Claim Missing Document
Check
Articles

MANFAAT KULIT MANGGA SEBAGAI MASKER ORGANIK Siahaan, Maniur Arianto; Erdiana Gultom; Iman Susanti Tafonao; Anaria Laia; Widia Gea
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa kini, permintaan produk kosmetik di Indonesia semakin melonjak secara signifikan, bahkan kini kaum pria mulai tertarik kepada salah satu jenis kosmetik, yaitu skincare. Namun, kondisi aktual yang saat ini ditemui di kalangan masyarakat adalah banyak kalangan remaja yang masih belum mengetahui bahaya dan implikasi negatif dari setiap kosmetik yang digunakan. Selain itu, sebagian besar remaja juga belum mengetahui mengenai cara pemanfaatan potensi desa. Kolaborasi gagasan antara pembuatan masker organik untuk menghindari bahaya masker instan dan pemanfaatan potensi sumber daya alam desa merupakan solusi yang tepat. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi edukasi masker organik berbasis pemanfataan potensi 0yaitu limbah kulit mangga. Masker organik sangat aman dari bahan-bahan kimia yang dapat merusak kulit wajah. Masker organik lebih banyak mengandung nutrisi yang baik untuk kulit wajah dan dapat digunakan oleh semua jenis kulit wajah. Hasil kegatan pengabdian masyarakat menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman para peserta di setiap indikator yang telah ditentukan. Dengan kata lain, program ini telah berhasil memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
PEMANFAATAN SISA SAYUR DAN BUAH MENJADI EKOENZIM DI DESA NAGORI BANGUN Siahaan, Maniur Arianto; Erdiana Gultom; Vivi Purwandari; Muhammad Mukmin; Fabianus Siwanahono; Edison Halawa
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mitra dari Pengabdian pada Masyarakat ini adalah Desa Nagori Bangun. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah mengedukasi masyarakat mengenai cara membuat ecoenzym dengan memanfaatkan kembali sisa-sisa sampah organik rumah tangga terutama sisa sayuran untuk diolah menjadi ecoenzym. Metode pelaksanaan yang digunakan ada 2 tahapan yaitu : 1) Tahap Persiapan meliputi : Penyiapan bahan paparan, Diskusi dan sharing dengan anggota tim, Pencarian bahan paparan di internet dan buku, Penyiapan kuisener., dan Persiapan bahan untuk demonstrasi/praktek pembuatan ecoenzym, II) Tahap Pelaksanaan PkM di lokasi mitra : Penyebaran kuisener sebelum paparan, Pemaparan bahan paparan kepada masyarakat Desa Pandan Dulang, Praktek Pembuatan Ecoenzym dan Penyebaran kuisener setelah paparan. Target yang diharapkan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu bertambahnya pengetahuan masyarakat mengenai cara pembuatan dan manfaat ecoenzym yang dapat dibuat dari sampah sisa sayuran dan buah rumah tangga sehari-hari. Target ini tercapai, hal ini dapat dilihat dari hasil kuisioner yang disebar sebelum dan sesudah kegiatan PkM.
SOSIALISASI LIMBAH BIOMASA MENJADI BIOARANG SEBAGAI PEMEBENAH TANAH Hestina; Vivi Purwandari; Erdiana Gultom; Kurniawati Hulu; Todo Manaek Nababan; Mawarni Hutabarat
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Langkah-langkah yang relatif murah untuk meningkatkan kualitas tanah mencakup penggunaan bahan-bahan organik alami, seperti mengembalikan sampah atau sisa tanaman. Selama ini perbaikan kualitas tanah secara umum dilakukan melalui berbagai bahan pembenah tanah organik berupa pupuk kandang, kompos, dan biomassa tanaman. Selain itu, biochar kini dikenal sebagai salah satu alternatif perbaikan kualitas tanah, apalagi jika dikombinasikan dengan pupuk organik. Bahan-bahan tersebut tergolong bahan pembenah tanah yang dapat bertahan lama. Lahan pertanian mempunyai banyak bahan limbah yang mudah didapat dan harganya relatif murah, khususnya limbah pertanian seperti tempurung kelapa, tempurung kakao, sekam padi, batang bakau, tempurung kelapa sawit, dan lain-lain. Bahan-bahan ini dapat dikarbonisasi menggunakan metode tradisional atau teknologi sederhana untuk menghasilkan biochar, yang berguna baik sebagai bahan bakar maupun untuk meningkatkan kualitas tanah. Penggunaan pembakaran memerlukan proses pembakaran tidak sempurna yang disebut dengan torefaksi atau pirolisis rendah. Proses ini dapat menghasilkan karbon aktif untuk digunakan di dalam tanah. Masyarakat dapat dengan mudah memproduksi arang dengan memanfaatkan limbah biomassa untuk memanaskan bahan tersebut. Dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat di Nagori Bangun Huta II, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun. model pembakaran tidak sempurna untuk produksi biochar biomassa dan disosialisasikan serta diterapkan di masyarakat.
