Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN TERAPI BEKAM TERHADAP EFEKTIVITAS PENURUNAN TEKANAN DARAH DI KLINIK ZEIN HOLISTIK THERAPY KOTA MAKASSAR Nur Maya; Wa Ode Sri Asnaniar; Eliaty Paturungi; Nur Ilah Phadila
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi dalam bahasa latin berasal dari dua kata yaitu hiper dan tension. Hiper adalah tekanan yang bersifat tinggi atau lebih, kemudian tension merupakan tensi. Tekanan darah tinggi atau sering dikenal dengan hipertensi adalah suatu keadaan dimana seorang mengalami peningkatan tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg secara terus menerus dan frekuensinya berlangsung lama. Tujuan: Untuk memperoleh gambaran tentang penerapan terapi Bekam Terhadap Efektivitas Penurunan Tekanan Darah pada Pasien di Klinik Zein Holistik Therapy di Kota Makassar. Metode Penelitian :Penelitian ini merupakan studi kasus terhadap pasien sebagai subjek yang menderita Tekanan Darah tinggi. Tekanan Darah tinggi digunakan untuk menilai subjek sesudah intervensi. Selain itu, data demografis dan karakteristik nyeri kepala, Ansietas juga dikumpulkan. Hasil Penelitian : Hasil analisis menunjukkan bahwa terapi bekam secara signifikan menurunkan Tekanan Darah. Subjek yang menerima terapi bekam basah juga melaporkan Ansietas. Kesimpulan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan terapi bekam terhadap efektivitas penurunan tekanan darah di Klinik Zein Holistik Theraphy dapat menjadi pilihan terapeutik yang efektif dalam pengelolaan penurunan tekanan darah. Meskipun diperlukan penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar dan kontrol yang lebih ketat, hasil ini memberikan dasar yang kuat untuk merekomendasikan terapi bekam sebagai bagian dari strategi pengobatan yang komprehensif untuk penurunan tekanan darah.
Pengetahuan Ibu tentang Stimulasi Tumbuh Kembang Anak Usia 2 - 5 Tahun Adiva Suci Chairunnisa; Samsualam; Wa Ode Sri Asnaniar; Nur Ilah Padhila; Sunarti
Window of Nursing Journal Vol. 5 No. 2 (Desember, 2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/won.v5i2.801

Abstract

The influence of knowledge on child development is very important because mothers have sufficient knowledge and high education will pay more attention to the development of their children. On the other hand, if the mother does not pay attention to the child's development and does not provide stimulation to its development, the child will experience developmental delays. using a descriptive research design conducted at PAUD Kb Permata Bunda Nambo Village from July to August 2022. The determination of the sample was carried out using a total sampling technique with a sample size of 38 respondents. Data analysis using univariate analysis for frequency distribution. The results of this study indicate that the majority of respondents have less knowledge as many as 9 respondents (23.7) and 29 respondents with good knowledge (76.3). Consisting of good gross motor development as many as 28 people (73.7%) who lacked as many as 10 people (26.3%), good fine motor skills as many as 24 people (63.2%) who lacked as many as 14 people (36.8 %), good language development as many as 22 people (57.9%) who lacked as many as 16 people (42.1%), good social development of children as many as 32 people (84.2%) who lacked 6 people (15, 8%). The conclusion of this study most of the respondents have a low level of knowledge on gross motor development, fine motor development, language development and social development in children. Suggestions are expected for all mothers who have children 2-5 years to further increase knowledge about child development stimulation.
The Effect Of Range Of Motion (ROM) Exercises On Sensory Function And Ankle Brachial Index In Diabetes Mellitus Patients At Tamamaung Health Center, Makassar Asnaniar, Wa Ode Sri; Abri, Putri Damayanti; Padhila, Nur Ilah; Ernasari, Ernasari
International Journal of Halal System and Sustainability https://jurnal.narotama.ac.id/https://www.spb.gba.gov.ar/campus/https://conference.trunojoyo.ac.id/https://ojs.ucp.edu.ar/https://libros.cimsur.unam.mx/https://ojs.stikesmucis.ac.id/http://medi Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/injhss.v3i1.221

