Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pelatihan Inovasi Produk Pangan Berbasis Kopi di Desa Pakuan, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat Pertiwi, Made Gendis Putri; Zainuri, Zainuri; Rahayu, Novia; Anggraini, Ines Marisya Dwi; Nofrida, Rini; Utama, Qabul Dinanta; Afriansyah, Dilla; Arsyi, Elmia Kharisma; Yusuf, Aulia Islamiati; Ruhaeni, Ruhaeni
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.917

Abstract

One of the government's flagship programs for poverty reduction in NTB is the establishment of Tourism Villages. Robusta coffee is one of the abundant plantation commodities in Pakuan Village. However, due to the limited knowledge of the community regarding post-harvest processing of coffee, the community only sells ground coffee with makeshift plastic packaging. In the food sector, many coffee diversification efforts have been developed, one of which is into snack food in the form of candy. This training aims to increase community knowledge and skills related to coffee-based product processing technology so that they can produce high-economic-value candy products. The training involved 18 participants of the Tourism Awareness Group (Pokdarwis). The training consisted of several stages including preparation, material presentation, practice, and evaluation. The success indicator of this training is the increase in knowledge, skills, and interest of the participants in coffee candy products.  The discussion activities of the trainees and the practice of making candy showed the additional knowledge and skills gained by the trainees. After the training and mentoring, the community has the ability and experience to process coffee into candy products.ABSTRAKSalah satu program unggulan pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan di NTB yaitu penetapan Desa Wisata. Kopi robusta merupakan salah satu komoditas perkebunan yang melimpah di desa Pakuan. Namun karena keterbatasan pengetahuan masyarakat terkait pengolahan pascapanen kopi menyebabkan masyarakat hanya menjual dalam bentuk kopi bubuk dengan kemasan plastik seadanya. Dalam bidang pangan upaya diversifikasi kopi telah banyak dikembangkan, salah satunya menjadi makanan kudapan berupa permen. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat terkait teknologi pengolahan produk berbasis kopi sehingga mampu menghasilkan produk permen bernilai ekonomi tinggi. Pelatihan melibatkan 18 peserta yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Pelatihan ini terdiri dari beberapa tahapan meliputi persiapan, pemaparan materi, praktik, dan evaluasi. Adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan minat peserta pelatihan menjadi indikator keberhasilan pelatihan ini. Aktivitas diskusi dan kegiatan praktik pembuatan permen oleh peserta pelatihan membuktikan bahwa pengetahuan dan kemampuan yang diperoleh peserta bertambah. Setelah terlaksananya pelatihan dan pendampingan, masyarakat memiliki kemampuan dan pengalaman mengolah kopi menjadi produk permen. 
Diversifikasi Produk Olahan Tempe: Pelatihan Pembuatan Cokelat Tempe bagi Siswa SMK Islam Al-Lathifiyyah Tinggar, Desa Sikur Selatan, Lombok Timur Sinaga, Yesica Marcelina Romauli; Suryaningsih, Liana; Nurulfadilah, Nurulfadilah; Meylita, Anggi Putri; Alisukma, M. Taufan; Dharmawan, Wawan; Intan, Intan; Handayani, Dei; Fitrianti, Linda; Syanhabi, Aan; Dhaifullah, M. Naufal; Anggraini, Ines Marisya Dwi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13658

Abstract

Cokelat masih menjadi pangan rekreasional favorit terutama di kalangan remaja, dan tingkat konsumsi cokelat nasional per kapita menunjukkan tren peningkatan setiap tahun. Kondisi ini membuka peluang besar untuk dilakukannya inovasi dalam pengolahan produk cokelat. Di sisi lain, tempe sebagai pangan fermentasi tradisional Indonesia memiliki kandungan protein tinggi dan berbagai manfaat kesehatan yang menjadikannya potensial sebagai bahan baku inovatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan olahan pangan dan wawasan kewirausahaan siswa SMK Islam Al - Lathifiyyah Tinggar, Desa Sikur Selatan, Lombok Timur melalui pelatihan pembuatan cokelat tempe. Pelatihan dilaksanakan dengan metode ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung, meliputi beberapa tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kemampuan siswa dalam menghasilkan produk olahan berbasis pangan lokal yang bernilai tambah. Inovasi cokelat tempe ini diharapkan dapat mendorong diversifikasi produk pangan sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat di Desa Sikur Selatan.
PELATIHAN PENGEMBANGAN PRODUK OLAHAN RUMPUT LAUT UNTUK MENINGKATKAN NILAI TAMBAH RUMPUT LAUT DI DESA EKAS BUANA KECAMATAN JEROWARU LOMBOK TIMUR Rahayu, Novia; Widyasari, Rucitra; Utama, Qabul Dinanta; Afriansyah, Dilla; Pertiwi, Made Gendis Putri; Zainuri, Zainuri; Isnain, Fuad Sauqi; Anggraini, Ines Marisya Dwi; Nofrida, Rini; Hidayatullah, Rizkiya Azzahra
Jurnal Pepadu Vol 6 No 4 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i4.9277

