Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Sosialisasi Edukatif Bahaya Judi Online terhadap Peningkatan Literasi Digital dan Kesadaran Hukum Remaja di Desa Bulo Karto, Kabupaten Pringsewu, Lampung Nur, Sulistia; Munica, Silva Agnes; antika putri, Nova; Zahirana, Hafidzo; Ramadhan, Muhammad Iqbal; Ristika, Nindar; Budi Utami, Lira; Agustina, Putri; Aryani, Resti
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4691

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan internet di Indonesia membawa banyak manfaat, namun juga menghadirkan ancaman baru, salah satunya adalah maraknya  praktik judi  online  di  kalangan remaja. Akses yang mudah, promosi yang masif, dan minimnya literasi digital membuat sebagian remaja rentan terjerumus dalam aktivitas ini. Indonesia dihadapkan pada dua fenomena digital yang kian meresahkan: judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol). Keduanya, meskipun berbeda secara esensi, memiliki benang merah yang sama dalam menjerat korbannya ke dalam lingkaran setan masalah finansial dan bahkan sosial. Judol menawarkan ilusi kekayaan instan melalui taruhan, sementara pinjol menawarkan kemudahan akses dana yang seringkali disalahgunakan, berujung pada tumpukan utang. Hasil sosialisasi menunjukkan peningkatan pemahaman generasi muda mengenai dampak negatif judi online, baik dari sisi ekonomi, psikologis, sosial, maupun hukum. Peserta mulai menyadari bahwa judi online dapat merusak keuangan keluarga dan masa depan mereka. Diskusi interaktif mendorong munculnya komitmen bersama di kalangan pemuda untuk menjauhi praktik judi online serta lebih bijak dalam menggunakan teknologi dan media digital.
Edukasi dan Penerapan Intervensi Relaksasi Nafas Dalam dan Fisioterapi Dada terhadap Peningkatan Pengetahuan Keluarga dan Saturasi Oksigen pada Pasien PPOK di Ruang IGD RSUD Menggala Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung Eliyana, Eliyana; Nur, Sulistia; Sugiarto
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 2 (2026): JAMSI - Maret 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2576

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan gangguan pernapasan kronik dimana Kondisi ini menyebabkan penurunan saturasi oksigen dan menimbulkan gejala seperti sesak napas dan batuk berdahak. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat membantu meningkatkan saturasi oksigen adalah teknik relaksasi napas dalam dan fisioterapi dada. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan menerapkan intervensi relaksasi napas dalam dan fisioterapi dada terhadap peningkatan pengetahuan dan saturasi oksigen pada pasien PPOK di ruang IGD RSUD Menggala. Desain kegiatan yang digunakan adalah pengabdian kepada masyarakat (PkM) dengan pendekatan edukasi kesehatan dan pendampingan keluarga. Sasaran kegiatan terdiri dari 10 pasien dengan diagnosis medis Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dan 10 anggota keluarga pendamping yang mengalami atau merawat pasien dengan keluhan sesak napas dan penurunan saturasi oksigen. Kegiatan pengabdian dilaksanakan selama tiga hari, dengan durasi 15–20 menit setiap sesi, meliputi pemberian edukasi, demonstrasi, dan pendampingan langsung kepada pasien dan keluarga mengenai teknik relaksasi napas dalam dan fisioterapi dada sebagai upaya meningkatkan fungsi pernapasan dan bersihan jalan napas. Keluarga dilibatkan secara aktif sebagai caregiver dalam membantu dan mendampingi pasien melakukan teknik tersebut secara mandiri di rumah. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan keluarga serta pasien dalam menerapkan teknik relaksasi napas dalam dan fisioterapi dada. Selain itu, ditemukan perbaikan kondisi pernapasan pada pasien PPOK, yang ditandai dengan penurunan keluhan sesak napas dan batuk berdahak serta peningkatan saturasi oksigen. Rata-rata saturasi oksigen pasien mengalami peningkatan setelah intervensi edukasi dan pendampingan dilakukan.