Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Briquette from Candlenut Shell Charcoal and Polypropylene Plastic Waste From The Kefamenanu Landfill Giovanny Robertho Wolfram Lake; Gebhardus D Gelyaman; Sefrinus M.D. Kolo
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jstk.v17i2.13738

Abstract

This research aimed to determine the optimum composition of polypropylene plastic and candlenut shell charcoal in briquettes production. The percentage of briquette mixture was CK100:0PP, CK75:25PP, CK50:50PP, CK25:75PP and CK0:100PP. The moisture content of the briquettes obtained was as follows CK100:0PP (6.33%), CK75:25PP (4.18%), CK50:50PP (2.63%), CK25:75PP (1.90%) and CK0: 100PP (0.77%). Ash content was CK100:0PP (0.51%), CK75:25PP (18.82%), CK50:50PP (9.09%), CK25:75PP (3.26%) and CK0:100PP (1.74%). The level of flying substances was CK100:0PP (33.53%), CK75:25PP (51.52%), CK50:50PP (52.37%), CK25:75PP (60.99%) and CK0:100PP (72.96%). Fixed carbon was CK100:0PP (59.63%), CK75:25PP (25.48%), CK50:50PP (35.91%), CK25:75PP (33.85%) and CK0:100PP (24.52 %). Calorific value was CK100:0PP (2,902.31 cal/gr), CK75:25PP (9,292.45 cal/gr), CK50:50PP (8,155.53 cal/gr), CK25:75PP (9,094.69 cal/gr) and CK0:100PP (10,808.30 cal/gr). Compressive strength was CK75:25PP (50.31 Kgf/cm2), CK50:50PP (44.67 Kgf/cm2), CK25:75PP (36.11 Kgf/cm2) and CK0:100PP (33.85 Kgf/cm2). The optimum composition of briquettes from a mixture of polypropylene plastic and candlenut shell charcoal was CK25:75PP.
Peningkatan Kualitas Pendidikan Melalui Praktikum Kimia Sederhana bagi Siswa/Siswi Kelas IPA SMA St. Paulus Weliman, Kabupaten Malaka: Pendidikan Patrisius Maryanto Bria; Sefrinus Maria Dolfi Kolo; Maria Gaudensiana Hoar
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 1 (2024): JAMSI - Januari 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1053

Abstract

Kualitas pendidikan menentukan nilai kedaulatan suatu bangsa. Oleh sebab itu, upaya mencerdaskan dan membentuk karakter generasi muda penerus bangsa, menjadi tangung jawab dari semua elemen negara. Salah satu cara yang dinilai ideal untuk meningkatkan kualitas Pendidikan adalah dengan memberikan teori diimbangi dengan percobaan-percobaan sederhana. Kegiatan praktikum kimia sederhana ini dilaksanakan di SMA St. Paulus Weliman denganjumlah siswa-siswi sebanyak 20 orang yang terdiri dari siswa/i dalam bidang sains 3 angkatan (siswa/i kelas X, XI dan XII IPA) dan 1 guru mata pelajaran kimia. Materi praktikum sederhana yang dibawakan yaitu Pembuatan Larutan, Pengujian karbohidrat dalam suatu bahan makanan dan pengenalan suatu larutan yang bersifat asam, basa dan netral Percobaan kimia sederhana ini diharapkan dapat membantu siswa-siswi dalam memahami materi kimia yang ditinjau dari segi eksperimen menggunakan bahan dan alat sederhana yang ada disekitar kita. Selain itu dari kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan di SMA St. Paulus Weliman dan dapat meningkatkan pemahaman serta keterampilan siswa dalam bidang sains. Kegiatan praktikum kimia sederhana ini dapat disimpulkan bahwa siswa-siswi kelas IPA mendapatkan pemahaman yang lebih setelah dilakukan praktikum ini, yang ditandai dengan meningkatnya nilai post-test dari nilai pretest sebelumnya.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI DIKLOROMETANA (DCM) DARI EKSTRAK BAKTERI SM10 BERSIMBIOSIS SPONS Stylissa massa Metriana Leon; Jefry Presson; Sefrinus Maria Dolfi Kolo; Lukas Pardosi
Journal of Chemical Science and Application Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jcsa.v1i1.3300

