Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Performance improvement of the shredder machines using IoT-based overheating controller feature Emy Setyaningsih; Satriawan Dini Hariyanto; Dewi Wahyuningtyas; Samuel Kristiana
JURNAL INFOTEL Vol 14 No 4 (2022): November 2022
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v14i4.812

Abstract

Plastic shredding plays an essential role in the plastic waste recycling process. Plastic waste can be enumerated manually using a knife and scissors or a crushing machine. The use of a shredder machine to chop plastic waste, especially those whose primary drive is an electric motor, often experience problems. The main obstacle is the need for high power consumption (more than 1 HP) and the reliability of the drive elements against overheating. Overheating can damage the electrical circuit components that connect the power supply to electric motors, especially AC electric motors, causing a lot of loss in terms of performance and user safety. Internet of Things (IoT) technology is widely used to minimize energy resources by automating various systems. This study proposed the design of a shredder machine with a control system using IoT technology integrated with a shredder and conveyor machine designed using the Quantity Functional Diagram (QFD) method. The advantages of the shredder machine presented in this study are that it can operate at home using electric power, is more flexible, and minimizes overheating with an IoT-based overheating controller. This research succeeded in keeping the temperature of the electric motor of the shredder machine stable at a temperature of 40℃-55℃. The average delay of the IoT module to control on and off the shredder machine design system in this study is 219 ms and 200 ms, which are in the good category according to the Telecommunications and Internet Protocol Harmonization Over Network (TIPHON) standard.
Penerapan Teknologi Pembiakan Larva Black Soldier Fly Untuk Optimalisasi Pengelolaan Sampah Organik Di Kalurahan Panggungharjo Dewi Wahyuningtyas; Sukmawati, Paramita Dwi; Nurcahyo, Raden Wisnu; Hariyanto, Satriawan Dini; Sulistyaningsih, Eka; Rahayu, Suparni Setyowati; Yusuf, Muhammad
DHARMA BAKTI Dharma Bakti-Vol 6 No 2-Oktober 2023
Publisher : LPPM IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/dharma.v6i2.4509

Abstract

Kalurahan Panggungharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul telah memiliki Tempat Pengolahan Sampah (TPS) berbasis Reduce, Reuse and Recycle (3R) yang dikelola BUMDES Panggung Lestari. Untuk pengolahan sampah organik, warga secara mandiri atauoun berkelompok melakukan pengolahan sampahnya menjadi pupuk sehingga tidak dikelola oleh TPS. Permasalahan yang timbul dari pengolahan sampah organik tersebut adalah waktu proses pembuatan lama sekitar 30 hari, harga jual murah, dan lahan terbatas. Salah satu kelompok warga yang sudah melakukan pemilahan secara sederhana adalah Bank Sampah Barokah, Padukuhan Sawit, Kalurahan Panggungharjo. Kegiatan Bank Sampah masih berfokus pada sampah anorganik saja, sedangkan sampah organiknya dikelola di rumah masing-masing menjadi pupuk organik. Tujuan kegiatan pemberdayaan berbasismasyarakat ini mengoptimalkan pengelolaan sampah organik melalui budidaya larva black soldier fly (BSF) di mitra Bank Sampah Barokah. Metode yang dilakukan berupa sosialisasi dan penerapan teknologi tepat guna (pembuatan kandang budidaya larva BSF dan mesin pencacah sampah organik) kepada mitra yang telah dilaksanakan pada bulan Juli-September 2023. Hasil kegiatan berupa pengetahuan cara budidaya maggot sebagai pemakan sampah organik dan penggunaan teknologi tepat guna bagi warga Padukuhan Sawit. Kandang yangdibuat terdiri dari dua buah yaitu kandang penetasan telur dan pembiakan maggot. Kapasitas sampah organik yang dapat diolah maggot dalam kandang sebesar 30-35 kg/hari. Setiap hasil penetasan telur maggot sekitar 10 gram dapat menghasilkan hingga 30 kg maggot setelah 21 hari. Hasil kegiatan ini mampu mengatasi waktu proses pengolahan sampah organik yang lama dan produk maggot dapat digunakan sebagai pakan ternak di sekitar warga.
Pemasangan Solar Panel Kapasitas 400 WP Untuk Pemompaan Air Laut Pada Tambak Garam Tipe TUNNEL DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Hariyanto, Satriawan Dini Hariyanto; Kristiyana, Samuel; Sulistyaningsih, Eka; Wahyuningtyas, Dewi; Rahayu, Suparni Setyowati; Purnawan; Prabowo, Fajar Yulianto
DHARMA BAKTI Dharma Bakti-Vol 6 No 2-Oktober 2023
Publisher : LPPM IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pemberdayaan berbasis masyarakat (PBM) pada naskah ini membahas tentang penerapan panel surya dengan kapasitas 400 WP sebagai solusi energi terbarukan untuk memompa air laut pada tambak garam tipe tunnel di Daerah Sanden, Bantul, D.I. Istimewa Yogyakarta. Tambak garam tipe tunnel telah menjadi salah satu sumber pendapatan utama bagi masyarakat lokal, namun menghadapi tantangan terkait konsumsi energi yang tinggi yang selama ini kegiatan produksinya menggunakan bahan bakar minyak (BBM) sebagai sumber energi. Kegiatan PBM ini bertujuan untuk mengintegrasikan teknologi panel surya sebagai alternatif energi yang ramah lingkungan. Metode yang digunakan pada kegiatan PBM adalah PDCA (Plan Do Check Action) yang salah satu cakupan kegiatannya adalah penerapan teknologi panel surya dengan kapasitas 400 WP dan sistem pompa air laut portable pada tambak garam milik KUB Garam Makmur. Hasil awal menunjukkan bahwa penerapan panel surya telah berhasil mengurangi ketergantungan tambak garam terhadap sumber energi BBM. Produksi energi surya telah memadai untuk memenuhi kebutuhan operasional pompa air laut dalam tambak garam tipe tunnel. Selain itu, penggunaan panel surya telah memberikan manfaat ekonomi berupa pengurangan biaya energi dan peningkatan profitabilitas bagi para petani tambak garam.
Studi Permukaan Produk Berbahan PLA Hasil Fabrikasi Menggunakan Mesin 3D Printer Jenis Fused Deposition Modelling (FDM) dengan Variasi Kecepatan Printing Hariyanto, Satriawan Dini; Nurhayati, Nurhayati; Badrawada, I Gusti Gde
Jurnal Engine: Energi, Manufaktur, dan Material Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Proklamasi 45 University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30588/jeemm.v7i2.1575

