Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN PEMBUATAN DETERJEN DI SMKN 3 MEDAN Gultom, Erdiana; Aritonang, Barita
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 1 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah Menengah Kejuruan merupakan wadah yang sangat berperan penting dalam melahirkan generasi-generasi yang terampil dan punya keahlian khusus untuk siap terjun dalam dunia kerja. Dalam hal ini khususnya jurusan kimia industri. Lulusan jurusan ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja sendiri. Tentu saja mereka mampu untuk membuka usaha berdasarkan ilmu pengetahuan yang telah mereka terima. Deterjen merupakan bagian yang sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menghemat pengeluaran rumah tangga pada umumnya dan meningkatkan taraf ekonomi pada khususnya, maka sebagai lulusan SMK jurusan kimia industry sudah sepantasnya terlatih dan terampil dalam pembuatan deterjen sendiri Adapun tahapan yang dilakukan dalam pelaksanaan pengabdian ini adalah: (a) tahap Persiapan, (b) tahap Pembinaan/penyampaian materi yang akan dibekalkan kepada peserta adalah materi pelatihan dalam bentuk teori dan penjelasan bahan-bahan dan alat-alat dan (c) tahap Pelaksanaan Evaluasi. Dapat disimpulkan bahwa siswa-siswi jurusan kimia indutri yang mengikuti pelatihan sudah dapat membuat deterjen cair dengan benar
SINTESIS BIOPLASTIK DENGAN BAHAN AKTIF EKSTRAK RAMBUT JAGUNG (Zea mays L.) Hestina, Hestina; Gultom, Erdiana; Purwandari, Vivi
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 3 No. 2 (2021): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bioplastik Edible merupakan lapisan tipis yang terbuat dari bahan organik seperti lemak, protein, dan karbohidrat pati atau non pati yang mudah terurai oleh mikroorganisme dalam waktu yang relatif singkat, berfungsi sebagai kemasan makanan. Penggunaan ekstrak rambut jagung sebagai zat aktif antibakteri dikarenakan rambut jagung (Zea mays L.) mengandung senyawa Alkaloid dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan evaluasi sediaan bioplastik edible dengan bahan aktif ekstrak rambut jagung sebagai kemasan makanan yang berukuran nanopartikel. Pembuatan nanoemulsi ekstrak rambut jagung dengan konsetrasi 10% bertujuan untuk membuat sediaan edible berukuran nanopartikel dan sebagai zat aktif antibakteri pada sediaan edible terhadap bakteri Eschericia coli dengan konsentrasi 1%, 2%, 3%, tanpa menggunakan nanoemulsi ekstrak rambut jagung. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Sediaan bioplastik edible dibuat dengan menambahkan nanoemulsi ekstrak rambut jagung dengan variasi konsentrasi F1 (1%), F2 (2%), F3 (3%), dan formula blanko (F0) sebagai dasar sediaan bioplastik edible tanpa nanoemulsi ekstrak rambut jagung. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, pH dan uji aktivitas antibakteri terhadap ekstrak rambut jagung dengan konsentrasi 1%, 2% ,3% dan sediaan bioplastik edible nanoemulsi ekstrak rambut jagung dengan konsentrasi F1 (1%), F2 (2%), F3 (3%) dan formulasi blanko (F0).Berdasarkan hasil penelitian, Formulasi bioplastik edible berbahan aktif nanoemulsi ekstrak rambut jagung efektif menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli pada konsentrasi 1%,2% dan 3% dengan rata-rata zona hambat yang terus meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi berkisar mulai dari 10,16 sampai 13,47 dan termasuk kategori kuat dan efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli.
Preparasi Nano Ekstrak Kayu Manis (Cinnamomum iburmannii) Sebagai Masker Gel PEEL-OFF Hestina, Hestina; Gultom, Erdiana; Purwandari, Vivi
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 4 No. 1 (2022): JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kayu manis (Cinnamomum burmanni) merupakan salah satu jenis rempah-rempah yang biasa digunakan sebagai bumbu dalam berbagai jenis makanan karena memiliki aroma dan rasa yang enak dan memiliki khasiat sebagai analgetik, stomatik, dan aromatic. Penelitian ini bertujuaan membuat formulasi dan evaluasi sediaan masker gel peel-off ekstrak kayu manis. Masker wajah peel off merupakan salah satu jenis masker wajah yang mempunyai keunggulan dalam penggunaanya yaitu dapat dengan mudah dilepas atau diangkat seperti membran elastis. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode ekperimental laboratorium, kayu manis diekstraksi dengan metode ultrasonikasi yaitu menggunakan etanol 70%. Berdasarkan hasil penelitian, sediaan masker gel peel-off nano ekstrak kayu manis dalam 1 hari pada suhu kamar, homogen, memiliki pH , sediaan tidak memisah, tidak mengendap. Ukuran partikel nanoemulsi ekstrak kayu manis dengan konsentrasi (2%) 24,2 nm. Ukuran partikel nanoemulsi ektrak kayu manis yang paling efisien konsentrasi 2% (24, 2 nm).
Efektifitas Black Garlic Sebagai Adsorben Untuk Menurunkan Kadar Asam Lemak Bebas dan Bilangan Peroksida Pada Minyak Goreng Bekas Gultom, Erdiana; Hestina
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 5 No. 1 (2023): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In this Research, black garlic was used as an adsorbent to reduce levels of free fatty accids (ALB) and peroxide value in used cooking oil. The research aims to determine levels of free fatty accids (ALB) and peroxide value of used cooking oil before friying (sample A), three times (B), four times(C) and five times (D) friying before and after adding black garlic adsorbent. This research used a laboratory scale exsperimental method. To determine of free fatty acids (ALB) using by alkalimetry titration method, while to determine of peroxide value using bg iodometry method. Based on the result of the research it was found that the highest decrease of free fatty accids (ALB) was sample D, where before adding black garlic adsorbent the free fatty accids (ALB) was 1,0468% and after adding black garlic adsorbent the free fatty accids (ALB) 0,1427%. While the highest decrease of  peroxide value was sample D, where peroxide value of sample D before adding black garlic adsorbent was 4,8526 meg/kg and after adding the black garlic adsorbent the peroxide value be 1,1021 meq/kg.
PREPARASI PENGEMULSI DARI NANOLIGNIN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT Gultom, Erdiana; Vivi Purwandari; Hestina; Dina Utami
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 7 No. 1 (2025): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/tekesnos.v7i1.6265

