Claim Missing Document
Check
Articles

Dinamika Komunikasi Antar Budaya Mahasiswa Asrama IAHN Gde Pudja Mataram ., Triwiyoso; Suardana, I Ketut Putu; Widaswara, Rieka Yulita
Widya Duta: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Budaya Vol 19 No 2 (2024): Widya Duta September 2024
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/wd.v19i2.3767

Abstract

This study highlights the dynamics of intercultural communication within the environment of IAHN Gde Pudja Mataram dormitory, which serves as a residence for students from diverse ethnic and cultural backgrounds. Located at Jl. Pancaka No. 7B Mataram, this dormitory is an integral part of the IAHN Gde Pudja Mataram campus, accommodating students from various regions of Indonesia, including Java, Bali, Maluku, and Lombok. The primary focus of the research is to identify, observe, and explore the dynamics of intercultural communication, the language proficiency of both students and faculty, and intercultural awareness in shaping harmonious and inclusive multicultural communication among dormitory residents. The research findings indicate that a high level of intercultural awareness among dormitory residents enables them to adapt their communication styles according to their respective cultural backgrounds, thereby reducing the risk of misunderstandings or miscommunication. Furthermore, this level of awareness also strengthens cooperation, tolerance, and harmony within the dormitory environment through activities such as communal work and collective prayers, creating a warm, inclusive, and safe atmosphere for all residents, both students and faculty alike. Observations of various activities conducted in IAHN Gde Pudja Mataram dormitory also illustrate the importance of this intercultural awareness in fostering harmonious and supportive relationships among dormitory residents. Thus, this research provides deep insights into how the dynamics of intercultural communication contribute to the formation of identity and social interaction within the rich cultural diversity context of Indonesia, as reflected in the IAHN Gde Pudja Mataram dormitory.
TRI HITA KARANA SEBAGAI LANDASAN FILSAFAT KOMUNIKASI DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA: PERSPEKTIF TEORI INTERAKSI SIMBOLIK Juliani, Komang; Suciani, Ni Nyoman; Andini, Desak Putu Adistya; Widaswara, Rieka Yulita
Samvada : Jurnal Riset Komunikasi, Media, dan Public Relation Vol 3 No 2 (2024): Samvada Nopember 2024
Publisher : IAHN Gde Pudja Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53977/jsv.v3i2.2156

Abstract

Tri Hita Karana is a Hindu communication philosophy which consists of human relationships with God (Parahyangan), relationships between humans (Pawongan), and human relationships with nature (Palemahan). Tri Hita Karana is implemented by Buwun Sejati Hindus in developing their village as a tourist village. This research is located in the tourist village of Buwun Sejati. The research focus is on the implementation of Tri Hita Karana as a communication philosophy, and its relationship with symbolic interaction theory. The research method is a qualitative descriptive method, where the research findings will be narrated in words. The results of the research show that the implementation of Tri Hita Karana carried out by Buwun Sejati Hindus includes the implementation of the Parahyangan concept in the communal prayer ritual to commemorate the holy Nyepi holiday. The implementation of a life full of tolerance carried out by Hindus as the implementation of pawongan is by maintaining security carried out by pecalang during the Friday prayers of Muslims. The concept of weakening was implemented by the Buwun Sejati Hindu community who were also members of the Hindu religious instructors in tree planting movement activities in the West Lombok area, one of which was in Buwun Sejati Village. The relationship between the Tri Hita Karana concept and the theory of symbolic interaction in the development of the Buwun Sejati natural tourism village includes symbols in culture, meaning in social relations, the process of negotiating meaning, respect for nature, and finally cultural identity.
Strategi Komunikasi Public Relations RRI Mataram dalam Mensosialisasikan Transformasi Digital di Era Konvergensi Media Widaswara, Rieka Yulita; Dasih, I Gusti Ayu Ratna Pramesti
Sadharananikarana: Jurnal Ilmiah Komunikasi Hindu Vol 7 No 01 (2025)
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53977/sadharananikarana.v7i01.2530

