Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Perlindungan Hak Anak dan Pencegahan Perkawinan Anak dalam Mendukung SDGs di Kabupaten Bogor Lindri Purbowati; Rara Amalia Cendhayanie; Marissa Kemala Dirgantini; Ario Wendra; Liza Rahmi Oktaviana; Gloria Yoko Anastasya; Opah Latifah
Journal Evidence Of Law Vol. 5 No. 2 (2026): Journal Evidence Of Law (Agustus)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jel.v5i2.2632

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya perkawinan di bawah umur serta mengkaji upaya perlindungan hak anak yang dilakukan untuk mencegah praktik tersebut di Kabupaten Bogor. Penelitian menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan yuridis-sosiologis. Data diperoleh melalui pengumpulan data empiris melalui wawancara kepada narasumber dan informan serta studi kepustakaan yang didukung oleh berbagai peraturan perundang-undangan, jurnal ilmiah, dan dokumen terkait perlindungan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkawinan di bawah umur di Kabupaten Bogor dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain yang utama adalah pergaulan bebas serta kondisi ekonomi keluarga, kehamilan di luar nikah, kurangnya pengawasan orang tua, pengaruh lingkungan sosial. Sementara itu, upaya perlindungan hak anak dilakukan melalui pembentukan Peraturan Bupati Bogor Nomor 39 Tahun 2021 tentang Pencegahan Perkawinan pada Usia Anak, pelaksanaan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, penguatan peran keluarga, peningkatan akses pendidikan, program pendidikan pranikah, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan. Upaya tersebut merupakan bentuk perlindungan hak anak yang sekaligus mendukung pencapaian SDGs, khususnya Tujuan 4 tentang pendidikan berkualitas dan Tujuan 5 tentang kesetaraan gender. Diperlukan penguatan implementasi kebijakan serta partisipasi aktif masyarakat untuk menekan angka perkawinan di bawah umur secara berkelanjutan.
PERAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PT PERTAMINA DALAM PEMBERDAYAAN UMKM DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS DIRGANTARA MARSEKAL SURYADARMA Sungkono Sungkono; Agus Purwo Wicaksono; Sri Yanthy Yosepha; Cynthia Rahmawati; Tateng Sukendar; Rini Mukayani; Ario Wendra; Sigit Susantoro; Novita Damayanti
JAMBURA: Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis Vol 9, No 1 (2026): JIMB - VOLUME 9 NOMOR 1 MEI 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37479/jimb.v9i1.38799

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina dalam pemberdayaan UMKM di lingkungan Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya), dengan fokus pada pengurangan kendala modal dan fasilitas, peningkatan kinerja dan keberlanjutan usaha, serta penguatan kapasitas manajerial dan konsistensi operasional pelaku UMKM kantin. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan lima informan kunci (perwakilan Pertamina, Rektor Unsurya, Kepala LPKIK, narasumber kewirausahaan, dan Wakil Rektor III) serta observasi kondisi infrastruktur dan operasional UMKM di empat lokasi kantin kampus. Data kuantitatif dikumpulkan melalui pretest dan posttest pengetahuan kewirausahaan yang diberikan kepada 15 pelaku UMKM peserta pelatihan manajemen kewirausahaan dalam program CSR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program CSR Pertamina berkontribusi terhadap perbaikan infrastruktur fisik (lantai, atap, sanitasi, pencahayaan, branding) dan dukungan modal sehingga mengurangi hambatan operasional dan meningkatkan kelayakan usaha. Dari sisi kapasitas, rata-rata skor pengetahuan kewirausahaan meningkat dari 62 (pretest) menjadi 84 (posttest), dengan pergeseran peserta kategori rendah menjadi nol dan 80% peserta berada pada kategori tinggi setelah pelatihan, yang mengindikasikan penguatan kemampuan manajerial dan kesiapan mengelola usaha secara lebih profesional. Temuan kualitatif mengonfirmasi bahwa pelatihan, pendampingan, dan rencana digitalisasi pembayaran (QRIS) dipersepsikan relevan untuk meningkatkan daya tarik konsumen, stabilitas penjualan, dan keberlanjutan usaha. Secara teoritis, hasil ini mendukung integrative theories CSR, teori stakeholder, dan teori manajemen operasional, yang bersama-sama menjelaskan bagaimana program CSR Pertamina menjadi instrumen pemberdayaan UMKM kampus yang responsif terhadap kebutuhan lokal dan berorientasi pada keberlanjutan.