Abstract

A study of the surface of the fabrication process using the fused deposition modeling (FDM) technique is needed to determine the suitability of the process parameters with the use of the product to be made. Products that have special characteristics that take advantage of the surface properties of fabricated using FDM are often encountered in technical applications involving fluids. This research is a preliminary study of the Water Contat Angle (WCA) study on polymer filaments made of PLA. In this study, the effect of printing speed on the width of polymer deposition and the gap distance between one deposit and another polymer deposit on the sample surface was observed and analyzed using image processing techniques. The printing speed is made to vary from 30 mm/s, 60 mm/s, and 90 mm/s. The relationship between printing speed and polymer deposition width produces a linear equation y = 0.0008 x + 0.28 and the gap width between filament deposition on the sample surface shows a linear equation relationship y = -0.0002 x + 0.0833 
Pengaruh Parameter Proses Manufacturing Menggunakan 3D Printer Jenis FDM terhadap Ketangguhan Material Polyethylene Terephthalate Glycol (PETG) Triadia, Tan; Hariyanto, Satriawan Dini; Rusianto, Toto
Journal of Mechanical Engineering Vol 7, No 2 (2023): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jom.v7i2.8092

Abstract

3D Printer jenis fused deposition modelling (FDM) dalam penggunaannya menggunakan beragam filamen berbahan polimer termoplastik seperti PLA dan ABS untuk mencetak obyek. Dalam beberapa tahun terakhir, popularitas filament PETG terus meningkat di kalangan pengguna 3D printer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui parameter proses (nozzle temperature, infill density dan infill pattern) yang optimum terhadap nilai impact strength menggunakan filament polyethylene terephthalate glycol (PETG) dengan metode Taguchi. Dalam penelitian ini menggunakan desain eksperimen Orthogonal array (OA) L9 (33)
Penerapan Teknologi Pengolah Air Siap Minum di Padukuhan Brajan, Banjararum, Kalibawang, Kulon Progo Murdiyanto, Aris Wahyu; Hanafi, Ahmad; Rosid, Ibnu Abdul; Sutanta, Edhy; Hariyanto, Satriawan Dini; Lestari, Sisilia Endah; Iswahyudi, Catur; Purnawan, Purnawan; Rahayu, Suparni Setyowati; Nurcahyo, Raden Wisnu
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 5 No 3 (2024): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v5i3.455

