Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Penggunaan Media Sosial Dan Dampaknya Pada Kesehatan Mental Remaja Putri MTSN 3 Karawang Dita Utari Basuki; Hajar Nur Fathur Rohmah; Herlina Simanjuntak; Ika Kania Fatdo Wardani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.327

Abstract

Kesehatan mental remaja merupakan isu penting yang tidak hanya diartikan sebagai ketiadaan gangguan psikologis, tetapi juga kemampuan mengatasi tekanan, produktif, serta berperan dalam lingkungan sosial. Remaja putri rentan mengalami gangguan mental akibat penggunaan media sosial yang berlebihan, termasuk paparan cyberbullying, konten negatif, dan fenomena fear of missing out (FoMO). Penelitian ini bertujuan menilai hubungan antara penggunaan media sosial dengan kesehatan mental remaja putri di MTsN 3 Karawang tahun 2025. Penelitian menggunakan desain kuantitatif cross sectional pada 85 siswi kelas VIII berusia 12–15 tahun, dengan pengumpulan data melalui kuesioner pada Mei–Juni 2025. Analisis dilakukan secara deskriptif, uji chi- square, dan Odds Ratio (OR). Hasil menunjukkan 43 responden (50,6%) termasuk kategori penggunaan media sosial berisiko, sementara 77 responden (90,6%) mengalami risiko gangguan kesehatan mental. Uji chi-square menghasilkan p = 0,023 (< 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara penggunaan media sosial dan kesehatan mental. Nilai OR = 8,400 (95% CI: 1,02–69,0) menunjukkan bahwa remaja dengan penggunaan media sosial berisiko memiliki peluang delapan kali lebih besar mengalami gangguan kesehatan mental dibandingkan dengan yang tidak berisiko. Keterbatasan penelitian ini terletak pada lingkup sampel yang terbatas pada satu sekolah sehingga hasil belum dapat digeneralisasi lebih luas, namun temuan ini dapat menjadi dasar intervensi keluarga dan sekolah dalam pendampingan penggunaan media sosial yang sehat. Simpulan, terdapat hubungan signifikan antara penggunaan media sosial dengan kesehatan mental remaja putri di MTsN 3 Karawang tahun 2025.
Faktor Pengetahuan, Sikap, dan Dukungan Suami yang Berhubungan dengan Perilaku Wanita Usia Subur dalam Pemeriksaan IVA Tes di Desa Sukamanah, Kabupaten Bekasi Yohana Puspitarani; Rohani Siregar; Ika Kania Fatdo Wardani; Herlina Simanjuntak
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v4i4.6340

Abstract

Cervical cancer is one of the leading causes of death among women and is largely caused by Human Papilloma Virus (HPV) infection. Visual Inspection with Acetic Acid (VIA) is a simple, effective, and recommended method for early detection to reduce morbidity and mortality rates from cervical cancer. However, VIA screening coverage in Indonesia remains low, including in the working area of Sukatani Health Center. This study aimed to identify indicators associated with the behavior of women of reproductive age (WRA) in undergoing VIA screening in Sukamanah Village. This research employed a quantitative method with a cross-sectional design, involving 82 WRA respondents selected through consecutive sampling. Independent variables included education, knowledge, attitude, information sources, and spousal support. Data were collected using questionnaires and analyzed with the chi-square test. The results showed that 61% of respondents had never undergone a VIA test. Significant associations were found between VIA screening behavior and knowledge (p=0.003), attitude (p=0.021), and spousal support (p=0.003). Meanwhile, education (p=0.073) and sources of information (p=0.075) were not significantly associated. These findings highlight that improving knowledge, fostering positive attitudes, and strengthening spousal support are key strategies to increase WRA participation in VIA screening for early cervical cancer detection.
Pelatihan Akupresur untuk Persiapan Persalinan pada Ibu Hamil Trimester III di Desa Wanajaya Simanjuntak, Herlina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22620