Abstract

The problem that often occurs in Diabetes Mellitus is peripheral neuropathy. Peripheral neuropathy can cause sensory sensations in the legs to decrease or even disappear. Flow disturbances in the legs could be detected by measuring the ankle brachial index (ABI), which measures the ratio of the systolic pressure in the arm to the systolic pressure of the lower leg. One of tnon-pharmacological therapy is lower range of motion (ROM). This study aimed to determine whether there is an effect of Range of Motion (ROM) exercise on sensory function and Ankle brachial Index in DM patients. This study was conducted in Tamamaung Health Center, Makassar. It used pre-experimental research method in the form of one-group pretest-posttest design. It was conducted with direct observation by the researchers. The research sample was 15 respondents at Tamamaung Health Center Makassar who met the criteria of inclusion. Analysis of the data used Wilcoxon Signed Ranks test and Paired Sample T-Test. Results of sufficient analysis showed the effect of range of motion exercise on the sensory function and Ankle brachial index in DM patients at Tamamaung Health Center, Makassar. The sensory function was tested using Wilcoxon Signed Ranks test and obtained the value of ρ = 0.001, indicating that value of ρ was smaller than α = 0.05. Thus, for the sensory function, Ha was accepted and H0 was rejected. In addition, the right ABI value was tested using Wilcoxon Signed Ranks Test and obtained the value of ρ = 0.001, while the left ABI value was tested using Paired Sample T Test and obtained the value of ρ = 0.000, indicating that the value of ρ was smaller than α = 0.05. It means that for ABI value, Ha was accepted and H0 was rejected. The results concludes that there is an effect of range of motion exercise on sensory function and Ankle brachial index in diabetes mellitus patients at Tamamaung Health Center, Makassar. It is recommended that there should be educational program and implementation of ROM exercises especially in diabetes mellitus patients.
Penerapan Terapi Bekam Kering Terhadap Efektivitas Penurunan Skala Nyeri Pada Pasien Dengan Low Back Pain di Klinik Zein Holistik Therapy Makassar A. Jasmine Haya Aqilah Patrianur; Samsualam; Mardiah; Wa Ode Sri Asnaniar
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 2 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v31i2.2395

