Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

KELAYAKAN EKONOMI USAHATANI PORANG (Amorphophallus oncophyllus) DI KABUPATEN SINJAI Sultan Sultan; Iskandar Hasan; Annas Boceng
AGROTEK: Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 6, No 2 (2022): September
Publisher : Percetakan Umi Toaha Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/agrotek.v6i2.237

Abstract

This study aims to: (1) describe the production process of porang farming in Pasir Putih Village, Sinjai Borong District, Sinjai Regency. (2) Analyzing the economic feasibility (income, R/C-Racio, BEP volume & BEP production value) of porang farming in Pasir Putih Village, Sinjai Borong District, Sinjai Regency. The choice of research location was determined intentionally (purposive sampling) with the consideration that the area is one of the centers of porang development in Sinjai Regency. Determination of the sample using the probability sampling method. Probability sampling was used for sampling farmers in three neighborhoods and the Slovin formula approach method was used to determine the number of respondents, namely 42 respondents. The results showed that: (1) the production process of porang farming in Pasir Putih Village, Sinjai Borong District, Sinjai Regency, namely land area, capital for the cost of seeds/seeds, pesticides and labor are also affected because the porang cultivation technique is still not optimal (not yet intensive). (2) The economic feasibility of porang farming in Pasir Putih Village, Sinjai Borong District, Sinjai Regency is known that the income of porang farming each respondent (0.78 Ha) is Rp. Rp. 26,134,822, - each hectare of Rp. Rp.34,313,535, - and the average total cost per respondent is Rp. 8,470,088,- or the total cost per hectare is Rp. 11.120,744. So that the income of porang farming per respondent each planting season is known to be Rp. 17,664,734 (for 6 months) or Rp. 2,944,122 /month. While the average income of porang each hectare each planting season is Rp. 23,192,791 (for 6 months) or Rp. 3,865,465/month. In porang farming, the R/C-Ratio value is 3.09. Based on the feasibility criteria of porang farming with the calculation of R/C-Ratio > 1, then porang farming is feasible to be developed. This means that for every porang farming expenditure of Rp. 1, the respondent will receive an income of Rp. 3.09. While the value of the break-even point (BEP) of production and price is smaller than the production and selling price of porang so that porang farming in Pasir Putih Village, Sinjai Borong District, Sinjai Regency is said to be profitable to cultivate
PROYEKSI KERAWANAN BANJIR PADA LAHAN SAWAH BERBASIS MODEL IKLIM HadCM3 DI DAS BILA PROVINSI SULAWESI SELATAN A Abdullah; Risna Hardianty Haedar; Annas Boceng; Reza Asra
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jgt.v11i2.898

Abstract

Sidenreng Rappang Regency is the center for developing rice production in South Sulawesi and is included in the Bila River Basin (DAS). Sidenreng Rappang, in the last five years, has experienced flooding every year, especially in Pitu Riawa District, Dua Pitue District, and Pitu Riase District. This study aims to project rainfall changes and vulnerability to flooding based on the HadCM3 climate model in the Bila watershed area. Analysis of changes in rainfall based on the HadCM3 climate prediction model with a short-term baseline (10 years). Data were analyzed spatially by scoring the parameters of flood vulnerability and validated through surveys and field observations. Data for each parameter is overlaid using a geographic information system (GIS). The actual flood vulnerability classification results were projected using the HadCM3 climate model and produced a flood hazard projection map with the HadCM3 model for the Bila watershed area. The HadCM3 model prediction shows an increase in rainfall from April to October, and high-intensity precipitation occurs in May, June, and July. The actual level of flood hazard in paddy fields in the Bila watershed area is classified as very high, with an area of 22,339.44 ha (56.75%), and the HadCM3 Climate Model projection is classified as high with an area of 25,260.71 ha (64.17%). Paddy fields in the Bila watershed have a high level of flood vulnerability.
Evaluasi Lahan Sebagai Dasar Pengembangan Tanaman Buah-Buahan Unggulan Di Kecamatan Tinangkung Selatan Kabupaten Banggai Kepulauan Sariani Sariani; Saida Saida; Annas Boceng; Hidayat Arismunandar Katili
Savana Cendana Vol 8 No 01 (2023): Savana Cendana (SC) - January 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.685 KB) | DOI: 10.32938/sc.v8i01.1979