Abstract

ABSTRAK Masa trimester III kehamilan merupakan periode yang penuh tantangan karena ibu hamil sering mengalami keluhan fisik maupun psikologis menjelang persalinan. Salah satu pendekatan nonfarmakologis yang dapat membantu mempersiapkan ibu menghadapi proses persalinan adalah akupresur. Teknik ini relatif mudah, aman, dan dapat dipelajari secara praktis. Melalui pelatihan yang terarah, ibu hamil diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan akupresur sebagai upaya meningkatkan kesiapan fisik dan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan akupresur terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta kesiapan persalinan pada ibu hamil trimester III di Desa Wanajaya tahun 2025. Metode pelatihan ini dengan cara workshop langsung. Mitra dalam kegiatan PkM ini adalah Desa Wanajaya Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi. Hasil kunjungan lokasi mitra berkoordinasi dengan bidan setempat bahwa jumlah ibu hamil yang  Dilayani sebanyak 30 orang. Hasil wawancara dengan bidan, ibu hamil pernah dilakukan pendidikan kesehatan tentang persiapan persalinan, akan tetapi manajemen nyeri non farmakologi dengan teknik akupresur belum disosialisasikan dan dilatih. Oleh karena itu potensi PkM ini akan membantu kemandirian kesehatan ibu hamil untuk mempersiapkan proses persalinan yang aman, nyaman dan positif dengan manajemen nyeri non farmakologi. Pelatihan akupresur terbukti meningkatkan pengetahuan peserta mengenai manfaat akupresur, keterampilan dalam melakukan teknik pada titik-titik tertentu, serta meningkatkan rasa percaya diri menghadapi persalinan. Sebagian besar ibu melaporkan penurunan rasa cemas dan lebih siap secara fisik maupun mental setelah mengikuti pelatihan. Pelatihan akupresur pada ibu hamil trimester III efektif dalam meningkatkan kesiapan persalinan baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, maupun kesiapan psikologis. Program ini dapat menjadi alternatif intervensi edukatif dalam upaya promotif dan preventif kesehatan ibu. Kata Kunci: Akupresur, Ibu Hamil, Trimester III, Persiapan Persalinan, Pelatihan  ABSTRACT The third trimester of pregnancy is often considered a challenging phase, as expectant mothers commonly experience both physical discomfort and psychological concerns in preparing for childbirth. One non-pharmacological approach that can support mothers during this period is acupressure. This technique is relatively simple, safe, and can be learned through hands-on practice. With structured training, pregnant women are expected to gain the knowledge and skills necessary to apply acupressure as a means of enhancing both physical readiness and mental well-being. This study aims to examine the impact of acupressure training on improving knowledge, skills, and childbirth preparedness among third-trimester pregnant women in Wanajaya Village in 2025. The training was conducted through a hands-on workshop. The partner in this community service activity was Wanajaya Village, Cibitung District, Bekasi Regency. Based on the site visit and coordination with the local midwife, it was agreed that the program would involve 30 pregnant women. Interviews with the midwife revealed that health education on childbirth preparation had previously been provided; however, non-pharmacological pain management using acupressure techniques had not yet been introduced or practiced. Therefore, this community engagement program has the potential to foster maternal independence in preparing for childbirth in a safe, comfortable, and positive way through non-pharmacological pain management strategies. The findings revealed that acupressure training significantly enhanced participants’ knowledge about its benefits, improved their ability to perform acupressure techniques on specific points, and increased their confidence in facing childbirth. Most participants also reported reduced anxiety and greater physical and psychological readiness after completing the training. Acupressure training for third-trimester pregnant women is effective in strengthening childbirth preparedness across cognitive, practical, and psychological dimensions. This program may serve as an alternative educational intervention in maternal health promotion and prevention efforts. Keywords: Acupressure, Pregnant Women, Third Trimester, Childbirth Preparation, Training
The Effect of Structured Counseling towards Knowledge, Attitude, and Participation of Modern Contraceptive among Unmet Need Couples Simanjuntak, Herlina; Lestari, Bony Wiem; Anwar, Anita Debora
Kesmas Vol. 10, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Unmet need Keluarga Berencana (KB) masih tinggi di negara berkembang termasuk di Indonesia. Konseling kontrasepsi terstruktur berpotensi meningkatkan penggunaan kontrasepsi secara efektif, menjaga keberlangsungan penggunaan dan meningkatkan kepuasan klien. Selama ini seling kontrasepsi yang dilakukan belum optimal, sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konseling terstruktur terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan partisipasi kontrasepsi modern pada pasangan usia subur (PUS) yang unmet need. Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan rancangan pretest-posttest dengan kelompok kontrol. Penelitian ini dilakukan pada periode Maret – Juni 2015. Pengambilan sampel dilakukan dengan stratified random sampling pada 48 orang untuk kelompok perlakuan (konseling terstruktur) dan 48 orang untuk kelompok kontrol (konseling standar). Perbedaan peningkatan pengetahuan dan sikap pada kelompok perlakuan dan kontrol diuji dengan uji Mann-Whitney U, sedangkan pengaruh konseling terstruktur terhadap partisipasi kontrasepsi modern dianalisis dengan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan bermakna pada skor pengetahuan dan sikap setelah dilakukan konseling terstruktur antara kelompok perlakuan dan kontrol dengan nilai p < 0,05. Wanita usia subur (WUS) yang berada pada kelompok perlakuan akan berpeluang ikutserta menggunakan kontrasepsi modern dengan OR= 6,167 (95% CI= 2,427-15,67). Kesimpulan penelitian ini, konseling yang dilakukan secara terstruktur mampu meningkatkan pengetahuan, sikap dan keikutsertaan kontrasepsi modern pada PUS. The number of unmet need for family planning remains high in developing countries, including in Indonesia. Structured contraceptive counseling potentially increases contraceptive use effectively maintain its continuity and enhances client’s satisfaction. Contraceptive counseling had not been properly performed, therefore this study aimed to analyze structured counseling influence toward knowledge improvement, attitude and participation at modern contraceptive among unmet need reproductive-aged couples. This study was conducted on March - June 2015 by using a randomized pretestposttest measurement with control group design. The subjects were recruited through stratified random sampling method. Inclusion subjects were further classified into 48 persons for the intervention group and other 48 persons for the control group. The increase of knowledge and attitude between intervention and control group was then compared by using Mann-Whitney U test, and the effect of structured counseling toward participation of modern contraceptive was analyzed by using multiple logistic regression. Results showed that there was a significant difference of test score for knowledge and attitude between the intervention and the control group (p value < 0.05). Reproductive-aged women are more likely to participate at modern contraceptive with odds ratio = 6.167 (95% CI= 2,427 - 15,67). Inconclusion, structured counseling can increase knowledge, attitude, and participation at modern contraceptive among reproductive-aged couples.
Edukasi Tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) Untuk Deteksi Dini Kanker Payudara Simanjuntak, Herlina; Perangin-angin, Susi Amenta Br.; Tobing, Pratiwi Lumban; P, Yuni Vivi Santri
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 4 (2024): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i4.1376