Abstract

Infeksi merupakan penyebab utama penyakit didaerah tropis. Infeksi dapat disebabkan oleh mikroorganisme seperti virus, bakteri jamur dan lainnya yang dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain ataupun dari hewan ke manusia. Resintensi bakteri patogen terhadap antibiotik yang sudah ditemukan telah menjadi masalah besar bagi dunia kesehatan menyebabkan perlu dilakukan eksplorasi senyawa baru yang memiliki aktivitas antibakteri. Salah satu sumber antibakteri adalah bakteri yang hidup bersimbiosis dengan organisme lain seperti spons. Pada penelitian ini dilakukan isolasi bakteri yang bersimbiosis dengan spons Stylissa massa yang diperoleh dari pulau Onggae, Rote. Isolat SM10 merupakan salah satu isolat yang diperoleh dari hasil isolasi bakteri simbion pada spons Stylissa massa. Berdasarkan uji antimikroba isolat SM10 memiliki potensi antimikroba karena memiliki spektrum luas terhadap bakteri uji. Pada identifikasi komponen senyawa kimia menggunakan GC-MS, ekstrak diklorometana mengandung senyawa 2-pentanon,4-hydroxy-4-methyl, eucalyptol, alpha-terpeniol dan cyclotrysiloxane dengan kelimpahan berturut 41,35 %, 31,15%, 1,01%dan 1,04%. Pada pengujian aktivitas antibakteri fraksi diklorometana isolat SM10 spons Stylissa massa, kemampuan daya hambat yag dihasilkan terhadap bakteri Escherichia coli sebesar 11,43 mm dan Staphylococcus aureus sebesar 13,14 mm. Bakteri yang bersimbiosis dengan spons Stylissa massa memiliki aktivitas antibakteri terhadapa bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI METANOL DARI EKSTRAK BAKTERI SM10 YANG BERSIMBIOSIS DENGAN SPONS Stylissa massa Anggelina Mokos; Jefry Presson; Sefrinus Maria Dolfi Kolo; Lukas Pardosi
Journal of Chemical Science and Application Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jcsa.v1i1.3430

Abstract

Penyakit infeksi disebabkan oleh bakteri pathogen seperti Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Bakteri patogen ini telah resisten terhadap penggunaan antibiotik sehingga menjadi masalah dalam dunia kesehatan. Eksplorasi dan pengembangan sumber antibiotik baru sangat diperlukan, salah satunya yang berasal dari spons laut. Contoh spons diperoleh dari Perairan Oenggae, Pulau Rote. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis senyawa-senyawa yang terkandung dalam ekstrak metanol pada bakteri simbion spons Stylissa massa dan juga untuk mengetahui aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Metode yang digunakan untuk isolasi spons adalah metode pengenceran berseri, fraksinasi menggunakan pelarut diklorometana dan metanol, sedangkan metode untuk uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram dan identifikasi senyawa mengunakan GC-MS. Penelitian ini menggunakan isolat bakteri SM10 ekstrak metanol dan menunjukkan adanya kemampuan antagonis terhadap bakteri uji Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Analisis GC-MS menghasilkan 50 puncak senyawa dengan 3 senyawa dominan yaitu Eucalyptol 55,92 %, Cyclohexene, 1methyl-4 (1methylethenyl)-(s) 2,35 %, L-.alpha.-Terpineol 1,71 %. Uji aktivitas antibakteri ekstrak metanol isolat bakteri SM10 terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli tergolong sangat kuat, dengan diameter zona hambat berturut-turut adalah 13,46 dan 11,30 mm.
Sintesis Bioetanol Dari Limbah Pinang (Areca catechu L.) Dengan Microwave Irradiasi Menggunakan Katalis H2SO4 Oktaviani Nailheli; Sefrinus Maria Dolfi Kolo; Janrigo Klaumegio Mere; Bria, Patrisius Maryanto
Jurnal Redoks Vol. 9 No. 1 (2024): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v9i1.13930