Abstract

Agricultural development aims to improve the living standards of farmers and the welfare of the community, one of which is fruit farming which has a strategic role in economic development at the local level to the national level. So, this study aims to identify the region's leading commodities and recommend land suitability as the basis for its development. This research uses quantitative-qualitative methods with a Location Quotient (LQ), Ship Share Analysis (SSA) approach, where this analysis is used to identify fruit commodities cultivated in an area to determine the base commodity, comparative and competitive advantages. Furthermore, a land analysis was carried out with the aim of determining the suitability of the superior commodity land in the South Tinangkung District. The results of the LQ-SSA analysis for the leading fruit commodities in South Tinangkung District are citrus plants. Furthermore, the analysis of land suitability for citrus crops, namely the criteria of sufficient compliance (S2) with an area of 3087.5 ha, and marginal (S3) covering an area of 1222.6 ha, with limiting factors in its development, namely texture, N, P, slopes and C-organic.
Analisis Tingkat Pendapatan Petani Rumput Laut (Studi Kasus Di Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan) Hairul Salim; Mais Ilsan; Annas Boceng
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.3361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat produksi serta pendapatan petani rumput laut dan untuk mengetahui apakah usaha budidaya rumput laut layak dikembangkan sebagai usaha di kecamatan Wara Timur, Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan. Pendekatan yang di gunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani yang membudidayakan rumput laut di Laut dan rumput laut di Tambak, Jumlah petani rumput laut budidaya laut 240 orang sedangkan jumlah petani rumput laut budidaya tambak 50 orang, Jumlah sampel ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin yaitu 70 orang budidaya laut dan 30 orang budidaya tambak, Penentuan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling. Sedangkan teknik pengumpulan datanya yaitu dengan wawancara melalui angket, observasi dan dokumentasi. analisis data menggunakan analisis pendapatan. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan petani rumput laut di Kecamtan Wara Timur, Kota Palopo, Provinsi Sulawesi selatan, Petani Rumput laut budiaya laut Rp, 8,117,311 dan budidaya tambak Rp, 6,149,275 usaha budidaya rumput laut menguntungkan dan layak untuk dikembangkan dengan memperthatikan modal kerja, tenaga kerja, dan luas lahan
Peran Adat dalam Peningkatan Produksi Tanaman Padi di Komunitas Adat Makawa Desa Siteba Kab. Luwu Goali, Amir; Boceng, Annas; Nuryanti, Dewi Marwati
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 2 (2024): AGROVITAL VOLUME 9, NOMOR 2, NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v9i2.5832

Abstract

Peranan adat dalam meningkatkan produksi tanaman padi di Komunitas adat Makawa Desa Siteba dan perspektif petani dan eksistensi adat tradisi lokal petani padi di Desa Siteba pada era globalisasi dan modern. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran adat Komunitas Adat Makawa desa Siteba dalam meningkatkan produksi tanaman padi dan perspektif Masyarakat serta eksistensi aadat tradisi lokal di tengah era globalisasi dan modern.  Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara Bersama informan dari berbagai pihak yaitu pemangku Adat Makawa Desa Siteba, tokoh Masyarakat, dan petani, observasi pada lokasi penelitian, dan dokumentasi. Di analisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan serta verivikasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) peranan adat dalam meningkatkan produksi tanaman padi di Komunitas Adat Makawa sangat berperan penting, Dimana setiap peranannya terlaksana secara optimal dengan indeks peranan yang sangat berperan di setiap aspeknya; (2) perspektif Masyarakat dan eksistensi adat tradisi lokal petani padi di desa Siteba di era global dan modern sangat menjaga kearifan lokal (budaya lokal) yang telah ada sejak dulu di desa Siteba di saat majunya digitalisasi pertanian di era globalisasi dan modern. Peneliti telah mengkaji tentang peranan komunitas Adat Makawa desa Siteba dan perspektif Masyarakat dan eksistensi adat tradisi lokal di komunitas Adat Makawa desa Siteba di era globalisasi dan modern. Adapun saran yang ditujukan bagi komunitas Adat Makawa desa Siteba dan Masyarakat diharap dapat menjaga dan mempertahankan adat istiadat dalam meningkatkan hasil produksi pertanian. Dan peneliti berharap adanya penelitian selanjutnya yang mengkaji aspek-aspek lain yang belum terungkap dalam penelitian ini.
PENGEMBANGAN BIOAKTIVATOR RUMEN UNTUK PEMBUATAN KOMPOS JERAMI Lengkong, Jean Gloria; Boceng, Annas; Arzam, Taruna S
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 2 (2024): AGROVITAL VOLUME 9, NOMOR 2, NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v9i2.5790

