Articles
Pengaruh Pemberian Buah Belimbing Manis (Averhoa Carambola) Terhadap Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Primer
N. Rachmadanur;
Meria Kontesa;
Masni Hayati
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 6 No. 1 (2023): JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR
Publisher : STIKes MERCUBAKTIJAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36984/jkm.v6i1.378
Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah diatas normal, hipertensi sering terjadi pada lansia karena kekakuan pada arteri sehingga tekanan darahnya meningkat. Hipertensi sering disebut the silent killer karena terkadang tidak disadari, tetapi bisa merusak organ tubuh dan memicu penyakit lainya seperti stroke, gagal ginjal, gagal jantung dan penyakit jantung coroner. Penanganan penyakit hipertensi dilakuakn dengan pemberian obat hipertensi. Namun demikian, pemberian obat ini sering menimbulkan efek samping bagi penderita hipertensi. Ditambah dengan adanya ketergantungan seumur hidup terhadap obat tersebut yang menyebabkan biaya terapi realtif mahal. Oleh karena itu, perlu dicari obat antihipertensi yang aman dan praktis, murah dan dapat menurunkan tekanan darah salah satunya adalah pengobatana non farmakologi. Pengobatan non farmakologis untuk mengatasi hipertensi adalah dengan mengkonsumsi buah belimbing manis, yang mengandung kalium yang tinggi dan natrium yang rendah. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian buah belimbing manis terhadap tekanan darah pada penderia hipertensi primer di RW XXI Kelurahan Surau Gadang Wilayah Kerja Puskesmas Nanggalo Padang. Desain penelitian ini pre-eksperiment dengan pre test and post test design. Sampel pada penelitian ini berjumlah 11 orang dengan teknik pengambilan sampel consecutive sampling. Dari hasil penelitian disimpulkan adanya pengaruh buah belimbing manis terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi primer.
EDUKASI PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI RT 01 RW 12 KELURAHAN BUNGO PASANG
widya lestari;
MERIA KONTESA;
Novria Hesti;
Dedi Adha;
Afrilia Wulan Sari;
Chntia Sari;
Nurul Hidayati;
Mitayani
JURNAL ABDI MERCUSUAR Vol. 3 No. 1 (2023): JURNAL ABDI MERCUSUAR
Publisher : LPPM STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36984/jam.v3i1.380
Latar Belakang: World Health Organization (WHO) dan Center Disease Control and Prevention (CDC) memperkirakan jumlah penderita hipertensi di dunia terus meningkat. Data pasien hipertensi di dunia sekitar satu milyar orang dan meningkat setiap tahunnya. Prevalensi hipertensi yang terdiagnosis di Indonesia mencapai 25,8% (Riskesdas 2013). Prevalensi hipertensi di Indonesia pada usia 50 tahun masih 10% tetapi diatas 60 tahun angka tersebut terus meningkat mencapai 20-30%. Hipertensi adalah penyakit yang didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah secara menetap. Umumnya, seseorang dikatakan mengalami hipertensi jika tekanan darah berada di atas 140/90 mmHg. Tingkat prevalensi hipertensi diketahui meningkat seiring dengan peningkatan usia dan prevalensi tersebut cenderung lebih tinggi pada masyarakat dengan tingkat pendidikan rendah atau masyarakat yang tidak bekerja (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 2013). Tujuan kegiatan pengabdian adalah untuk mencegah dan mengendalikan Hipertensi melalui edukasi, pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah dan exercise pada lansia di RT 01 RW 12 Kelurahan Bungo Pasang. Metode: Kegiatan pengabmas ini dilaksanakan menggunakan metode penyuluhan, diskusi interaktif dan simulasi exercise otago. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 2022 di RT 01 RW 12 Keluarahan Bungo Pasang, dengan jumlah peserta yang 25 lansia. Hasil: Peserta yang berpartisipasi dalam pengabdian ini adalah 25 orang lansia. Peserta sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan abdimas berupa pemberian materi edukasi mengenai pencegahan dan pengendalaian hipertensi dengan hasil edukasi ini adalah meningkatnya pengetahuan lansia pencegahan dan pengendalaian hipertensi dan meningkatnya motivasi untuk mencegah dan mengendalikan hipertensi
PENGARUH BLADDER TRAINING TEKNIK MENUNDA BERKEMIH TERHADAP INKONTINENSIA URINE PADA LANSIA
Kontesa, Meria;
Yusriana, Yusriana;
Lestari, Ratna
Jurnal Keperawatan Vol. 17 No. 2 (2024): Volume 17, Nomor 2, Juli 2024
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56586/jk.v17i2.363
Prevalensi inkontinensia urine pada lansia yang melibatkan enam rumah sakit di Indonesia didapatkan sebesar 13% dari total 2.765 orang lansia. Dampak yang ditimbulkan oleh inkontinensia urine yaitu dampak medik, psikososial, maupun ekonomi. Salah satu penatalaksanaan nonfarmakologis untuk mengatasi inkontinensia urine pada lansia yaitu bladder training teknik menunda berkemih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bladder training teknik menunda berkemih terhadap inkontinensia urine pada lansia. Penelitian ini merupakan penelitian Pra-Eksperiment dengan rancangan One-Group Pre and Post Test yang dilaksanakan pada tanggal 12-19 Mei 2024 di Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin. Jumlah sampel adalah 13 orang lansia. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Hasil penelitian ini didapatkan rata-rata skor inkontinensia urine lansia sebelum intervensi adalah 14,76 dengan standar deviasi 3,56 dan sesudah intervensi adalah 13,07 dengan standar deviasi 2,69. Hasil analisa data dengan menggunakan uji paired samples t-test didapatkan nilai p-value 0,000 (p<0,05), yang berarti bahwa ada pengaruh bladder training teknik menunda berkemih terhadap inkontinensia urine pada lansia di Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin. Saran bagi keperawatan untuk menambahkan program latihan bladder training teknik menunda berkemih sebagai penatalaksanaan nonfarmakologis yang dapat menurunkan skor inkontinensia urine
Aplikasi Life Review Therapy dengan Modifikasi Puzzle untuk Pemeliharaan Fungsi Koqnitif Lansia
Ausrianti, Rizka;
Kontesa, Meria;
Putri, Peni Deka;
Oswi, Dindry Dinah;
Desi, Dzakiyah Azzahra Hasan
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jpm.v6i4.5047
Lanjut usia didefinisikan sebagai individu yang berada dalam tahapan usia late adulthood, juga dikenal sebagai tahapan dewasa akhir, dengan kisaran usia dari 60 tahun ke atas. Tubuh akan mengalami berbagai masalah kesehatan atau penyakit degenerative seiring bertambahnya usia. Salah satu penyakit degenerative yang paling umum adalah demensia, yang menyebabkan penurunan fungsi kognitif di seluruh tubuh secara bertahap dan berdampak pada aktifitas kehidupan sehari-hari (AKS). Demensia memang tidak bisa dicegah tetapi ada salah satu cara yang bisa dilakukan untuk pemeliharaan fungsi kognitif pada lansia, yaitu