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis nanolignin dari limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS) sebagai pengemulsi alami untuk campuran minyak dan air. Karakterisasi nanolignin dilakukan menggunakan Transmission Electron Microscopy (TEM). Hasil analisis TEM menunjukkan bahwa nanolignin yang dihasilkan memiliki struktur amorf dengan ukuran partikel berkisar antara 20–200 nm, serta adanya agregasi partikel yang dipengaruhi oleh interaksi hidrogen dan gaya Van der Waals. . Spektrum FTIR menunjukkan adanya gugus hidroksil (-OH), karbonil (C=O), dan cincin aromatik yang khas pada lignin. Variasi konsentrasi nanolignin, yaitu 50 mg dan 100 mg, serta penambahan emulsifier pada variasi 2%, 4%, dan 6% memberikan pengaruh signifikan terhadap kestabilan emulsi. Uji efektivitas menunjukkan bahwa penambahan nanolignin sebagai pengemulsi mampu memperlambat waktu pemisahan minyak dan air. Pada konsentrasi 50 mg dengan variasi 6%, waktu pemisahan mencapai 7 menit 17 detik, sedangkan pada konsentrasi 100 mg dengan variasi yang sama, waktu pemisahan meningkat hingga 9 menit 3 detik. Hasil ini membuktikan bahwa nanolignin TKKS dapat berperan sebagai pengemulsi alami yang efektif dan ramah lingkungan, serta berpotensi sebagai alternatif pengemulsi sintetis dalam industri pangan dan kosmetik.
PEMANFAATAN DAUN KELOR SEBAGAI PELUANG USAHA PRODUKTIF DI DESA TEBING TANJUNG SELAMAT Aruan, Dyna Grace Romatua; Vivi Purwandari; Erdiana Gultom; Jefri Krisdayanti Gulo
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6763

