Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENGARUH PARAMETER FISIKIMIA TERHADAP TUTUPAN KARANG DI PERAIRAN DARUBA, MOROTAI Iswandi Wahab; Kismanto Koroy; Mujais Lukman
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 27, No 2 (2021): (Juni) 2021
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.27.2.2021.%p

Abstract

Terumbu karang diketahui rentan terhadap perubahan lingkungan, baik parameter fisika maupun parameter kimia. Beberapa parameter kualitas perairan yang berperan penting dalam meningkatkan pertumbuhan karang adalah suhu perairan, kecepatan arus, salinitas, kecerahan perairan, pH, dissolved oxygen (DO), nitrat, fosfat, sulfida, dan TSS. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tutupan terumbu karang dan hubungan parameter  fisiko-kimiawi perairan terhadap persentase tutupan terumbu karang, di perairan  Daruba. Pengambilan data penelitian untuk tutupan karang menggunakan metode Line Intercept Transect (LIT). Analisis data meliputi analisis persentase tutupan karang dan analisis hubungan parameter perairan dengan tutupan terumbu karang yaitu uji pearson dengan menggunakan software SPSS Ver. 22. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa, parameter lingkungan perairan yang memiliki korelasi terhadap tutupan karang adalah oksigen terlarut (DO) pada Acropora dan arus pada alga dengan nilai Sig. 0,04 dan Sig. 0,013. Sedangkan untuk pH, ammonia, nitrat, fosfat, sulfida dan TSS tidak korelasi secara signifikan terhadap tutupan karang dengan nilai Sig. >0.05. Hasil analisis tutupan karang di perairan Daruba, menunjukkan persentase tertinggi berada distasiun III dengan nilai 46% dan terendah di stasiun I dengan persentase 9,7%, sedangkan pada stasiun IV persentase 0% atau tidak ditemukan terumbu karang. Hasil tutupan bentik yang mendominasi semua stasiun adalah abiotic dengan kisaran 30,3-71,06%. yang termasuk dalam kategori abotik adalah Sand (pasir), Silt (lumpur), dan Rubble (patahan karang).Coral reefs are known to be vulnerable to environmental changes, both physical and chemical parameters. Several water quality parameters that play an important role in increasing coral growth are water temperature, current velocity, salinity, water transparency, pH, dissolved oxygen (DO), nitrate, phosphate, sulfide, and TSS.  The purpose of this study was to analyze the coral reef cover and the relationship between the physical and chemical parameters of the waters to the percentage of coral reef cover in Daruba waters. Data collecting for coral cover was done using the Line Intercept Transect (LIT) method. Data analysis includes analysis of the percentage of coral cover and analysis of the corelation between water parameters and coral reef cover, namely the Pearson test using SPSS Ver software. 22.  Based on the results of the analysis, it was found that the parameters of the aquatic environment that have a correlation with coral cover are dissolved oxygen (DO) in acropora and currents in algae with a Sig. 0.04 and Sig. 0.013. While, pH, ammonia, nitrate, phosphate, sulfide and TSS did not have a significant correlation with coral cover with the Sig. > 0.05. The results of the analysis of coral cover in Daruba waters showed that the highest percentage was at Station III with a value of 46% and the lowest was at Station I with a percentage of 9.7%, while at Station IV the percentage was 0% or no coral reefs were found. The result of benthic coverage which dominates all stations is abiotic with a range of 30.3-71.06%. Included in the abotic category are Sand (sand), Silt (mud), and Rubble (coral fracture).
Pemantauan Covid-19 Bagi Masyarakat Menggunakan Website di Kabupaten Pulau Morotai: Pemantauan Covid-19 Bagi Masyarakat Menggunakan Website di Kabupaten Pulau Morotai Kismanto Koroy; Imam Hizbullah; Nurafni Nurafni
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2021): December
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v6i2.2599

Abstract

Kabupaten pulau Morotai merupakan salah satu daerah yang juga melakukan respon terhadap upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tersebut.Upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 oleh pemerintah kabupaten pulau Morotai adalah dengan melakukan pemetaan untuk memantau penyebaran kasus COVID-19. Namun dalam upaya tersebut belum menggunakan sistem secara online, sehingga masyarakat dalam mengakses perkembangan COVID-19 belum maksimal. Dengan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan  dan teknologi, informasi mengenai coronavirus dan penyebarannya dapat diketahui secara cepat dan akurat melalui website. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pembuatan dan pengelolaan website untuk pemantauan penyebaran COVID-19 di kabupaten pulau Morotai. Sasaran pembuatan website ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam mengakses informasi tentang perkembangan COVID-19 melalui 3 (tiga) tahapan meliputi persiapan, pelaksanaan dan implementasi. Hasil pengabdian pada masyarakat dapat mengakses website melalui http://covid.univpasifik.ac.id/ yang dilakukan melalui sosialisasi di media sosial seperti facebook, whatsapp dan  media online Kumparan untuk mengetahui perkembangan Covid-19.
Indeks ekologi makroalga di perairan sagolo Desa Juanga Kabupaten Pulau Morotai Nurafni Nurafni; Sandra Hi Muhammad; Kismanto Koroy; Fahmid Jurame
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jikk.v3i1.1858