dengan menyusun puzzle yang didesain khusus untuk memelihara fungsi kognitif adalah puzzle yang dimodifikasi menggunakan dengan mengacu pada metode life review therapy. Permasalahan: berdasarkan hasil wawancara dan hasil observasi pengabdi, permasalahan yang di alami saat ini yaitu: kurangnya pemahaman lansia dan keluarga terkait pertumbuhan dan perkembangan lansia serta proses degenerative yang dialami lansia dan stimulasi perkembangan lansia, belum optimalnya program posyandu yang telah dilakukan di wilayah kerja puskesmas kuranji serta tingginya angka kejadian lansia yang mengalami demensia yaitu sebanyak 71 %. Solusi : Peningkatan pemahaman lansia dan keluarga melalui kegiatan edukasi terkait pertumbuhan dan perkembangan lansia serta proses degenerative yang dialami lansia dan stimulasi perkembangan lansia, mengembangkan program stimulasi kognitif lansia terutama stimulasi kognitif dengan permaninan modifikasi puzzle. Edukasi di hadiri oleh 27 orang lansia dan 25 orang keluarga yang merawat lansia. Kegiatan dimulai dari tahap penyusunan proposal, perizinan dan persiapan pada bulan Juni – Desember 2024. Sebelum dilakukan sosialisasi dan latihan didapatkan bahwa sebahagian besar pengetahuan orang tua yaitu 52 % cukup, dan setelah diberikan edukasi yaitu 60 % baik. Terdapat penurunan rerata demensia pada lansia dengan adanya life review therapy modifikasi puzzle dengan rerata pretest menunjukkan 19 dan postest menunjukkan 24. Diharapkan life review therapy dengan modifikasi puzzle dapat memberikan informasi kepada masyarakat luas untuk mengatasi masalah kemandirian lansia yang mengalami penurunan fungsi kognitif.
LATIHAN MEMORI PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH DENGAN KEGIATAN MENGINGAT GAMBAR
Ausrianti, Rizka;
Rifka Putri Andayani;
Meria Kontesa;
Nurleny
JURNAL ABDI MERCUSUAR Vol. 5 No. 1 (2025): JURNAL ABDI MERCUSUAR
Publisher : LPPM Universitas MERCUBAKTIJAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36984/jam.v5i1.624
Latar Belakang : Bermain adalah metode yang menerapkan permainan atau mainan tertentu sebagai wahana pembelajaran siswa. Bermain adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk kesenangan bagi anak usia dini. Dengan bermain dapat memelihara perkembangan atau pertumbuhan secara optimal. Tebak gambar adalah suatu aktivitas bermain yang dilakukan dengan cara menebak gambar yang di cetak didalam kertas. Melalui tebak gambar dapat memberikan stimulasi untuk melatih daya ingat dan bahasa pada anak. Selain itu, memberikan pengetahuan baru pada anak. Tujuan pengabdian ini yaitu untuk menstimulasi perkembangan memori anak usia dini dengan permainan tebak gambar. Metode : Metode pelaksanaan yaitu dengan melakukan pendidikan kesehatan kepada guru dan orang tua siswa PAUD Tunas Bangsa dan terapi bermain yang diberikan kepada siswa PAUD Tunas Bangsa Kecamatan nanggalo. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 22 April 2025 di PAUD Tunas Bangsa. Sasaran pada kegiatan pengabdian ini adalah orang tua, guru serta siswa PAUD Tunas Bangsa Kecamatan Nanggalo. Hasil : Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 22 April 2025. Peserta dalam kegiatan pengabdian ini 3 orang guru, 7 orang Orang Tua siswa serta 9 Siswa PAUD Tunas bangsa. Peserta dapat menjelaskan Kembali tentang perkembangan pada anak usia dini serta siswa dapat melaksanakan permainan tebak gambar.