Abstract

Latar Belakang: Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman yang mudah tumbuh dan melimpah di wilayah pedesaan, termasuk Desa Tebing Tanjung Selamat. Daun kelor diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan. Pemanfaatan daun kelor oleh masyarakat masih terbatas pada konsumsi sederhana dan belum diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Diperlukan upaya pemberdayaan masyarakat untuk mengoptimalkan potensi daun kelor sebagai produk minuman tradisional yang bernilai tambah. Tujuan: Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan jiwa kewirausahaan masyarakat Desa ini dalam mengolah daun kelor menjadi produk teh herbal yang higienis, berkualitas, dan memiliki nilai jual. Metode: Metode kegiatan meliputi penyuluhan mengenai kandungan dan manfaat daun kelor bagi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat sebagai mitra utama. Hasil: Hasil kegiatan ini adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai manfaat daun kelor serta keterampilan dalam pengolahan daun kelor. Masyarakat mampu menghasilkan produk daun kelor untuku dipasarkan. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berhasil meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan daun kelor sebagai produk bernilai ekonomi. Inovasi pengolahan daun kelor menjadi teh herbal berpotensi menjadi alternatif sumber penghasilan masyarakat serta peningkatan kesejahteraan ekonomi desa berbasis sumber daya lokal.
The Effect of Visual, Audiotory, and Kinesthetic (VAK) Learning Models on Science Learning Outcomes Eka Margareta Sinaga; Fahrur Rozi; Eka Kartika Silalahi; Erdiana Gultom; Betty Agatha Sihombing
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 8 (2025): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i8.12160

Abstract

Low learning outcomes in IPAS (Natural and Social Sciences) among elementary school students are often caused by limited student engagement and learning methods that do not accommodate diverse learning styles. This study aims to determine the effect of the VAK (Visual, Auditory, Kinesthetic) learning model on the learning outcomes of fourth-grade students in IPAS subjects at SD Negeri 067246 Medan Tuntungan. The research employed a quantitative approach with a one-group pretest-posttest design, involving 30 purposively selected students from class IVB. Instruments used were learning outcome tests and student response questionnaires. The test assessed students’ knowledge before and after the implementation of the VAK model, while the questionnaire gathered students' responses toward the applied learning model. Data were analyzed using a paired sample t-test with SPSS version 22. Results showed an increase in the average score from 56.27 (pretest) to 85.33 (posttest). The t-test yielded a significant value of 0.000 < 0.05, indicating a statistically significant improvement in learning outcomes after the use of the VAK model. Furthermore, 60% of students responded positively to the learning process. These results suggest that the VAK model supports student engagement and accommodates various learning styles in IPAS learning.
PERUBAHAN PROFIL ASAM LEMAK CPKO DAN RBDPS SETELAH PROSES FRACTIONATION–DISTILLATION BERDASARKAN ANALISIS GC-FID Masdi, Masdi; Hestina, Hestina; Gultom, Erdiana; Zai, Liver Iman Putra; Purwandari, Vivi
JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN Vol. 9 No. 2 (2025): JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN
Publisher : Program Studi Kimia - Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/kimia.v9i2.6859