Abstract

Makroalga memiliki banyak manfaat, baik manfaat sebagai bahan baku industri seperti industri makanan, tekstil, dan kosmetik. Makroalga juga menyediakan habitat untuk beberapa jenis biota laut seperti krustasea, moluska, echinodermata dan ikan. Serta pemanfaatan makroalga sebagai alginat terbesar terdapat pada industri tekstil, pangan, kertas, farmasi dan industri kosmetikPentingnya peranan dan manfaat makroalga, maka perlu dilakukan pendataan jenis Makroalga yang ada di perairan kabupaten pulau Morotai khususnya di Perairan Sagolo. Kehadiran jenis makroalga di Perairan Sagolo berperan penting sebagai tempat berlindung biota kecil (benih ikan dan udang). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis indeks ekologi makroalga di perairan Sagolo. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November sampai Desember 2019 di Perairan Sagolo dengan menggunakan metode transek kuadrat. Sedangkan analisis data yang digunakan adalah kepadatan jenis, keanakeragaman, indeks dominasi dan kemerataan. Jenis makroalga yang ditemukan di lokasi penelitian sebanyak 13 jenis dan hasil analisis struktur komunitas kepadatan, keanakeragaman jenis,indeks kemerataan dan indeks dominasi pada tiga stasiun penelitian menunjukkan kepadatan tertinggi pada stasiun I terdapat pada jenis Padina sp (15,56 ind/m²), terendah Hormophysa triquetra (1,11 ind/m²), stasiun II jenis tertinggi Sargassum echinocarpum (22,33 ind/m²), terendah Dictyota bartayresiana (2,22 ind/m²) dan stasiun III tertinggi Sargassum echincharpum (18,89 ind/m²). Terendah caulerpa sp (4,44 ind/m²). Indeks keanekaragaman jenis tergolong sedang pada ketiga stasiun dengan nilai (1,798,-2,072). Indeks kemerataan jenis tidak tersebar merata dengan nilai (0,078-0,105) dan indeks dominasi tidak ada yang mendekati 1 dengan nilai (0,022,-0,016).Kata kunci: indeks ekologi, makroalga, Morotai
Analiysis of Coastal Ecosystem A Marine Ecotourism at Kokoya Island, Morotai Island District Kismanto Koroy; Nurafni Nurafni; Fijai Pina
Musamus Fisheries and Marine Journal Volume 2 Number 1, October 2019
Publisher : Faculty of Agriculture Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mfmj.v2i1.2231

Abstract

Coastal ecosystems are dynamic ecosystems that have a rich diversity of habitats on land and in the ocean, as well interacting between one habitat with another. The purpose of this study is to identify the ecological parameters of the coastal ecosystem a marine ecotourism area and determine the suitability class of the Kokoya Island coast as a marine ecotourism area for the coastal tourism category. This research was conducted in January to February 2019. Data collection using primary data with survey methods and direct measurements in the field. The analysis is used to analyze the suitability of the beach ecosystem class on Kokoya Island by using the area suitability matrix for the recreation category of beach tourism. The results showed that at 7 stations in the study location had a Travel Conformance Index in the category of Very Appropriate (S1) and Appropriate (S2). The IKW of each station can be presented; Station 1 IKW. 92.31% (S1), Station 2 IKW. 89.74% (S1), Station 3 IKW. 89.74% (S1), Station 4 IKW. 97.44% (S1), Station 5 IKW. 78.21% (S2), Station 6 IKW. 90.38% (S1), and Station 7 IKW. 97.44% (S1).
Karakteristik Morfometrik Keong Bakau (Telescopium Telescopium) di Ekosistem Mangrove Desa Daruba Pantai Kabupaten Pulau Morotai Julfikar Sibua; Nurafni Nurafni; Iswandi Wahab; Kismanto Koroy
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlaot.v3i2.3761

