p-Index From 2021 - 2026
6.369
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Interaksi : Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Komunikasi Jurnal InterAct Jurnal Kajian Komunikasi Jurnal Pendidikan Agama Islam Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi Cakrawala : Jurnal Humaniora Bina Sarana Informatika Nyimak: Journal of Communication Jurnal ASPIKOM Lontar : Jurnal Ilmu Komunikasi urnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT COMMED: Jurnal Komunikasi dan Media PRoMEDIA Jurnal Ilmiah LISKI (Lingkar Studi Komunikasi) MEDIALOG: Jurnal Ilmu Komunikasi LINIMASA: JURNAL ILMU KOMUNIKASI Jurnal Manajemen Komunikasi As-Syar'i : Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga Widya Komunika: Jurnal Komunikasi Pendidikan Medium : Jurnal Ilmiah Fakultas Ilmu Komunikasi Jurnal Darma Agung Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Acta Diurna: Jurnal Ilmu Komunikasi Charity : Jurnal Pengabdian Masyarakat Devotion: Journal of Research and Community Service Multidiciplinary Output Research for Actual and International Issue (Morfai Journal) Indonesian Journal of Social Science Research INTERNATIONAL JOURNAL OF CULTURAL AND SOCIAL SCIENCE Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Jurnal InterAct Eduvest - Journal of Universal Studies eProceedings of Management Indonesian Journal of Digital Public Relations Mediator: Jurnal Komunikasi Proceeding of Community Service and Engagement
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Penggunaan TikTok terhadap Self-Esteem dengan Social Comparison sebagai Variabel Mediasi pada Generasi Z di Kota Denpasar Meisya Dewi, Anak Agung Ayu; Rina, Nofha
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 8 No 4 (2025)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ganaya.v8i4.4957

Abstract

TikTok has become the dominant social media platform among Generation Z in Denpasar City. Its use has the potential to influence self-esteem through social comparison. This study examines the effect of TikTok use on self-esteem with social comparison as a mediating variable. Using a quantitative descriptive approach with SEM-PLS analysis on 383 TikTok users aged 18–24 years in Denpasar City. The study findings indicate that TikTok use has a significant positive effect on self-esteem (β = 0.632) and on social comparison (β = 0.421). Social comparison also has a significant negative effect on self-esteem (β = −0.089) and partially mediates the relationship between TikTok use and self-esteem (β = −0.038). These findings support Social Comparison Theory, which states that social media engagement can strengthen self-identity but also lead to upward comparisons that suppress self-confidence. Practically, the results of this study can provide important input for educational institutions and parents to emphasize the need for developing digital literacy and implementing empathetic communication strategies. With this approach, social media like TikTok can be used as a healthy and constructive space for self-expression for Generation Z.
Effective Communication and Conflict Resolution: Family Communication of Millennial Married Couples with Different Cultures Rahmawati, Lusi Satia; Rina, Nofha
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 10 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i10.51378

Abstract

Cross-cultural marriage in the millennial generation presents unique communication challenges, particularly in managing conflict and fostering family harmony. This study aims to explore how millennial married couples from different cultures develop communication skills for conflict resolution and adaptation. Using a qualitative phenomenological approach, this research involved ten married couples from diverse cultural backgrounds who participated in in-depth interviews. The findings reveal that effective communication skills include adapting to a partner’s communication style, employing empathy-based conflict resolution strategies, and utilizing non-verbal communication to alleviate tension. Face Negotiation Theory serves as the primary framework for understanding how couples adjust their communication to maintain relational balance. Furthermore, couples who prioritize openness, active listening, and effective emotional management tend to exhibit more harmonious and stable relationships. The implications of this study offer valuable insights for cross-cultural couples, marriage counselors, and academics seeking to understand the dynamics of family communication within the context of cultural diversity.
PERAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI SALURAN KOMUNIKASI DIGITAL DALAM KEHUMASAN Zaxrie, Shifa 'Ainun; Rina, Nofha; Thoibah, Sufaira; Saleh, Kanaya Putri Athira
Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR) Vol 3 No 1 (2024): Agustus
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/ijdpr.v3i1.8084