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi komunikasi yang diterapkan oleh Public Relations RRI Mataram dalam mensosialisasikan transformasi digital di era konvergensi media. Transformasi ini melibatkan pergeseran dari penyiaran konvensional menuju pemanfaatan platform digital, yang menuntut pendekatan komunikasi yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap perkembangan teknologi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis menggunakan teori konvergensi media, yang menjelaskan integrasi antara media lama dan media baru dalam menyampaikan pesan komunikasi secara efektif kepada khalayak yang semakin beragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Public Relations RRI Mataram meliputi publikasi informasi melalui media sosial, penyelenggaraan event seperti peluncuran logo baru, penyebaran berita terkini melalui siaran radio dan kanal digital, serta keterlibatan komunitas melalui kerja sama dengan instansi pemerintah, lembaga pendidikan, dan penyiaran iklan layanan masyarakat maupun iklan komersial. Strategi ini mencerminkan integrasi media tradisional dan digital dalam membangun citra serta menjaga eksistensi lembaga. Selain itu, RRI Mataram mengoptimalkan teknologi digital seperti audio-video streaming dan aplikasi RRI Play Go guna meningkatkan kualitas siaran dan memperluas jangkauan audiens. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang holistik, adaptif, kolaboratif, dan berbasis teknologi menjadi kunci keberhasilan RRI Mataram dalam menghadapi tantangan era digital yang dinamis dan kompetitif.
PEMBERDAYAAN EKONOMI PEREMPUAN HINDU MELALUI MANAJEMEN KOMUNIKASIKOMUNITAS SARATI YAJNA PATNI Prabadewi, Ida Ayu Made Ratih; Kariana, I Nengah Putra; Widaswara, Rieka Yulita; Pramesti Dasih, I Gusti Ayu Ratna
Waisya : Jurnal Ekonomi Hindu Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53977/jw.v4i2.3158

