Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pengaruh Kompensasi Terhadap Produktifitas Karyawan Divisi Pemasaran Pada Perusahaan Asuransi XYZ Supriyanto; John Manumpak Parulian; Hadi Irawan; Sitti Rakhman
Jurnal Deliberatif Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Jaringan Pemberdayaan Politik Lingkungan Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the effect of compensation on employee productivity. Data were collected through a valid and reliable questionnaire, and the analysis results indicated that compensation has a positive and significant effect on productivity. Based on simple regression analysis, compensation accounts for 69.8% of the variance in employee productivity, with a regression coefficient of 0.712. These findings support the work motivation theory, which states that financial and non-financial rewards positively impact employee performance. This study recommends organizations implement fair and competitive compensation strategies, including financial and non-financial rewards, while fostering a supportive work environment. By doing so, organizations can enhance employee productivity and maintain competitiveness. Keywords: Compensation, Employee Productivity, Work Motivation, Human Resource Management, Organizational Strategy ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompensasi terhadap produktivitas karyawan. Data diperoleh melalui kuesioner yang valid dan reliabel, dengan hasil analisis menunjukkan bahwa kompensasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas. Berdasarkan uji regresi sederhana, kompensasi menjelaskan 69,8% variasi produktivitas karyawan, dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,712. Temuan ini mendukung teori motivasi kerja yang menyatakan bahwa penghargaan finansial dan non-finansial memengaruhi kinerja karyawan secara positif. Hasil penelitian ini memberikan rekomendasi bagi organisasi untuk menerapkan strategi kompensasi yang adil dan kompetitif, mencakup penghargaan finansial dan non-finansial, serta menciptakan lingkungan kerja yang mendukung. Dengan demikian, organisasi dapat meningkatkan produktivitas karyawan sekaligus mempertahankan daya saing. Kata Kunci: Kompensasi, Produktivitas Karyawan, Motivasi Kerja, Pengelolaan Sumber Daya Manusia, Strategi Organisasi.
Analisis Pengambilan Keputusan Dalam Penyelesaian Klaim Asuransi: Penolakan Klaim Berdasarkan Interpretasi Polis Yang Berbeda farianto; Erikman; Hari Purwanto; Sitti Rakhman
Jurnal Deliberatif Vol. 2 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Jaringan Pemberdayaan Politik Lingkungan Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak ; Penelitian ini berakar pada kondisi penyelesaian klaim yang banyak mengalami kendala yang dialami oleh beberapa pemegang polis dan juga ahli waris, ketidak pahaman ahli waris akan isi dari Polis serta kemungkinan munculnya interprestasi yang berbeda atas suatu klausul pada perjanjian, mengakibatkan proses klaim sangat berpotensi untuk menjadi masalah baru pada industry asuransi. Di sisi lain, pialang asuransi berperan penting dalam memastikan hak pemegang polis dapat dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Namun, dalam kasus ini, peran pialang asuransi terhambat oleh ketidakjelasan dan ketidaktepatan dalam pengambilan keputusan klaim yang dilakukan oleh perusahaan asuransi. Penelitian ini menggunakan metode Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis fenomena hukum yang tengah dalam proses penyelesaian. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk menggali dinamika yang terjadi dalam kasus yang sedang berlangsung, meskipun informasi yang dapat disajikan terbatas dan tidak dapat dijabarkan secara rinci karena status kasus yang masih dalam tahap tertentu. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang faktor-faktor yang mempengaruhi jalannya kasus serta konteks hukum dan sosial yang relevan, meskipun data yang diperoleh hanya mencakup sebagian dari proses penyelesaian kasus tersebut Abstract: This research is motivated by problems related to claim settlement which often cause difficulties for policyholders and beneficiaries. Lack of understanding by beneficiaries of the contents of the policy, as well as the possibility of different interpretations of certain clauses in the agreement, can cause new problems in the insurance industry. On the other hand, insurance brokers play an important role in ensuring that policyholders' rights are fulfilled in accordance with applicable provisions. However, in this case, the role of insurance brokers is hampered by unclear and inappropriate decision-making in handling claims by insurance companies. This study employs a qualitative research method with a case study approach to analyze a legal phenomenon that is currently in the process of resolution. This approach allows the researcher to explore the dynamics occurring in an ongoing case, although the information that can be presented is limited and cannot be detailed due to the case's status still being at a certain stage. Therefore, this study aims to provide an understanding of the factors influencing the course of the case, as well as the relevant legal and social context, even though the data collected only covers part of the case resolution process. Keywords: SDM, pengambilan keputusan ekonomi, perusahaan asuransi umum.