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi peran media sosial sebagai saluran komunikasidigital dalam kegiatan hubungan masyarakat (humas). Kehadiran media sosial telah membuatpola komunikasi bertransformasi dari pola konvensional menjadi berbasis digital. Hal itudisebabkan meningkatnya penggunaan media sosial yang kemudian dapat memengaruhi semuasendi kehidupan masyarakat. Konsep media sosial yang digunakan dalam penelitian ini menjadipeluang besar bagi profesi public relations (PR) dalam menciptakan komunikasi yanginteraktif. Adapun manfaat penelitian adalah untuk memahami komunikasi dua arah dalamhumas yang difasilitasi oleh media sosial sehingga memungkinkan organisasi untuk lebihresponsif terhadap umpan balik dan kebutuhan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatanetnografi digital dengan teknik wawancara mendalam dan observasi partisipatif secara digitalkepada para generasi internet di Kabupaten Bandung. Hasil penelitian menemukan kebaruanbagaimana peran humas telah berkembang dengan adanya media sosial sebagai salurankomunikasi digital serta media sosial berperan penting menciptakan pola komunikasi dua arahyang demokratis, interaktif, dan partisipatif.
Pengaruh Perilaku Phubbing Terhadap Komunikasi Interpersonal Orang Tua Dan Anak Pada Usia Remaja Di SMA BPI 1 Bandung Putri, Salma Raina; Rina, Nofha
eProceedings of Management Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan teknologi informasi dan komunikasi telah berkembang sangat pesat, memunculkan berbagai media baru,seperti ponsel hingga komunikasi berbasis internet. Melalui Survei yang dilakukan oleh APJII menggungkapkanbahwa pada kategori usia 13-18 tahun menggalami peningkatan penggunaan internet sebesar 76,63%. Hasil pra risetdari kuesioner yang di bagikan di SMA BPI 1 Bandung menghasilkan 75% dari 84 siswa menggunakan smartphonelebih dari 8 jam. Selain itu 66.7% dari 84 siswa menggunakan smartphone ketika berinteraksi secara langsung dengananggota keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa pegaruh perilaku phubbing terhadap komunikasiinterpersonal orang tua dan anak pada usia remaja di SMA BPI 1 Bandung. Penelitian ini menggunakan metodepenelitian kuantitatif deskriptif dengan sampel penelitian yang digunakan adalah siswa/I SMA BPI 1 Bandung. Padapenelitian ini mendapatkan pengaruh yang signifikan antara variabel perilaku phubbing terhadap komunikasiinterpersonal orang tua dan anak. Dengan mendapatkan hasil olah uji T yang telah dilakukan, memperoleh nilai thitung 23.954. Hal ini berarti t hitung > t tabel (23.954 > 1,662). Artinya H0 ditolak dan H1 diterima. Dari hasilkoefesien determinasi mendapatkan hasil bahwa perilaku phubbing mempengaruhi 86,7% dalam KomunikasiInterpersonal Orang Tua dan Anak, dan sisanya dipengaruhi oleh variabel yang tidak ada dalam penelitian ini.Kata Kunci-phubbing, komunikasi interpersonal, keluarga, remaja
Persepsi Masyarakat Mengenai Balapan Liar Pada Kalangan Remaja Di Kota Bekasi Luthfi, Muhammad; Rina, Nofha
eProceedings of Management Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balap liar merupakan kasus kriminal yang ada di Indonesia, Balap liar ini merupakan perbuatan yang dilarang dan peraturan nya terdapat dalam hukum positif yang berlaku di Indonesia Hal ini diatur dalam Pasal 297 dan Pasal 115 huruf b Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan jalan, yang menyatakan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor berbalapan dijalan sebagaimana dimaksud pasal 115 huruf b dipidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp. 3.000.000,00 (tiga juta rupiah. Penelitian ini memiliki rasa penasaran mengapa tempat ini kerap terjadi balap liar dan pelakunya adalah para remaja hingga orang dewasa pun ada. Balap liar merupakan salah satu bentuk balapan menggunakan kendaraan bermotor yang digelar di jalan raya tanpa mendapatkan izin dari pihak berwenang dan secara umum diikuti oleh beberapa kelompok yang memiliki kendaraan, seperti mobil dan sepeda motor yang telah dimodifikasi. Balap liar ini dilaksanakan pada waktu tertentu seperti dini hari atau saat jalanan sedang sepi. Penelitian ini menekankan pentingnya peran keluarga, sekolah, lingkungan, dan penegakan hukum dalam mengontrol perilaku remaja terkait balap liar.Kata kunci-balapan liar, kendaraan, persepsi
Pola Asuh Orang Tua Pada Anak Usia Dini Sebagai Upaya Pencegahan Bullying (Studi Pada Tk Aisyiyah 12 Antapani, Bandung) Asticharahmani, Rr. Aldina; Rina, Nofha
