Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENGARUH TERAPI MUSIK TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA LANSI DI BPSTW YOGYAKARTA UNIT ABIYOSO Pulqueria Lay Ximenes; Endang Nurul Syafitri; Thomas Aquino Erjinyuare Amigo
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 3 No 2 (2016): SEPTEMBER 2016
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v3i2.30

Abstract

Latar Belakang:Meningkatnya derajat kesehatan dan kesejahteraan penduduk akan berpengaruh pada peningkatan umur harapan hidup. UHH di Indonesiameningkat menjadi 69,43 tahun pada tahun 2010 dan tahun 2011 UHH meningkat menjadi 69,65 tahun. UHH dan jumlah Lansia yang meningkat, mencerminkan perbaikan kesehatan salah perbaikan kesehatan bagi lansia dengan pemeliharaan tidur. 34,3% lansia mengalami sulit tidur. Hasil wawancara pada sembilan lansia di BPSTW Yogyakarta Unit Abiyoso mengatakan sering terbangun dimalam hari. Masalah kualitas tidur pada lansia dapat diatasi dengan pemberian terapi musik. Terapi musik sebagai salah satu intervensi untuk mengatasi masalah tidur. Tujuan : Mengetahui pengaruh terapi musik terhadap kualitas tidur pada lansia di BPSTW Yogyakarta unit Abiyoso. Metode Penelitian : Metode yang digunakan quasi experimentdengan rancangan penelitian pre test dan post testnonequevalen control group. Teknik sampling menggunakan convenience samplingjumlah 20 lansia setiap kelompok. menggunakan analisa independent T-test untuk kelompok intervensi dan kontrol dan paired testuntuk sebelum dan setelah terapi musik. Hasil:skor kualitas tidur pada kelompok kontrol sebelum dan setelah diberikan perlakuan yaitu 8,30 dan 9,15. Skor kualitas tidur pada kelompok intervensi sebelum dan setelah diberikan perlakuan yaitu 8,55 dan 4,30 dengan p value0,000. Kesimpulan: Ada pengaruh terapi musik terhadap kualitas tidur pada lansia di BPSTW Yogyakarta unit Abiyoso pada kelompok intervensi tetapi, pada kelompok kontrol tidak ada pengaruh. Kata kunci :Kualitas tidur, lansia, terapi musik.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Depresi Pada Penderita Kusta Di Ruang Rawat Jalan Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Kabupaten Mojokerto Rina Nur Hidayati; Ifa Roifah; Nur Wahyuni; Thomas Aquino Erjinyuare Amigo
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 6 No 2 (2019): MAY 2019
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v6i2.311

Abstract

Kusta merupakan salah satu penyakit menular yang sampai saat ini masih menimbulkan masalah yang sangat kompleks. Masalah yang dihadapi pada penderita bukan hanya dari segi fisik saja, tetapi juga masalah psikososial yaitu depresi. Keluarga merupakan sumber koping terdekat, sehingga dukungan yang diberikan akan sangat berarti bagi penderita kusta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan tingkat depresi pada penderita kusta di Ruang Rawat Jalan Rumah Sakit Kusta Sumberglagah Kabupaten Mojokerto. Desain penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penderita kusta yang mengalami cacat tingkat II.Sampel yang diambil dengan teknik consecutive sampling sebanyak 54 responden.Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar kuesioner dukungan keluarga dan depresi ZSDS (Zung Self-Rating Depression Scale).Hasil penelitian menunjukkan responden yang mendapat dukungan keluarga baik sebanyak 32 responden (59.3%) dan tidak mengalami depresi sebanyak 30 responden(55.6%). Berdasarkan hasil uji Spearman Rho bahwa ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat depresi penderita kusta (Pv 0,000 < 0,05). Dukungan keluarga dapat menurunkan tingkat depresi penderita kusta.Keluarga hendaknyamemberikan perhatian, menghargai dan mendengarkan keluhan penderita kusta, serta mengantar penderita kusta dalam memeriksakan kesehatannya.
Integration of foot massage and diabetic foot gymnastic on peripheral perfusion in patients with diabetes mellitus 2 Clara Puryanti; Paulus Subiyanto; Thomas Aquino Erjinyuare Amigo
Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah Vol. 19 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jkk.3041