Abstract

Permintaan energi menjadi salah satu tantangan utama dunia, termasuk Indonesia. Sektor industri, transportasi, dan kebutuhan rumah tangga mengalami pertumbuhan yang pesat. Hal ini berbanding terbalik dengan penurunan produksi minyak bumi domestik secara alami. Konsekuensinya, krisis energi, penipisan cadangan bahan bakar fosil (energi tak terbarukan), dan kenaikan harga bahan bakar global menjadi tak terhindarkan. Dalam beberapa tahun terakhir, telah dilakukan penelitian untuk mendapatkan bahan bakar alternatif dari sumber daya alam terbarukan seperti bioetanol. Bioetanol adalah salah satu jenis sumber energi terbarukan yang saat ini masih dikembangkan sebagai bahan bakar alternatif. Dalam penelitian ini, dilakukan produksi bioetanol dari limbah sabut aren dengan tujuan mengetahui pengaruh waktu hidrolisis menggunakan microwave terhadap kadar etanol yang dihasilkan. Metode penelitian ini terdiri dari persiapan sampel, hidrolisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis, analisis kualitatif etanol menggunakan larutan kalium dikromat, dan analisis kuantitatif etanol menggunakan HPLC. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan kadar gula reduktan tertinggi yang diperoleh pada waktu hidrolisis 60 menit sebesar 41,1 g/L. Analisis kualitatif menggunakan kalium dikromat menunjukkan adanya etanol dalam fermentasi sabut aren ditandai dengan perubahan warna larutan kalium dikromat dari oranye menjadi biru saat ditambahkan ke hasil fermentasi. Dengan menggunakan konsentrasi inokulum 8%, diperoleh kadar etanol 18,88% yang dianalisis menggunakan HPLC.
Sintesis Bioetanol Dari Limbah Kulit Pisang Kepok Dan Limbah Sabut Pinang Sebagai Energi Terbarukan Bria, Patrisius Maryanto; Sefrinus Maria Dolfi Kolo
Jurnal Redoks Vol. 9 No. 1 (2024): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v9i1.14653

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang produksi bioetanol dari limbah kulit pisang kepok dan limbah sabut pinang sebagai energi terbarukan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui berapa kadar gula pereduksi dan kadar bioetanol yang dihasilakan dari kulit pisang dan sabut pinang. Penelitian ini meliputi preparasi sampel, hidrolisis, fermentasi, distilasi, analisis kualitatif dan kuantitatif bioetanol. Kadar gula pereduksi yang diperoleh dari penelitian ini sebesar 57,88 g/L pada perlakuan KP.75%:SP.25%. Hasil analisis kualititatif positif mengandung bioetanol yang ditandai dari perubahan warna jingga menjadi hijau kebiruan dan konsentrasi bioetanol dari uji kuantitatif menggunakan hand refracrometer sebesar 39 % v/v.
Potensi Biomassa Laut Asal Pulau Timor Sebagai Bahan Baku Produksi Bioetanol Untuk Mengatasi Masalah Krisis Energi Dalam Mewujudkan Substainble Development Goals 7 Mikson Nahak; Sefrinus Maria Dolfi Kolo; Bria, Patrisius Maryanto
Jurnal Redoks Vol. 9 No. 2 (2024): REDOKS JULI - DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v9i2.15348