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana manajemen komunikasi yang diterapkan oleh komunitas Sarati Yajna Patni di Kota Mataram mampu mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan Hindu. Pendekatan teoritis yang digunakan adalah strategi manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling). Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi manajemen komunikassi POAC dijalankan secara terstruktur dan kontekstual dalam komunitas ini. Perencanaan dilakukan secara partisipatif dengan mengacu pada kebutuhan dan potensi lokal berbasis budaya keagamaan Hindu. Pengorganisasian dilakukan melalui pembagian kerja yang inklusif berdasarkan keterampilan perempuan, sedangkan tahap pelaksanaan menekankan pada edukasi spiritual dan teknis yang terintegrasi. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pendekatan reflektif dan spiritual yang memperkuat rasa tanggung jawab kolektif. Komunikasi yang digunakan tidak hanya bersifat interpersonal kelompok, tetapi juga simbolik dan spiritual, menginternalisasi nilai-nilai dharma, karma yoga, dan sevanam ke dalam praktik ekonomi. Pemberdayaan yang dicapai mencakup peningkatan kapasitas personal, kemandirian finansial, dan partisipasi aktif perempuan dalam ranah sosial-keagamaan. Setiap tahap POAC saling terhubung dan memperkuat satu sama lain, menjadikan manajemen komunikasi sebagai pendorong utama transformasi sosial dan ekonomi. Komunitas Sarati Yajna Patni menjadi model nyata bahwa manajemen komunikasi berbasis POAC, bila dipadukan dengan nilai-nilai budaya dan spiritual lokal, mampu menciptakan gerakan pemberdayaan ekonomi perempuan yang berkelanjutan, bermakna, dan transformatif
PEMBERITAAN MODERASI BERAGAMA DI DESA WISATA LOMBOK BARAT DALAM MEDIA ONLINE Rieka Yulita Widaswara
Media Bina Ilmiah Vol. 19 No. 1: Agustus 2024
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji pemberitaan moderasi beragama di desa wisata Lombok Barat. Lokasi penelitian yaitu di desa wisata Buwun Sejati kecamatan Narmada kabupaten Lombok Barat. Desa Buwun Sejati dijadikan desa wisata toleransi hal ini termuat dalam pemberitaan media online Mandalika Post, toleransi merupakan salah satu indikator dari moderasi beragama. Fokus penelitian yaitu pada aspek jenis dan proses penulisan berita moderasi beragama di desa wisata Buwun Sejati dalam media online Mandlika Post serta menganalisis implikasi pemberitaan moderasi beragama di desa wisata Buwun Sejati yang dimuat oleh media online Mandalika Post. Penelitian ini dirancang dalam deskriftif kualitatif, dengan menggunakan teori pengolahan berita dan teori Stimulus Organism Respon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis berita dalam pemberitaan moderasi beragama di desa wisata Buwun Sejati Lombok Barat adalah berita depth news, yakni berita mendalam, dimana jurnalis melakukan pengulasan lebih dalam mengenai kondisi desa wisata Buwun Sejati sehingga dicanangkan menjadi desa wisata toleransi. Proses penulisan dengan menggunakan teknik piramida terbalik dilengkapi dengan unsur 5W+1H, yaitu What, Where, When, Who, Why dan How. Implikasi pemberitaan moderasi beragama di desa wisata Buwun Sejati adalah bagaimana kerukunan dan kehidupan yang harmonis sebagai warga negara Indonesia terwujud di desa tersebut hal ini juga dilihat dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari dari empat indikator moderasi beragama yaitu Komitmen Kebangsaan, Toleransi, Anti Kekerasan dan Akomodatif terhadap Budaya Lokal
Pemeriksaan Kesehatan Reproduksi Bagi Ibu Untuk Mewujudkan Keluarga Sukhino Bhawantu Wiasti, Ni Komang; Dewi, Ni Luh Sinar Ayu Ratna; Prastiwi, Ni Wayan Wida Sasmining; Widaswara, Rieka Yulita
Dharma Sevanam : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : IAHN Gde Pudja Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reproductive health is an important aspect in creating a harmonious, prosperous, and happy family. Reproductive health checkups for mothers are not only related to medical aspects, but also have philosophical and spiritual meanings in maintaining family balance. In the Hindu perspective, the concept of Sukhino Bhawantu teaches that individual happiness and prosperity are the basis for creating social harmony. This study aims to describe the importance of reproductive health checkups for mothers in creating healthy, prosperous, and happy families in accordance with the values of Sukhino Bhawantu. The research method used is descriptive qualitative. The results of the study show that reproductive health checkups can prevent pregnancy complications, support family planning, and strengthen family resilience. Thus, efforts to provide reproductive health checkups for mothers are a form of actualizing the values of Sukhino Bhawantu in Hindu family life.
Agenda Setting Program Siaran Mimbar Agama Hindu TVRI NTB Dalam Mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045 Wijaya, I Putu Gandi Juni; Winata, I Dewa Komang Intaran Aditya; Widaswara, Rieka Yulita
Samvada : Jurnal Riset Komunikasi, Media, dan Public Relations Vol 4 No 2 (2025): Vol 4 No 2 (2025): Samvada November 2025
Publisher : IAHN Gde Pudja Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53977/jsv.v4i2.3307

Abstract

Towards the golden age of Indonesia in 2045, Indonesia's vision is to become a developed country and be on par with other superpower countries. This vision is also realized through television programs, namely Hindu religious pulpit broadcast programs located on TVRI NTB. The focus of the research is Hindu religion mimbar broadcast program materials, and their relationship to agenda setting theory. The research method is a qualitative descriptive method, where the research findings will be narrated in words. The results of the research show that Hindu religion mimbar broadcast program material that is relevant to efforts to realize the Vision of a Golden Indonesia 2045 includes, Religious Moderation from a Hindu Religious Perspective, the Relevance of Prayer Ethics in the Era of Globalization, Informal Education in Hindu Literature, Meditation to Build Humanistic Awareness, Hindu Religious Learning Media For Children with Special Needs, Sloka and Upakara Literacy from a Vedic Perspective. This is in line with the first pillar of development, namely human development and mastery of science and technology and in line with the development of science and technology, innovation, and people with religion and advanced culture. The Hindu religion mimbar broadcast program materials were obtained based on suggestions from resource persons, Hindu institutions in collaboration with TVRI NTB, and also adjusted to the overall Hindu Hindu religion mimbar broadcast program agenda map which was then selected based on the agenda setting meeting of Hindu religion mimbar broadcast program division. The Hindu religious platform as an electronic mass media program provides information to the public, especially Hindus, by prioritizing national unity and progress through the teachings of the Hindu religion.
Gaya Bahasa Presenter MetroTV di TikTok: Analisis Wacana Kritis Model Norman Fairclough Sanjaya, Ade Bangun; Widaswara, Rieka Yulita; Suardana, I Ketut Putu
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 8, No 2 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i2.403