Abstract

Padukuhan Brajan merupakan salah satu wilayah di Kalurahan Banjararum, Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Padukuhan Brajan yang berada pada Perbukitan Menoreh termasuk wilayah sulit air, rawan kekeringan, memiliki potensi air tanah yang kecil dengan bulan kering 5-6 bulan per tahun. Dalam beberapa tahun terakhir menerima droping air karena ketersediaan air yang minim saat musim kemarau, dan belum semua warga terlayani jaringan air bersih/sehat, baik yang dilayani oleh PDAM/PAM Desa/PAMSIMAS. Air di wilayah Padukuhan Brajan juga berkapur yang apabila dikonsumsi dalam jangka panjang dapat menimbulkan gangguan kesehatan dan penyakit. Kegiatan inovatif diperlukan untuk mengatasi masalah ketersediaan air, terutama air minum bagi warga di Padukuhan Brajan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) telah dilaksanakan untuk mengatasi masalah air minum tersebut, berupa penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) sistem pengolah air menjadi air siap minum. Kegiatan PkM di wilayah Padukuhan Brajan dilaksanakan sebagai bagian dari Program Kosabangsa Tahun 2023 dengan sumber pendanaan dari Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRTPM) Kemdikbudristek. Pelaksana kegiatan adalah tim gabungan dosen dan mahasiswa dari 3 (tiga) kampus, yaitu Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta (UNJAYA), Universitas AKPRIND Indonesia, dan Universitas Gadjah Mada. Kegiatan PkM berlangsung selama 3 bulan. Tahapan kegiatan yang dilaksanakan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, serta evaluasi dan keberlanjutan. Berdasarkan hasil evaluasi, kegiatan ini mampu menjadi bagian solusi untuk masalah minimnya ketersediaan air bersih di lokasi Mitra. PkM ini juga sejalan dengan upaya peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat, khususnya pelayanan air bersih. Dalam skala yang lebih luas dan jangka panjang, penerapan TTG Pengolah Air Siap Minum dapat mendukung upaya mengatasi masalah stunting di wilayah mitra. Dukungan para pemangku kepentingan merupakan faktor penting terhadap terlaksananya dan ketercapaian kegiatan. Pendekatan keseluruhan pelaksanaan PkM ini dapat dijadikan model untuk pengembangan wilayah serupa di wilayah dan waktu yang berbeda.
Implementasi kegiatan Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat dengan Aktivitas Pengembangan Potensi Wisata Bukit Sigong Banjarsari Kulonprogo Rahayu, Suparni Setyowati; Sholeh, Muhammad; Susastriawan, Anak Agung Putu; Hariyanto, Satriawan Dini; Marausna, Gaguk; Putra, Ikbal Rizki
Journal of Dedicators Community Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdc.v8i1.5799

Abstract

Pengembangan potensi wisata Bukit Sigong di Banjarsari, Kulonprogo, merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya tarik destinasi wisata dan memberikan dampak positif pada perekonomian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) dilakukan terlebih dahulu dengan studi kelayakan  untuk mengevaluasi potensi dan keberlanjutan kegiatan. Kegiatan PkM yang dilakukan merupakan rangkaian kegiatan kolaborasi sosial membangun masyarakat (Kosabangas) antara tim pendamping dari Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta dengan tim pelaksana Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta. Tujuan dari kegiatan diantaranya meningkatkan potensi wisata bukit Sigong  dan penggunaan media sosial sebagai sarana promosi.  Metode yang digunakan dalam kegiatan Kosabangsa diantaranya sosialisasi, pelatihan dengan memberikan informasi tentang geowisata dan pengembangan sarana wisata dan  memberikan pendampingan langsung kepada kelompok sadar wisata dalam mengatasi permasalahan atau mencapai tujuan tertentu, seperti pengembangan sarana dan penghijauan kawasan wisata.  Hasil dari kegiatan ini diantaranya memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan bukit Sigong dengan melengkapi sarana Gazebo, lorong taman bunga, arena permainan anak dan website untuk sarana promosi.  Keberlanjutan program dilakukan dengan mendorong partisipasi aktif masyarakat  melalui  keterlibatan masyarakat  dalam pengelolaan destinasi. Event dan festival tahunan diadakan untuk meningkatkan daya tarik wisata dan pemasaran digital digunakan untuk memperluas jangkauan promosi
PENINGKATAN SARANA PRASARANA K3 DI BANK SAMPAH BECIK RESIK SUMBERMULYO SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KESELAMATAN KERJA Sulistyaningsih, Eka; Hariyanto, Satriawan Dini; Emaputra, Andrean
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 4 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i4.1966

