Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI METANOL DARI EKSTRAK BAKTERI SM4 YANG BERSIMBIOSIS DENGAN SPONS Stylissa massa Naimuni, Fransiskus Xaverius; Presson, Jefry; Kolo, Sefrinus Maria Dolfi; Pardosi, Lukas
Journal of Chemical Science and Application Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jcsa.v1i2.3164

Abstract

Spons Stylissa massa merupakan salah satu sumber daya laut Indonesia yang berpotensi sebagai sumber antibakteri. Bakteri telah diketahui berasosiasi dengan spons dan memiliki kemampuan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis senyawa–senyawa yang terkandung dalam fraksi metanol pada bakteri simbion spons Stylissa massa dan aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri E.coli dan S .aureus. Metode yang digunakan untuk isolasi spons adalah metode pengenceran berseri dan fraksinasi menggunakan 2 pelarut yaitu metanol dan diklorometan. Sedangkan Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram sedangkan identifikasi senyawa menggunkan GC-MS. Penelitian ini menggunkan isolat Bakteri SM4 ekstrak metanol dan menunjukkan adanya kemampuan terhadap bakteri uji E. coli dan S. aureus. Analisis GC-MS menghasilkan 50 puncak dengan 3 senyawa dominan yaitu senyawa Phthalic acid, 2-isopropylphenyl methyl ester sebanyak 5,17%, senyawa m-Toluic acid, TMS derivative sebanyak 4,37% dan senyawa 2,4 Dihydroxybenzaldehyde, 2 TMS derivative sebanyak 3,17. Uji aktivitas antibakteri ekstrak metanol isolat bakteri SM4 terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus dan E.coli tergolong sangat kuat, dengan diameter zona hambat berturut - turut adalah 10,92 dan 11,62 mm.
SINTESIS METIL ESTER DARI MINYAK BIJI FEUN KASE (THEVETIA PERUVIANA) MENGGUNAKAN KATALIS NaOH DENGAN VARIASI WAKTU Talan, Dessy Debora; Presson, Jefry; Kolo, Sefrinus M. D
Journal of Chemical Science and Application Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jcsa.v2i1.3858

Abstract

Pencarian energi alternatif terus dilakukan sebagai bentuk upaya mengatasi berkurannya energi bahan bakar fosil. sintesis metil ester sebagai bahan bakar alternatif terbarukan dari minyak biji Feun Kase (Thevetia Peruviana) telah berhasil dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besar rendemen metil ester dari minyak biji Feun Kase berdasarkan variasi waktu, pengaruh variasi waktu terhadap mutu biodiesel dari minyak biji Feun Kase berdasarkan uji parameter yang dibandingkan dengan SNI 7182:2015. Penelian ini menggunakan sampel biji Feun Kase (Thevetia Peruviana). Metode yang digunakan dalam pengambilan minyak adalah ekstraksi dengan pelarut petroleum eter. Jenis alkohol yang digunakan pada reaksi transesterifikasi adalah metanol dengan perbandingan metanol dengan minyak (6:1). Katalis yang digunakan adalah katalis NaOH 1% b/b dengan variasi waktu 30 menit, 60 menit, 90 menit, 120 menit dan 150 menit. Metil ester yang dihasilkan diuji parameter berupa densitas, viskositas, bilangan asam, bilangan penyabunan, titik kabut, titik nyala. Hasil transesterifikasi dengan variasi waktu menghasilkan rendemen tertinggi pada waktu 90 menit sebesar 81,48%. Hasil uji parameter metil ester dari minyak biji Feun Kase nilai densitas sebesar 851 kg/m3, viskositas sebesar 4,34 mm2/s, titik kabut 6°C dan titik nyala 165°C telah memenuhi standar SNI 7182:2015 sedangkan bilangan asam sebesar 3,65 mg-KOH/gr, bilangan penyabunan sebesar 155,76 mg-KOH/gr belum memenuhi standar SNI 7182:2015.    
UJI ANTIBAKTERI DARI EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (Piper Betle L) ASAL KABUPATEN MALAKA TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli Kutiom, Richardus; Kolo, Sefrinus M.D; Edi, Eduardus
Journal of Chemical Science and Application Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jcsa.v2i1.4409