Abstract

Low back pain merupakan rasa nyeri yang muncul di bagian punggung bawah dan dapat disebabkan oleh gangguan pada otot, saraf, tulang, sendi, atau struktur lainnya di sekitar tulang belakang. Terapi bekam kering merupakan metode tradisional non-invasif yang menjadi salah satu intervensi komplementer nonfarmakologis yang bekerja melalui tekanan negatif untuk meningkatkan sirkulasi darah dan meredakan nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi bekam kering dalam menurunkan skala nyeri pada pasien dengan low back pain. Penelitian ini merupakan studi kasus pada seorang pasien perempuan berusia 58 tahun yang mengalami nyeri punggung bawah. Proses asuhan keperawatan meliputi pengkajian, penetapan diagnosa “nyeri akut”, perencanaan intervensi manajemen nyeri, implementasi terapi bekam kering sebanyak satu kali dalam tiga sesi, serta melakukan evaluasi kembali terhadap kondisi klinis pasien. Hasil asuhan keperawatan dengan skala nyeri pasien sebelum intervensi berada pada angka 5/10 (nyeri sedang), kemudian menurun menjadi 4/10 (nyeri sedang) setelah terapi bekam kering, dan seminggu pasca-intervensi dilaporkan nyeri menurun hingga 0 (tidak nyeri). Selain penurunan nyeri, pasien juga menunjukkan peningkatan kenyamanan, kemampuan mobilitas, dan kepuasan terhadap intervensi yang dilakukan. Terapi bekam kering terbukti efektif dalam menurunkan skala nyeri pada pasien dengan low back pain. Intervensi ini memberikan manfaat signifikan dalam meningkatkan kenyamanan pasien, serta layak diterapkan sebagai bagian dari asuhan keperawatan komplementer berbasis bukti.
PENERAPAN TERAPI BEKAM BASAH TERHADAP PENURUNAN NYERI PINGGANG PADA PASIEN STROKE DI KLINIK ZEIN HOLISTIC THERAPY KOTA MAKASSAR Refika Septinia Basra; Samsualam Samsualam; Wa Ode Sri Asnaniar
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Stroke merupakan penyebab utama kecacatan dan nyeri kronis yang signifikan, terutama pada fase pasca-serangan. Nyeri yang dirasakan pasien stroke dapat mengganggu proses rehabilitasi dan menurunkan kualitas hidup. Terapi bekam basah merupakan salah satu metode pengobatan komplementer yang diyakini mampu menurunkan intensitas nyeri melalui mekanisme antiinflamasi, peningkatan sirkulasi darah, dan pelepasan endorfin. Tujuan : mengevaluasi penerapan terapi bekam basah terhadap penurunan nyeri pada pasien stroke di Klinik Zein Holistik, Kota Makassar. Metode : Studi kasus yang menggambarkan suatu temuan pada satu pasien yaitu Ny.K dengan diagnose medis Stroke yang memiliki keluhan nyeri pada pinggang dan betis. Intervensi bekam dilakukan dengan pendekatan keperawatan holistik mencakup pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Titik bekam Azh-zhahr, Fakhd, Ruqbah, Saaq Iltiwa dan Zhohrul berdasarkan sunnah. Hasil Asuhan Keperawatan : Hasil menunjukkan adanya penurunan skala nyeri dari pre bekam basah skala 4 (sedang) post bekam basah skala 2 (ringan) sehingga dapat disimpulkan bahwa terapi bekam basah efektif untuk menurunkan nyeri pada pasien stroke. Kesimpulan : Terapi bekam pada Ny. K diharapkan dapat menurun skala nyerinya. Diharapkan dapat dijadikan sebagai masukan dalam pengembangan topik secara berkelanjutan.
PENERAPAN TERAPI BEKAM BASAH TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DENGAN DIABETES MELLITUS DI KLINIK ZEIN HOLISTIC THERAPHY MAKASSAR Hikmawaty Rahman; Samsualam Samsualam; Wa Ode Sri Asnaniar; Eliaty Paturungi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit yang terjadi karena terjadinya peningkatan kadar glukosa dalam darah yang tidak terkontrol yang dapat menimbulkan kematian. Ada berbagai macam cara untuk mengendalikan kadar gula dalam darah, salah satunya dengan terapi bekam basah. Terapi bekam merupakan metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah yang terkontaminasi toksin atau oksidan dari dalam tubuh melalui permukaan kulit. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh terapi bekam terhadap kadar gula darah pada penderita Diabetes Mellitus tipe II di Klinik Zein Holistic Theraphy Makassar. Metode : Menggunakan desain studi kasus pada satu orang pasien Diabetes Mellitus. Intervensi bekam dilakukan dengan pendekatan keperawatan holistik mencakup pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Titik bekam Al-Akhda’in, Titik Al-Kaahil, Titik Al-Katifain, Azh-zhahr, dan titik Zhohrul Qodam. Instrumen pengukuran GDS menggunakan alat pengukur gula darah menggunakan strip (Glukometer). Hasil Penelitian : Terjadi penurunan kadar glukosa darah setelah terapi bekam basah yaitu dari GDS 210mg/dL menjadi GDS 200mg/dL. Sehingga dapat disimpulkan terapi bekam efektif untuk menurunkan  kadar glukosa darah. Kesimpulan : Terapi komplementer untuk membantu mengelola kadar gula darah
Penurunan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi dengan Air Rebusan Biji Ketumbar Besse Aulia Rahma; Wa Ode Sri Asnaniar; Suhermi; Akbar Asfar; Sudarman
Window of Nursing Journal Vol. 6 No. 2 (Desember, 2025)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/won.v6i2.2059