Abstract

Pantai Atapupu dan Pantai Bolok yang berada di pulau Timor NTT sangat melimpah akan biomassalautnya. Namun kelimpahan biomassa laut yang ada di pulau Timor NTT tidak dimanfaatkan olehmasyarajat setempat sebagai bahan pangan dan masyarakat setempat hanya menganggap sebagailimbah yang merusak estetika pantai. Namun jika ditelusuri kandungan karbohidrat dari biomassabimassa tersebut sangat tinggi yakni mencapai 77%. Kandungan yang tinggi ini sangat berpotensiuntuk dikonversi menjadi bioetanol melalui proses hidrolisis menggunakan katalis asam, fermentasidan pemurnian (distilasi) untuk mengatasi masalah krisis energi dalam mewujudkan substainbledevelopment goals 7. Metode yang tepat untuk konversi biomassa laut yang berada di pulau TimorNTT yakni hidrolisis menggunakan katalis asam sulfat 3%, waktu pemanasan 50 menit, suhupemanasan 150C untuk menghasilkan kadar gula berkisar hingga 97,1 g/L. Sedangkan fermentasiterbaik dilakukan selama 7 hari menggunakan konsentrasi inokulum ragi 12% pada pH 4,5 untukmemperoleh bioetanol dengan konsentrasi berkisar hingga 43,40%. 0
Antibacterial Activity of Malaleuca Leucadendron Linn Essential Oil from North Central Timor Against Escherichia coli and Staphylococus Aureus Kolo, Sefrinus M.D.; Mere, Janrigo Klaumegio; Klau, Emirensiana H.; Obenu, Noviana M.
Indonesian Journal of Chemical Research Vol 11 No 3 (2024): Edition for January 2024
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ijcr.2024.11-sef

Abstract

The eucalyptus plant (Melaleuca leucadendron Linn) is one of the essential oil production plants in the world. The plant has been widely used as an antiseptic and also for relieving colds, sore throat, and infections. This study aims to identify the whole essential oil compounds of this plant using GC-MS and test the antibacterial activity of the essential oil using the disc diffusion method. Based on the results of the GC-MS analysis of the essential oil content obtained by steam distillation and antibacterial test using discs diffusion method to Escherichia coli and Staphylococcus aureus, yielded 81 compound peaks with antibacterial activity analysis results classified as relatively very strong at 5 different concentrations. The results of the best antibacterial activity test were indicated by the diameter of the inhibition zone 26.42 ± 0.97 mm for Escherichia coli while Staphylococcus aureus 23.43 ± 2.09 mm at a concentration of 100%. The study of antibacterial compounds based on the 81-peak GC-MS analysis found that 8 compounds have been reported as antibacterial. These compounds belong to the terpenes group with total percentages of eucalyptol 20.97 %, terpineol 11.74 %, β-pinene 6.24%, 3-carene 1.95%, caryophyllene 4.96 %, (z)-geraniol 0.10%, farnesol 0.10%, and eugenol 0.18% respectively
Produksi Bioetanol sebagai Energi Terbarukan dari Rumput Laut Ulva reticulata Asal Pulau Timor Sefrinus Maria Dolfi Kolo; Jefry Presson; Pricilia Amfotis
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 17, No 2 (2021): September
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.17.2.45476.159-167