PEMANFAATAN AIR KELAPA SEBAGAI NATA DE COCO UNTUK MENINGKATKAN NILAI JUAL AIR KELAPA DI DESA NAGORI BANGUN Vivi Purwandari; Mahyuni Harahap; Gultom, Erdiana; Todo Marnaek Nababan; Suniati Zabua
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air kelapa merupakan limbah dari produksi santan segar di desa Nagori Bangun yang belum dimanfaatkan. Air kelapa dapat dimanfaatkan dalam pembuatan nata de coco. Pengolahan air kelapa menjadi nata de coco memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan praktik secara langsung melalui pemberdayaan perempuan di sekitar desa Nagori Bangun untuk memanfaatkan air kelapa menjadi nata de coco, sehingga dapat menjadi sumber pendapatan keluarga. Kegiatan dilakukan melalui tahapan: sosialisasi, penyuluhan motivasi, praktek pembuatan nata de coco, pengolahan nata de coco menjadi produk minuman, pelatihan pengemasan dan pelabelan produk, dan evaluasi. Jumlah Peserta yang hadir dalam kegiatan ini sebanyak 15 orang yang terdiri ibu-ibu dan remaja putri di sekitar desa Nagori Bangun. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan ibu-ibu dan remaja putri mengenai pemanfaatan air kelapa menjadi nata de coco dan pengolahannya menjadi minuman siap jual, peserta memiliki respon yang baik terhadap kegiatan, dan peningkatan motivasi peserta untuk menjadikan nata de coco sebagai alternatif usaha.
Pemanfaatan Asap Cair Hasil Pirolisis Tempurung Kelapa Sebagai Bio-Oil Purwandari, Vivi; Erdiana Gultom; Mahyuni Harahap; Todo Manaek Nababan; Kurniawati Hulu; Suniwati Zebua
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 berdampak pada kehidupan masyarakat baik dari segi kesehatan maupun finansial. Salah satu inovasi yang dapat ditawarkan untuk meningkatkan perekonomian adalah produksi bio-oil tempurung kelapa sebagai peluang usaha bagi masyarakat terdampak Covid-19 di Desa Celawan, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai . Ketersediaan bahan baku tempurung kelapa dalam jumlah yang sangat besar belum dimanfaatkan secara optimal untuk dikembangkan menjadi produk yang bernilai ekonomis. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk a). Mendapatkan bahan pengawet alami (informalin) yang tidak menimbulkan bahaya kesehatan b). Pengolahan limbah tempurung kelapa agar tidak menimbulkan masalah bagi lingkungan c). Pengenalan dan penerapan teknologi pirolisis dalam pengolahan limbah tempurung kelapa hingga menghasilkan produk yang bermanfaat dan dapat dijual. Hasil dari kegiatan ini akan menambah pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menciptakan alat produksi biooil untuk pelestarian alam. Bio-oil hasil pirolisis tempurung kelapa mengandung senyawa dominan yaitu fenol dan turunannya. Bio-oil mempunyai kemampuan dalam mengawetkan bahan pangan karena senyawa fenolik mempunyai sifat antibakteri dan antioksidan sehingga dapat memperpanjang umur simpan. Analisis karakteristik GC-MS menunjukkan kandungan fenolik bio-oil tempurung kelapa mencapai 48,33% sehingga mempunyai potensi yang baik untuk dikembangkan sebagai bahan pengawet alami.
Pemanfaatan Serbuk Kayu Sebagai Papan Partikel Adiansyah; Erdiana Gultom; Edison Halawa; Sopan Hati Zebua
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 2 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serbuk kayu merupakan limbah dari produksi kayu yang belum dimanfaatkan. Serbuk kayu dapat dimanfaatkan dalam pembuatan papan partikel. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan praktik secara langsung melalui masyarakat untuk memanfaatkan serbuk menjadi papan partikel, sehingga dapat menjadi sumber pendapatan keluarga. Kegiatan dilakukan melalui tahapan: sosialisasi, penyuluhan motivasi, praktek pembuatan papan partikel dari serbuk kayu. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan serbuk kayu menjadi papan partikel sehingga dapat digunakan sebagai alternatif usaha.
Pengolahan Limbah Hasil Panen Menjadi Bio-Char Dan Asap Cair Sebagai Biopestisida Di Desa Celawan Purwandari, Vivi; Mahyuni Harahap; Erdiana Gultom; Esther Wijayanti Harefa; Benar Siroma Hulu; Adriaman Laia
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini masyarakat desa menjadi sarana penting untuk mendorong hilirisasi penelitian sehingga inovasi dan invensi tidak hanya di lingkungan civitas akademik saja. Bentuk diseminasi dalam kegiatan ini adalah iptek bagi masyarakat dalam mengolah biomassa menjadi biochar dan asap cair menggunakan pirolisator portabel yang dapat dirakit sendiri. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberi kesadaran dan pemahaman kepada kelompok tani di Desa Karang Indah agar mampu mengolah biomassa sisa petanian dan peternakan menjadi biochar dan asap cair serta mengimplementasikannya agar meningkatkan produktivitas pertanian di lahan sulfat masam yang pada akhirnya menurunkan biaya operasional kegiatan budidaya tanaman. Hal ini berdampak langsung pada pencapaian SDGs Desa yang dicanangkan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi serta searah dengan SDGs Dunia. Diseminasi hasil penelitian dan difusi teknologi yang diinisiasi dengan menerapkan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) ternyata efektif mendorong penetrasi iptek kepada petani.
Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Sebagai Arang Aktif Di Desa Nagori Bangun Mahyuni Harahap; Liver Iman Putra Zai; Gultom, Erdiana; Deboy Anugerah Gea; Jhonialman Tafonao; Sowua Putra Hia
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 2 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah mengedukasi masyarakat mengenai cara memanfaatkan limbah kulit pisang sebagai arang aktif. Metode pelaksanaan yang digunakan ada 2 tahapan yaitu : 1) Tahap Persiapan meliputi : Penyiapan bahan paparan, Diskusi dan sharing dengan anggota tim, Pencarian bahan paparan di internet dan buku, Penyiapan kuisener., dan Persiapan bahan untuk demonstrasi/praktek pembuatan ecoenzym, II) Tahap Pelaksanaan PkM di lokasi mitra : Penyebaran kuisener sebelum paparan, Pemaparan bahan paparan kepada masyarakat, Praktek Pembuatan Ecoenzym dan Penyebaran kuisener setelah paparan. Target yang diharapkan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu bertambahnya pengetahuan masyarakat mengenai cara memanfaatkan limbah kulit pisang. Target ini tercapai, hal ini dapat dilihat dari hasil kuisioner yang disebar sebelum dan sesudah kegiatan PkM.
Pemanafaatan Terjemahan Online Sebagai Media Pembelajaran Bagi Guru UPT SDN 060883 Kota Medan Ginting, Riah Ukur; Erdiana Gultom; Hestina; Indra Masmur
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 1 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kefasihan berbahasa asing diperlukan, baik untuk berkomunikasi dengan orang lain lain maupun untuk menterjemahkan bahasa dari buku atau artikel. Untuk dapat menterjemahkan dari buku atau artikel berbahasa asing diperlukan terjemahan mesin teknologi penerjemah berbasis online. Mesin teknologi penerjemah berbasis online menggunakan google translate, bing microsoft translator dan quillbot sebagai media pembelajaran untuk mempermudah terjemahan bagi Guru UPT SDN 060883 kota Medan. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan kemampuan menterjemahkan bahasa menggunakan mesin teknologi penerjemah khususnya Guru UPT SDN 060883 kota Medan. Metode pengabdian ini mengaplikasikan metode pembelajaran serta pengajaran yang dilakukan oleh Guru UPT SDN 060883 kota Medan. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa Guru UPT SDN 060883 kota Medan dapat menggunakan google translate, bing microsoft translator dan quillbot sebagai media pembelajaran.
Pelatihan Pemanfaatan Kulit Batang Mangrove Sebagai Pewarna Alami Batik Di Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang Gultom, Erdiana; Riah Ukur Ginting; Hestina
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 2 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia kaya akan mangrove yang memberi keindahan alam lingkungan pesisir pantai. Mangrove sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Selain untuk kelestarian air laut, mangrove juga bermanfaat sebagai tempat wisata bagi masyarakat dan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar pantai. Di samping itu mangrove juga berpotensi sebagai bahan inovasi yang menunjang usaha masyarakat melalui pemanfaatan limbah kulit mangrove sebagai bahan alami pewarna batik. Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang selalu dilestarikan. Banyak inovasi yang dilakukan untuk kelestarian batik Indonesia, baik dari mutu bahan baku kain, corak, dan warna. Pewarnaan batik pada umunya menggunakan pewarna sintetis. Namun sangat diperlukan inovasi untuk melibatkan pewarna bahan alam sebagai pewarna batik untuk menghindari limbah pewarna sintetik yang mengganggu kelestarian lingkungan alam. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengadakan pelatihan dan pendampingan terhadap sekelompok Masyarakat pengrajin batik di sekitar Pantai Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan dengan memanfaatkan limbah kulit batang mangrove sebagai pewarna alami batik. Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah sosialisasi dan pelatihan. Bentuk pelatihan yang diberikan yaitu dengan mendampingi mitra mulai dari preparasi kulit batang mangrove sebagai bahan baku pewarna batik, ekstrak kulit batang mangrove, tata cara membatik, serta strategi pemasaran. Dalam kegiatan ini diketahui bahwa pewarna alam dari ekstrak kulit limbah mangrove menghasilkan warna coklat kemerah-merahan. Kulit batang mangrove sangat kaya akan tanin yang dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuat warna. Tahap sosialisasi disambut baik dan antusias hingga pelaksanaan pelatihan pemanfaatan ekstrak kulit batang mangrove sebagai pewarna alami pada kain batik dilakukan berjalan dengan efektif. Dengan adanya pelatihan ini Masyarakat kelompok pengrajin batik di Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan semakim percaya diri dan termotivasi untuk memanfaatkan bahan alam sebagai zat warna alami dalam usaha mereka