Abstract

Edukasi mengenai pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) adalah langkah pertama yang penting guna mendeteksi ketidaknormalan pada payudara yang bisa menunjukkan adanya kanker payudara. Menurut data Global Of Cancer tahun 2020, Indonesia mencatat 68.858 kasus baru kanker payudara, dimana merupakan 16,6% dari keseluruhan 396.914 kasus baru kanker secara keseluruhan, dengan lebih dari 22 ribu kematian akibat penyakit ini. Pada tahun 2022, sekitar 2,3 juta wanita di seluruh dunia didiagnosis dengan kanker payudara, dan 670.000 di antaranya meninggal. Kanker payudara dapat terjadi pada wanita di setiap negara dan pada umur berapa pun sesudah masa pubertas, sedemikian hingga risiko bertambah seiring meningkatnya umur (WHO, 2024). Pemeriksaan payudara sendiri yakni bagian krusial dari deteksi dini kanker payudara, dan semakin cepat kanker terdeteksi, semakin mudah penanganannya. Pada bulan September 2023, Dosen Kebidanan dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Senior Medan melakukan aktivitas pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan edukasi tentang SADARI kepada siswi kelas X dan XI di SMA Swasta Namorambe. Kesimpulan dari aktivitas ini yakni bahwasanya siswi perlu memahami pentingnya melaksanakan SADARI dengan benar sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari untuk mencegah kanker payudara. Siswi juga dapat berperan sebagai agen atau duta guna memublikasikan SADARI di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Kesadaran diri dalam melindungi kebersihan diri melampaui tindakan sederhana seperti SADARI sangat penting, dan support dari guru, teman, serta keberlangsungan kegiatan SADARI akan sangat membantu. Kata Kunci: SADARI, Kanker Payudara.
Melawan Kekerasan Seksual dengan Edukasi Remaja Perempuan di Desa Bantarjaya Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi Larasati, Lytha; Simanjuntak, Herlina; Amani Sharah, Winna Walidah; Halimah , Siti; Nuryati, Nuryati; Rachmalia, Niesha; Suminar, Ratna; Handayani , Tri
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i2.3129

