Claim Missing Document
Check
Articles

A CORPUS-BASED STUDY OF REPORTING VERBS IN SHORT ESSAY Denisa Nur Febriyanti; Susi Yuliawati
Journal of Linguistic Phenomena (JLP) Vol 2, No 2 (2024): Journal of Linguistic Phenomena, Januari 2024
Publisher : Direktorat Pendidikan dan Internasionalisasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jlp.v2i2.51533

Abstract

The present research aims to analyze the use of reporting verbs in short essays written by undergraduate students of English major at a university in Indonesia. The study focuses on the frequency analysis of reporting verbs across four semantic categories, namely Argue verbs (e.g., argue, suggest, write, etc.), Find verbs (e.g., find, observe, discover, etc.), Show verbs (show, demonstrate, reveal, etc.) and Think verbs (e.g., think, assume, know, etc.). To achieve this, a mixed-method research design and a corpus-based approach are employed. The results show that the students predominantly use the Think verbs category, followed by Argue, Show, and Find verbs. It suggests that students may focus more on expressing their beliefs and opinions rather than providing evidence or confirming their claims. Moreover, the study highlights the implications of the finding, indicating that the overuse of verbs from the Think verbs category may indicate a lack of evidence-based reasoning in the students’ short essays.
DEIKSIS DALAM GELAR WICARA MATA NAJWA EPISODE “GURU LEBIH SEMANGAT BERTEMU MURID LANGSUNG” FARADHIBA SALSABILA; SUSI YULIAWATI
Journal of Linguistic Phenomena (JLP) Vol 1, No 1 (2022): Journal of Linguistic Phenomena Juli 2022
Publisher : Direktorat Pendidikan dan Internasionalisasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jlp.v1i1.40174

Abstract

Pandemi Covid-19 menimbulkan pembatasan pada aktivitas di publik, termasuk bersekolah. Sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) merupakan salah satu kebijakan yang diterapkan sebagai solusi untuk menyelenggarakan pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Kebijakan tersebut tentu tidak terlepas dari berbagai kendala. Akan tetapi, kehadiran vaksin dan semakin meningkatnya kekebalan kelompok telah membuka peluang untuk bersekolah dengan sistem Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Isu tersebut dibahas di acara gelar wicara Mata Najwa episode “Guru Lebih Semangat Bertemu Murid Langsung”. Dengan teori deiksis dari Yule (2018), penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan deiksis pada percakapan yang ada dalam episode tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menerapkan teknik transkripsi untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 18 data dalam episode “Guru Lebih Semangat Bertemu Murid Langsung”. Deiksis yang ditemukan adalah deiksis persona, deiksis ruang, dan deiksis waktu. Deiksis persona terdiri atas aku, kita, kami, mereka dan -nya. Deiksis ruang terdiri di sini, ini dan itu. Deiksis waktu terdiri atas 2020 lalu, tahun lalu, waktu itu, tahun kemarin, dulu, kemaren, sekarang malam ini, dan besok pagi.
Sintren as a Traditional Performing Art in Mirat Village Kartika, Nyai; Reiza D. Dienaputra; Susi Machdalena; Awaludin Nugraha; Agus S. Suryadimulya; Susi Yuliawati; Sriwardani, Nani
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 39 No 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v39i2.2551

Abstract

Sintren art is a traditional art that developed in almost all coastal areas of the island of Java. In Majalengka, sintren art developed in Mirat Village, Leuwimunding District. Sintren as a traditional art grew among rural communities that were becoming modern so sintren then survived as a traditional performing art that had an influence on the social life of the community. This research was carried out using qualitative research methods which are believed to be a scalpel in research so as to help explain the research object factually. Data collection techniques were carried out by direct observation and interviewing sources. The results of this research show that sintren in Mirat Village is not only a traditional art that was initially performed in ceremonies or rituals, but also a traditional performing art that can be performed during circumcision celebrations, weddings, and welcoming guests who come to the village. There has been a shift in sintren performances, currently sintren can be performed anytime and anywhere depending on the enthusiasm and demand of the community, because currently the values contained in this sintren performing art are no longer closely tied to a ceremony or ritual alone. Sintren art absorbs the cultural values of the community so Sintren performing arts have become part of the culture of the Mirat community.
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI KOMUNITAS MAJELIS TAKLIM AL AMANAH DESA CIMENYAN KABUPATEN BANDUNG MELALUI PENINGKATAN PERAN PEREMPUAN DALAM MEMBANGUN KELUARGA SEHAT Yuliawati, Susi; Machdalena, Susi; Ekawati, Dian
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i2.43150