Abstract

Hypertension is a cardiovascular disease that causes high death rates in the world. Hypertension that is not treated in the long term will cause more serious complications. One non-pharmacological treatment method uses herbal therapy, boiled water from coriander seeds. The aim of this research is to determine the effect of boiled coriander seed water on the blood pressure of hypertension sufferers in the Sajoanging Community Health Center working area. This research design uses a quantitative type of research with a quasi-experimental research design One-group pre-posttest design. The sampling technique is non-probability sampling using purposive sampling, that is, samples were taken from the population of hypertension sufferers in the Sajoanging Community Health Center working area who met the criteria of 30 respondents. Meanwhile, the analysis used was the frequency distribution test and the Wilcoxon statistical test with a significance level of ρ < α = 0.05. The results of the pre-test and post-test systolic blood pressure research given boiled water from coriander seeds showed a value of ρ = 0.001 ( ρ < α = 0.05). As well as pre-test and post-test diastolic blood pressure given boiled coriander seed water, the value obtained was ρ = 0.001 ( ρ < α = 0.05). The conclusion of this study proves that there is an effect of boiled water from coriander seeds on reducing systolic and diastolic blood pressure in hypertension sufferers in the Sajoanging Community Health Center working area, so that herbal therapy using boiled coriander seed water can be used as an alternative therapy for hypertension sufferers to control blood pressure.
TERAPI RELAKSASI GENGGAM JARI UNTUK MENURUNKAN NYERI POST OPERASI Wa Ode Sri Asnaniar; Wan Sulastri Emin; Akbar Asfar; Samsualam Samsualam; Sudarman Sudarman; Yusrah Taqiyah; Novitri Cahyani Marinda; Muslimah Kurniawati; Tisna HS Sianu; Armelia Sri Diah Safitri
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 8 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i8.2816-2822

Abstract

Rasa nyeri pasca operasi paling sering dialami oleh sebagian besar pasien yang menjalani prosedur pembedahan. Kontrol nyeri pasca operasi memainkan peran penting dalam memfasilitasi pemulihan pasien ke fungsi normal dan mengurangi kejadian efek fisiologis dan psikologis yang merugikan terkait dengan nyeri akut yang tidak terkontrol. Manajemen nyeri yang tidak ditangani dengan baik dapat meningkatkan risiko menjadi nyeri lanjut atau nyeri kronis. Penatalaksanaan nyeri meliputi dua metode yaitu secara farmakologis dan nonfarmakologis. Salah satu terapi non farmakologis yaitu Teknik relaksasi genggam jari atau finger hold dimana merupakan salah satu terapi non farmakologis yaitu relaksasi dengan menggenggam jari. Target utama dari pemberian Pendidikan Kesehatan ini berupa pasien di ruang bedah anyelir RS TK II Pelamonia Makassar terdapat banyak pasien pre op maupun pasien post op, yang tentunya harus dilakukan tindakan maupun edukasi mengenai nyeri pasca operasi dimana pada tahap ini Perawat memiliki peran penting dalam pengelolaan pasien yang menghadapi nyeri pasca operasi. Berdasarkan ini kami melakukan salah satu kegiatan Pendidikan Kesehatan berupa penyuluhan tentang terapi relaksasi genggam jari untuk meredakan nyeri post op. Hasil pelaksanaan tersampaikannya tujuan dari penyuluhan, Tersampaikan materi dengan baik dan sesuai dengan perencanaan, sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berhasil dilaksanakan.
EFIKASI DIRI BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS: SELF-EFFICIENCY RELATED TO QUALITY OF LIFE OF CHRONIC KIDNEY FAILURE PATIENTS THAT ARE TAKING HEMODIALYSIS Wa Ode Sri Asnaniar; Sitti Zubaedah Bakhtiar; Safruddin Safruddin
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Patients with chronic kidney failure lose kidney function so the body loses its ability to maintain metabolism, fluid and electrolyte balance. This causes physical problems in patients due to illnesses experienced, such as shortness, edema, anorexia and so forth. Patients not only experience physical problems, but psychological problems that can affect the decline in the quality of life of patients. One factor that can optimize the quality of life of patients undergoing hemodialysis is self-efficacy. This study aims to determine the relationship of self-efficacy with the quality of life of patients with chronic kidney failure undergoing hemodialysis at the Hospital in Makassar City. The study design uses analytic surveys using a cross-sectional approach. Sampling in this study used a total sampling technique with a sample size of 30 respondents using the Chi-Square statistical test with a significance level α less than 0.05. Statistical test results showed that of 30 patients, there were 20 patients who had high self-efficacy and good quality of life, and from 10 patients who had low self-efficacy there were 1 (10%) people who had good quality of life and 9 (90 %) people have a poor quality of life with a value of ρ = 0,000 (ρ less than 0.05) which means there is a relationship between self-efficacy and the quality of life of patients with chronic kidney failure undergoing hemodialysis.
Efektifitas Terapi Relaksasi Autogenik terhadap Tekanan Darah pada Lansia Hipertensi Juwita ikram; Samsualam; Wa Ode Sri Asnaniar; Nur Ilah Padhila
Window of Nursing Journal Vol. 6 No. 2 (Desember, 2025)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/won.v6i2.876

