Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Metahumaniora

AN ACOUSTIC ANALYSIS OF VOICELESS ALVEOLAR PLOSIVE /t/ IN SUNDANESE, INDONESIAN, AND ENGLISH BY SUNDANESE SPEAKERS Jeri Sukmawijaya; Sutiono Mahdi; Susi Yuliawati
Metahumaniora Vol 10, No 1 (2020): METAHUMANIORA, APRIL 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v10i1.26597

Abstract

A voiceless alveolar plosive /t/ is pronounced with many variations. In English, it is perceived to have an aspiration when it is in the initial segment of a word in a stressed syllable while Sundanese and Indonesian do not aspirate it. The study focuses on finding out Voice Onset Time (VOT) or duration of /t/ in Sundanese, Indonesian, and English produced by Sundanese speakers. The method used is quantitative and qualitative (mix method). The data are obtained from the voice recording of eighteen undergraduate students. They are all native Sundanese speakers who are learning English at IKIP Siliwangi Cimahi. The voice recordings are analyzed and measured by acoustic analysis by using PRAAT software. The result shows the average VOT or duration of /t/ in the initial segment of the word in Sundanese and Indonesian is identical, namely 20 ms. It indicates that they do not aspirate /t/ in Sundanese and Indonesian. Additionally, they transfer the way they produce /t/ in their two languages into English as their foreign language. It can be seen from the average VOT or duration of /t/ in the initial segment of the word in English that lasts 29 ms. This finding can be a reference to other researchers who want to know the necessary duration of /t/ in Sundanese and Indonesian produced by Sundanese speakers. 
NORMA PENGGUNAAN VERBA DISCLOSE DAN REVEAL PADA CORPUS OF CONTEMPORARY AMERICAN ENGLISH (COCA): KAJIAN LINGUISTIK KORPUS Fitri Nurul Falah; Susi Yuliawati; Eva Tuckyta Sari Sujatna
Metahumaniora Vol 12, No 2 (2022): METAHUMANIORA, SEPTEMBER 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v12i2.40187

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji pola penggunaan verba yang bersinonimi, yaitu disclose dan reveal, berdasarkan teori norms and exploitation (TNE) dari Hanks (2013) dalam Corpus of Contemporary American English (COCA) dengan menggunakan kajian linguistik korpus. Kesamaan makna antara verba disclose dan reveal dalam ragam lisan dan tulisan pada korpus COCA dianalisis berdasarkan frekuensi penggunaan, tipe semantis, dan profil sintagmatik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan metode gabungan (kuantitatif dan kualitatif) dengan strategi eksplanatoris sekuensial. Metode kuantitatif digunakan pada tahap pengumpulan data dan pengindentifikasian tingkat kemunculan verba. Sementara itu, metode kualitatif digunakan dalam menafsirkan data berdasarkan tipe semantis dan profil sintagmatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua verba tersebut lebih frekuentatif dalam ragam tulis daripada lisan. Keduanya juga sering digunakan untuk mengungkap informasi dengan adanya tipe semantis information yang hampir muncul di setiap pola penggunaan. Perbedaannya terletak pada jumlah pola dalam profil sintagmatik, verba disclose memiliki lima pola, sedangkan verba reveal memiliki enam pola. Selain itu, verba disclose lebih sering digunakan mengungkapkan informasi apabila subjeknya adalah orang atau institusi, sedangkan subjek pada verba reveal adalah tindakan, aktivitas, atau peristiwa.