Abstract

Abstract - The digital revolution has changed the way people consume information, including in the world of journalism. Social media such as TikTok has become a new space for mass media to deliver news. This study aims to analyze changes in journalistic communication patterns in the digital era, focusing on the language style of MetroTV Presenters on Tiktok social media. Using Norman Fairclough's Critical Discourse Analysis theory, this study analyzed four popular news videos selected through purposive sampling techniques. The results of the analysis show that the language style used is informal, humorous, and full of subtle satire. The three dimensions of Fairclough's analysis of linguistic texts, discourse practices, and socio-cultural practices show a transformation in news delivery. Presenters not only convey information, but also build closeness with young audiences through language that is relevant to popular culture and internet trends. In the digital era, the success of delivering journalistic messages depends on the media's ability to package content that is not only informative but also emotionally and socially appealing.Keywords: Critical Discourse Analysis; Style of Language; Digital Journalism; Social Media; MetroTV Abstrak - Revolusi digital telah mengubah cara masyarakat mengonsumsi informasi, termasuk dalam dunia jurnalistik. Media sosial seperti TikTok menjadi ruang baru bagi media massa dalam menyampaikan berita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan pola komunikasi jurnalistik di era digital yang berfokus kepada gaya Bahasa Presenter MetroTV di media sosial Tiktok. Menggunakan teori Analisis Wacana Kritis dari Norman Fairclough, penelitian ini menganalisis empat video berita populer yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa gaya bahasa yang digunakan bersifat informal, humoris, dan penuh sindiran halus. Ketiga dimensi analisis Fairclough teks linguistik, praktik diskursus, dan praktik sosial budaya menunjukkan adanya transformasi dalam penyampaian berita. Presenter tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun kedekatan dengan audiens muda melalui bahasa yang relevan dengan budaya populer dan tren internet. Dalam era digital, keberhasilan penyampaian pesan jurnalistik bergantung pada kemampuan media mengemas konten yang tidak hanya informatif tetapi juga menarik secara emosional dan sosial.Kata kunci: Analisis Wacana Kritis; Gaya Bahasa; Jurnalistik Digital; Media Sosial; MetroTV
IMPLEMENTASI AJARAN SAD GUNA DALAM UPACARA MUNGGAH TRUNA-TRUNI LAN MEPANDES BERSAMA DI INSTITUT AGAMA HINDU NEGERI GDE PUDJA MATARAM Wiasti, Ni Komang; Wirata, I Wayan; Sudarsini, Nengah; Saridewi, Desak Putu; Widaswara, Rieka Yulita; Prastiwi, Wida Samining
Bawi Ayah: Jurnal Pendidikan Agama dan Budaya Hindu Vol 17 No 1 (2026): Bawi Ayah: Jurnal Pendidikan Agama dan Budaya Hindu
Publisher : Fakultas Dharma Acarya IAHN-TP Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/ba.v17i1.1873

Abstract

The munggah truna, truni lan mepandes ceremony is part of manusa yadnya in Hinduism that signifies the process of individual maturation. In modern society, this ritual functions not only as a religious practice but also as a medium for ethical and character development. This article aims to examine the implementation of Sad Guna teachings in the collective performance of the Munggah Truna, Truni lan Mepandes ceremony at the Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram. This study employs a descriptive qualitative approach using observation and documentation techniques. Data were analyzed descriptively and analytically through the lens of behavior theory. The findings indicate that the collective ceremony serves as a means of habituating ethical behavior through ritual stimuli, participants’ responses, and social-religious reinforcement. Sad Guna values are internalized in the form of discipline, self-control, adherence to ritual procedures, and social responsibility. Furthermore, the ceremony demonstrates the role of a religious higher education institution in value education, community service, and the preservation of Hindu traditions and cultural identity.
Gaya Bahasa Presenter MetroTV di TikTok: Analisis Wacana Kritis Model Norman Fairclough Ade Bangun Sanjaya; Rieka Yulita Widaswara; I Ketut Putu Suardana
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i2.403