Abstract

Mangrove memiliki peranan sebagai siklus hidup biota moluska karena lingkungan mangrove menyediakan bahan makanan bagi organisme asosiasi salah satunya Gastropoda. Salah satu jenis  Gastropoda yang berada diperairan desa Daruba Pantai adalah jenis Telescopium telescopium atau lebih dikenal oleh masyarakat dengan sebutan (Bia papaco). Terjadinya pertambahan luasan mangrove akan berdampak pada kehidupan ataupun keberadaan Telescopium telescopium dari bentuk maupun panjang berat dari Telescopium telescopium sehingga perlu dilakukan penelitian morfometrik keong bakau (Telescopium telescopium). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2021 sampai Maret 2021 bertempat didesa Daruba Pantai, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai. Metode yang digunakan adalah transek kuadrat dimana biota Telescopium telescopium diambil 5 kuadrat pada masing masing transek kuadrat secara acak. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik Telescopium telescopium berbentuk kerucut pada ujung berbentuk melingkar, bagian luar cangkang dilengkapi garis spiral dan berwarna hitam kecoklatan sedangkan morfometrik Telescopium telecopium pada stasiun I sampai III memiliki panjang cangkang 4,51-5,95 cm, lebar cangkang dari stasiun I sampai III 2,11-2,54 cm dan berat cangkang 11,64-20,89 g sesuai dengan klasifikasi ukuran termasuk dalam kategori kecil.Kata kunci: karakteristik, morfometrik, Telescopium telescopium, mangrove
STATUS EKOSISTEM LAMUN PULAU DODOLA KABUPATEN PULAU MOROTAI Firmansyah Firmansyah; Nurafni Nurafni; Kismanto Koroy; Iswandi Wahab
Aurelia Journal Vol 4, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v4i2.11371

Abstract

Ekosistem lamun merupakan ekosistem penting yang menunjang kehidupan beragam jenis mahluk hidup, sekaligus sebagai lumbung protein bagi masyarakat. Berdasarkan data hasil penelitian P2O LIPI pada tahun 2015-2018 Indonesia termasuk dalam kategori lamun kurang sehat. Kondisi padang lamun di lingkungan pesisir disebabkan faktor alami dan manusia. Berkembangnya kegiatan maupun aktivitas manusia di wilayah pesisir khususnya di perairan Pulau Dodola yang merupakan ikon wisata Kabupaten Pulau Morotai memungkinkan adanya pengaruh terhadap ekosistem lamun, sehingga menyebabkan terjadinya perubahan fisik, kelimpahan, tutupan maupun persentase. Tujuan penelitian yaitu menganalisis kerapatan jenis dan tutupan lamun Pulau Dodola. Penelitian dilakukan pada bulan November 2020 dengan menggunakan metode transek kuadrat. Hasil penelitian ditemukan 6 jenis lamun yaitu Enhalus acoroides, Thalasia hemprichii, Cymodocea rotundata, Cymodocea serulata, Halodule pinifolia dan Halophila ovalis. Kerapatan jenis tertinggi di stasiun I lamun adalah jenis Enhalus acoroides (19,33 tegakan/m²), terendah pada jenis Cymodecea rotundata (11,00 tegakan/m²). Stasiun II jenis lamun tertinggi Enhalus acoroides (20,00 tegakan/m²) terendah Cymodecea serrulata (5,80 tegakan/m²) dan pada stasiun III lamun tertinggi Enhalus acoroides (22,00 tegakan/m²) sedangkan paling terendah Halodule pinifolia (4,67 tegakan/ m²). Persentase tutupan lamun tertinggi adalah stasiun II yaittu 16,33%, sedangkan pada stasiun I memiliki nilai tutupan 14,05% dan stasiun III memiliki nilai tutupan yang paling rendah dengan nilai 7,03%.
Pendidikan Kemaritiman Bagi Anak Sekolah Dasar Muhammadiyah 5 Desa Tanjung Saleh Kecamatan Morotai Utara Kabupaten Pulau Morotai Asy'ari Asy'ari; Nurafni Nurafni; Kismanto Koroy; Rinto M Nur; Djainudin Alwi; Titien Sofiati; Sandra Hi Muhammad; Bambang Tjiroso
Journal Of Khairun Community Services Vol 3, No 1 (2023): JOURNAL OF KHAIRUN COMMUNITY SERVICES
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jkc.v3i1.6196