LATIHAN OTAGO UNTUK MENGATASI GANGGUAN KESEIMBANGAN DAN RESIKO JATUH
Yusriana, Yusriana;
Kontesa, Meria;
Nurleny;
Afrizal;
Ratna Lestari
JURNAL ABDI MERCUSUAR Vol. 5 No. 1 (2025): JURNAL ABDI MERCUSUAR
Publisher : LPPM Universitas MERCUBAKTIJAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36984/jam.v5i1.637
Latar Belakang: Lansia merupakan seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas dan memasuki tahap akhir dari fase kehidupannya. Seiring bertambahnya usia, tubuh manusia akan mengalami perubahan komposisi tubuh otot, tulang dan sendi. Terjadinya kemunduran dan perubahan morfologis otot menyebabkan perubahan fungsi otot, yaitu penurunan kekuatan, kontraksi otot, elastisitasotot, dan fleksibilitas otot. Sehingga akan mengakibatkan penurunan kemampuan untuk mempertahankan keseimbangan postural atau keseimbangan tubuh lansia. Saat ini banyak lansia yang kurang memperhatikan kemampuan fisiknya yang telah mengalami penurunan keseimbangan, penurunan otot tungkai bawah, penurunan penglihatan dan pendengaran, sehingga sangat beresiko jatuh. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan di RW VIII Kelurahan Korong Gadang Wilayah Kerja Puskesmas Kuranji Kota Padang pada tanggal 21 Oktober 2024, didapatkan 7 dari 10 orang lansia mengalami resiko jatuh dan gangguan keseimbangan. Salah satu terapi yang telah terbukti dapat memperbaiki keseimbangan tubuh dan resiko jatuh lansia adalah salah satunya yaitu dengan latihan OTAGO. Latihan OTAGO adalah program latihan fisik yang dirancang untuk mengurangi jatuh pada lansia. Program ini terdiri dari serangkaian latihan kekuatan dan keseimbangan yang disesuaikan untuk setiap individu. Latihan OTAGO berfokus pada peningkatan kekuatan otot tungkai bawah dan peningkatan keseimbangan, yang akan membantu lansia tetap aktif dan mandiri, serta mengurangi resiko jatuh yang dapat menyebabkan cidera serius. Tujuan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat si latihan OTAGO adalah melatih kekuatan otot lansia untuk meningkatkan keseimbangan tubuh dan mengurangi resiko jatuh. Metode: Metode dilakukan dengan memberikan edukasi tentang latihan OTAGO pada lansia untuk meningkatkan keseimbangan tubuh dan mengurangi resiko jatuh pada lansia. Kegiatan dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Kuranji Padang pada tanggal 4 sampai 8 Novemberr 2024. Jumlah lansia yang diberikan edukasi adalah 10 orang. Hasil: Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan lansia tentang masalah keseimbangan tubuh dan edukasi latihan OTAGO pada lansia untuk meningkatkan keseimbangan tubuh dan mengurang resiko jatuh pada lansia yaitu pengetahuan kurang baik sebelum diberikan edukasi 40% dan setelah diberikan edukasi terjadi peningkatan pengetahuan baik yaitu 80%. Setelah kegiatan pengabdian ini dilakukan, lansia diharapkan dapat menerapkan latihan jalan tandem pada lansia untuk meningkatkan keseimbangan tubuh dan mengurangi resiko jatuh pada lansia untuk mengontrol keseimbangan tubuh dan mengurangi resiko jatuh disamping menggunakan terapi farmakologis.