eProceedings of Management Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying merupakan sebuah fenomena yang mencakup segala tindakan yang disertai dengan kekerasan dengantujuan menyakiti atau mengganggu korban. Yang mana pencegahannya dapat dilakukan oleh para orang tuadengan menerapkan pola asuh yang tepat pada anak usia dini. Maka dari itu penelitian ini dilakukan untukmendapatkan gambaran mengenai penerapan pola asuh pada anak usia dini sehingga dapat menjadi upayapencegahan bullying ke depannya. Penelitian ini menggunakan tipe-tipe pola asuh orang tua menurut DianaBaumrind, yaitu Authoritative, Authoritarian, Permissive, dan Neglecting sebagai acuan dalam proseskomunikasi yang diterapkan oleh orang tua/walimurid kepada anaknya. Penelitian kualitatif ini dilakukandengan menggunakan pendekatan deskriptif dan metode pengumpulan data dengan teknik wawancara secaramendalam. Data diambil dari tiga orang walimurid sebagai informan kunci, disertai satu orang psikolog anaksebagai informan ahli dan satu orang guru TK sebagai informan pendukung. Adapun subjek yang menjadi fokusdalam penelitian ini merupakan orang tua dari murid TK Aisyiyah 12 Antapani, Bandung yang memiliki riwayatpernah terlibat dalam kasus bullying baik sebagai pelaku maupun korban. Hasil penelitian menunjukkan bahwaimplementasi tipe pola asuh Authoritative oleh orang tua murid TK Aisyiyah 12 Antapani, Bandung dapatmenjadi faktor penyelesaian kasus bullying yang terjadi, baik bagi anak pelaku bullying maupun anak korbanbully. Dan juga dapat digunakan sebagai pola asuh untuk mencegah anak melakukan tindakan negatif padaorang lain. Kata Kunci-pola asuh orang tua, bullying, anak usia dini
Pola Komunikasi Orang Tua Dan Anak Dalam Mengatasi Disharmoni Keluarga Lyra, Aquila Dinda; Rina, Nofha
eProceedings of Management Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga memiliki peran sentral dalam membentuk karakter, nilai-nilai, dan interaksi sosial individu. Sebagailingkungan pertama, keluarga memengaruhi pola komunikasi yang memengaruhi hubungan interpersonal.Komunikasi yang efektif dalam keluarga memberikan pemahaman mendalam, saling percaya, dan keterbukaan.Namun, disharmoni keluarga dapat timbul akibat ketidakcocokan pola komunikasi antara orang tua dan anak, memicukonflik dan ketidaknyamanan. Penelitian ini menganalisis pola komunikasi orang tua dan anak dalam mengatasidisharmoni keluarga, dengan fokus pada pola komunikasi yang mempengaruhi hubungan dalam menghadapitantangan tersebut. Sedangkan jenis penelitian ini ialah menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studikasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan beberapa keluarga yang mengalami disharmoni. Teknikanalisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif, dimana data yang didapatkan akan dilakukan analisis datasecara deskriptif dan dilakukan keabsahan data melalui teknik penyajian data, data display dan reduction data. Polakomunikasi yang baik dapat dibangun dengan memahami perbedaan dalam tahap perkembangan anak, menciptakanlingkungan keluarga yang terbuka dan penuh kepercayaan, serta membangun keterampilan komunikasi yang baik.KataKunci-Kata kunci sedapat mungkin menjelaskan isi tulisan, dan ditulis dengan huruf kecil, kecuali akronim. Kata Kunci-keluarga, pola komunikasi, orang tua, anak, disharmonisasi keluarga, hubungan interpersonal.
Pola Komunikasi Keluarga Dalam Menghadapi Persaingan Antar Saudara (Studi Deskriptif Pada Keluarga Dengan Jumlah Anak 3 Bersaudara) Purnama, Aulia Wulansari; Rina, Nofha
eProceedings of Management Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persaingan dalam keluarga merupakan suatu hal yang biasa terjadi terlebih ketika sebuah keluarga terdiri lebih dari 2saudara. Persaingan antar saudara timbul dimulai dari hal-hal kecil yang membesar dan bisa berlangsung lama. Dalamsebuah keluarga tentu terdapat komunikasi yang berlangsung, terlebih untuk menyelesaikan konflik tersebut. Makadalam penelitian ini dikaji bagaimana pola komunikasi yang terjalin dalam sebuah keluarga melalui konsep PolaKomunikasi Keluarga menurut Syaiful Djamarah diantaranya pola komunikasi otoriter, pola komunikasi demokratis,dan pola komunikasi fathernalistik (kebapakan). Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme yangdidukung dengan prinsip trianggualis. Penelitian ini didukung melalui hasil wawancara dengan beberapa informanyang memiliki keterkaitan dengan kasus persaingan antar saudara juga didukung dengan pernyataan psikolog ahliyang membantu memberi jawaban terkait pertanyaan-pertanyaan seputar persaingan antar saudara. Hasil daripenelitian mendapatkan bahwa pola komunikasi yang paling sering digunakan adalah pola komunikasi demokratis. Kata Kunci-persaingan antar saudara, keluarga, pola komunikasi.
Strategi Komunikasi Kesehatan Kader Posyandu Dalam Menurunkan Angka Stunting di Posyandu Desa Besuk Agung Ismi’ Aida, Thea Kirana; Rina, Nofha
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 11 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i11.4660

