis dan psikologis, serta kesibukan antara keduanya, namun baikanak dan orang tua memiliki caranya tersendiri, dengan memanfaatan fitur yang baik dan adanya keinginan untukberkomunikasi satu ama lain sehingga komunikasi interpersonal dapat tetap terjaga.Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal Dimediasi, Hubungan Jarak Jauh, Media Sosial
Representasi Wanita Gen – Z Berjerawat di Media Sosial Instagram Gusriatara, Rizka; Dimyati, Dindin
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Standar kecantikan yang ditampilkan di media sosial, khususnya Instagram, sering kali menciptakan tekanan bagiwanita, terutama mereka yang memiliki kondisi kulit wajah berjerawat. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisisdan memahami bagaimana wanita Gen Z yang berjerawat merepresentasikan dirinya di media sosial Instagram.Penelitian ini menggunakan teori representasi Stuart Hall yang memiliki beberapa fokus yaitu refleksi, konstruksi,dan intensi serta penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untukmengeksplorasi pengalaman mendalam para informan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi,dan dokumentasi terhadap wanita Gen Z yang aktif menggunakan Instagram dan memiliki kondisi kulit berjerawat.Penelitian ini menunjukkan bahwa para informan membentuk representasi diri dengan berbagai strategi, sepertimenggunakan filter, menyembunyikan bagian wajah tertentu, atau memilih tidak mengunggah foto wajah samasekali, dimana representasi diri para informan di Instagram tidak lepas dari paparan standar kecantikan sosial yangmenekankan kulit mulus sebagai simbol kecantikan ideal. Temuan ini menunjukkan adanya dampak yang cukupkuat dari lingkungan sosial dan media terhadap cara individu menampilkan diri. Representasi yang dibentuk bukanhanya sebagai ekspresi diri, tetapi juga sebagai bentuk adaptasi terhadap tekanan sosial. Hasil dari penelitian iniadalah bahwa wanita Gen Z berjerawat membentuk representasi diri yang berdasarkan oleh stigma sosial dantekanan media digital. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam upaya membentuk mediasosial yang lebih inklusif terhadap keberagaman penampilan fisik. Kata Kunci: Instagram, kulit berjerawat, media sosial, representasi diri, standar kecantikan, wanita Gen – Z
perception of Romance Relationship Standards of Generation Z on TikTok Lessy, Putri Ballgis; Dimyati, Dindin
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research investigates how Generation Z perceives romantic relationship standards on TikTok, focusing on howcurated content influences their expectations and emotional responses. TikTok introduces idealised romanticrepresentations that shape how young people interpret love and relationships. This study applies Richard Gregory’sConstructivist Theory of Perception to examine how prior experiences, incomplete information, and digital cuesinfluence users’ perception of relationship reality. A qualitative phenomenological method was used, involving seveninformants aged 18–24 from Jakarta and Bandung. Data were collected through in-depth interviews and analysedusing Jhonny Saldaña thematic analysis to identify patterns in how romantic content on TikTok shapes and reinforcesromantic ideals. The findings show that informants often internalised unrealistic standards, resulting in insecurity,disappointment, and relational pressure. However, some developed awareness of the curated nature of suchportrayals. Further studies may explore emotional well-being impacts, screen time, gender differences, and culturalcontexts using quantitative methods to deepen understanding.Keywords: Generation Z, TikTok, Romantic Relationship, Expectations
PENTINGNYA PENDIDIKAN SEKSUALITAS SEJAK DINI YANG KOMPREHENSIF DI ERA DIGITAL: (PELATIHAN PADA GURU PAUD DI BOJONGLOA KALER, BANDUNG) Anggian Lasmarito Pasaribu; Alila Pramiyanti; Dindin Dimyati
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 4 No. 1 (2024): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v6i1.7837

Abstract

Jawa Barat menjadi salah satu provinsi dengan angka pelecehan dan kekerasan pada anak yang cukup tinggi sepanjang tahun 2023. Merujuk pada data yang dikeluarkan oleh SIMFONI-PPA bahwa masih cukup tinggi kasus pelecehan dan kekerasan yang terjadi pada anak PAUD. Salah satu penyebab tingginya kasus pelecehan dan kekerasan pada anak ini adalah karena masih rendahnya pendidikan seksual kepada anak usia dini. Kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan seksual sejak usia dini masih belum terbangun dan pendidikan seksualitas sendiri masih dibenturkan dengan nilai-nilai ketabuan. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan sebagai salah satu langkah untuk mencoba menghapuskan ketabuan tersebut dan menciptakan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan seksualitas pada anak usia dini sebagai cara untuk mengurangi angka pelecehan dan kekerasan pada anak. Pengabdian pada masyarakat yang dilakukan ini akan memberikan pelatihan kepada para guru di PAUD Nurmaina, Bojongloa Kaler, Bandung. Edukasi dan pelatihan mengenai hal ini dimulai dari guru-guru yang mengajar di sana yang harapannya agar kemudian para guru-guru ini dapat kembali mengedukasi Pendidikan seksualitas kepada anak-anak yakni siswa/siswi di PAUD Nurnaima dan juga kepada orang tua siswa/siswi, sehingga dapat terwujud harmonisasi dari berbagai pihak untuk bisa sunguh- sungguh mengupayakan pencegahan kasus pelecehan dan kekerasan terhadap anak.
Digital Parenting-The Series: Literasi Media Digital untuk Orang Tua Siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kecamatan Bojongloa Kaler Kota Bandung Miftahul Rozaq; Dindin Dimyati; Dudi Rustandi; Miftakhul Fikri
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 4 No. 2 (2024): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v4i2.8409

Abstract

Perkembangan teknologi dan akses terhadap informasi melalui media digital semakin tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk anak-anak kelompok usia dini dimana semakin terekspos pada berbagai bentuk media digital mulai dari televisi, smartphone hingga internet. Paparan ini menghadirkan tantangan baru bagi orang tua siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kecamatan Bojongloa Kaler Kota Bandung dalam mengawasi dan membimbing anak-anak pada penggunaan media digital yang sehat dan aman. Namun, banyak orang tua siswa PAUD yang masih kurang memahami cara mengelola penggunaan media digital secara bijak. Melalui kegiatan pelatihan literasi media digital ini, kami bertujuan untuk memberikan pelatihan untuk memahami bagaimana teknologi media digital bisa digunakan sebagai alat bantu pendidikan yang efektif. Metode dan tahapan pelatihan literasi media digital meliputi tahap persiapan, tahap pengenalan, tahap pelaksanaan, tahap praktik dan tahap penutupan. Hasil pelatihan literasi media digital ini diharapkan menambah pemahaman orang tua siswa PAUD untuk mendukung pembelajaran anak-anak di rumah dengan lebih baik melalui penggunaan aplikasi edukatif, video pembelajaran dan konten digital lainnya yang sesuai dengan usia dan perkembangan anak