EFEKTIFITAS TERAPI KREASI MENGGAMBAR TERHADAP TINGKAT DEPRESI LANSIA
Ausrianti, Rizka;
Meria Kontesa
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Mercusuar
Publisher : Universitas Mercubaktijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36984/jkm.v8i1.601
Lanjut usia adalah tahapan akhir perkembangan hidup manusia. Persentase lansia Indonesia mengalami peningkatan setidaknya 4 persen selama lebih dari satu dekade (2010-2022) sehingga menjadi 11,75 persen. Indonesia saat ini sudah menuju kepada kondisi populasi menua dengan persentase lansia sebesar 9,7%. Prevelensi lansia Di Sumatera Barat berdasarkan kelompok umur yaitu 62,11% lansia muda, 27,57% lansia madya, 10,32 % lansia tua. Lansia rentan mengalami permasalah karena proses degenerative salah satu permasalahan psikologis yaitu depresi. Adapun salah satu cara mengatasi depresi pada lansia yaitu art therapi menggambar. Penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh kreasi menggambar terhadap tingkat lansia. Penelitian ini menggunakan metode Quasi-Eksperiment one Group pre-post desaign. Populasi dalam penelitian adalah lansia. Jumlah Sampel yaitu 25 lansia yang mengalami depresi. Teknik purposive sampling akan dilakukan untuk penentuan sampel. Instrument yang akan digunakan adalah kuesioner DASS 42. Hasil penelitian akan diolah dengan uji statistik T-Test. Hasil penelitian menunjukan bahwa rerata tingkat depresi lansia sebelum diberikan terapi menggambar 24,08, sedangkan sesudah diberikan terapi menggambar yaitu 18,08 serta pengaruh terapi menggambar terhadap tingkat depresi lansia dengan p value 0,001. Terdapat pengaruh terapi menggambar terhadap tingkat depresi lansia. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan salah satu program di posyandu lansia wilayah kerja Puskesmas Kuranji Padang
PENGARUH RELAKSASI AUTOGENIK TERHADAP TEKANAN DARAH LANSIA PENDERITA HIPERTENSI
Yusriana, Yusriana;
Kontesa, Meria;
Afrizal, Afrizal;
Lestari, Ratna
Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2025): Volume 4, Nomor 3, Juni 2025
Publisher : STIKES Dian Husada Mojokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56586/pipk.v4i3.470
Tekanan darah lansia cenderung tinggi sehingga lansia lebih besar beresiko terkena hipertensi. Hasil Riskesdas (2018) jumlah kasus hipertensi di Indonesia 63.309.620, Sumatera Barat 25,16% dan Kota Padang 44.330. Angka hipertensi pada lansia terdapat di Puskesmas Andalas Kota Padang urutan pertama 14.161 dan lansia yang mendapat pelayanan Kesehatan terbanyak 2.947 pada tahun 2023. Relaksasi autogenik merupakan suatu keadaan dimana seseorang merasakan bebas mental dan fisik dari ketegangan serta stres. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh relaksasi autogenik terhadap tekanan darah lansia penderita hipertensi di Kelurahan Andalas Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Padang. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimen menggunakan pendekatan One-Group Pretest-Posttest design untuk mengetahui tekanan darah sebelum dan sesudah melakukan relaksasi autogenik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2023- Agustus 2024, dengan pengambilan data dilakukan pada 1-6 Agustus 2024. Populasi penelitian adalah 92 orang lansia yang mengalami hipertensi di Kelurahan Andalas. Sampel diambil secara purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang di tetapkan sebanyak 11 sampel. Hasil penelitian diperoleh tekanan darah MAP (Mean Arterial Pressure) sebelum diberikan relaksasi autogenik 117,73 (SD=5,533), sesudah diberikan relaksasi autogenik 101,55 (SD=2,162). Uji T-Test menunjukan p value=0,000, yang mengidentifikasikan adanya pengaruh relaksasi autogenik terhadap tekanan darah lansia penderita hipertensi di RW.05 Kelurahan Andalas Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Padang. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh relaksasi autogenik terhadap tekanan darah lansia penderita hipertensi di RW.05 Kelurahan Andalas Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Padang. Diharapkan bagi Kelurahan Andalas dalam pemberian pelayanan kesehatan, khususnya penanganan hipertensi pada lansia, relaksasi autogenik dapat dijadikan pengobatan nonfarmakologi untuk menurunkan tekanan darah