Abstract

The prevalence of Type 2 Diabetes Mellitus (DMT2) is increasing yearly. Peripheral neuropathy of the foot is a complication that often appears in people with diabetes. Neuropathy disorders that are not treated properly can risk causing diabetic ulcers and even amputations. Complementary therapies that can be done to overcome this are foot massage and diabetic foot exercises.  This study aims to determine the effect of integrating foot massage and diabetic foot gymnastics to overcome complaints of peripheral tissue perfusion in the feet of DMT2 patients at the Polyclinic of Panti Nugroho Hospital. Quasi-experimental research method with Pretest-Posttest Control Group Design design. The intervention and control groups each consisted of 15 respondents.  The intervention group was given foot massage treatment and diabetic foot exercises for three consecutive days for 15 minutes. The independent t-test and Mann-Whitney test were used to analyze the data. There were significant differences in ABI scores, oxygen saturation, and monofilament scores in the intervention group's left and right legs against the control group (p-value < 0.05). There is a significant effect of the integration of foot massage and diabetic foot gymnastics on peripheral tissue perfusion in both the left leg and right foot of T2DM patients. The contribution of this study needs further research with a larger number of respondents and a longer time to ascertain its effectiveness before it is used as part of local nursing intervention standards.
Hambatan dan Peluang Pencegahan Stunting dengan Melibatkan Remaja: Studi Kualitatif di Kota Yogyakarta Rahayu Widaryanti; Amigo Aquino Erjinyuare Thomas; Fika Lilik Indrawati
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v8i2.494

Abstract

Pencegahan stunting melibatkan remaja mempunyai banyakkeuntungan baik secara ekonomi maupun secara sosial.  Remaja yang sehat akan meningkatkan produktivitas sumber daya manusia (SDM) pada masa yang akan datang serta menjadi generasi penerus yang berkualitas dan diharapkan dapat memutus siklus stunting. Penelitian ini bertujuan untuk  mendapatkan gambaran mengenai hambatan dan peluang yang dirasakan remaja dalam mengikuti program pencegahan stunting. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Pengambilan data dilakukan pada bulan Agustus hingga Oktober 2022 sebanyak 50 remaja laki-laki dan perempuan, informan triangulasi dilakukan kepada pengurus BKR, orang tua maupun lurah. Analisis data dilakukan dengan metode  colaizzi. Hasil penelitian ditemukan bahwa hambatan yang ditemukan antara lain adanya persepsi remaja tentang stunting yang kurang tepat, adanya pandemi Covid-19 serta pelaksanaan kegiatan posyandu remaja yang belum optimal. Peluang yang dapat dioptimalkan dalam pencegahan stunting yang melibatkan remaja antara lain remaja merupakan agen perubahan yang mempunyai semangat dan tekat untuk berubah serta investasi kesehatan pada remaja mempunyai keuntungan jangka panjang serta dapat memutus siklus stunting. Kesimpulan melibatkan remaja dalam program pencegahan stunting mempunyai banyak keuntungan dan bersifat jangka panjang
Determinan Pemakaian Alat Kontrasepsi Modern Sebagai Strategi Dasar Pengembangan Strategi Promosi Kesehatan Rizky Erwanto; Dwi Endah Kurniasih; Thomas Aquino Erjinyuare Amigo; Syahmida S Arsyad
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 5 No 2 (April 2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woh.v5i02.18

Abstract

Penurunan jumlah pemanfaatan kontrasepsi modern pada wanita usia subur berdampak pada peningkatan jumlah penduduk dan mempengaruhi kualitas sumber daya bangsa. Untuk meningkatkan penggunaan alat kontrasepsi modern perlu upaya strategis dalam promosi kesehatan di masyarakat yang lebih efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi determinan penggunaan alat kontrasepsi modern di perkotaan dan di perdesaan sebagai dasar pengembangan strategi pomosi kesehatan. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan menggunakan data SDKI 2017. Desain penelitian menggunakan cross sectional (potong lintang). Populasi penelitian ini adalah Wanita Usia Subur (WUS) yang berusia dalam rentang (15-49 tahun) di DIY yang terdaftar dalam SDKI 2017. Analisis yang digunakan dalam penelitian adalah analisa univariate, analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square serta analisis multivariat dengan menggunakan regresi logistik. Faktor yang berhubungan dengan penggunaan alat kontrasepsi modern diperkotaan adalah pendidikan, paparan informasi dari televisi dan internet, diskusi tentang KB dengan bapak,sumber informasi dari dokter, perawat, bidan, apoteker, dan kesenian. Faktor yang berkaitan dengan penggunaan alat kontrasepsi modern diperkotaan adalah pendidikan, paparan informasi dari televisi, diskusi tentang KB dengan bapak, paparan informasi dari televisi dan internet, diskusi tentang KB dengan bapak,sumber informasi dari apoteker.
Hubungan Lama Duduk Dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah Pada Mahasiswa STIKes Panti Rapih Yogyakarta Lepa, Anasthasia Yohana; Wijayanti, MI. Ekatrina; Amigo, Thomas Aquino Erjinyuare
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 5 No 1 (2024): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v5i1.277