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi kesehatan yang diterapkan Kader Posyandu dalam upaya menurunkan angka stunting di Desa Besuk Agung, Kabupaten Probolinggo. Latar belakang penelitian ini adalah tingginya prevalensi stunting di wilayah pedesaan yang memerlukan intervensi komunikasi kesehatan yang efektif melalui kegiatan Posyandu. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam terhadap 10 informan (5 Kader Posyandu sebagai informan utama, 3 ibu balita sebagai informan pendukung, 1 Ketua TP PKK, dan 1 Pengelola Program Dinas Kesehatan sebagai informan ahli), serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi kesehatan Kader Posyandu mencakup lima komponen utama: (1) pemilihan komunikator yang memiliki etos, pathos, dan logos; (2) penyampaian pesan kesehatan melalui komunikasi verbal (bahasa Madura dan istilah sederhana) dan non-verbal (gesture, kontak mata, nada bicara pelan); (3) penggunaan media Buku KIA, speaker Masjid, telepon, dan WhatsApp; (4) penetapan komunikan anak usia 0-60 bulan tanpa diskriminasi status sosial-ekonomi; serta (5) dampak komunikasi yang menunjukkan perubahan kognitif, afektif, dan konatif ibu balita. Faktor pendukung keberhasilan meliputi kredibilitas Kader, konteks komunikasi yang sesuai, kejelasan pesan, dan kemampuan audiens. Sementara faktor penghambat utama adalah kepercayaan sebagian ibu terhadap mitos kesehatan tradisional. Kebaruan penelitian ini terletak pada identifikasi strategi komunikasi kesehatan berbasis kearifan lokal (penggunaan bahasa Madura dan adaptasi istilah medis) yang efektif dalam konteks pedesaan untuk perubahan perilaku kesehatan ibu balita.
Construction of gen Z political insights after watching 'Bacapres Bicara Gagasan' on YouTube Tabitha Hemastuti; Dasrun Hidayat; Zikri Fachrul Nurhadi; Nofha Rina
Jurnal ASPIKOM - Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 2 (2024): Jurnal ASPIKOM
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24329/aspikom.v9i2.1454

Abstract

All Indonesians, especially Generation Z, need to be politically literate, as they are the ones who will shape the nation’s future. Since Generation Z constituted the majority of voters in the 2024 election, understanding their political insights is crucial. Despite their digital fluency, many Gen Z individuals remain disengaged from formal political processes. This study aims to analyze how Generation Z constructs political insight after watching the Bacapres Bicara Gagasan program on YouTube. Using a qualitative phenomenological method, this research explores their cognitive, affective, and personal integration experiences. The findings reveal that the program provided new perspectives on politics and influenced how Gen Z evaluates presidential candidates. The study underscores the importance of media, especially YouTube, in enhancing youth political awareness and participation in the digital age.