Abstract

Waste banks are the activities that teach the community to sort waste and raise public awareness about wise waste management, which in turn will reduce the amount of waste transported to landfills. (Tempat Pembuangan Akhir). One of the actively operating waste banks in Bantul is the Bank Sampah Becik Resik. The Bank Sampah Becik Resik not only processes waste but is also often used as an educational place for waste management for those who want to learn how to process waste. However, in daily operations, the Becik Resik waste bank does not yet have Occupational Health and Safety facilities and infrastructure. (K3). Considering the situation and the issues, to address the limitations of K3 facilities and infrastructure, community service was conducted to improve K3 facilities and infrastructure as well as training on K3 and the use of fire extinguishers (APAR). The enhancement of K3 facilities and infrastructure is expected to raise awareness about the importance of K3 management. The facilities and infrastructure also aim to strengthen the role of the waste bank as an agent of change in environmental preservation efforts. The method of community service began with surveys and interviews with the managers regarding the K3 facilities and infrastructure needed, followed by floor painting according to K3 regulations, the provision of Fire Extinguishers (APAR), and K3 posters. The results of the Community Service (PkM) activities show that the Becik Resik Waste Bank room is now equipped with Occupational Safety and Health (K3) signs installed on the floor, Fire Extinguishers (APAR), and posters educating about K3 and waste management. In addition to the improvement of facilities, the team also provided K3 training and the use of fire extinguishers (APAR) to the partners. Through this training, the partners gained a deeper understanding of the importance of workplace safety and the emergency steps that need to be taken in case of a fire. With the enhancement of K3 facilities and the training provided, the partners' awareness in waste management and maintaining safety in the workplace has increased.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PERAJIN ECOPRINT DARUSSALAM, BANTUL MENGGUNAKAN ALAT STEAMER BERKAPASITAS 200 LITER Satriawan Dini Hariyanto; Andrean Emaputra; Eka Sulistyaningsih
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.40839

Abstract

Kelompok perajin Ecoprint Darussalam merupakan komunitas ibu-ibu di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang memproduksi kain ecoprint. Selama ini, proses pembuatan kain masih dilakukan secara manual, yang meliputi tahapan pembersihan kain, penataan daun pada kain, penggulungan kain, perebusan kain, dan pengeringan. Salah satu tahapan yang memerlukan perhatian khusus adalah proses penggulungan kain, yang saat ini dilakukan secara manual menggunakan tangan dengan durasi sekitar 6 menit. Metode manual ini menyebabkan tingkat kekencangan kain tidak merata dan membutuhkan tenaga dari setidaknya dua orang. Oleh karena itu, diperlukan alat bantu untuk mempercepat proses penggulungan kain. Selain itu, produktivitas kelompok perajin ecoprint juga dipengaruhi oleh kapasitas perebusan kain. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, kapasitas perebusan kain berhasil ditingkatkan dari semula 60 liter menjadi 200 liter per proses. Hasil dari kegiatan ini adalah terciptanya mesin steamer berkapasitas 200 liter yang mampu meningkatkan kapasitas produksi dari semula 12 lembar menjadi 60 lembar kain. Dengan demikian, alat ini mampu mempercepat proses produksi kain dan mengurangi waktu pengerjaan secara signifikan.
PELATIHAN SIKAP KERJA YANG ERGONOMIS DAN K3 PADA IBU-IBU PENGRAJIN ECOPRINT DARUSSALAM, BAMBANG LIPURO, BANTUL, YOGYAKARTA Andrean Emaputra; Satriawan Dini Hariyanto; Eka Sulistyaningsih; Nur Syarifudin Thoyyib; Niko Sitopu; Sahyadi J. Hasan
Setawar Abdimas Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah BengkuluUniversitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/sa.v5i1.9574

Abstract

Salah satu produk kain yang sedang berkembang pesat saat ini adalah kain ecoprint. Kain tersebut diwarnai dan diberi pola dengan bahan yang ramah lingkungan, yaitu dari pola dan pewarna daun. Pembuatan produk tersebut menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan. Salah satu pengrajin ecoprint yang terdapat di wilayah Bantul, Yogyakarta adalah Ibu-Ibu Pengrajin Ecoprint Darussalam yang beranggotakan 30 orang dan dibentuk pada tahun 2019. Pada pembuatan kain tersebut, beberapa postur tubuh ibu-ibu tersebut mengalami postur yang kurang ergonomis, yaitu postur tubuh yang membungkuk. Oleh karena itu, ibu-ibu tersebut perlu untuk mendapatkan pelatihan dan pendampingan dalam menerapkan sikap kerja yang ergonomis dan memenuhi kaidah keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Untuk mencapai tujuan tersebut, tim dosen dan mahasiswa dari Universitas AKPRIND Indonesia memberikan pelatihan dan pendampingan dengan tema tersebut. Kegiatan ini berhasil dengan baik dalam meningkatkan kesadaran tentang sikap kerja yang ergonomis kepada ibu-ibu tersebut. Selain itu, kegiatan ini juga dapat diterapkan secara langsung saat ibu-ibu bekerja sehingga mereka dapat meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja mereka secara langsung dengan adanya tambahan APD dan alat produksi yang lebih baik.