Abstract

Rumput laut sebagai salah satu sumber daya alam potensial di Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur menjadi fokus utama dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Tingginya hasil panen rumput laut Ulva lactuca yang tumbuh di daerah pesisir desa Ekas Buana belum didukung oleh penerapan teknologi pengolahan produk olahan pangan yang inovatif akibat keterbatasan pengetahuan dan terbatasnya akses masyarakat pembudidaya rumput laut terhadap teknologi pengolahan sederhana. Faktor penyebab masih rendahnya nilai tambah rumput laut tersebut dapat diatasi dengan melakukan kegiatan pelatihan pengembangan produk olahan rumput laut yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah rumput laut sebagai salah satu upaya diversifikasi produk.  Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini terdiri dari tiga tahapan penting yaitu sosialisasi, pelatihan dan penerapan teknologi. Pengolahan rumput laut Ulva lactuca menjadi produk flakes diikuti oleh para peserta yang sebagian besar merupakan ibu-ibu PKK. Kegiatan pelatihan berjalan baik, penuh antusiasme serta melibatkan peserta saat demonstrasi pembuatan flakes rumput laut. Flakes rumput laut yang dihasilkan dapat dijadikan sebagai alternatif sarapan yang praktis, sehat bernutrisi serta mudah disajikan. Dengan demikian, melalui diversifikasi produk flakes rumput laut ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah rumput laut untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat lokal.
Pemberdayaan UMKM Rumput Laut melalui Pelatihan Digital Marketing: Inovasi untuk Penguatan Ekonomi Lokal Desa Ekas, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur Afriansyah, Dilla; Zainuri, Zainuri; Nofrida, Rini; Utama, Qabul Dinanta; Anggraini, Ines Marisya Dwi; Pertiwi, Made Gendis Putri; Rahayu, Novia; Widyasari, Rucitra; Isnain, Fuad Sauqi; Hasanah, Nadia Permata
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2354

Abstract

This community engagement program aimed to enhance the digital marketing capacity of seaweed-based MSME actors in Ekas Village, Jerowaru District, East Lombok Regency through a participatory-based training approach. Conducted in August 2025, the program involved 30 participants. The training was structured into four stages: needs assessment, development of training modules, implementation of a digital marketing workshop, and evaluation using pre–post tests. The materials covered digital marketing strategies, visual content creation, the use of Instagram and WhatsApp Business, and brand identity strengthening. Evaluation results showed a 42% increase in participants’ understanding after the training. In addition, participants began independently applying digital marketing strategies, including creating promotional content, using business accounts, and developing digital catalogs. This program generated positive impacts such as increased product visibility and strengthened marketing networks for seaweed products. It is recommended that the program be continued through sustained mentoring and multi-stakeholder collaboration to support local economic resilience.ABSTRAKKegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas digital marketing pelaku UMKM Rumput Laut di Desa Ekas, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur melalui pelatihan berbasis partisipatif. Kegiatan dilaksanakan pada Agustus 2025 dan melibatkan 30 peserta. Pelatihan dirancang dalam empat tahapan: analisis kebutuhan, penyusunan modul pelatihan, implementasi workshop digital marketing, serta evaluasi berbasis pre–post test. Materi mencakup strategi pemasaran digital, pembuatan konten visual, pemanfaatan Instagram dan WhatsApp Business, serta penguatan identitas merek (branding). Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta sebesar 42% setelah pelatihan. Selain itu, peserta mulai menerapkan strategi digital marketing secara mandiri, termasuk pembuatan konten promosi, penggunaan akun bisnis, dan penyusunan katalog digital. Kegiatan ini memberikan dampak positif berupa peningkatan visibilitas produk rumput laut serta penguatan jejaring pemasaran. Program ini direkomendasikan untuk dilanjutkan melalui pendampingan berkelanjutan dan kolaborasi multi-stakeholder guna mendukung ketahanan ekonomi lokal.
THE CHEMICAL CHARACTERISTICS OF ARABICA AND ROBUSTA GREEN COFFEE BEANS FROM GEOPARK RINJANI, INDONESIA Zainuri; Paramartha, Dewa Nyoman Adi; Fatinah, Amira; Nofrida, Rini; Rahayu, Novia; Anggraini, Ines Marisya Dwi; Utama, Qabul Dinanta
BIOTROPIA Vol. 30 No. 3 (2023): BIOTROPIA Vol. 30 No. 3 December 2023
Publisher : SEAMEO BIOTROP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11598/btb.2023.30.3.1940

Abstract

Green coffee beans are also called unroasted coffee beans. The chemical composition of green coffee beans plays a vital role in determining the final product’s aroma. The main objective of this research was to characterize the chemical properties of Arabica and Robusta green coffee beans grown in different regions of Geopark Rinjani, Lombok Island, Indonesia. The water, ash, protein, carbohydrate, total solids, and caffeine contents, total acidity, and pH were determined. Data were analyzed by analysis of variance. The results revealed significant differences in the moisture contents of Arabica beans from Sembalun, Sajang, and Sapit and Robusta beans from Rempek, Selelos, and Genggelang. Additionally, the ash contents of Arabica Sajang and Arabica Sapit showed notable differences compared to other samples. However, the total fat contents of Arabica Sajang, Arabica Sapit, Robusta Rempek, and Robusta Genggelang did not exhibit significant variations. On the other hand, significant differences were observed in the protein contents of all samples, particularly between Arabica Sembalun and Arabica Sapit, compared to Arabica Sajang, Robusta Rempek, Robusta Genggelang, and Robusta Selelos. Robusta coffee beans appeared to have a slightly lower pH than Arabica beans. The latter exhibited consistent acidity in the range of 0.20–0.21, whereas the former showed higher acidity levels (0.23–0.25). Arabica beans had a lower caffeine content, averaging 1.09%, whereas Robusta beans exhibited an average caffeine content of 2.09%. This research provides valuable insights into the chemical composition of green coffee beans from different species and locations within Geopark Rinjani, contributing to a better understanding of the factors influencing the aroma and quality of coffee.