Abstract

Peningkatan produksi komoditas pertanian di Indonesia setiap tahun, limbah yang dihasilkan selama pemanenan dan pengolahannya meningkat. Jerami padi adalah salah satu dari banyak bahan organik yang dapat digunakan untuk membuat kompos. Saat panen, jerami tersedia dalam jumlah besar di lahan pertanian. Agar dapat digunakan kembali, jerami harus dikomposkan terlebih dahulu. Penggunaan bioaktivator yang berasal dari cairan rumen ternak ruminansia adalah langkah sederhana karena cairan rumen mengandung bakteri, fungi, dan protozoa yang membantu penguraian. untuk mendapatkan kualitas kompos yang baik dan waktu kompos yang lebih cepat. Bahan bioaktif ini memiliki kemampuan untuk memperbaiki bahan organik secara keseluruhan dan berfungsi untuk mempercepat proses dekomposisi bahan. Penelitian dilakukan secara deskriptif  dengan mengamati perubahan-perubahan kompos jerami dari beberapa sumber rumen sebagai bioaktivator. Sumber rumen (R) yang diambil, yaitu, rumen Kerbau (R1), rumen Sapi (R2), rumen Kambing (R3). Isi Rumen di fermentasi selama 14 (empat belas) hari dan setelah itu digunakan sebagai Bioaktivator dalam pembuatan kompos jerami. Parameter yang diamati adalah Suhu kompos, penyusutan bahan dan perubahan warna kompos. Dilakukan pula analisis laboratorium untuk melihat kandungan C/N, P, K dari kompos yang dihasilkan
Pengaruh Peran Penerapan Digitalisasi Petani Milenial Terhadap Pengembangan Pertanian Kota Palopo Baharuddin, Baharuddin; Boceng, Annas; Halik, Hamja Abdul
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 2 (2024): AGROVITAL VOLUME 9, NOMOR 2, NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v9i2.5814

Abstract

The increasing role of the millennial generation in the economy, but there are still very few who become farmers, and the strengthening of the role of digitalization plus the role of the agricultural sector which continues to grow positively during this period is a strong signal for the improvement of the agricultural sector through agricultural digitalization efforts and encouraging the millennial generation to become farmers. The basic method of this research uses two approaches, namely the qualitative method. The qualitative approach referred to here is descriptive research, descriptive research is defined as research that only shows an image, description or details about the phenomenon/object being studied. From the results of the research located in South Wara District, that the millennial generation plays an important role in the agricultural sector to continue income and the economy and especially in the agricultural sector is advancing in the current pace of globalization. Increasing the interest of the millennial generation in the progressive agricultural sector is very important. Efforts to motivate the millennial generation as a driving force to support and improve agriculture. In this case, the change in the demographic structure seems to be less favorable and the millennial generation's lack of interest in the agricultural sector. 
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI DAN MINAT PEMUDA TANI UNTUK BEKERJA DI SEKTOR PERTANIAN TANAMAN PANGAN (PADI SAWAH) DI KECAMATAN WALENRANG UTARA ansar, Ansar; Boceng, Annas; -, Idawati
PLANTKLOPEDIA: Jurnal Sains dan Teknologi Pertanian Vol 5 No 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Siddenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/plantklopedia.v5i1.1701