Abstract

Rumput laut dengan kandungan karbohidrat dan lipid yang tinggi dianggap menjadi sumber energi terbarukan generasi ketiga. Penelitian ini bertujuan menentukan kadar gula pereduksi optimum, mengetahui tekstur permukaan serbuk sebelum dan sesudah hidrolisis serta menentukan kadar etanol hasil fermentasi. Kandungan karbohidrat rumput laut Ulva reticulata dapat dikonversi menjadi gula heksosa dan pentosa (glukosa, arabinosa, ramnosa, dan xilosa) melalui hidrolisis asam. Campuran gula optimum hasil proses hidrolisis kemudian dikonversi menjadi etanol menggunakan ragi Saccharomyces cerevisiae. Fermentasi dilakukan dengan konsentrasi inokulum 10% (v/v) selama 5 hari pada temperatur 30 °C dan pH 4,5. Analisis tekstur permukaan sampel dilakukan dengan Scanning Electron Microscopy (SEM). Analisis gula pereduksi dilakukan dengan metode DNS (Dinitro salisilat). Analisis etanol dilakukan dengan uji kualitatif dan kuantitatif menggunakan metode berat jenis dan kromatografi gas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar gula pereduksi meningkat seiring meningkatnya suhu hidrolisis pada suhu      75 °C ke 150 °C (2,3 – 23,7 g/L) dan mengalami penurunan kadar pada suhu 175 °C menjadi 17,1 g/L. Hasil analisis dengan variasi konsentrasi terhadap waktu 30, 40, 50, dan 60 menit terlihat bahwa kadar gula pereduksi meningkat seiring meningkatnya waktu hidrolisis dari 30 menit sampai 50 menit yakni 23,7 – 33,4 g/L dan mengalami penurunan pada waktu 60 menit yakni 19,2 g/L. Kadar gula pereduksi optimum sebesar 33,4 g/L  pada suhu 150 °C dengan konsentrasi asam 2 % pada waktu hidrolisis 50 menit. Tekstur permukaan serbuk sebelum dan sesudah hidrolisis mengalami perubahan yang signifikan. Hasil uji kualitatif etanol hasil fermentasi dibuktikan dengan adanya perubahan warna dari jingga menjadi biru. Hasil uji kadar etanol dengan metode berat jenis yakni sebesar 1% dan metode kromatografi gas sebesar 5,02%. Bioethanol Production as Renewable Energy from Ulva Reticulata Seaweed from Timor Island. Seaweed with carbohydrate and lipid content is considered to be the third generation of renewable energy sources. The carbohydrate content of Ulva reticulata seaweed can be converted into hexose and pentose sugars (glucose, arabinose, ramnose, and xylose) through acid hydrolysis. The optimum sugar mixture resulting from the hydrolysis process is then converted to ethanol using Saccharomyces cerevisiae yeast. Fermentation was carried out with an inoculum concentration of 10% (v/v) for five days at a temperature of 30 °C and a pH of 4.5. Analysis of the surface texture of the sample was carried out by Scanning Electron Microscopy (SEM). Reducing sugar analysis was performed using the DNS (Dinitrosalicylate) method. Ethanol analysis was carried out by qualitative and quantitative tests using specific gravity and gas chromatography methods. The results showed that the reducing sugar content increased with increasing hydrolysis temperature at 75 °C to 150 °C (2.3 – 23.7 g/L) and decreased levels at 175 °C to 17.1 g/L. The results of the analysis with various concentrations of 30, 40, 50, and 60 minutes showed that reducing sugar levels increased with increasing hydrolysis time from 30 minutes to 50 minutes, namely 23.7 – 33.4 g/L and decreased at 60 minutes, namely 19.2 g/L. The optimum reducing sugar content was 33.4 g/L at 150 °C with an acid concentration of 2% at 50 minutes of hydrolysis. Powder surface texture before and after hydrolysis experienced significant changes. The qualitative test results of fermented ethanol are evidenced by a change in color from orange to blue. The results of the ethanol content test using the specific gravity method were 1%, and that using the gas chromatography method was 5.02%.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI DIKLOROMETANA DARI EKSTRAK BAKTERI SM4 YANG BERSIMBIOSIS DENGAN SPONS Stylissa massa Liem, Noviana Animra; Presson, Jefry; Kolo, Sefrinus Maria Dolfi; Pardosi, Lukas
Journal of Chemical Science and Application Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jcsa.v1i2.3148

Abstract

Penelitian tentang uji antibakteri dari bakteri yang bersimbiosis dengan spons Stylissa massa telah berhasil dilakukan. Spons Stylissa massa diperoleh dari perairan Oenggae, Pulau Rote dengan metode yang digunakan untuk isolasi bakteri adalah metode pengenceran berseri, fraksinasi dengan pelarut diklorometana, uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram dan identifikasi senyawa mengunakan GC-MS. Salah satu bakteri simbion yang diisolasi dari spons Stylissa massa adalah Isolat bakteri SM4 yang menunjukkan adanya aktivitas antagonis terhadap bakteri patogen Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Analisis komponen senyawa dengan GC-MS menunjukkan tiga senyawa dominan yaitu senyawa 2-Pentanone, 4-hydroxy- 4-methyl, Oxylene (Benzene, 1,2 dimethyl) dan 2,4 dihydroxybenzaldehyde dengan kelimpahan berturut-turut sebesar 51,30 %, 2,79%, dan 1,22 %. Uji aktivitas antibakteri ekstrak diklorometana isolat bakteri SM4 tergolong sangat kuat, dengan diameter zona hambat terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus sebesar 12,60 mm dan Escherichia coli sebesar 11,36 mm.