Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

NABI ADAM A.S. DALAM AL-QURAN: ANALISIS TEMATIK KISAH DAN RELEVANSINYA DALAM DAKWAH KONTEMPORER Sirojuddin, Sirojuddin; Fahrany, Sofia; Majid, Zamakhsyari Abdul; Rabbani, Nahed; Faruq, Ahmad
Spektra: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Spektra: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam As Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/spektra.v6i3.5262

Abstract

Abstrak. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis penyebutan Nabi Adam A.S. dalam Al-Quran secara tematik dan mendeskripsikan relevansinya sebagai materi dakwah di era kontemporer. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan metode tafsir maudhu’i (tematik). Data primer diambil dari 25 ayat Al-Quran yang secara eksplisit menyebut nama Adam, yang kemudian diklasifikasikan ke dalam beberapa tema sentral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi tentang Nabi Adam A.S. tidak hanya sekadar kisah penciptaan, tetapi mengandung paket lengkap pesan dakwah, meliputi: konsep ilmu dan keutamaan manusia, bahaya kesombongan, mekanisme godaan setan, konsep khilaf, taubat, dan rahmat Allah, serta martabat seluruh keturunan Adam (manusia). Artikel ini menyimpulkan bahwa kisah Nabi Adam A.S. merupakan fondasi epistemologis dakwah yang sangat relevan untuk menjawab problematika manusia modern, seperti krisis identitas, dekadensi moral, dan hubungan antara sains dan agama. Narasi ini menawarkan perspektif tauhid yang integratif tentang asal-usul, tujuan hidup, dan jalan kembali menuju Allah SWT.
CEMBURU DAN DIMENSI SPIRITUAL: ANALISIS EMOSI MANUSIA DARI SUDUT PANDANG DAKWAH Maarif, Samsul; Rasyid, Daud; Mahfuz, Mahfuz; Hasanah, Zulfatul; Fahrany, Sofia
Spektra: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Spektra: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam As Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/spektra.v5i3.5293

Abstract

Abstrak. Cemburu merupakan salah satu emosi manusiawi yang kompleks dan kerap timbul dalam berbagai situasi sosial. Artikel ini berupaya menganalisis cemburu dari sudut pandang dakwah Islam, dengan menelusuri dimensi psikologis, teologis, dan spiritualnya. Berdasarkan kajian literatur dan pendekatan tafsir tematik, penelitian ini menunjukkan bahwa cemburu, jika dikelola dengan baik, dapat menjadi sarana introspeksi dan penguatan hubungan spiritual dengan Allah SWT. Namun, jika tidak dikendalikan, ia berubah menjadi hasad (iri hati) yang merusak hubungan antarmanusia dan merusak tauhid. Artikel ini merekomendasikan perlunya integrasi pendekatan psikologis dan spiritual dalam dakwah untuk membantu umat mengelola emosi cemburu secara sehat dan Islami.
MODEL PEMBELAJARAN PRAKTIKUM PENYIARAN RADIO UNTUK PENGUATAN KOMPETENSI DAKWAH MAHASISWA KPI: ANALISIS RPS BERBASIS PROJECT-BASED LEARNING Yasin, Rahman; Aulia, Adzkia; Septiawan, Vikry Arief; Dirgatama, Sonny; Fahrany, Sofia
Spektra: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Spektra: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam As Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/spektra.v7i3.5297

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis model pembelajaran praktikum penyiaran radio pada Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) dalam rangka meningkatkan kompetensi dakwah mahasiswa melalui pendekatan project-based learning (PjBL). Fokus penelitian terarah pada struktur Rencana Pembelajaran Semester (RPS), integrasi metode praktikum dengan nilai dakwah, serta relevansi pembelajaran dengan kebutuhan kompetensi di industri media dakwah kontemporer. Studi ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) berbasis analisis dokumen dan validasi ahli. Data dikumpulkan melalui studi RPS, wawancara dosen pengampu, serta observasi pelaksanaan praktikum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PjBL dalam praktikum penyiaran radio mampu mengintegrasikan kompetensi teknis penyiaran dengan nilai-nilai dakwah Islam secara aplikatif. Mahasiswa bukan hanya menghasilkan produk konten siaran dakwah tetapi juga mengembangkan soft skill seperti komunikasi publik, manajemen program, dan penguatan etika berdakwah melalui media. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan lebih lanjut berupa integrasi media streaming dan podcasting untuk menjawab tantangan dakwah digital di era 5.0.
PREACHING AT YOUR FINGERTIPS: BUILDING DIGITAL LITERACY ON THE ISLAMIC CHARACTER OF MAHMUDAH (CHARISM) OF GEN Z Fahrany, Sofia
TASAMUH : Jurnal Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 23 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/tasamuh.v23i2.13988