Abstract

Penelitian ekstrak daun sirih hijau (piper betle L) Dari Kabupaten Malaka dan uji antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli. Berdasarkan hasil penelitian tumbuhan daun sirih hijau sebagai tambahan obat untuk mengobati penyakit sariawan, perdarahan gusi, batuk, keputihan dan obat kulit. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri yang terdapat dalam daun sirih hijau terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Tahapan penelitian meliputi preparasi sampel, ekstraksi secara maserasi dan uji aktivitas antibakteri. Hasil uji aktivitas antibakteri ekstrak methanol daun sirih hijau di peroleh diameter zona hambat pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%. Yaitu 20,1933 ± 0,0513, 21,1900 ± 0,0100, 22,1433 ± 0,0404, 23,1767 ± 0,0252, dan 24,2533 ± 0,0058. Nilai diameter zona hambat ekstrak daun sirih hijau tergolong sangat kuat.
PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI KITIN DAN KITOSAN DARI LIMBAH SISIK IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS) Sanak, Maria Kotelma; Kolo, Sefrinus M. D; Batu, Matius Stefanus
Journal of Chemical Science and Application Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jcsa.v2i1.5197

Abstract

Kitosan adalah biopolymer alami dengan kelimpahan terbesar kedua setelah selulosa. Kitosan merupakan produk diestilasi kitin melalui proses reaksi kimia. Limbah sisik ikan nila (Oreochromis Niloticus) memiliki potensi untuk disintesis menjadi kitosan. Telah dilakukan isolasi kitosan dari limbah Ikan Nila. Produksi kitin dilakukan dengan proses deproteinasi dan demineralisasi. Biopolimer kitosan dihasilkan dari kitin melalui metode deasetilasi kitin menggunakan larutan basa (NaOH) dengan tujuan untuk menaikkan derajat deasetilasi (DD) dari kitosan. Dari hasil 4,50 g kitin diassetilasi menggunakan NaOH pada konsentrasi 50% diperoleh kitosan sebesar 3,87 g (86%). Deasetilasi kitosan tertingggi yaitu 63,92% pada perlakukan konsentrasi NaOH 50%. Analisa kadar air dan kadar abu serta penentuan viskositas kitosan telah memenuhu standar mutu kitosan. Kitin dan Kitosan diidentifikasi dengan  spektroskopi infra merah (FT-IR) menghasilkan kitosan dengan serapan khas kitosan pada panjang gelombang 3371,56 cm-1 1022,59 cm-1 dan 1454,74  cm-1.  
ANALISIS KANDUNGAN SENYAWA KIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KULIT BATANG SIRSAK (ANNONA MURICATA L) ASAL KABUPATEN TTU TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI ESCHERICHIA COLI Naitili, Imelda; Kolo, Sefrinus M. D; Mere, Janrigo Klaumegio
Journal of Chemical Science and Application Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jcsa.v2i2.8684

Abstract

Penyakit infeksi merupakan  keadaan  dimana  suatu mikroorganisme masuk ke dalam  tubuh  dan  berkembang biak  sehingga menimbulkan  penyakit. Faktor penyebab penyakit infeksi adalah pola hidup masyarakat yang kurang sehat sehingga menjadi pemicu kehadiran bakteri. Salah satunya adalah bakteri Escherichia coli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder dan menguji aktivitas antibakteri ekstrak kulit batang sirsak asal kabupaten TTU terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Tahapan Penelitian ini meliputi ekstraksi metabolit sekunder secara maserasi, skrining fitokimia dan yang terakhir adalah uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui ekstrak kulit batang sirsak mengandung metabolit tanin, flavonoid dan triterpenoid. Hasil uji antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dari 5 variasi konsentrasi menunjukkan bahwa ekstrak kulit batang sirsak dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Diameter penghambatan ekstrak kulit batang sirsak secara keseluruhan masuk dalam kategori sedang dengan diameter penghambatan tertinggi berada pada konsentrasi 100% yaitu sebesar 10,66± 0,57.
Pengaruh Konsentrasi Inokulum Terhadap Fermentasir umput Gajah (Pennisetum purpureum) Dalam Produksi Bioetanol Lite, Asriyana; Sefrinus Maria Dolfi Kolo; Eduardus Edi; Patrisius M. Bria
Jurnal Redoks Vol. 9 No. 2 (2024): REDOKS JULI - DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v9i2.16693

