Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : midang

PENCEGAHAN ANEMIA PADA PEREMPUAN USIA SUBUR DI KECAMATAN CIMENYAN KABUPATEN BANDUNG Yuliawati, Susi; Ekawati, Dian; Machdalena, Susi; Nafhanda, Alyssa Myrelia
Midang Vol 2, No 3 (2024): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Oktober 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i3.58320

Abstract

Menurut data WHO, anemia defisiensi besi diperkirakan menjadi salah satu penyebab tingginya angka kematian pada perempuan usia subur, terutama saat mereka hamil dan melahirkan. Selain itu, perempuan usia subur yang menderita anemia menjadi kurang produktif dan memiliki kemampuan akademik yang kurang. Di Indonesia 30% perempuan berusia antara 15-24 tahun menderita anemia. Sedangkan di Jawa Barat yang berpenduduk lebih dari 47 juta jiwa,  lebih dari 50% perempuan usia SMP menderita anemia (Roche dkk., 2018) Melihat situasi ini, pemerintah Indonesia mengacu kepada WHO memberikan tablet suplemen penambah darah bagi perempuan usia subur di Indonesia. Namun, pemberian tablet ini tidak dimanfaatkan dengan baik, karena banyak faktor yang melatarbelakanginya. Faktor sosial budaya seperti adanya mitos bahwa perempuan yang sedang menstruasi tidak boleh makan ikan atau daging karena dapat mengakibatkan darahnya menjadi bau anyir, menjadi salah satu penyebab banyak perempuan usia subur kekurangan zat besi. Pemahaman yang rancu antara darah rendah dan kurang darah pun masih ada, sehingga perempuan tidak mau diberi tablet tambah darah karena takut membuatnya menderita tekanan darah tinggi (Roche dkk., 2018). Padahal anemia ini dapat dicegah dari awal dengan menerapkan pola hidup sehat serta mengonsumsi makanan dengan nutrisi lengkap. Menyikapi situasi dan kondisi di atas, pengabdian kepada masyarakat ini mengusung tema “Pencegahan Anemia pada Perempuan Usia Subur di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung”. Peserta penyuluhan ini adalah para perempuan berusia subur anggota majelis taklim Al Amanah di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan para perempuan usia subur lebih memperhatikan kondisi kesehatan dirinya, terutama yang berkaitan dengan anemia, sehingga mereka dapat mengoptimalkan dirinya dan juga dapat melahirkan generasi yang sehat.
PENCEGAHAN ANEMIA PADA PEREMPUAN USIA SUBUR DI KECAMATAN CIMENYAN KABUPATEN BANDUNG Yuliawati, Susi; Ekawati, Dian; Machdalena, Susi; Nafhanda, Alyssa Myrelia
Midang Vol 2 No 3 (2024): Midang, Oktober 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i3.58320

Abstract

Menurut data WHO, anemia defisiensi besi diperkirakan menjadi salah satu penyebab tingginya angka kematian pada perempuan usia subur, terutama saat mereka hamil dan melahirkan. Selain itu, perempuan usia subur yang menderita anemia menjadi kurang produktif dan memiliki kemampuan akademik yang kurang. Di Indonesia 30% perempuan berusia antara 15-24 tahun menderita anemia. Sedangkan di Jawa Barat yang berpenduduk lebih dari 47 juta jiwa,  lebih dari 50% perempuan usia SMP menderita anemia (Roche dkk., 2018) Melihat situasi ini, pemerintah Indonesia mengacu kepada WHO memberikan tablet suplemen penambah darah bagi perempuan usia subur di Indonesia. Namun, pemberian tablet ini tidak dimanfaatkan dengan baik, karena banyak faktor yang melatarbelakanginya. Faktor sosial budaya seperti adanya mitos bahwa perempuan yang sedang menstruasi tidak boleh makan ikan atau daging karena dapat mengakibatkan darahnya menjadi bau anyir, menjadi salah satu penyebab banyak perempuan usia subur kekurangan zat besi. Pemahaman yang rancu antara darah rendah dan kurang darah pun masih ada, sehingga perempuan tidak mau diberi tablet tambah darah karena takut membuatnya menderita tekanan darah tinggi (Roche dkk., 2018). Padahal anemia ini dapat dicegah dari awal dengan menerapkan pola hidup sehat serta mengonsumsi makanan dengan nutrisi lengkap. Menyikapi situasi dan kondisi di atas, pengabdian kepada masyarakat ini mengusung tema “Pencegahan Anemia pada Perempuan Usia Subur di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung”. Peserta penyuluhan ini adalah para perempuan berusia subur anggota majelis taklim Al Amanah di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan para perempuan usia subur lebih memperhatikan kondisi kesehatan dirinya, terutama yang berkaitan dengan anemia, sehingga mereka dapat mengoptimalkan dirinya dan juga dapat melahirkan generasi yang sehat.
PERCEPATAN TRANSFORMASI DIGITAL DI DESA NAGARAWANGI, KECAMATAN RANCAKALONG SEBAGAI UPAYA PROMOSI PEMAJUAN KEBUDAYAAN DESA Ekawati, Dian; Rachmat, Ani; Yuliawati, Susi; Tiswaya, Waway; Suryadimulya, Agus S.
Midang Vol 3 No 3 (2025): Midang, Oktober 2025
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v3i3.63867

Abstract

We are currently in a period that is highly influenced by digital technology. This digital transformation is radically changing the industrial structure due to the spread of technologies such as artificial intelligence, big data, cloud computing, virtual reality, augmented reality and others. Among these industries, tourism is one that occupies an important position in accelerating digital transformation. This development has spread to the villages. This community service program (PPM) “Unpad Bermanfaat” aims to support the digitalization process as a means of promoting the advancement of cultural tourism in Nagarawangi Village, Rancakalong District, Sumedang Regency. Problems that arise in this process include costs, human resources and the readiness of the authorities to make it happen. By applying the ABCD method initiated by John McKnight and Jody Kretzman which focuses on assets in the field, this program conducted surveys, Focus Group Discussions (FGD), digital optimization training, and digital marketing training. The results of this activity showed increased awareness and enthusiasm of village communities and SMEs to utilize digital platforms for promoting tourism potential and local products. The main tourism potential identified is cultural tourism, particularly the Tarawangsa traditional art in Kampung Adat Cijere, which has attracted international tourists. However, digital promotion is still limited, requiring strategic digitalization that is cost-effective and optimizes existing community resources. Keywords: digital transformation; promotion; advancement; rural culture