Claim Missing Document
Check
Articles

Pembinaan Berbasis HOTS Bagi Siswa Smp Se-Kabupaten Mojokerto untuk Meningkatkan Kesiapan Dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) Arif Hidayatul Khusna; Anis Farida Jamil; Dwi Priyo Utomo
Mujtama': Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Mujtama’ Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/mujtama.v6i1.5388

Abstract

Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang matematika menuntut siswa memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) yang mencakup kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan menyusun strategi penyelesaian masalah non-rutin. Namun, pembinaan OSN matematika di tingkat SMP di Kabupaten Mojokerto belum terlaksana secara optimal karena masih terbatasnya pembinaan yang terstruktur, berkelanjutan, serta keterbatasan guru dalam pembinaan berbasis HOTS. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan pembinaan OSN matematika berbasis HOTS melalui kolaborasi dengan MGMP Matematika SMP Kabupaten Mojokerto. Kegiatan dilaksanakan melalui 12 kali pertemuan yang terdiri atas pretest, satu kali pertemuan tatap muka, sembilan kali pertemuan daring, dan posttest. Metode yang digunakan meliputi problem-based learning, collaborative problem solving, serta pemanfaatan teknologi pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir matematis siswa, terutama dalam menganalisis masalah, mengaitkan konsep, dan merumuskan strategi penyelesaian. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman guru terhadap pembinaan OSN yang sistematis dan berkelanjutan. Dengan demikian, pembinaan OSN matematika berbasis HOTS yang dilaksanakan secara terencana dan kolaboratif terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.
Transformasi Digital Guru SD Muhammadiyah 08 Dau Melalui Pendampingan Pengembangan Bahan Ajar Pemrograman Berbasis Teknologi Digital Ali Sofyan Kholimi; Anis Farida Jamil; Arif Hidayatul Khusna; Indri Susilowati
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2026): September 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i5.1297

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan menuntut guru memiliki kemampuan mengembangkan bahan ajar yang memanfaatkan teknologi digital, termasuk pengenalan pemrograman di sekolah dasar. Namun, hasil obsevasi menunjukkan bahwa guru di SD Muhammadiyah 08 Dau masih menghadapi keterbatasan dalam memahami konsep bahan ajar digital, coding, computational thinking, serta penggunaan Scratch sebagai media pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan bahan ajar pemrograman berbasis teknologi digital melalui pelatihan dan praktik penggunaan Scratch. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, praktik, dan evaluasi melalui pre-test dan post-test terhadap 28 guru. Materi pelatihan mencakup konsep bahan ajar digital, coding, computational thinking, dan praktik pengembangan animasi sederhana menggunakan Scratch. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi guru setelah mengikuti pelatihan. Pada hasil post-test, seluruh peserta menyatakan setuju atau sangat setuju bahwa mereka lebih percaya diri dalam merancang bahan ajar berbasis teknologi digital, sedangkan 96,5% peserta menyatakan mampu mengembangkan bahan ajar pemrograman sederhana menggunakan Scratch. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap konsep pemrograman dan pemanfaatan Scratch sebagai media pembelajaran. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik (hands-on training) efektif meningkatkan literasi digital, keterampilan, dan kepercayaan diri guru dalam mengembangkan bahan ajar pemrograman berbasis teknologi digital untuk mendukung implementasi pembelajaran Informatika di sekolah dasar.
Systematic Literature Review (SLR): Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning pada Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Annisaa Khoirunnillah; Anis Farida Jamil; Arif Hidayatul Khusna
Dinamis : Jurnal Inovasi dan Transformasi Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2026): Juni: Dinamis: Jurnal Inovasi dan Transformasi Pendidikan
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/dinamis.v1i2.116

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi esensial abad ke-21 yang harus dikembangkan melalui proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Salah satu model pembelajaran yang dinilai efektif dalam menumbuhkan kemampuan tersebut adalah Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis efektivitas model PBL dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis peserta didik, mengidentifikasi indikator berpikir kritis yang paling dominan digunakan, serta menganalisis tren metodologis penelitian terkait PBL dalam rentang waktu 2018–2025. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengadaptasi tahapan Kitchenham, meliputi perumusan research question, pencarian literatur, kriteria inklusi dan eksklusi, penilaian kualitas artikel, serta analisis dan sintesis data. Proses penelusuran dilakukan pada basis data Google Scholar, Scopus, ERIC, ScienceDirect, dan Garuda, sehingga diperoleh 20 artikel penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa PBL secara konsisten berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik di berbagai jenjang pendidikan, terutama pada indikator analisis, evaluasi, dan inferensi. Selain itu, tren penelitian menunjukkan dominasi pendekatan kuantitatif, dengan peningkatan signifikan pada studi mixed method dalam beberapa tahun terakhir, khususnya yang mengintegrasikan teknologi digital. Dengan demikian, PBL terbukti menjadi model pembelajaran yang efektif dan adaptif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, meskipun keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh kualitas desain masalah, peran guru sebagai fasilitator, serta konteks implementasi pembelajaran.