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan minat pemuda tani terhadap kegiatan pertanian pangan, serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat pemuda tani untuk bekerja di sektor pertanian tanaman pangan di Kecamatan Walenrang Utara. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan kualitatif, dengan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari data primer dan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini merupakan populasi besar, sehingga teknik penentuan sampel menggunakan metodo snowball sampling. Setelah diperoleh, data dianalisis menggunakan analisis deskriptif yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskriptifkan atau menggambarkan data yang terkumpul. Hasil penelitian menunujukkan persepsi dan minat pemuda tani di Kecamatan Walenrang Utara memiliki persepsi positif terhadap pekerjaan disektor pertanian tanaman pangan dengan rata-rata 88% pada setiap aspek penilaiannya. Dan faktor-faktor yang mempengaruhi pemuda tani di Kecamatan Walenrang Utara juga menunjukkan minat pemuda terhadap pekerjaan di sektor pertanian tanaman pangan sangat tinggi. Rata-rata persentase disetiap aspek kinerja mencapai 80,1% dengan kategori aspek penilaian sangat setuju.
STRATEGI NAFKAH BURUH TAMBAK UDANG DI KECAMATAN LANRISANG, KABUPATEN PINRANG Rahbiah, Sitti; Fattah, Muhammad Hatta; Boceng, Annas
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 4 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. (EDISI KHUSUS) NOVEMBER 2018
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v4iK.5422

Abstract

Strategi Nafkah Buruh Tambak Udang di Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang bertujuan untuk: (1) melestarikan peningkatan produksi; (2) soliditas dan penguatan kelompok;                 (3) merubah pola pikir (mindset); (4) memberikan keterampilan; dan (5) keberlanjutan program.  Target luaran yang akan dihasilkan pada pengabdian masyarakat ini terdiri dari:      (1) peningkatan daya saing industri udang nasional; (2) soliditas dan penguatan kelompok;      (3) perubahan pola pikir; dan (4) peningkatan kesejahteraan buruh tambak. Metode yang digunakan meliputi: (1) pertemuan; (2) Focus group discussion (FGD); (3) tutorial; dan              (4) demonstrasi. Program dilaksanakan selama empat bulan yakni dari bulan Juni sampai dengan Agustus 2017 di Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Tingkat partisipasi peserta mencapai 93 persen dengan kualitas tanggapan cukup memadai terhadap program kegiatan. Perubahan besar peserta ditemukan pada pelaksanaan kegiatan demonstrasi pembuatan bakso dan kripik ikan dengan pencapaian keterampilan pada tingkat aplikasi.  Hasil observasi terhadap aktivitas peserta pada pengembangan budidaya cabai rawit menunjukkan pencapaian baru pada tahap memahami. Potensi terbesar peningkatan kesejahteraan buruh tambak dapat dilakukan melalui strategi pengembangan pola nafkah ganda dengan memanfaatkan hasil sampingan tambak berupa ikan rucah untuk pembuatan bakso dan kripik  dan budidaya cabai rawit pada pematang tambak. Diperlukan peningkatan produktivitas tambak udang windu melalui rehabilitasi saluran tambak, penyediaan benur berkualitas, perbaikan tata kelola tambak, dan aplikasi Phronima Suppa. Pengembangan usaha produktif bakso dan kripik pada kalangan ibu rumah tangga buruh tambak memerlukan dukungan inkubasi iklim usaha dan penyediaan modal usaha. Diperlukan pendampingan pada pengembangan budidaya cabai rawit di pematang tambak.   Kata Kunci: strategi nafkah, buruh tambak, pola pikir, keterampilan, dan kesejahteraan.
The Impact of the Implementation of the Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling Up Initiative (READSI) Program on Community Empowerment Asniar, Asniar; Boceng, Annas; Suryanto, Suryanto
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 3 (2025): July, Social Studies, Educational Research and Humanities Research.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i3.48893

Abstract

Objective: to analyze the role of agricultural extension workers in the implementation of the Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling Up Initiative (READSI) program on empowering cocoa farmers in Lasusua district, North Kolaka regency and to analyze the impact of the Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling Up Initiative (READSI) program on farmer empowerment in terms of cocoa farming income through field school activities (SL-Kakao) in Lasusua district, North Kolaka regency. Method: this type of research is descriptive research with a quantitative approach. This research is more specific using a case study method. Results: the role of extension workers of the READSI program in Lasusua district is quite effective. As a dynamic, their role is classified as moderate because there are still challenges in increasing the independence and networking of farmer groups. However, their role as facilitators and motivators is classified as high, as seen from the success in delivering technology and increasing farmer enthusiasm. As a liaison, extension workers are very successful in bridging farmers with various parties, strengthening agribusiness networks, and facilitating access to resources. Conclusion: Overall, the synergistic role of extension workers has supported the increase in capacity and independence of cocoa farmers, while accelerating the successful implementation of the READSI program in Lasusua district, North Kolaka regency.