Abstract

Elderly is an age that experiences many changes in a life process, one of which is increased peripheral vascular resistance so that blood pressure increases or is commonly called hypertension. Autogenic relaxation therapy is expected to have an effect on reducing blood pressure in the elderly. This study aims to determine the Effect of Autogenic Relaxation Therapy on Blood Pressure in the Elderly with Hypertension in the Bontomarannu Health Center Work Area, Gowa Regency, South Sulawesi. This study used a Quasy Experiment design with the NonEquivalent Control Group Pretest ans Posttest method. And divided into two groups, namely the intervention group and the control group. The determination of the sample used the Krejcie and Morgan table according to the predetermined criteria with a sample size of 76 and divided into two groups, namely the intervention group of 38 people and the control group of 38 people. This study uses the Mann-Whitney Test statistical test with a significance level (ρ <0.05), from the results of the study that has been conducted it was found that Autogenic Relaxation Therapy has an effect on blood pressure p <0.00. The conclusion based on the results of the study, shows that there is an effect of Autogenic Relaxation Therapy on Blood Pressure in the Elderly with Hypertension in the Bontomarannu Gowa Health Center Work Area.
Co-Authors A. Jasmine Haya Aqilah Patrianur A.Wahyuni Ristani AA Sudharmawan, AA Abd. Haris, Rizka Putri Yulianti Abri, Putri Damayanti Adiva Suci Chairunnisa Agus, Al Ihksan Agustini, Tutik Akbar Asfar Akbar Asfar Akbar, Akbar Asfar Al Ihksan Agus Al Ikhsan Agus Alfianti Djamil Alfira Pratiwi Jafar Amelia Hartika Rani Amir, Haeril Ananda, Ribi Andi Mappanganro Andi Mappanganro Armelia Sri Diah Safitri Asfar, Akbar Atmajaya, Dedy Besse Aulia Rahma Brajakson Siokal Brajakson Siokal Clara Tasha Nabilah Della Safitri Djamil, Alfianti Efendy, Rahmat Eliaty Paturungi Emin, Wan Sulastri Erna Marini Ernasari, Ernasari Fatma Jama Firmansyah Firmansyah Haeril Amir Hamzah, Wardiah Haris, Asman Helvia Hikmawaty Rahman Idris, Fairus Prihatin Indah Permata Asri Jama, Fatma Juwita ikram K, Heidi Lailan, Nur Alfiah Mappanganro, Andi Mardiah Marwan, Nurul Insaniyah Massi, Siti Hardianty MR, Rifka Riska Munir , Nur Wahyuni Muslimah Kurniawati napu, Lia afriani Nasruddin Syam Novitri Cahyani Marinda Nur Ilah Padhila Nur Ilah Phadila Nur Maya Nur Wahyuni Munir Nurhidayah Nurhidayah Nurliah Jafar Nurul Khafifah NURWAHIDAH NURWAHIDAH Nurwahyuni Munir Nurwijayanti Padhila, Nur Ilah Rahmat Hidayat Rahmi Sakir Ramla Tuanany Refika Septinia Basra Rizqy Iftitah Alam Safitri Ulandari Safitri, Della Safruddin, Safruddin Sakir, Rahmi Samsualam, Samsualam Selpin, Selpin Sintawati Majid Siti Maghfirah Juniar N Djafar Sitti Zubaedah Bakhtiar Soamole, Rahayu Suchi Avnalurini Sharief Sudarman Sudarman Sudarman Sudarman Sudarman Suhermi Suhermi Suhermi Suhermi, Suhermi Sumaiya Junarsih Silehu Sunarti Sunarti Syahrul Syahrul Takdir Takdir, Takdir Taqiyah, Yusrah Tisna HS Sianu Tutik Agustini Ulfa Sulaiman Vivi Jumini Wahyuni Ningsi Wan Sulastri Emin Wan Sulastri Emin WIDYASTUTI Widyastuti Widyastuti Wisdamayanti, Alvina Yeyen Amaliah Lestari Yusrah Taqiyah Yusrah Taqiyah Yusrah Taqyiah