Abstract

Kekerasan seksual terhadap remaja perempuan di Desa Bantarjaya, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, adalah masalah serius yang berdampak pada trauma psikologis dan pelanggaran hak asasi manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai efektivitas program edukasi dalam penyuluhan yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman remaja perempuan mengenai hak-hak pribadi dan tanda-tanda kekerasan seksual. Metode yang digunakan meliputi sesi penyuluhan dan pelatihan yang intensif, diikuti dengan evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam skor pengetahuan dari nilai rata-rata 3,93 pada pre-test menjadi 9,3 pada post-test. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan seksual yang efektif dan partisipasi komunitas lokal merupakan kunci dalam membangun lingkungan yang mendukung dan aman untuk remaja perempuan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyuluhan yang terstruktur dengan baik dapat meningkatkan kesadaran dan melindungi remaja perempuan dari kekerasan seksual, dengan masyarakat lokal berperan penting dalam mendukung keberhasilan program tersebut. Penelitian mendatang dapat mengeksplorasi efektivitas program penyuluhan serupa dalam skala yang lebih luas dan durasi yang lebih panjang untuk mengidentifikasi dampak jangka panjang terhadap perilaku dan keamanan sosial remaja perempuan.
Optimalisasi Pengetahuan Remaja Putri Tentang Anemia Dan Pemanfaatan Smoothies Buah Naga Pisang Sebagai Minuman Alternatif Di SMA Negeri 1 Sukakarya Ajeng Sakti Wulandari, Binka; Simanjuntak, Herlina; Sholihatt, Kikie; Widia Sari, Wiwin; Ulfah, Fatimah; Lestari, Rika; Widianingsih, Euis; Srimawadah, Supyati
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i2.3175

Abstract

Remaja tergolong dalam kelompok rentan gizi. Masalah gizi yang saat ini menjadi masalah utama dan rawan pada remaja putri adalah anemia. Penelitian yang dilakukan pada 5 SMK di Kota Bekasi tahun 2020, didapatkan bahwa prevelensi remaja putri dengan anemia yaitu sebesar 30,9%. Salah satu faktor penyebab terjadinya masalah anemia pada remaja putri yaitu kurangnya pemahaman remaja putri dalam upaya pencegahan masalah anemia. Metode yang digunakan dalam memberikan penyuluhan adalah metode ceramah yang merupakan suatu cara dalam menerangkan dan menjelaskan suatu ide, pengertian atau pesan secara lisan kepada kelompok sasaran. Adapun evaluasi dilakukan dengan mengukur tingkat pengetahuan remaja melalui pre test dan post test kuesioner tentang pengetahuan anemian serta manfaat buah naga dan pisang untuk menurunkan anemia. Salah satu pendekatan non farmakologi untuk mengatasi anemia adalah mengkonsumsi smoothies buah naga pisang. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, didapatkan hasil peningkatan pengetahuan pencegahan anemia pada remaja putri di SMAN 1 Sukakarya. Hal ini dibuktikan dengan hasil pre test yang didapatkan bahwa 59,85% remaja menjawab pertanyaan dengan benar, kemudian setelah penyuluhan meningkat menjadi 84,6% siswa remaja putri menjawab pertanyaan dengan benar. Selain itu kadar Hb pada siswa menjadi normal setelah konsumsi smoothies buah naga pisang. Temuan ini menunjukkan potensi smoothies naga pisang dalam meningkatkan kadar Hb.
Optimalisasi Pertumbuhan Anak Melalui Pendidikan Modul Pola Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Nurfitria Tsani, Nia; Simanjuntak, Herlina; Sahati, Sahati; Fauziah, Sifa; Aisyah, Siti; Susanti, Susi; Tarsinah, Tarsinah; Nahria, Syarifatun
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i2.3220

Abstract

MP- ASI ataupun makanan pendamping ASI merupakan makanan ataupun minuman yang memiliki vitamin, yang diserahkan pada bayi umur 6- 24 bulan buat penuhi keinginan vitamin tidak hanya ASI. Bersumber pada guideline dari World Health Organization, terdapat 10 patokan pemberian MP- ASI yang bagus, ialah wajib pas durasi awal pemberiannya, senantiasa menjaga pemberian ASI, responsive feeding, perencanaan serta penyimpanan ASI yang nyaman, jumlah MP- ASI serta isi vitamin cocok keinginan, kestabilan, gelombang serta kepadatan MP- ASI yang bagus, dan pemakaian komplemen serta pemberian MP-ASI. Profil kesehatan Kabupaten Bekasi tahun 2017 membuktikan ada 3,88% bayi, dengan status vitamin kurang baik 0,04%. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah menganalisis lebih luas dan mendalam pemberdayaan kaum perempuan dengan memberikan Pendidikan edukasi berupa penyuluhan tentang Optimalisasi Pertumbuhan Anak  melalui Pendidikan Modul Pola Pemberian makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Dengan sasaran ibu yang memiliki anak umur 3-24 bulan, dengan jumlah peserta yang terlibat 30 orang. Metode pelaksanaan dilakukan dengan penilaian awal pengetahuan, penyuluhan dan penilaian akhir dan ringkasan hasil kegiatan yang dicapai adalah nilai rata-rata hasil pre-test 53 dan nilai rata-rata hasil post-test 90.