Abstract

Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat peran perempuan dalam membangun keluarga yang sehat jasmani dan rohani, terutama dalam menghadapi masa pandemi dan beradaptasi dengan kehidupan normal baru. Dalam bidang kesehatan mikro, anggota keluarga perempuan sangat berperan dalam memenuhi gizi harian keluarga untuk mencegah malnutrisi dan gizi buruk. Kegiatan ini dilaksanakan di Komunitas Majelis Taklim Al-Amanah Desa Cimenyan Kabupaten Bandung dengan mitra para anggota perempuan dari komunitas tersebut, mengingat peran mereka dalam keluarga sebagai pendidik anak-anak, pengurus rumah tangga, dan pemelihara keluarga sehat. Oleh karena itu, peran ibu perlu ditingkatkan melalui berbagai macam kegiatan. Salah satunya adalah kegiatan olah raga body weight training yang masih belum populer di kalangan masyarakat umum. Kegiatan berupa sosialisasi dan praktik tentang body weight training ini dibimbing oleh seorang professional trainer. Body weight training dipilih karena selama ini para perempuan di Komunitas Majelis Taklim Al-Amanah Desa Cimenyan Kabupaten Bandung lebih mengenal olah raga berjenis cardio, seperti senam pagi. Padahal, olah raga body weight training ini sangat cocok untuk mereka yang berusia 40 tahun ke atas dan dapat dipraktikan di rumah. Dari kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat ini, para perempuan di Komunitas Majelis Taklim Al-Amanah Desa Cimenyan Kabupaten Bandung diharapkan memiliki kebiasaan baru untuk membangun keluarga sehat. Para perempuan yang menjadi sasaran kegiatan ini selanjutnya diharapkan juga untuk menularkan kebiasaan ini kepada anak, suami, dan anggota keluarga lainnya. Dengan demikian, hal ini dapat membantu mengoptimalkan peran perempuan di komunitas tersebut sebagai pembangun keluarga sehat.The implementation of this Community Service activity aims to strengthen women's roles in building physically and mentally healthy families, particularly in the face of the pandemic, and adapting to a new normal life. Female family members play an important role in fulfilling the family's daily nutrition to prevent malnutrition and malnutrition in the field of micro-health. This activity was carried out with partners from the Al-Amanah Taklim Council Community, Cimenyan Village, Bandung Regency, taking into account their role in the family as children's educators, housekeepers, and caregivers of healthy families. As a result, the role of mothers must be expanded through a variety of activities. One of them is bodyweight training, which is still not widely practiced. Activities in the form of socialization and practice of body weight training are guided by a professional trainer. Women in the Al-Amanah Taklim Assembly Community, Cimenyan Village, Bandung Regency are more familiar with cardio-type activities, such as morning workouts, hence body weight training was chosen. In fact, this bodyweight training exercise is ideal for anyone over the age of 40 and may be done at home. Women at the Al-Amanah Taklim Assembly Community in Cimenyan Village, Bandung Regency, are expected to develop new behaviors in order to raise healthy families as a result of this Community Service project. The women who are the object of this practice are then expected to carry on their habits to their children, husbands, and other family members. As a result, this can assist to maximize women's roles in the community as family builders. 
Klasifikasi Topik Berita Deutsche Welle Indonesia dengan Kata Kunci Indonesia Menggunakan Metode Multinomial Naive Bayes Ayuni, Amalia Qurrota; Helen, Afrida; Yuliawati, Susi
Jurnal Linguistik Komputasional Vol 6 No 1 (2023): Vol. 6, NO. 1
Publisher : Indonesia Association of Computational Linguistics (INACL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jlk.v6i1.93

Abstract

Penerapan klasifikasi berita berdasarkan topik dan sub-topik dapat membantu pengguna media berita dalam menemukan informasi yang dibutuhkan secara lebih spesifik sehingga meningkatkan efisiensi waktu. Deutsche Welle Indonesia merupakan salah satu media berita asing yang terkenal akan publikasinya mengenai perkembangan politik dan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasi topik berita khususnya mengenai Indonesia yang dipublikasikan oleh media berita Deutsche Welle Indonesia untuk mengetahui fokus pemberitaan dari media tersebut. Sebanyak 682 data dikumpulkan dan topik berita dengan jumlah terbanyak adalah berita politik, sosial budaya, dan kesehatan. Dengan tahapan preprocessing, labelling, training, testing, pembobotan tf-idf, dan klasifikasi data dengan algoritma multinomial naïve bayes didapatkan hasil akurasi tertinggi sebesar 88,3%. Klasifikasi topik diprediksi dengan confusion matrix dengan hasil berupa sebagian besar label berhasil dideteksi dan terdapat beberapa data yang mengalami kesalahan prediksi karena mesin tidak dapat mengidentifikasi judul dengan kata yang sama namun memiliki konteks berbeda.
MULTIKULTURALISME KEBUDAYAAN DAERAH CIREBON Reiza D. Dienaputra; Agusmanon Yunaidi; Susi Yuliawati
PANGGUNG Vol 31 No 2 (2021): Estetika Dalam Keberagaman Fungsi, Makna, dan Nilai Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v31i2.1313