Abstract

This research is motivated by the problem of the Development of digital technology that has changed the way humans interact, communicate, and obtain information, including in the field of Islamic da'wah. The findings of Generation Z's problems as a digital native generation, namely: 1. Facing significant challenges in the form of massive information flows, hoaxes, 2. Harmful content from Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender (LGBT) that is contagious for the character formation of Gen Z, 3. Degradation of moral values ??, such as violence and intimacy, in the digital space. Therefore, da'wah in the digital era not only serves as a medium for conveying religious messages but also as a means of fostering digital literacy grounded in the character of Mahmudah Islam (charisma). This study aims to analyze the role of digital da'wah in building digital literacy oriented towards the formation of Mahmudah Islamic character in Generation Z. The research method used is a qualitative approach with literature studies on scientific sources, journals, and relevant works such as the book on the transformation of Islamic Religious Education (PAI) in the digital era, theory, practice and challenges (QRISET, 2025). The results of the study show that effective digital preaching can increase critical awareness, media ethics, and internalisation of noble moral values ??such as honesty, responsibility, manners, and religious moderation. Thus, da'wah at your fingertips becomes a strategic instrument in shaping a digitally savvy Generation Z with a compassionate Islamic character.
PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI INSTRUMEN INTERNALISASI NILAI SYARIAH MODERAT DALAM PENGUATAN MODERASI BERAGAMA GENERASI MUDA Modesta Lartutul; Sofia Fahrany
Jurnal Studi Pesantren Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Studi Pesantren
Publisher : Pascasarjana Universitas Al-Qolam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35897/studipesantren.v6i1.2313

Abstract

Islamic education holds a strategic function in shaping the religious character of the younger generation amid the social dynamics and cultural diversity of Indonesia. In the context of a pluralistic religious life, Islamic education not only serves as a medium for transmitting religious knowledge but also as an instrument for internalizing moderate sharia values grounded in the principles of wasathiyyah (balance), tawazun (justice), and tasamuh (tolerance). The central problem examined in this study is how Islamic education can function as an instrument for internalizing moderate sharia values to strengthen religious moderation among youth, as well as identifying the supporting and inhibiting factors that influence this process within educational settings. This study employs a literature review method with a descriptive-analytic and reflective approach. Data were collected from national and international academic journals, scholarly books, and policy documents related to Islamic education and religious moderation from the period 2018–2025. The approaches used include conceptual, comparative, and contextual analyses of value education theory, religious socialization, and models of moderation-based learning. The main obstacles identified include gaps between policy and teaching practices, limited teacher capacity, and the influence of digital media that lacks value-based guidance. The study concludes that Islamic education plays a crucial role as a social and ideological transformation agent in strengthening religious moderation among the younger generation. Through a humanistic, dialogic, and adaptive educational approach aligned with contemporary developments, moderate sharia values can be internalized deeply and sustainably, thereby fostering a peaceful, inclusive, and just religious life in Indonesia.
MODEL PEMBELAJARAN PRAKTIKUM PENYIARAN RADIO UNTUK PENGUATAN KOMPETENSI DAKWAH MAHASISWA KPI: ANALISIS RPS BERBASIS PROJECT-BASED LEARNING Yasin, Rahman; Aulia, Adzkia; Septiawan, Vikry Arief; Dirgatama, Sonny; Fahrany, Sofia
Spektra: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 7 No. 3 (2025): Jurnal Spektra: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam As Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/spektra.v7i3.5297

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis model pembelajaran praktikum penyiaran radio pada Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) dalam rangka meningkatkan kompetensi dakwah mahasiswa melalui pendekatan project-based learning (PjBL). Fokus penelitian terarah pada struktur Rencana Pembelajaran Semester (RPS), integrasi metode praktikum dengan nilai dakwah, serta relevansi pembelajaran dengan kebutuhan kompetensi di industri media dakwah kontemporer. Studi ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) berbasis analisis dokumen dan validasi ahli. Data dikumpulkan melalui studi RPS, wawancara dosen pengampu, serta observasi pelaksanaan praktikum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PjBL dalam praktikum penyiaran radio mampu mengintegrasikan kompetensi teknis penyiaran dengan nilai-nilai dakwah Islam secara aplikatif. Mahasiswa bukan hanya menghasilkan produk konten siaran dakwah tetapi juga mengembangkan soft skill seperti komunikasi publik, manajemen program, dan penguatan etika berdakwah melalui media. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan lebih lanjut berupa integrasi media streaming dan podcasting untuk menjawab tantangan dakwah digital di era 5.0.
Strengthening the Strategic Role of Mosques in Jakarta: From Spiritual Preaching to Economic Empowerment Hamid, Abdul; Uyuni , Badrah; Anim , Sarbini; Ahmad, Mohamad Shodiq; Muslimin , Muslimin; Fahrany, Sofia
MADINAH Vol 12 No 1 (2025): Madinah: Jurnal Studi Islam
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM TARBIYATUT THOLABAH LAMONGAN, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/madinah.v12i1.3495

Abstract

Mosques, as the center of worship for Muslims, play a strategic role in the formation of an empowered society. However, in the context of Jakarta as an urban city, the role of mosques in the economic empowerment of the people is still not optimal. This research aims to explore and analyze the role of mosques in revitalizing da'wah, which includes spiritual aspects and economic empowerment of the people. Using a qualitative approach and case study method, this study examines several mosques in Jakarta that have implemented various da'wah-based economic empowerment programs, such as mosque cooperatives, entrepreneurship training, and other social programs. Data were obtained through in-depth interviews, participatory observations, and documentation analysis. The study results show that although some mosques have successfully implemented economic empowerment programs, there are challenges in integrating da'wah aspects with economic empowerment. The main obstacles include limited resources, lack of coordination between institutions, and shifting da'wah focus. This study recommends a revitalization strategy to strengthen the role of mosques in the economic empowerment of the ummah through the synergy between da'wah, education, and community-based economic empowerment. It is hoped that the results of this research can contribute to optimizing the function of mosques as da'wah centers that are integrated with economic empowerment in urban communities