p-Index From 2021 - 2026
5.811
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Pola Komunikasi Orang Tua Dan Anak Dalam Mengatasi Disharmoni Keluarga Lyra, Aquila Dinda; Rina, Nofha
eProceedings of Management Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga memiliki peran sentral dalam membentuk karakter, nilai-nilai, dan interaksi sosial individu. Sebagailingkungan pertama, keluarga memengaruhi pola komunikasi yang memengaruhi hubungan interpersonal.Komunikasi yang efektif dalam keluarga memberikan pemahaman mendalam, saling percaya, dan keterbukaan.Namun, disharmoni keluarga dapat timbul akibat ketidakcocokan pola komunikasi antara orang tua dan anak, memicukonflik dan ketidaknyamanan. Penelitian ini menganalisis pola komunikasi orang tua dan anak dalam mengatasidisharmoni keluarga, dengan fokus pada pola komunikasi yang mempengaruhi hubungan dalam menghadapitantangan tersebut. Sedangkan jenis penelitian ini ialah menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studikasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan beberapa keluarga yang mengalami disharmoni. Teknikanalisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif, dimana data yang didapatkan akan dilakukan analisis datasecara deskriptif dan dilakukan keabsahan data melalui teknik penyajian data, data display dan reduction data. Polakomunikasi yang baik dapat dibangun dengan memahami perbedaan dalam tahap perkembangan anak, menciptakanlingkungan keluarga yang terbuka dan penuh kepercayaan, serta membangun keterampilan komunikasi yang baik.KataKunci-Kata kunci sedapat mungkin menjelaskan isi tulisan, dan ditulis dengan huruf kecil, kecuali akronim. Kata Kunci-keluarga, pola komunikasi, orang tua, anak, disharmonisasi keluarga, hubungan interpersonal.
Pola Komunikasi Keluarga Dalam Menghadapi Persaingan Antar Saudara (Studi Deskriptif Pada Keluarga Dengan Jumlah Anak 3 Bersaudara) Purnama, Aulia Wulansari; Rina, Nofha
eProceedings of Management Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persaingan dalam keluarga merupakan suatu hal yang biasa terjadi terlebih ketika sebuah keluarga terdiri lebih dari 2saudara. Persaingan antar saudara timbul dimulai dari hal-hal kecil yang membesar dan bisa berlangsung lama. Dalamsebuah keluarga tentu terdapat komunikasi yang berlangsung, terlebih untuk menyelesaikan konflik tersebut. Makadalam penelitian ini dikaji bagaimana pola komunikasi yang terjalin dalam sebuah keluarga melalui konsep PolaKomunikasi Keluarga menurut Syaiful Djamarah diantaranya pola komunikasi otoriter, pola komunikasi demokratis,dan pola komunikasi fathernalistik (kebapakan). Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme yangdidukung dengan prinsip trianggualis. Penelitian ini didukung melalui hasil wawancara dengan beberapa informanyang memiliki keterkaitan dengan kasus persaingan antar saudara juga didukung dengan pernyataan psikolog ahliyang membantu memberi jawaban terkait pertanyaan-pertanyaan seputar persaingan antar saudara. Hasil daripenelitian mendapatkan bahwa pola komunikasi yang paling sering digunakan adalah pola komunikasi demokratis. Kata Kunci-persaingan antar saudara, keluarga, pola komunikasi.
Strategi Komunikasi Kesehatan Kader Posyandu Dalam Menurunkan Angka Stunting di Posyandu Desa Besuk Agung Ismi’ Aida, Thea Kirana; Rina, Nofha
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 11 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i11.4660

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi kesehatan yang diterapkan Kader Posyandu dalam upaya menurunkan angka stunting di Desa Besuk Agung, Kabupaten Probolinggo. Latar belakang penelitian ini adalah tingginya prevalensi stunting di wilayah pedesaan yang memerlukan intervensi komunikasi kesehatan yang efektif melalui kegiatan Posyandu. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam terhadap 10 informan (5 Kader Posyandu sebagai informan utama, 3 ibu balita sebagai informan pendukung, 1 Ketua TP PKK, dan 1 Pengelola Program Dinas Kesehatan sebagai informan ahli), serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi kesehatan Kader Posyandu mencakup lima komponen utama: (1) pemilihan komunikator yang memiliki etos, pathos, dan logos; (2) penyampaian pesan kesehatan melalui komunikasi verbal (bahasa Madura dan istilah sederhana) dan non-verbal (gesture, kontak mata, nada bicara pelan); (3) penggunaan media Buku KIA, speaker Masjid, telepon, dan WhatsApp; (4) penetapan komunikan anak usia 0-60 bulan tanpa diskriminasi status sosial-ekonomi; serta (5) dampak komunikasi yang menunjukkan perubahan kognitif, afektif, dan konatif ibu balita. Faktor pendukung keberhasilan meliputi kredibilitas Kader, konteks komunikasi yang sesuai, kejelasan pesan, dan kemampuan audiens. Sementara faktor penghambat utama adalah kepercayaan sebagian ibu terhadap mitos kesehatan tradisional. Kebaruan penelitian ini terletak pada identifikasi strategi komunikasi kesehatan berbasis kearifan lokal (penggunaan bahasa Madura dan adaptasi istilah medis) yang efektif dalam konteks pedesaan untuk perubahan perilaku kesehatan ibu balita.
Construction of gen Z political insights after watching 'Bacapres Bicara Gagasan' on YouTube Tabitha Hemastuti; Dasrun Hidayat; Zikri Fachrul Nurhadi; Nofha Rina
Jurnal ASPIKOM - Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 2 (2024): Jurnal ASPIKOM
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24329/aspikom.v9i2.1454

Abstract

All Indonesians, especially Generation Z, need to be politically literate, as they are the ones who will shape the nation’s future. Since Generation Z constituted the majority of voters in the 2024 election, understanding their political insights is crucial. Despite their digital fluency, many Gen Z individuals remain disengaged from formal political processes. This study aims to analyze how Generation Z constructs political insight after watching the Bacapres Bicara Gagasan program on YouTube. Using a qualitative phenomenological method, this research explores their cognitive, affective, and personal integration experiences. The findings reveal that the program provided new perspectives on politics and influenced how Gen Z evaluates presidential candidates. The study underscores the importance of media, especially YouTube, in enhancing youth political awareness and participation in the digital age.