Abstract

Cirebon has a very heterogeneous population. The heterogeneity of the Cirebon Population goes through a very long process, going on since the early days of the Cirebon Sultanate in the XV century. Along with the heterogeneity of its population, Cirebon culture has developed into a culture that is full of diversity, as well as representing cultural diversity in equality. This reality is interesting to observe, especially to find out about how multiculturalism is in Cirebon culture and how the elements of multiculturalism are represented in Cirebon culture. To reveal all this, the historical method is used, which consists of four stages of work, namely, heuristics, criticism, interpretation, and historiography. The results of research on several objects of the advancement of Cirebon culture has a correlation with the heterogeneous population of Cirebon. The cultures that contributed to the birth of a multicultural Cirebon culture were Indian, Arabic, Chinese, Western, Sundanese and Javanese culture. The cultural reality of Cirebon, which is full of cultural diversity, certainly needs to be maintained and preserved as well as being a model for strengthening national integration.
Reduplikasi Upacara Adat Bapelas Sebagai Simbol Kekuasaan Kerajaan Kutai Kartanegara Emmy Sundari; Reiza D Dienaputra; Awaludin Nugraha; Susi Yuliawati
PANGGUNG Vol 31 No 3 (2021): Budaya Ritual, Tradisi, dan Kreativitas
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v31i3.1679

Abstract

Subjek penelitian ini adalah upacara adat Bapelas. Objek pembahasannya tentang pembacaansimbol-simbol kekuasaan di upacara adat Bapelas. Pembacaan simbol dilakukan dalam bentukreduplikasi dan pengamatan langsung struktur pelaksanaan upacara adat Bapelas. Pengkajianini dilakukan melalui pengumpulan data-data secara empiris, bersifat induktif, menggunakanmetode kualitatif dan analisis interpretatif. Reduplikasi upacara adat Bapelas merupakanpengulangan upacara ritual-sakral warisan leluhur secara turun-temurun dari tahun ke tahun.Upacara adat Bapelas menyimpan banyak simbol-simbol yang mencerminkan kekuasaansultan sebagai pemegang kekuasaan di Kerajaan Kutai. Namun sultan sendiri tidak memegangkekuasaan dan wewenang di masa pemerintahan Republik Indonesia. Kekuasaan dalampenelitian ini, hanya sebatas kekuasaan sultan sebagai pemegang kekuasaan adat di kerajaan.Kekuasaan dan wewenang hanya sebagai simbol legitimasi atau pengakuan bahwa KerajaanKutai Kartanegara sampai saat ini masih berdiri. Pemerintah Indonesia menjadikan Kerajaanini sebagai warisan budaya (kearifan lokal) dan pariwisata bagi kemajuan ekonomi, sosial, danpolitik Kutai Kartanegara .Kata Kunci: Bapelas, simbol, kekuasaan.
Motif Batik Ciwaringin sebagai Identitas Budaya Lokal Cirebon Susi Machdalena; Reiza D. Dienaputra; Agus S. Suryadimulya; Awaludin Nugraha; N. Kartika; Susi Yuliawati
PANGGUNG Vol 33 No 1 (2023): Nilai-Nilai Seni Indonesia: Rekonstruksi, Implementasi, dan Inovasi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i1.2476