Abstract

Upaya yang dapat dilakukan untuk memperkenalkan Indonesia sebagai negara maritim serta minat dan pemahaman dibidang kemaritiman adalah melalui pendidikan kemaritiman untuk anak-anak sekolah dasar. Dengan adanya pendidikan ini, diharapakan pola pikir serta pengetahuan tentang maritim Indonesia dapat terbentuk sejak dini. Pendidikan karakter kemaritiman adalah upaya dini mengajarkan kepada anak-anak jiwa kemaritiman, mengenalkan anak agar mencintai laut sebagai bagian dari kehidupan. Anak akan dikenalkan dengan laut, mengenalkan potensi laut, pengelolaan laut sebagai persiapan sejak dini anak dalam menghadapi tantangan Indonesia kedepannya. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan pada beberapa siswa sekolah dasar (SD) belum memahami tentang dunia kemaritiman. Kondisi ini sangat memprihatinkan mengingat Indonesia dijadikan sebagai poros maritim dan Kabupaten Pulau Morotai khususnya memiliki sumberdaya perikanan yang berlimpah. Potensi sumberdaya alam yang dimiliki Kabupaten Pulau Morotai, melalui pemerintah pusat menjadikannya sebagai kawasan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) dan salah satu kawasan destinasi wisata nasional. Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan maka perlu adanya upaya pengembangan melalui pendidikan karakter kemaritiman bagi anak sekolah dasar (SD Muhammadiyah 5).Dengan program pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan anak akan mampu memiliki karakter dengan fokus kepada sumberdaya yang ada padanya. Bukan dengan melakukan paksaan kepada anak untuk belajar karakter kemaritiman, melainkan melalui cara, metode, target yang tepat sasaran sebagai langkah progresif untuk menciptakan sumber daya manusia dari anak yang berkualitas. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan banyak memberikan manfaat bagi anak anak sekolah dasar di SD Muhammadiyah 5 Desa Tanjung Saleh, hal ini dapat dilihat dari pengetahuan dan pemahaman siswa setelah dilakukan pendampingan untuk pendidikan kemaritiman dan permainan serta Pengenalan biota laut dilindungi, terancam punah dan sumberdaya laut lainnya.
Pengaruh laju sedimentasi terhadap tutupan terumbu karang di perairan Kota Daruba, Kabupaten Pulau Morotai Kismanto Koroy; Djainudin Alwi; Novaldo Geri Paraisu
Depik Vol 9, No 2 (2020): August 2020
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.096 KB) | DOI: 10.13170/depik.9.2.16045

Abstract

The coral reef is one of the invertebrate animals that inhabit the marine ecosystem with various aquatic biota. Physical environmental factors including sedimentation, strongly influence coral growth. This study aimed to analyze the percentage of coral cover and the sediment rates in the reclamation area of Daruba City, Morotai Island Regency. This research was carried out in November 2019 using the LIT method to calculate the percentage of coral cover and sediment trap to retrieve sedimentation data. The sediment trap was placed in the bottom waters for 14 days. Stratified filtering was used to separate the sediment, and analytical scales were used to measure dry sediment weight in grams. Sediment sample testing was conducted in the laboratory of the Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Khairun University, Ternate. Measurement data were analyzed to calculate the percentage of coral cover and sediment rate analysis. The analysis showed that the percentage of live coral cover was in the range of 10.8 - 20.52%, this value indicates the condition of coral reefs in the waters of the village of Daruba and the waters of the reclaimed development area of the city of Daruba were in the poor category. Sedimentation rate in the reclamation area of the city of Daruba were 307,34 - 492,27 (g /cm2 /day).Keywords: Cover the reef, The rate of sediment, Morotai ABSTRAKTerumbu karang merupakan salah satu hewan avertebrata yang mendiami ekosistem dengan berbagai biota perairan. Pertumbuhan karang sangat dipengaruhi oleh faktor fisik lingkungan, salah satunya adalah sedimen. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis persentase tutupan karang dan menganalisis laju sedimen di area reklamasi kota Daruba Kabupaten Pulau Morotai. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2019 dengan menggunakan metode (LIT) untuk menghitung persentase tutupan karang dan pengambilan data sedimen menggunakan alat sediment trap yang ditempatkan di dasar perairan selama 14 hari. Selanjutnya dilakukan penyaringan bertingkat dan pengukuran berat kering sedimen dalam satuan gram dengan timbangan analitik. Pengujian sampel sedimen dilakukan di laboratorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Khairun Ternate. Data pengukuran dianalisis untuk menghitung persentase tutupan karang, dan analisis laju sedimen. Hasil analisis menunjukan persentase tutupan karang hidup berada pada kisaran 10,8 - 20,52%, nilai tersebut menunjukan kondisi terumbu karang di perairan desa Daruba dan area perairan pembangunan reklamasi kota Daruba termasuk dalam kategori buruk. Laju sedimentasi di perairan area reklamasi kota Daruba sebesar 307,34 - 492,27 (g/cm2/hari).Kata kunci: Tutupan karang, Laju sedimen, Morotai
KAMPANYE SADAR LINGKUNGAN DI AREA WISATA PANTAI ARMY DOCK KABUPATEN PULAU MOROTAI Kismanto Koroy; Nurfani Nurfani
Jurnal Pasca Dharma Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 1 (2020): Mei 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpdpm.v1i1.24025