Pengaruh Budaya Organisasi dan Digitalisasi terhadap Kinerja Pegawai Lembaga Regulator Sektor Keuangan: Studi Perilaku Ekonomi dalam Pengambilan Keputusan M Khufron; Sitti Rakhman
Jurnal Deliberatif Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Jaringan Pemberdayaan Politik Lingkungan Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Financial regulatory institutions play a strategic role in maintaining the stability and integrity of both national and global financial systems. In the face of digital-era challenges and structural shifts, improving employee performance has become a primary focus to ensure institutional effectiveness. This study aims to explore the influence of organizational culture and digital transformation on employee performance, and how these two factors affect decision-making patterns from a behavioral economics perspective. Using a descriptive qualitative approach based on secondary data, this study analyzes official documents, academic publications, and reports from financial regulators in various countries. The findings reveal that an integrity- and collaboration-based organizational culture, along with structured implementation of digitalization, can enhance work efficiency, decision accuracy, and employee adaptability. This study is expected to serve as a reference for strategic human resource management in the public sector.
Paradoks Kesiapan Kerja dalam Konteks Keterlibatan dan Komitmen Pegawai Ramadhan, Handihka; Sitti Rakhman
Jurnal Deliberatif Vol. 3 No. 2 (2025): Volume
Publisher : Jaringan Pemberdayaan Politik Lingkungan Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesiapan kerja (job readiness) semakin menjadi isu strategis dalam pengelolaan sumber daya manusia, khususnya di organisasi sektor publik yang menghadapi dinamika perubahan kebijakan dan tuntutan kinerja yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menjelaskan paradoks kesiapan kerja, yaitu kondisi ketika keterlibatan dan komitmen pegawai berada pada tingkat tinggi, namun tidak berbanding lurus dengan kesiapan kerja yang dirasakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan literatur kritis yang diperkuat dengan analisis data sekunder dari Survei Opini Pegawai BPJS Kesehatan tahun 2024 sebagai konteks empiris. Hasil sintesis menunjukkan bahwa meskipun tingkat keterlibatan, kepuasan, dan komitmen pegawai berada pada kategori sangat tinggi, Indeks Kesiapan Kerja justru berada pada tingkat yang memerlukan perhatian. Analisis lebih lanjut mengungkap bahwa aspek psikologis-adaptif, khususnya persepsi diri (self-view) dan fleksibilitas, menjadi faktor utama yang melemahkan kesiapan kerja. Temuan ini menegaskan bahwa kesiapan kerja merupakan konstruk yang berdiri sendiri dan tidak dapat diasumsikan sebagai konsekuensi otomatis dari keterlibatan dan komitmen pegawai. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan literatur manajemen sumber daya manusia dengan memperkenalkan konsep paradoks kesiapan kerja sebagai kerangka analitis untuk memahami ketidaksinkronan antara sikap kerja afektif dan kesiapan adaptif pegawai. Secara praktis, hasil penelitian ini menekankan pentingnya strategi pengelolaan sumber daya manusia yang tidak hanya berfokus pada peningkatan keterlibatan dan loyalitas, tetapi juga pada penguatan kesiapan psikologis dan kompetensial pegawai.
Workplace Bullying, Job performance, Affect-Based Trust, dan Job Stress: Sebuah Studi Literatur pada Industri Perbankan Chandra, Kris Edwin; Rakhman, Sitti
Jurnal Deliberatif Vol. 3 No. 2 (2025): Volume
Publisher : Jaringan Pemberdayaan Politik Lingkungan Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aims to analyze the relationship between Workplace Bullying, Affect-Based Trust, Job Stress, and job performance within the banking industry. The research background highlights the increasing work pressure, competitive culture, and hierarchical structure that characterize the banking sector conditions that often allow bullying behaviors to emerge. This study employs a literature review method, examining more than ten national and international empirical studies published within the last ten years. Data sources include academic journals, research reports, and other relevant scientific publications. The analysis identifies patterns among the variables based on documented empirical findings across various organizational settings. The results indicate that Workplace Bullying has a significantly negative impact on Employee Performance, both directly and through mediating variables. Affect-Based Trust tends to deteriorate in the presence of bullying, disrupting cooperation, communication, and interpersonal effectiveness. Job Stress emerges as the primary consequence of bullying and acts as a key mediator that amplifies its negative effect on performance. These relationships form an interconnected model that reflects a cascading effect that undermines the overall work environment in the banking sector.The study recommends strengthening bullying reporting mechanisms, fostering a culture of trust-based relationships, and implementing stress management programs to support emotional stability and sustain Employee Performance. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Workplace Bullying, Affect-Based Trust, Job Stress, dan job performance Industri perbankan. Latar belakang penelitian berangkat dari meningkatnya tekanan kerja, budaya kompetitif, serta struktur organisasi yang hierarkis di sektor perbankan yang seringkali memberi ruang bagi munculnya perilaku intimidatif. Studi ini menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji lebih dari 10 penelitian nasional dan internasional dalam rentang sepuluh tahun terakhir. Sumber data berasal dari jurnal akademik, laporan penelitian, dan publikasi ilmiah yang relevan. Pendekatan analisis dilakukan dengan mengidentifikasi pola hubungan antarvariabel berdasarkan temuan empiris pada berbagai konteks organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Workplace Bullying memiliki dampak negatif signifikan terhadap kinerja karyawan, baik secara langsung maupun melalui jalur mediasi. Affect-Based Trust terbukti menurun ketika bullying terjadi, sehingga menghambat kerja sama, komunikasi, dan efektivitas hubungan interpersonal. Selain itu, Job Stress menjadi konsekuensi utama bullying dan berperan sebagai mediator penting yang memperkuat pengaruh negatif tersebut terhadap kinerja. Kombinasi ketiga variabel ini menghasilkan model keterkaitan yang menunjukkan efek berantai yang merusak kualitas lingkungan kerja perbankan. Rekomendasi penelitian meliputi penguatan sistem pelaporan bullying, pengembangan budaya kerja berbasis kepercayaan, serta implementasi program manajemen stres untuk menjaga stabilitas emosional dan performa karyawan.