Abstract

Crude Palm Kernel Oil (CPKO) dan Refined Bleached Deodorized Palm Stearin (RBDPS) merupakan fraksi minyak sawit dengan karakteristik komposisi asam lemak yang berbeda dan berpotensi mengalami perubahan distribusi komponen selama proses pemisahan termal. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perubahan profil asam lemak CPKO dan RBDPS sebelum dan sesudah proses fractionation–distillation. Sampel dianalisis menggunakan Gas Chromatography–Flame Ionization Detector (GC-FID) setelah derivatisasi menjadi fatty acid methyl esters (FAME), dengan parameter yang diamati berupa komposisi relatif asam lemak berdasarkan persentase luas area puncak kromatogram. Hasil menunjukkan bahwa sebelum distilasi CPKO didominasi asam laurat (48,39%), sedangkan RBDPS didominasi asam palmitat (60,90%). Setelah proses fractionation–distillation, komposisi CPKO berubah signifikan dengan dominasi asam oleat (59,83%) dan palmitat (21,20%), sedangkan RBDPS menunjukkan dominasi asam oleat (52,93%) dan palmitat (23,27%). Perubahan ini mengindikasikan bahwa proses distilasi memperkaya fraksi dengan asam lemak rantai panjang akibat perbedaan volatilitas komponen. Penelitian ini memberikan dasar ilmiah mengenai selektivitas pemisahan termal pada fraksi minyak sawit untuk mendukung optimasi proses industri.
PERUBAHAN PROFIL ASAM LEMAK CPKO DAN RBDPS SETELAH PROSES FRACTIONATION–DISTILLATION BERDASARKAN ANALISIS GC-FID Masdi, Masdi; Hestina, Hestina; Gultom, Erdiana; Zai, Liver Iman Putra; Purwandari, Vivi
JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN Vol. 9 No. 2 (2025): JURNAL KIMIA SAINTEK DAN PENDIDIKAN
Publisher : Program Studi Kimia - Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Crude Palm Kernel Oil (CPKO) dan Refined Bleached Deodorized Palm Stearin (RBDPS) merupakan fraksi minyak sawit dengan karakteristik komposisi asam lemak yang berbeda dan berpotensi mengalami perubahan distribusi komponen selama proses pemisahan termal. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perubahan profil asam lemak CPKO dan RBDPS sebelum dan sesudah proses fractionation–distillation. Sampel dianalisis menggunakan Gas Chromatography–Flame Ionization Detector (GC-FID) setelah derivatisasi menjadi fatty acid methyl esters (FAME), dengan parameter yang diamati berupa komposisi relatif asam lemak berdasarkan persentase luas area puncak kromatogram. Hasil menunjukkan bahwa sebelum distilasi CPKO didominasi asam laurat (48,39%), sedangkan RBDPS didominasi asam palmitat (60,90%). Setelah proses fractionation–distillation, komposisi CPKO berubah signifikan dengan dominasi asam oleat (59,83%) dan palmitat (21,20%), sedangkan RBDPS menunjukkan dominasi asam oleat (52,93%) dan palmitat (23,27%). Perubahan ini mengindikasikan bahwa proses distilasi memperkaya fraksi dengan asam lemak rantai panjang akibat perbedaan volatilitas komponen. Penelitian ini memberikan dasar ilmiah mengenai selektivitas pemisahan termal pada fraksi minyak sawit untuk mendukung optimasi proses industri.
KAJIAN LITERATUR INTEGRASI KONSEP GREEN CHEMISTRY DALAM PEMBELAJARAN KIMIA Erdiana Gultom
KATALIS: Jurnal Penelitian Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Katalis Volume 9 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/katalis.v9i1.13560

Abstract

The industrial revolution and technological advances have had a significant impact on human life, but they have also created serious environmental problems due to the use of hazardous chemicals. The purpose of this study is to examine the role of education, particularly chemistry education, in creating more environmentally friendly chemical processes. The application of green chemistry principles depends not only on industry but also on the world of education, particularly science and chemistry learning. Therefore, it is important to revitalize science/chemistry learning to orient it towards the principles of green chemistry. Thus, chemistry education can contribute significantly to shaping a generation that thinks critically, innovatively, and has an environmental perspective. This research method uses a narrative literature review. The results of the literature review indicate that the topic of sustainability and education has experienced rapid development to date. The results of the analysis reflect the increasing global attention to sustainable education. Through a project-based learning approach and the support of educational policies that support sustainability, education can become a strategic instrument to build a generation that cares about the environment and is able to face global sustainability challenges scientifically and ethically. Based on the results of the analysis of ten journals, it is seen that the revitalization of chemistry learning can be done through various innovative strategies: Active learning approaches (PjBL, PBL, STEAM) that encourage students to solve real problems on environmental issues, Utilization of digital technology and virtual laboratories that support safe, efficient, and waste-free learning, and Reorientation of the curriculum and strengthening of sustainability values ​​so that chemistry education contributes to the Sustainable Development Goals (SDGs). Keywords: chemistry learning, green chemistry, revitalization, science education, Sustainable Development Goals