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai produksi bioetanol dari rumput gajah menggunakan metode hidrolisis kimiawi menggunakan katalis asam klorida (HCl). Penggunaan biomassa rumput gajah sebagai bahan baku karena memiliki potensi untuk dijadikan sebagai bahan baku dalam produksi bioethanol sebagai energy terbarukan. Pada proses hidrolisis dilakukan optimasi pada variasi waktu pemanasan sedangkan pada proses fermentasi dilakukan optimasi pada variasi konsentrasi inokulum. Hidrolisat yang diperoleh pada proses hidrolisis selanjutnya dilakukan analisis gula pereduksi menggunakan metode DNS pada instrumen UV-Vis. Waktu pemanas yang menghasilkan kadar gula tertinggi digunakan untuk proses fermentasi. Bioetanol yang dihasilkan dari proses fermentasi dimurnikan menggunakan alat distilasi bertingkat. Kadar gula pereduksi yang diperoleh pada penelitian ini sebesar 53,54 g/L pada waktu pemanasan 60 menit. hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat kandungan bioetanol karena terjadi perubahan warna dari jingga menjadi biru pada hasil analisis kualitatif bioetanol. Konsentrasi bioetanol tertinggi diperoleh pada konsentrasi inokulum 8% yaitu sebesar 45% yang dianalisis menggunakan alat hand refractometer dan 42,92% yang dianalisis menggunakan GC-FID.
Pengaruh Suhu Dan Waktu Hidrolisis Biji Alpukat (Persea americana M.) Menggunakan Katalis Hcl Terhadap Produksi Bioetanol Yovita Nonseo; Sefrinus M. Kolo; Janrigo K. Mere; Patrisius Maryanto Bria
Jurnal Redoks Vol. 10 No. 1 (2025): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v10i1.16700

Abstract

Peningkatan populasi yang tinggi serta perkembangan industri mengakibatkan konsumsi energi yang semakin tinggi yang berdampak pada terjadinnya krisis energi. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dikembangkan energi terbarukan seperti bioetanol. Bioetanol dapat diproduksi dari bahan baku yang mengandung karbodidrat seperti biji alpukat. Biji alpukat memiliki kandungan karbohidrat sebesar 29,6%. Kebaruan dari penelitian ini yaitu menggunakan biji alpukat yang dikonversi menjadi bioetanol dengan bantuan katalis asam klorida (HCl). Pada proses hidrolisis dilakukan optimasi pada variasi waktu dan suhu pemanasan. Hidrolisat yang diperoleh selanjutnya dilakukan analisis gula pereduksi menggunakan metode DNS pada instrumen UV-Vis. Waktu dan suhu pemanas yang menghasilkan kadar gula tertinggi digunakan untuk proses fermentasi. Bioetanol yang dihasilkan dari proses fermentasi dimurnikan menggunakan alat distilasi bertingkat. Kadar gula pereduksi yang diperoleh pada penelitian ini sebesar 83,32 g/L pada waktu pemanasan 60 menit dan suhu 2500C. hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat kandungan bioetanol karena terjadi perubahan warna dari jingga menjadi biru pada hasil analisis kualitatif bioetanol. Konsentrasi bioetanol yang dianalisis menggunakan hand refractometer sebesar 70% dan 42,92% yang dianalisis menggunakan GC-FID.
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN SIRIH HITAM TERHADAP BAKTERI Escherichia coli Florida Manek; Janrigo Klaumegio Mere; Sefrinus Maria Dolfi Kolo
Dalton : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia Vol 7, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/dl.v7i3.16477

Abstract

Peningkatan resistensi antibiotik merupakan tantangan serius dalam dunia medis. Menyikapi kondisi ini, penelitian terus dilakukan untuk mencari kandidat antimikroba baru yang aman dan efektif. Sirih hitam adalah tanaman obat yang telah dikenal memiliki khasiat dalam menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi potensi bioaktif ekstrak etil asetat daun sirih hitam asal Pulau Timor sebagai antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli. Berdasarkan hasil skrining fitokimia, diketahui bahwa ekstrak etil asetat daun sirih hitam positif mengandung golongan senyawa steroid, alkaloid, dan tanin. Uji pada bakteri menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat mampu menghambat pertumbuhan bakteri hingga kategori sangat kuat yaitu pada diameter 23,076 ± 0,04 mm pada konsentrasi 100%.
Bioremediasi Amoniak Feses Ayam Menggunakan Nitrobacter-Nitrosomonas di Kelompok Wanita Tani Nunapa Jaya, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur Gelyaman, Gebhardus Djugian; Kolo, Sefrinus Maria Dolfi; Benu, Didi Prasetyo; Christanti, Cindy Claudia; Edi, Eduardus; Batu, Matius Stefanus; Mere, Janrigo Klaumegio; Adu, Risna Erni Yati; Talan, Veronika Sofia Jaquelin
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): JIPPM - Juni 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jippm.799