Transformasi Sumber Daya Manusia Pialang Asuransi Indonesia: Isu Kompetensi, Digitalisasi, dan Kepatuhan Sasongko, Angky Budi; Sitti Rakhman
Jurnal Deliberatif Vol. 3 No. 2 (2025): Volume
Publisher : Jaringan Pemberdayaan Politik Lingkungan Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study explores the transformation and strategic challenges of human resources (HR) in non-life insurance brokerage and reinsurance companies in Indonesia, considering the digital era and current OJK regulations. The main issues identified include competency gaps among personnel, the low proportion of certified staff, and stagnating broker contributions to national premium distribution. The digitalization of business processes, the need to strengthen agile leadership, and increasing compliance pressure—especially with OJK Regulation Number 34 of 2024 regarding HR development investment—intensify the adaptation processes within organizations. A qualitative-descriptive approach was employed, combining literature review and secondary data analysis (OJK, AAUI, and BPS statistics 2022–2025), as well as benchmarking with international best practices and empirical studies. The results show that digital competency, adaptive HR governance, and synergistic ongoing training programs are pivotal drivers of HR transformation in local brokers towards global standards. Strategic recommendations encompass digital-based recruitment redesign, the implementation of compliance-driven HR audits, agile work culture development, and cross-association and global partnership collaboration. This study concludes that agility, digital literacy, and robust HR governance are the keys to ensuring the competitiveness and sustainability of Indonesian brokerage and reinsurance companies in regional and global insurance markets.
Rekonstruksi Mekanisme Rekrutmen Penyelenggara Pemilu (KPU dan Bawaslu), Menjamin Independensi dan Profesionalisme dalam Rezim Pemilu Serentak Rakhman, Sitti
Jurnal Deliberatif Vol. 3 No. 2 (2025): Volume
Publisher : Jaringan Pemberdayaan Politik Lingkungan Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Artikel ini menganalisis mekanisme rekrutmen anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) di Indonesia. Seiring dengan perubahan desain pemilu pasca-Putusan MK No. 135/2024, integritas penyelenggara menjadi kunci legitimasi hasil pemilu. Permasalahan utama yang muncul mencakup politisasi tim seleksi, dominasi kepentingan partai politik di DPR dalam fase fit and proper test, serta tantangan teknis penggunaan sistem informasi seleksi. Penelitian ini menggunakan metode normatif-empiris dengan pendekatan perundang-undangan dan studi kasus seleksi periode 2022-2027. Temuan menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk mengubah mekanisme seleksi dari sistem yang sangat politis menuju sistem meritokratis yang lebih transparan dengan penguatan peran partisipasi publik sebagai "penjaga gerbang" integritas. Abstract: This article analyzes the urgency of reconstructing the recruitment mechanism for members of the General Elections Commission (KPU) and the Election Supervisory Body (Bawaslu) in Indonesia to ensure the independence and professionalism of election organizers. Following the Constitutional Court Decision No. 135/PUU-XXII/2024, which decoupled the schedules of National and Local Elections, the workload and integrity standards of organizers require fundamental adjustments. Utilizing a normative-juridical method and an analytical approach to secondary data from the Election Organizer Ethics Council (DKPP) and election monitoring organizations, this study finds that the current recruitment process remains entangled in politicization during the final stage in Parliament (DPR) and suffers from suboptimal gender affirmation policies. The research findings recommend strengthening the role of the Selection Team as a gatekeeper and redesigning the role of the DPR into a confirmatory body (rather than an elective one) to minimize political intervention. Kata Kunci: SDM, HRM, Rekrutmen, KPU, Bawaslu, Independensi, Pemilu Serentak, Pilkada.