Abstract

The Army Dock is a historic beach resort, where during the second world war this place served as a port for warships. Visitor activities in the Army Dock beach tourism location which varies greatly from swimming, enjoying the scenery, beach sports, sunbathing and other activities, will also have an impact on the carrying capacity of the environment. One of the environmental impacts which is a problem is the lack of awareness of visitors who still dispose of their trash improperly . The aim of this activity is to conduct an environmentally conscious campaign through beach cleaning and billboard placement so that visitors for the sake of sustainability in the future.The method used in community service is counseling and activities accompanied by the creation and installation of invitation boards (environmental awareness campaigns). In this activity students, lecturers and visitors also participated. Cleaning the beach is done by going along the beach area of the tourist location by collecting rubbish . The involvement of visitors in beach cleaning activities and the installation of invitation boards, has indirectly shaped psychological behavior. This can be seen from their enthusiasm and participation to be able to join and assist the team in carrying out these activities . With the response from visitors and the local community canemphasizes the importance of preserving and maintaining the cleanliness of our environment, especially the coastal and marine environment so that it can attract tourists to visit the Army Dock beach.
Pengaruh laju sedimentasi terhadap tutupan terumbu karang di perairan Kota Daruba, Kabupaten Pulau Morotai Kismanto Koroy; Djainudin Alwi; Novaldo Geri Paraisu
Depik Vol 9, No 2 (2020): August 2020
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.9.2.16045

Abstract

The coral reef is one of the invertebrate animals that inhabit the marine ecosystem with various aquatic biota. Physical environmental factors including sedimentation, strongly influence coral growth. This study aimed to analyze the percentage of coral cover and the sediment rates in the reclamation area of Daruba City, Morotai Island Regency. This research was carried out in November 2019 using the LIT method to calculate the percentage of coral cover and sediment trap to retrieve sedimentation data. The sediment trap was placed in the bottom waters for 14 days. Stratified filtering was used to separate the sediment, and analytical scales were used to measure dry sediment weight in grams. Sediment sample testing was conducted in the laboratory of the Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Khairun University, Ternate. Measurement data were analyzed to calculate the percentage of coral cover and sediment rate analysis. The analysis showed that the percentage of live coral cover was in the range of 10.8 - 20.52%, this value indicates the condition of coral reefs in the waters of the village of Daruba and the waters of the reclaimed development area of the city of Daruba were in the poor category. Sedimentation rate in the reclamation area of the city of Daruba were 307,34 - 492,27 (g /cm2 /day).Keywords: Cover the reef, The rate of sediment, Morotai ABSTRAKTerumbu karang merupakan salah satu hewan avertebrata yang mendiami ekosistem dengan berbagai biota perairan. Pertumbuhan karang sangat dipengaruhi oleh faktor fisik lingkungan, salah satunya adalah sedimen. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis persentase tutupan karang dan menganalisis laju sedimen di area reklamasi kota Daruba Kabupaten Pulau Morotai. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2019 dengan menggunakan metode (LIT) untuk menghitung persentase tutupan karang dan pengambilan data sedimen menggunakan alat sediment trap yang ditempatkan di dasar perairan selama 14 hari. Selanjutnya dilakukan penyaringan bertingkat dan pengukuran berat kering sedimen dalam satuan gram dengan timbangan analitik. Pengujian sampel sedimen dilakukan di laboratorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Khairun Ternate. Data pengukuran dianalisis untuk menghitung persentase tutupan karang, dan analisis laju sedimen. Hasil analisis menunjukan persentase tutupan karang hidup berada pada kisaran 10,8 - 20,52%, nilai tersebut menunjukan kondisi terumbu karang di perairan desa Daruba dan area perairan pembangunan reklamasi kota Daruba termasuk dalam kategori buruk. Laju sedimentasi di perairan area reklamasi kota Daruba sebesar 307,34 - 492,27 (g/cm2/hari).Kata kunci: Tutupan karang, Laju sedimen, Morotai