Abstract

Umumnya mahasiswa akan menghabiskan lama waktu duduk selama 6-8 jam dalam satu hari untuk melaksanakan pembelajaran sehingga harus lebih diperhatikan lama duduk agar tidak mengakibatkan nyeri punggung bawah seperti hindari duduk dalam posisi yang sama selama lebih dari 30 menit . Sekitar 60% orang mengalami nyeri punggung area bawah dirasakan setelah aktivitas duduk selama 15 – 20 menit. Menurut World Health Organization (WHO) sekitar 1,71 miliar orang mengalami gangguan muskuloskeletal dan nyeri punggung bawah, ini menjadi penyebab utama kecacatan di 160 negara. Di Indonesia disabilitas akibat nyeri punggung bawah pada tahun 2017 yaitu sekitar 855 orang per 100.000 kasus. Tujuan penelitian adalah mengetahui gambaran lama duduk dan nyeri punggung bawah serta hubungan lama duduk dengan keluhan nyeri punggung bawah pada mahasiswa Stikes Panti Rapih Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Sample penelitian 243 responden dengan accidental sampling. Metode pengumpulan data dengan pengisian kuisioner ODI. Hasil penelitian yaitu 88,5% yaitu 215 mahasiswa dalam satu hari duduk dengan waktu >30 menit, 86,4% yaitu 210 mahasiswa mengalami disabilitas minimal dan berdasarkan hasill uji statistik alternatif Uji Fisher didapatkan p value 1,000 > 0,05 artinya Ha ditolak sehingga tidak terdapat hubungan lama duduk dengan keluhan nyeri punggung bawah pada mahasiswa stikes panti rapih yogyakarta.
EFEKTIFITAS ART THERAPY DAN BRAIN GYM TERHADAP FUNGSI KOGNITIF LANSIA Rizky Erwanto; Thomas Aquino Erjinyuare Amigo
Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/dd4tm913

Abstract

Jumlah lansia di dunia semakin lama mengalami peningkatan. Seiring dengan peningkatan jumlah lansia tersebut perlu mendapat perhatian dikarenakan lansia termasuk kelompok/populasi beresiko (population at risk). Populasi berisiko merupakan kelompok yang mempunyai karakteristik tertentu yang dapat menimbulkan masalah kesehatan. Perubahan kemampuan fisik dapat mempengaruhi fungsi dan kemampuan tubuh secara keseluruhan. Salah satu perubahan yang terjadi pada proses penuaan yaitu perubahan kognitif pada lansia. Perubahan kognitif yang sering terjadi pada lansia adalah demensia Alzheimer. Penderita demensia Alzheimer dapat mengalami gangguan pada aktifitas fisik sehari-hari, sehingga dapat meningkatkan biaya perawatan sehari-hari dan dapat menjadi beban bagi keluarga, masyarakat, maupun negara.Untuk mengurangi dampak tersebut, maka diperlukan suatu terapi non farmakologis yaitu dengan modifikasi intervensi art therapy danbrain gym. Intervensi ini dapat dilakukan oleh perawat maupun care giver di layanan institusi atau BPSTW yang dilaksanakan sesuai dengan SOP (Standart Operasional Prosedure). Intervensi inidapat mendorong keluarnya ekspresi seseorang, melalui eskpresi artistik dapat memahami emosi, dan melalui proses kreatif, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kognitif dan daya ingat pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan Art Therapy dan Brain Gym terhadap Fungsi Kognitif Lansia di BPSTW Yogyakarta Unit Budi Luhur. Penelitian ini menggunakan metode Quasyexperimental one group pre post test. Teknik pengambilan dengan menggunakan quota sampling dengan jumlah sample sebanyak 52 lansia. Peneliti menggunakan istrumen MMSE dan HVLT untuk mengukur fungsi kognitif lansia. Hasil pengukuran fungsi kognitif lansia dengan menggunakan MMSE, terdapat perbedaan nilai median sebesar 2,5 point. Uji Wilcoxon signed rank test didapatkan p value 0,002. Hasil pengukuran fungsi kognitif lansia dengan menggunakan HVLT, terdapat perbedaan nilai median sebesar 2,56 point. Uji Paired t didapatkan p value 0,00. Hasil uji bivariate menggunakan instrument MMSE dan HVLT menunjukkan bahwa intervensi art therapy dan brain gym efektif meningkatkan fungsi kognitif lansia di BPSTW Yogyakarta Unit Budi Luhur.
Kualitas Tidur dan Aktivitas Fisik Berkontribusi dengan Tekanan Darah pada Lansia Hipertensi di Dusun Ngepos, Kecamatan Srumbung Ariyani, Genduk Ita; Erjinyuare Amigo, Thomas Aquino; Lidya, Herlin
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 5 No 2 (2024): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v5i2.287

