Articles
Peningkatan Kemampuan Berhitung Melalui Media Spindex Box pada Anak Kelompok A
Natalia Siburian;
Rahmah;
Susi Herlinda
Jurnal Talenta : Journal of Early Childhood Education Vol. 12 No. 2 (2021): Vol. 12 No. 2 (2021): JOURNAL TALENTA VOL XII NO.2 DECEMBER 2021
Publisher : P3M STKIP ÁISYIYAH RIAU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (358.27 KB)
Masalah penelitian ini yakni kemampuan berhitung anak usia 4-5 tahun TK Mahanaim Minas masih tergolong rendah. Tujuan penelitian untuk mengetahui peningkatan kemampuan berhitung anak melalui media spindex box. Jenis penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Waktu penelitian dilaksanakan bulan Juni hingga Agustus 2021. Tempat penelitian di TK Mahanaim Minas, Kabupaten Siak. Subjek penelitian terdiri 11 anak usia 4-5 tahun. Hasil penelitian ini yakni adanya peningkatan kemampuan berhitung pada anak pada setiap siklusnya yang dilakukan hingga siklus II, sebagaimana peningkatan keseluruhan kemampuan berhitung anak mencapai perkembangan Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Saran diberikan kepada guru sebagaia masukan media spindex box dapat dijadikan alternatif belajar yang efektif dalam meningkatkan kemampuan berhitung anak usia 4-5 tahun.
CLEAN AND HEALTHY LIVING BEHAVIOR FOR 3-4 YEARS CHILDREN IN SRI MERANTI VILLAGE
Purniawati Purniawati;
Susi Herlinda;
Rahmah Rahmah
Jurnal Ta'lim : Journal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Keguruan Vol 9 No 1 (2021): TA'LIM JOURNAL VOL IX NO.1 JUNE 2021
Publisher : P3M STKIP 'Aisyiyah Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian deskriptif kualitatif, yaitu memaparkan data dari hasil penelitian. Penelitian ini langsung ditujukan terhadap anak dan orang tua sebagai sampel guna mendapatkan gambaran konkrit tentang Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Anak Usia 3-4 tahun di Posyandu Tampuk Manggis Kelopak Mambang RW 01 Kelurahan Sri Meranti Kecamatan Rumbai Pekanbaru. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data, menyusun data,atau mengklasifikasikannya, menganalisa dan menginterpretasikannya. Hasil penelitian menunjukan bahwasannya orang tua yang ada belum optimal dan menerapkan hidup bersih dan sehat. Anak kurang menjaga kesehatan dan kebersihan, nafsu makan anak secara umum sudah cukup baik walau ada juga anak yang pilih-pilih makanan, perkembangan gerak aktif anak sudah cukup baik walaupun ada dua orang anak yang terkadang malas. Perkembangan psikologi anak seperti sikap mandiri, percaya diri, dan sikap peduli dengan lingkungan dan orang disekitar sudah baik perkembangan sikap sosial dengan lingkungan tempat tinggalnya masih bersifat berubah-ubah sesuai suasana hati. Oleh karena itu, perlunya peran orang tua untuk membantu meningkatkan perkembangan sikap mandiri, percaya diri.
Regulasi Diri Anak Usia 5-6 Tahun Dalam Mengikuti Kegiatan Belajar Daring Di Tk Pembina
Efni Juniarti;
Susi Herlinda;
Herwina
Jurnal Ta'lim : Journal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Keguruan Vol 9 No 2 (2021): TA'LIM JOURNAL VOL IX NO.2 DECEMBER 2021
Publisher : P3M STKIP 'Aisyiyah Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (234.055 KB)
The problem of this research is that the self-regulation of children who take part in online learning activities has not yet achieved the development as expected. The purpose of this study was to determine the self-regulation of children aged 5-6 years in participating in online learning activities at the Pembina Kindergarten. The type of research is descriptive qualitative. The subjects of this study were parents of children aged 5-6 years totaling 8 people. The results of this study are that the attitude of children in managing themselves to always participate in online learning activities is good. The conclusion of this study is that children's self-regulation is classified as good, it can be seen that children are able to organize and plan their online learning activities well. As early childhood self-regulation is seen from metacognitive indicators, motivation and behavior that show they are good in participating in online learning activities. The advice given in this study is to schools to further enhance collaborative efforts between teachers and children's parents in online learning activities and improve children's self-regulation in learning.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN SENI RUPA MENGGUNAKAN MEDIA LOOSE PARTS DALAM PEMBELAJARAN BDR PADA ANAK KELOMPOK B.1
Elnia Regiani;
Rahmah;
Susi Herlinda
Jurnal Ta'lim : Journal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Keguruan Vol 9 No 2 (2021): TA'LIM JOURNAL VOL IX NO.2 DECEMBER 2021
Publisher : P3M STKIP 'Aisyiyah Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (276.839 KB)
This research is motivated by the difficulties of children when learning from home (BDR) during the covid-19 pandemic, where learning is only centered on teachers not on the interest needs of children learning, so there is boredom in children when learning art and less attractive learning media provided by teachers. So that there is no fun atmosphere when learning from home. This research aims to find out the Implementation of Fine Arts Learning Using Loose Parts Media in BDR Learning in Group B.1 Children in TK Tunas Harapan District Salo Kampar Riau Regency. This type of research is descriptive research with a qualitative approach. The data collection techniques used in this study are observation, interviews and documentation. The result of this research is that the implementation of fine art learning using loose parts media has been implemented and running as it should, artinya thatprills seni rupa can be done byusing media Loose Parts in BDR learning.. Based on the results of the research and the purpose of the study, the conclusion of this study is that the Implementation of Fine Arts Learning Using Loose Parts Media in BDR Learning in Children Group B.1 In Tk Tunas Harapan Salo District has been implemented and runs as it should be reviewed from aspect 1) Learning Objectives 2) Learning Materials, 3) Models or methods used 4) Media or sources used, 5) Evaluation of learning.