Abstract

Artikel ini membahas motif-motif Batik Ciwaringin yang mempunyai kekhasan dan keunikan tersendiri. Batik Ciwaringin dibuat tidak menggunakan pola dalam proses membatiknya, dikerjakan para ibu yang sudah berumur lanjut, untuk mewarnai batik digunakan bahan pewarna alam, motif batik kental dengan nilai-nilai Islam, karena awal mulanya terdapat batik di Ciwaringin dibuat oleh para santri di pesantren. Hal-hal tesebut menjadi unggulan Batik Ciwaringin dan menjadi identitas masyarakatnya. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Pendekatan ini digunakan untuk memaparkan kearifan lokal dan identitas masyarakat Ciwaringin. Data-data yang berupa motif-motif batik Ciwaringin diperoleh dari sanggar Batik Muhammad Suja’i dan sanggar Batik Risma. Data-data dipilah berdasarkan pola motif batik. Terdapat lima pola motif, yaitu pola geometris, pangkaan, byur, ceplak-ceplok, laseman, dan pola kombinasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motif-motif batik dengan berbagai ragam hias berasal dari alam di sekitar Desa Ciwaringin. Batik Ciwaringin merupakan hasil ekspresi kultural para perajinnya dengan motif-motif yang tidak keluar dari sosio-kultural Islam karena sejak awal adanya Batik Ciwaringin berpedoman pada ajaran-ajaran Islam. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Batik Ciwaringin menunjukkan identitas budaya Ciwaringin yang kaya akan flora dan fauna. Kata kunci: Motif batik, kearifan lokal, identitas Kata kunci: Motif batik, kearifan lokal, identitas.
PENCEGAHAN ANEMIA PADA PEREMPUAN USIA SUBUR DI KECAMATAN CIMENYAN KABUPATEN BANDUNG Yuliawati, Susi; Ekawati, Dian; Machdalena, Susi; Nafhanda, Alyssa Myrelia
Midang Vol 2, No 3 (2024): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Oktober 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i3.58320

Abstract

Menurut data WHO, anemia defisiensi besi diperkirakan menjadi salah satu penyebab tingginya angka kematian pada perempuan usia subur, terutama saat mereka hamil dan melahirkan. Selain itu, perempuan usia subur yang menderita anemia menjadi kurang produktif dan memiliki kemampuan akademik yang kurang. Di Indonesia 30% perempuan berusia antara 15-24 tahun menderita anemia. Sedangkan di Jawa Barat yang berpenduduk lebih dari 47 juta jiwa,  lebih dari 50% perempuan usia SMP menderita anemia (Roche dkk., 2018) Melihat situasi ini, pemerintah Indonesia mengacu kepada WHO memberikan tablet suplemen penambah darah bagi perempuan usia subur di Indonesia. Namun, pemberian tablet ini tidak dimanfaatkan dengan baik, karena banyak faktor yang melatarbelakanginya. Faktor sosial budaya seperti adanya mitos bahwa perempuan yang sedang menstruasi tidak boleh makan ikan atau daging karena dapat mengakibatkan darahnya menjadi bau anyir, menjadi salah satu penyebab banyak perempuan usia subur kekurangan zat besi. Pemahaman yang rancu antara darah rendah dan kurang darah pun masih ada, sehingga perempuan tidak mau diberi tablet tambah darah karena takut membuatnya menderita tekanan darah tinggi (Roche dkk., 2018). Padahal anemia ini dapat dicegah dari awal dengan menerapkan pola hidup sehat serta mengonsumsi makanan dengan nutrisi lengkap. Menyikapi situasi dan kondisi di atas, pengabdian kepada masyarakat ini mengusung tema “Pencegahan Anemia pada Perempuan Usia Subur di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung”. Peserta penyuluhan ini adalah para perempuan berusia subur anggota majelis taklim Al Amanah di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan para perempuan usia subur lebih memperhatikan kondisi kesehatan dirinya, terutama yang berkaitan dengan anemia, sehingga mereka dapat mengoptimalkan dirinya dan juga dapat melahirkan generasi yang sehat.
Leadership, Islamic Spirituality, and Javanese Mysticism: Cultural Analysis of Islamic Education of Panjang Jimat in Cirebon Hermawan, Moh Hisyam; Sutisna, Deden; Yuliawati, Susi
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v6i2.296

Abstract

The Panjang Jimat Ritual in Cirebon is a tradition that blends Islamic spirituality and Javanese mysticism, passed down through generations within the Cirebon Palace. This research examines how the Panjang Jimat tradition reflects the fusion of Islamic values with local Javanese beliefs, seen in the use of heirloom objects as spiritual mediums and the role of the Sultan as the ritual leader. Additionally, this study explores the educational aspects of the ritual, where Islamic teachings are transmitted not only through formal education but also through cultural practices, shaping the spiritual and moral development of the community. Through a qualitative approach and literature analysis, this study shows that the Panjang Jimat not only serves as a religious ritual but also symbolizes social cohesion and cultural identity, strengthening the community’s connection with their ancestors and traditional values. Despite theological criticism regarding belief in the power of heirloom objects, the people of Cirebon view the ritual as a form of respect for their ancestors and a way to receive blessings from God. As times change, the Panjang Jimat tradition continues to adapt, addressing contemporary issues such as environmental sustainability and social inclusivity. This research demonstrates that Panjang Jimat is not just a tradition, but also a medium for dialogue between Islamic teachings, local wisdom, and Islamic education, maintaining its relevance amid modernization and social change