Abstract

Ketergantungan petani di Kabupaten Timor Tengah Utara terhadap pupuk urea sangat tinggi, namun ketersediaannya terbatas. Selain itu, pemahaman petani dalam mengolah bahan mentah menjadi pupuk substituen urea masih rendah sehingga meningkatkan kelangkaan pupuk dan menurunkan produktivitas petani. Pupuk urea dapat digantikan dengan nitrat hasil olahan amoniak dari limbah feses ayam broiler melalui teknologi bioremediasi dengan bakteri Nitrobacter dan Nitrosomonas. Tujuan pengabdian ini adalah memperkenalkan teknologi bioremediasi Nitrobacter-Nitrosomonas kepada Kelompok Wanita Tani Nunapa Jaya Kefamenanu. Metode yang digunakan meliputi survei, sosialisasi, praktik, dan evaluasi pada 12 responden dengan analisis deskriptif. Pengabdian dilaksanakan pada bulan maret – mei 2025. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi persentase perubahan pengetahuan terhadap pemanfaatan Nitrobacter dan Nitrosomonas yaitu 100% responden mengenal teknologi bioremediasi. Persentase perubahan pengetahuan responden terhadap dampak negatif tingginya kadar amonia bagi lingkungan adalah 83%. Perubahan responden yang mengetahui teknik pengolahan feses ayam menjadi pupuk adalah 67%. Perubahan pengetahuan terhadap jenis dekomposer feses ayam sebanyak 67%. Perubahan presentasi intensitas Odor (sangat tinggi menjadi tidak ada) feses ayam menurut responden adalah sebanyak sebesar 91,67%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berkontribusi penting dalam mengatasi kelangkaan pupuk di daerah pertanian dengan pendekatan inovatif, ramah lingkungan. Implikasi dari kegiatan ini adalah pemberdayaan petani secara langsung, potensi substitusi urea, pengolahan limbah ternak, pengembangan teknologi lokal dan dampak positif terhadap lingkungan.
Analisis Nilai Gizi Dan Nilai Ekonomi Hasil Olahan Pisang Dan Kacang Hijau Lokal Malaka Menjadi Makanan Tambahan Bagi Balita Taena, werenfridus; Jefrianus Nino; Maria Paula Marla Nahak; Ismi Andari; Deseriana Bria; Anggelina Delviana Klau; Sefrinus M.D. Kolo
Ekopem: Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 7 No. 3 (2025): Jurnal Ekonomi Pembangunan
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jep.v7i3.10570

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan gizi dan nilai ekonomi olahan pisang dan kacang hijau lokal Malaka menjadi tepung sebagai makanan tambahan bagi balita. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen dan metode survei, yang dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2023. Analisis data menggunakan analisis laboratorium untuk mengukur kandungan gizi produk olahan pisang dan kacang hijau, dilanjutkan dengan analisis ekonomi yang meliputi: analisis kelayakan ekonomi, harga pokok penjualan, dan break event point. Hasil analisis laboratorium menemukan bahwa kandungan unsur gizi makro (karbohidrat) pada pisang dan kacang hijau lokal Malaka lebih tinggi dari standar kebutuhan minimum, dan protein pada kacang hijau lebih tinggi dari standar kebutuhan minimu; sedangkan kandungan lemak lebih rendah pada pisang dan kacang hijau lokal Malaka dibanding standar kebutuhan minimum. Kandungan unsur mikro (Kalium dan Zat Besi) lebih tinggi dari kebutuhan minimal balita, sedangkan kandungan Kalsium masih lebih rendah. Hasil penelitian juga menemukan bahwa secara ekonomi produk olahan kacang hijau dan pisang lokal Malaka layak secara ekonomi untuk diusahakan dengan nilai R/C ratio sebesar 1,3 dan harga pokok penjualan sebesar Rp 133.455 per kilogram dengan break event point pada harga Rp 92.876 per kilogram. Disarankan agar proses pengolahan dapat meminimalisir kehilangan lemak dan produk olahan pisang-kacang hijau difortifikasi dengan abon ikan atau sapi untuk meningkatkan kandungan kalsium; juga disarankan agar proses penjualan dalam kemasan yang lebih kecil agar harga terjangkau oleh masyarakat umum.