PERAN KOMUNIKASI VERBAL DALAM PEMEBELAJARAN PENENAMAN AKHLAK ANAK USIA 5-6 TAHUN
Rinawati;
Herwina;
Susi Herlinda
Jurnal Ta'lim : Journal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Keguruan Vol 9 No 2 (2021): TA'LIM JOURNAL VOL IX NO.2 DECEMBER 2021
Publisher : P3M STKIP 'Aisyiyah Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (283.875 KB)
The purpose of this research in general is to find out how the role of verbal communication in the cultivation of morals in children. This research is a qualitative research with descriptive method. Data was collected through interviews and observations and then compiled to form a research report. The results of the study that the role of verbal communication in the cultivation of morals can develop well. Instilling morals in early childhood can be done through learning methods in schools, many find religious material delivered through songs and videos which contain material related to morals. Inculcating morals in early childhood cannot be done only by giving advice, but also needs to be exemplified directly how the form of morals is. The use of verbal communication is one of the choices in efforts to inculcate morals in early childhood. Carrying out the role of verbal communication in inculcating children's morals is a shared responsibility between teachers and parents to instill the morals that are taught to educate children properly can be fulfilled.
MANAGEMENT OF FACILITIES AND INFRASTRUCTURE TK RIZKIA KIDS IN KAMPAR DISTRICT, RIAU PROVINCE
Nurfadillah;
Susi Herlinda;
Radhiyatul Fithri
Jurnal Ta'lim : Journal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Keguruan Vol 10 No 1 (2022): JURNAL TA'LIM VOL X NO.1 JUNI 2022
Publisher : P3M STKIP 'Aisyiyah Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58795/talim.v10i1.287
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui manajemen sarana dan prasarana di tk rizkia.Adapun pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan pengamatan, wawancara observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian yaitu (1) Perencanaan sarana dan prasarana yang di terapkan di TK Rizkia Kids sudah baik karena setelah dilakukan perencanaan hasil perencanaan tersebut dilaporkan keyayasan baru disetujui dan disahkan anggaran tersebut. (2) pengadaan sarana dan prasarana di TK Rizkia Kids dilakukan dengan cara menyesuaikan rencana sarana dan prasarana yang telah di sepakati dalam rapat yang telah dilakukan sebelumnya. (3) inventarisasi sarana dan prasarana di TK Rizkia Kids dalam proses inventarisasi hanya dilakukan pencatatan sarana dan prasarana pada suatu buku inventarisasi saja. (4) proses penyimpanan sarana dan prasarana di TK Rizkia Kids Kalau ADM sekolah disusun dengan rapi, apabila ada yang diperlukan bias diambil sesuai dengan tempatnya. (5) proses manajemen atau pemeliharaan sarana dan prasarana dilakukan setiap hari Kalau untuk penilaian anak di lakukan setiap hari tetapi untuk ADM lainnya dialkukan apabila di perlukan. (6) penghapusan sarana dan prasarana jika kondisi sarana dan prasarana sudah rusak Kalau sudah rusak di buat juga catatannya dan barangnya akan dibuang. (7) proses pengawasan sarana dan prasarana di TK Rizkia Kids proses pengawasan sarana dan prasarana dilakukan oleh pendidik
DAMPAK VIRUS COVID 19 DENGAN KEMANDIRIAN BELAJAR ANAK USIA DINI
Susi Herlinda
Jurnal Ta'lim : Journal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Keguruan Vol 10 No 1 (2022): JURNAL TA'LIM VOL X NO.1 JUNI 2022
Publisher : P3M STKIP 'Aisyiyah Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Independence is an important thing that must be nurtured from an early age. Children who are not independent can have bad consequences in the future. Educating children through activities during the COVID-19 pandemic whose activities are carried out at home can make students to study independently, assisted by parents at home. There are many activities that students can do during the COVID-19 pandemic, starting from their own activities to teaching materials provided by teachers through their parents. Children's independence will be able to develop when parents and people around them can provide motivation and stimulants so that students will be provoked to carry out their daily activities such as cleaning the bedroom, bathing themselves, doing their own assignments, going to the toilet alone to urinate and defecate. Covid 19 is a virus that spreads in several countries including Indonesia with symptoms of fever, cough and flu to shortness of breath. The impact of this virus initially only had an impact on the economic field, but now it has an impact on the education sector so that learning is carried out using Darring. Learning from home is certainly required by the readiness of students and parents so that learning continues as it should