Abstract

This study aims to evaluate the relationship between sleep quality and physical activity patterns with blood pressure in elderly hypertensive patients in Ngepos Hamlet. Hypertension is one of the global targets for reducing the prevalence of non-communicable diseases, with the aim of reducing the incidence by 33% between 2010 and 2030. Sleep quality is measured based on quantitative and qualitative aspects, while physical activity is assessed from the intensity of body movements that require energy. The results showed that most elderly hypertensive patients in Ngepos Hamlet had poor sleep quality (98.1%), while only 1.9% had good sleep quality. Most elderly people do heavy physical activity (66.7%), followed by moderate activity (31.4%), and light activity (2%). The gamma correlation test showed that there was no significant relationship between sleep quality and blood pressure (p = 0.306) and between physical activity patterns and blood pressure (p = 0.291) in elderly hypertensive patients. Therefore, it is recommended that elderly people routinely check their blood pressure, participate in integrated health post-activities, maintain sleep quality, and do physical activity according to their abilities.
Pemberian edukasi video dan diskusi interaktif terhadap peningkatan pengetahuan bahaya merokok, narkoba, dan seks bebas pada remaja Muflih, Muflih; Asmarani, Fajarina Lathu; Suwarsi, Suwarsi; Erwanto, Rizky; Amigo, Thomas Aquino Erjinyuare
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v3i02.746

Abstract

Latar Belakang: Pengetahuan bahaya merokok, narkoba, dan seks bebas pada remaja sangat penting untuk mencegah perilaku berisiko. Pemberian edukasi melalui video dan diskusi interaktif dapat menjadi metode efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja terkait masalah ini. Namun, masih perlu penelitian yang mengevaluasi sejauh mana pengaruh kombinasi metode tersebut dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja terhadap risiko yang terkait. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan metode quasy eksperimen one group pre-post test. Data pengetahuan diambil dengan menggunakan kuesioner pada bulan Juni 2022. Intervensi pemaparan video dan diskusi interaktif dilakukan dalam satu kali pertemuan selama 60 menit. Jumlah sampel sebanyak 33 remaja berusia 15-20 tahun yang dipilih secara purposive sampling. Lokasi penelitian di Dusun Krapyak, Desa Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa Nilai pre test pengetahuan bahaya merokok adalah 85,0%, bahaya narkoba 87,0%, dan bahaya seks bebas 81,0%. Sedangkan hasil post test pengetahuan bahaya merokok adalah 96%, bahaya narkoba 96%, dan bahaya seks bebas sebanyak 93%. Kesimpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan bahaya merokok, narkoba dan seks bebas pada remaja setelah diberikan edujaso dengan kombinasi metode pemaparan video dan diskusi interaktif. Saran: Promosi kesehatan tentang bahaya merokok, narkoba, dan seks bebas perlu ditingkatkan dengan kombinasi video dan diskusi interaktif
The Analisis Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Hipertensi pada Populasi Lansia Candra, Agustin Marcela; Erjinyuare Amigo, Thomas Aquino; Wulandari, Riski
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 6 No 1 (2025): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v6i1.305

Abstract

Latar belakang: Lansia lebih rentan mengalami penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, diabetes mellitus, dan hipertensi. Hipertensi pada lansia disebabkan oleh perubahan tekanan darah yang berkaitan dengan usia dan faktor gaya hidup seperti kurangnya aktivitas fisik. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Bantul II Yogyakarta. Metode: Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi dan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di Puskesmas Bantul II Yogyakarta pada bulan Mei sampai Juni 2024. Populasi penelitian lansia dengan usia ≥ 60 tahun dengan jumlah sampel 94 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Intrumen penelitian digunakan adalah GPAQ (Global Physical Activity Questionare) Hasil: Hasil penelitian berdasarkan kejadian hipertensi menunjukkan bahwa sebagian besar lansia hipertensi melakukan aktivitas kategori ringan 78,0% (32 responden), sementara lansia yang tidak hipertensi sebagian besar melakukan aktivitas kategori berat 55.9% (19 responden. Analisis statistik menggunakan Chi-Square menghasilkan p-value sebesar 0.002, menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia. Simpulan: Lansia dengan aktivitas fisik ringan memiliki risiko lebih besar terkena hipertensi dibandingkan dengan lansia yang melakukan aktivitas fisik sedang dan berat. Pentingnya edukasi kepada lansia mengenai pentingnya aktivitas fisik rutin untuk mengurangi angka kejadian hipertensi. Kata kunci: Aktivitas Fisik; Hipertensi; Lansia