Abstract

Abstrak - Revolusi digital telah mengubah cara masyarakat mengonsumsi informasi, termasuk dalam dunia jurnalistik. Media sosial seperti TikTok menjadi ruang baru bagi media massa dalam menyampaikan berita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan pola komunikasi jurnalistik di era digital yang berfokus kepada gaya Bahasa Presenter MetroTV di media sosial Tiktok. Menggunakan teori Analisis Wacana Kritis dari Norman Fairclough, penelitian ini menganalisis empat video berita populer yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa gaya bahasa yang digunakan bersifat informal, humoris, dan penuh sindiran halus. Ketiga dimensi analisis Fairclough teks linguistik, praktik diskursus, dan praktik sosial budaya menunjukkan adanya transformasi dalam penyampaian berita. Presenter tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun kedekatan dengan audiens muda melalui bahasa yang relevan dengan budaya populer dan tren internet. Dalam era digital, keberhasilan penyampaian pesan jurnalistik bergantung pada kemampuan media mengemas konten yang tidak hanya informatif tetapi juga menarik secara emosional dan sosial. Kata kunci: Analisis Wacana Kritis; Gaya Bahasa; Jurnalistik Digital; Media Sosial; MetroTV
Co-Authors ., Triwiyoso Ade Bangun Sanjaya Andini, Desak Putu Adistya Anom Pancawati, Anom Pancawati Aribawa, Ida Bagus Brahmantari, Ni Ketut Arunika Dasih, I Gusti Ayu Ratna Pramesti Desak Putu Adistya Andini Fuad Noorzeha Garbani, Regina Anggi HARNIKA, NI NYOMAN I Dewa Bagus Pinatih I Gede Bayu Wijaya I Gede Dharmika I Gusti Agung Satria I Gusti Ayu Djulia Guswina I Gusti Ayu Pradnya Premasita Saraswati I Kadek Dwi Jendra Panida I Ketut Putu Suardana I Nengah Putra Kariana I Nengah Putra Kariana I Nyoman Kiriana I Nyoman Murba Widana I Nyoman Wijana I Wayan Sutama I Wayan Wirata Ida Ayu Made Ratih Prabadewi Ida Ayu Nyoman Sucindra Wira Ida Bagus Benny Surya Adi Pramana Ida Bagus Made Arjana IDA KADE SUPARTA John Abraham Ziswan Suryosumunar JOKO PRAYITNO Juliani, Komang Kariana, I Nengah Putra Komang Juliani Ni Luh Gede Mona Agustini Ni Luh Sinar Ayu Ratna Dewi Ni Made Sumiartini Putri Erdani Ni Nyoman Shinta Paramesti Lestari Ni Putu Ade Resmayani Ni Putu Mas Yudha Purwani Ni Putu Reni Permitasari Ni Putu Sasmika Dewi Ni Wayan Eka Wardani Ni Wayan Wida Sasmining Prastiwi Pancawati, Ni Luh Putu Anom Prabadewi, Ida Ayu Made Ratih Pramesti Dasih, I Gusti Ayu Ratna Prastiwi, Ni Wayan Wida Sasmining Prastiwi, Wida Samining Regina Anggi Garbani Sanjaya, Ade Bangun Saridewi, Desak Putu Sarlan, Yani Rosita Sayu Kadek Jelantik Suciani, Ni Nyoman Sudarsini, Nengah Suryantara, I Made Putra Swani, Ni Made Wanesari, Sayu Ketut Waru, Tenri Wiasti, Ni Komang Widiani, Ni Kadek Ayu Restu Wijana, I Nyoman Wijaya, I Putu Gandi Juni Winata, I Dewa Komang Intaran Aditya Yulanda Trisula Sidarta Yohanes Yuliandari, Ni Wayan Esty