HUBUNGAN KEJADIAN HIPERTENSI DENGAN GANGGUAN FUNGSI KOGNITIF LANSIA DI PUSKESMAS IBUH PAYAKUMBUH TAHUN 2022
Kontesa, Meria;
Adha, Dedi;
Efendi, Zulham
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 6, No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30633/jsm.v6i1.1920
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah sistolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat/tenang. Gangguan fungsi kognitif merupakan masalah dengan kemampuan seseorang untuk berpikir, belajar, mengingat, menggunakan penilaian dan membuat keputusan. Hipertensi di Indonesia merupakan masalah kesehatan dengan prevalensi yang tinggi sebesar 34,1%. Prevalensi tertinggi di Kalimantan Selatan (44,1%), diikuti oleh Jawa Barat di urutan kedua dan Kalimantan Timur di urutan ketiga. Sumatera Barat sendiri provinsi dengan prevelensi hipertensi yang cukup tinggi sebanyak 22,6%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kejadian hipertensi dengan gangguan fungsi kognitif lansia di Puskesmas Ibuh Payakumbuh. Desain penelitian ini yaitu cross sectional, yang dilaksanakan tanggal 4-6 Agustus 2022. Sampel berjumlah 57 orang lansia, teknik pengambilan sampel yaitu non random sampling dengan accidental sampling. Alat ukur yang digunakan berupa kuesioner MMSE (Mini Mental State Examination) yang terdiri dari 11 pertanyaan. Hasil penelitian diperoleh lansia yang menderita hipertensi sebanyak 45 orang dan tidak hipertensi sebanyak 12 orang. Lansia yang memiliki riwayat hipertensi lebih banyak ditemukan pada lansia yang memiliki gangguan kognitif sedang 31 orang (78,9%). Berdasarkan analisis data dengan menggunkan uji chi-square didapatkan nilai p= 0,007 (p ≤ 0,05) artinya terdapat hubungan kejadian hipertensi dengan gangguan fungsi kognitif lansia di Puskesmas Ibuh Payakumbuh Tahun 2022. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara kejadian hipertensi dengan gangguan fungsi kognitif lansia di Puskesmas Ibuh Payakumbuh Tahun 2022. Saran diharapkan adanya program positif yang dapat dilakukan oleh lansia agar lansia dapat mengisi waktu luang agar dapat meningkatkan fungsi kognitif lansia.Kata Kunci : Hipertensi, Gangguan Fungsi Kognitif, MMSE.
MANAJEMEN NYERI PADA LANSIA RHEUMATOID ARTHRITIS DENGAN SENAM REMATIK DI RW 04 KURAO PAGANG DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NANGGALO PADANG
Kontesa, Meria;
Yolanda, Yola;
Febriyanti, Febriyanti;
Adha, Dedi;
Ristia Putri, Vivi;
Maisa Putri, Wenti
Jurnal Abdimas Saintika Vol 4, No 2 (2022): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30633/jas.v4i2.1622
Lanjut usia pada umumnya akan mengalami berbagai penurunan fungsi biologis, psikologis,sosial dan ekonomi. Perubahan ini akan memberikan pengaruh pada seluruh aspekkehidupan, termasuk kesehatan atau muncul berbagai macam penyakit. Penyakit-penyakityang menyertai lansia antara lain adalah penyakit infeksi, trauma, penyakit endokrin danmetabolik, gastrointestinal, penyakit kardiovaskuler, stroke, gangguan pernafasan danpenyakit sendi. Penyakit sendi diantaranya adalah artritis gout (asam urat), osteoatritis, danartritis reumatoid (rematik). Latihan fisik yang baik untuk lanjut usia adalah denganberolahraga. Jenis olahraga yang bisa dilakukan untuk lansia salah satunya adalah senam.Senam yang dapat menjaga kesehatan lansia yang tergolong murah dan mudah untukdilakukan oleh lansia adalah senam bugar lansia. Dengan melakukan olahraga seperti senamrematik pada lansia dapat mencegah dan memperlambat penurunan fungsi organ tubuh padalansia. Tujuan dari kegiatan ini adalah manajemen nyeri pada lansia Rheumatoid Arthritis .Metode yang digunakan dalam pelaksanaan penyuluhan adalah ceramah, demonstrasi dandiskusi. Hasil dari penyuluhan ini adalah responden mampu mengatasi nyeri rematikdengan cara senam rematik.Kata Kunci : Manajemen Nyeri, Lansia, Rheumatoid Arthritis