MENINGKATKAN PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL MELALUI PERMAINAN KUCING JONGKOK PADA ANAK KELOMPOK B
Rahma;
Lisna Wati;
Susi Herlinda
Jurnal Talenta : Journal of Early Childhood Education Vol. 13 No. 1 (2022): TALENTA JOURNAL VOL XIII NO. 1 JUNE 2022
Publisher : P3M STKIP ÁISYIYAH RIAU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi hasil pengamatan dan pengalaman peneliti bahwa perkembangan Sosial Emosional di kelompok B RA Nurul Iman Kec. Minas Kab. siak masih didominasi oleh aktifitas klasikal dengan dominasi pada peran guru. Akibatnya suasana kelas monoton, pasif dan membosankan. Hal tersebut nampak dari motivasi belajar anak yang rendah, yang pada akhirnya kemampuan sosial emosional anak juga rendah, untuk membantu meningkatkan kemampuan sosial emosional peneliti membuat permainan kucing jongkok. Rumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah Apakah Permainan Kucing Jongkok dapat Meningkatkan Perkembangan Sosial Emosional pada anak kelompok B setelah diterapkan permainan Kucing Jongkok . Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subyek penelitian 10 anak kelompok B. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pra tindakan nilai rata-rata Perkembangan sosial emosional anak masih 5,3 setelah adanya tindakan disiklus I nilai rata-rata anak mulai naik menjadi 6,8 dan saat siklus II nilai rata-rata anak naik menjadi 9,3. Hal tersebut membuktikan bahwa permainan kucing jongkok dapat meningkatkan perkembangan sosial emosional anak.
MENGENALKAN KONSEP BILANGAN MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN
Widiana Putri;
Herwina;
Susi Herlinda
Jurnal Talenta : Journal of Early Childhood Education Vol. 13 No. 1 (2022): TALENTA JOURNAL VOL XIII NO. 1 JUNE 2022
Publisher : P3M STKIP ÁISYIYAH RIAU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan melalui kegiatan yang menarik yaitu melalui media Audio Visual. peneliti akan meneliti tentang bagaimana kemampuan anak mengenal konsep bilangan dengan baik dan cepat, hal ini dilakukan dengan merencanakan suatu media melalui online membuat video yang menarik untuk anak dapat mengenal konsep bilangan, dan dapat menghitung jumlah yang di share melalui aplikasi whatsapp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kemampuan anak usia 5 – 6 tahun di TK Negeri Satu Atap Tualang pada umumnya sudah baik, hal ini diketahui berdasarkan hasil observasi dan tinjauan peneliti ke rumah anak didik serta hasil wawancara dengan orang tua sebagai narasumber yang mengatakan bahwa anak sudah bisa mengenal angka walaupun ada beberapa yang masih perlu bimbingan. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa guru dan orang tua memiliki peran dan kerjsama dalam melatih anak mengenal konsep bilangan serta memberikan motivasi kepada anak agar mampu mandiri melakukan kegitan mereka sendiri tanpa bantuan orang lain.
Efektifitas Peran Guru Pendamping (Shadow Teacher) Anak Hiperaktif Dalam Proses Pembelajaran
Nopa Wilyanita;
Susi Herlinda;
Dian Restia Wulandari
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.11589
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan peran guru pendamping (Shadow Teacher) pada anak hiperaktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menjelaskan data yang diperoleh dari hasil penelitian dan mendeskripsikan apa adanya. Hasil penelitian sudah menunjukkan jika efektivitas peran teman sebaya dapat berjalan dengan baik, selain itu kriteria guru pendamping pendamping memiliki kemampuan memahami karakteristik dan keragaman ABK serta memahami cara penanganannya secara benar dan tepat. Selain itu, shadow teacher harus banyak bersabar, karena di hadapannya ada seorang anak dengan sifat dan perilaku yang berbeda dari anak normal. guru pendamping memiliki peranan yang sangat besar dalam pelaksanaan ataupun proses pembelajaran dimana perlunya koordinasi dengan guru biasa yang secara rutin masuk kelas dan menyampaikan materi pembelajaran terhadap tumbuh dan perkembangan anak untuk penanganan anak yang memiliki masalah dan kendala serta menentukan tindakan yang tepat. Secara keseluruhan anak yang memiliki ciri-ciri hiperaktif masih membutuhkan penangan secara berkesinambungan Meskipun tergolong anak berkebutuhan khusus, mereka juga berhak mendapatkan pendidikan, yang nantinya akan membantu anak-anak tersebut dalam perkembangan dan pertumbuhan akademiknya.