APARI Education and Strengthening the Competency of Insurance Brokerage Human Resources in the Era of Change Angky Sasongko; Sitti Rakhman
Journal of Social Research Vol. 5 No. 2 (2026): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v5i2.3010

Abstract

The contemporary insurance industry is undergoing significant transformation, marked by increasing risk complexity, accelerated digitalization, and deeper integration of global financial markets. These developments have intensified the demand for strengthening the competencies of insurance brokerage human resources through professional education that is not only adaptive but also context-sensitive. In practice, insurance brokers are no longer expected to function merely as transactional intermediaries; instead, they are increasingly required to assume the role of strategic risk advisors equipped with analytical capability, professional integrity, and a sound understanding of modern risk dynamics. (OECD, 2019; Susskind & Susskind, 2015) Within the Indonesian context, professional education and training programs organized by the Indonesian Insurance and Reinsurance Brokers Association (APARI) play a crucial role in shaping individual competencies to meet these evolving demands. This article seeks to reflect conceptually on the role of APARI professional education in strengthening the competencies of insurance brokerage human resources amid an era of rapid industry change, encompassing digital transformation, governance requirements, risk complexity, and global competition. This study employs a systematic literature review combined with conceptual analysis of professional education curricula, competency frameworks aligned with the Indonesian National Work Competency Standards (SKKNI) and the Indonesian National Qualifications Framework (KKNI), regulatory provisions issued by the Financial Services Authority (OJK), and selected international best practices in insurance professional education. The findings suggest that graduate quality does not emerge from a single determinant; rather, it develops through a dynamic interaction between curriculum relevance, learning approaches, and their practical alignment with industry realities. Beyond technical expertise, the development of soft competencies—such as professional communication, ethics, and adaptability—appears to be critical in shaping broker professionalism in the modern era. This article concludes that APARI professional education plays a strategic role in enhancing the competitiveness and long-term sustainability of Indonesia's insurance brokerage profession.
Pengaruh Work-Life Balance Dan Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Di Industri Asuransi Hilda Nurasyifa; Sitti Rakhman
Indonesian Journal of Economics Management and Accounting Vol. 2 No. 6 (2025): IJEMA - Juni 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Work-Life Balance dan Stres Kerja terhadap Kinerja Karyawan di industri asuransi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dari 101 responden. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan bantuan software SPSS. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa kedua variabel independen, yaitu Work-Life Balance dan Stres Kerja, tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Kinerja Karyawan secara parsial, karena nilai signifikansi masing-masing berada di atas 0,05. Meski begitu, arah hubungan dari kedua variabel tersebut cenderung positif, yang mengindikasikan bahwa peningkatan persepsi Work-Life Balance dan penanganan stres kerja yang baik tetap dapat mendukung kinerja, meskipun tidak terbukti secara statistik. Model regresi juga telah memenuhi asumsi klasik, termasuk normalitas dan tidak adanya multikolinearitas. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor-faktor lain di luar Work-Life Balance dan Stres Kerja kemungkinan lebih dominan dalam memengaruhi kinerja karyawan, sehingga perlu ditelusuri lebih lanjut dalam studi lanjutan.
Pengaruh Kompetensi SDM dan Perilaku Ekonomi Terhadap Efektivitas Pengambilan Keputusan di Bank Indonesia Aris Wisnuaji; Sitti Rakhman
Indonesian Journal of Economics Management and Accounting Vol. 2 No. 7 (2025): IJEMA - Juli 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengambilan keputusan yang efektif merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kredibilitas dan ketepatan kebijakan di lembaga publik strategis seperti Bank Indonesia. Namun, efektivitas tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh struktur kelembagaan dan sistem informasi, tetapi juga oleh faktor manusiawi, khususnya kompetensi sumber daya manusia (SDM) dan kecenderungan perilaku ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual bagaimana kompetensi SDM dan bias perilaku seperti confirmation bias, overconfidence bias, dan status quo bias memengaruhi kualitas pengambilan keputusan di Bank Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kajian literatur, tulisan ini membahas keterkaitan antara kapasitas individu, bias kognitif, dan sistem kelembagaan dalam membentuk proses kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi teknis dan analitis pegawai sangat menentukan validitas keputusan, namun tanpa kesadaran terhadap bias dan sistem mitigasinya, kualitas keputusan tetap berisiko menurun. Oleh karena itu, diperlukan strategi terpadu berupa pelatihan literasi data dan antibias, penerapan decision hygiene, penguatan forum kebijakan yang reflektif, serta pembentukan budaya organisasi yang mendukung pembelajaran berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi konseptual dalam mendorong transformasi internal Bank Indonesia menuju sistem pengambilan keputusan yang lebih adaptif, berbasis bukti, dan tahan terhadap tekanan bias.