Articles
DEVELOPMENT OF WEB GAME LEARNING MATERIALS FOR PRIMARY SCHOOL STUDENTS
Wahyudi Wahyudi;
Marisa Ambarwati;
Endang Indarini
Jurnal Infinity Vol 8, No 2 (2019): Volume 8 Number 2, Infinity
Publisher : IKIP Siliwangi and I-MES
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (622.038 KB)
|
DOI: 10.22460/infinity.v8i2.p199-208
The purpose of this study is to develop a web-based learning game media to improve problem-solving skills in two-dimensional figure. Research method with R & D use the ASSURE development model consisting of 6 steps, that is 1) analyze learners, 2) state objectives, 3) select method, media, and materials, 4) utilize media and materials, 5) require learner participation, 6) evaluated and revise. The validity of the product is assessed by the experts with the expert validation sheets. The practicality of the product was tested by a limited trial of 10 students followed by interviews to see student responses. The Product effectiveness was seen from one class trial with one group pretest-posttest design and the results were analyzed using the Paired-Samples T-Test. The results of this study are in the form of web-based game learning media to improve problem-solving skills in flat-build material. The Learning media is proved valid based on the expert media, material, and learning tests. Learning media was also proved practical based on the results of interviews by 10 students. Learning media is proved effective based on the Paired Samples T-Test which was taken from the results of the pretest and post test
PENINGKATAN BERPIKIR KREATIF PEMBELAJARAN TEMATIK MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PJBL SISWA SD
Nur Laila Mubarokah;
Wahyudi Wahyudi
Jurnal Pendidikan Surya Edukasi (JPSE) Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Surya Edukasi (JPSE)
Publisher : UM Purworejo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (435.41 KB)
|
DOI: 10.37729/jpse.v5i1.5666
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan berpikir kreatif pembelajaran tematik melalui penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) pada siswa kelas II SD N Salatiga 01 Tahun Ajaran 2018/2019. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. tiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II SD N Salatiga 01 yang berjumlah 37 siswa. Sumber data berasal dari guru, siswa, dan dokumen. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif komparatif dan analisis interaktif dengan tiga buah komponen yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dapat meningkatkan berpikir kreatif siswa. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya nilai berpikir kreatif siswa pada setiap siklus, yaitu 62% dengan kategori berpikir kreatif tinggi pada siklus I, dan meningkat menjadi 82,31% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa melalui model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dapat meningkatkan berpikir kreatif siswa kelas II SD N Salatiga 01 Tahun Ajaran 2018/2019. Kata kunci: berpikir kreatif, Project Based Learning (PjBL), tematik
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK SISWA KELAS V SD
Desi Indarwati;
Wahyudi Wahyudi;
Novisita Ratu
Satya Widya Vol 30 No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (110.455 KB)
|
DOI: 10.24246/j.sw.2014.v30.i1.p17-27
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah operasi hitung bilangan pecahan melalui penerapan Problem Based Learning pada siswa kelas V SDN Mlowo Karagtalun 04 Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan. Kemampuan siswa dalam pemecahan masalah operasi hitung bilangan pecahan masih banyak yang di bawah KKM ≥ 65. Hal itu dikarenakan guru masih menggunakan metode yang menekankan penggunaan rumus dan latihan soal yang bersifat rutin. Oleh sebab itu, peneliti berupaya untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa melalui penerapan Problem Based Learning. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, yang terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari tiga tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan dan observasi, refleksi.Penelitian ini dilakukan di SDN Mlowo Karangtalun Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan dengan subjek penelitian siswa kelas V. Teknik pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah tes dan observasi.Instrumen yang digunakan adalah soal tes, lembar observasi aktivitas siswa dan guru. Data yang diperoleh meliputi data kemampuan pemecahan masalahoperasi hitung bilangan pecahan, data hasil observasi proses pembelajaran dari aktivitas guru dan siswa. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif komparatif yaitu dengan membandingkan hasil pra siklus, hasil siklus 1, dan siklus 2. Indikator keberhasilan pada penelitian ini adalah 85 persen siswa tuntas dengan KKM ≥ 65. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah operasi hitung bilangan pecahan.Terjadi peningkatan nilai rata-rata kelas dari 62,87 pada pra siklus menjadi 74,96 pada siklus 1 dan 84,43 pada siklus 2. Jumlah siswa yang tuntas belajar meningkat dari 9 siswa (39%) pada pra siklus menjadi17 siswa (74%) pada siklus 1 dan 20 siswa (87%) siswa tuntas pada siklus 2. Penelitian ini berhasil karena sudah mencapai indikator keberhasilan yaitu 85 persen siswa tuntas belajar dengan KKM ≥ 65.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR ELEKTRONIK MULTIMEDIA DENGAN MACROMEDIA FLASH 8.0 UNTUK MAHASISWA S1 PGSD UKSW
Wahyudi Wahyudi
Satya Widya Vol 28 No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (573.816 KB)
|
DOI: 10.24246/j.sw.2012.v28.i1.p55-72
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan desain pengembangan. Borg & Gall dan Dick & Carey yang disederhanakan. Sepuluh tahapan yang ada disederhanakan dalam empat tahapan, yaitu: (1) tahap analisis kebutuhan, (2) tahap desain pengembangan bahan ajar, (3) tahap pengembangan dan evaluasi, (4) tahap desiminasi produk akhir. Subjek penelitian yang diambil adalah mahasiswa S1 PGSD kelas G angkatan 2009 untuk uji terbatas (one to one dan small group evaluation)dan uji luas(field trial evaluation)yaitu kelas A 2010. Teknik pengumpulan data menggunakan penilaian pakar (media dan materi) dan uji coba produk. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi pakar, angket tertutup respon mahasiswa terhadap pemanfaatan bahan ajar dalam pembelajaran, lembar observasi untuk melihat proses pembelajaran pada saat uji coba produk, serta soal tes untuk melihat dampak pembelajaran yang digunakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahan ajar elektronik multimedia dengan macromedia Flash 8.0 yang dibuat memiliki kategori yang baik dari segi materi maupun media. Bahan ajar ini dapat membantu memudahkan mahasiswa belajar tentang sistem persamaan linear tiga variabel. Uji coba dalam pembelajaran menunjukkan bahwa mahasiswa lebih senang belajar matematika.Mahasiswa semakin mudah memahami materi karena bantuan animasi, video, warna dan tampilan yang menarik. Dengan bantuan tek, audio, dan video membuat mahasiswa dapat belajar secara mandiri, sehingga bahan ajar ini cocok digunakan sebagai bahan ajar mandiri yang dapat dibawa dan digunakandimana-mana dan mahasiswa dapat belajar setiap saat.
STRATEGI GURU MATEMATIKA DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR BAGI SISWA KELAS X SMK NEGERI 2 SALATIGA
Rubai Rubai;
Tri Nova Hasti Yunianta;
Wahyudi Wahyudi
Satya Widya Vol 31 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (82.951 KB)
|
DOI: 10.24246/j.sw.2015.v31.i1.p32-42
Strategi guru matematika dalam mengatasi kesulitan belajar siswa menjadi judul dalam penelitian ini dengan alasan strategi yang dilakukan oleh guru matematika SMK Negeri 2 Salatiga berbeda dengan sekolah-sekolah lain dalam mengatasi kesulitan belajar yang dialami oleh siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui deskripsi kesulitan belajar siswa dan mencari tahu strategi guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa pada pelajaran matematika. Subjek dalam penelitian ini adalah empat guru matematika SMK Negeri 2 Salatiga yang dipilih berdasarkan purposive sampling yang mana subjek tersebut memiliki beberapa macamstrategi dalam mengatasi kesulitan belajar matematika, sehingga tujuan dalam penelitian ini dapat tercapai dengan mendeskripsikan strategi apa saja yang dilakukan guru tersebut dalam mengatasi kesulitan belajar siswa pada pelajaran matematika. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara tidak terstruktur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kesulitan belajar siswa pada pelajaran matematika, berawal dari pola pikir siswa yang mana mereka selalu berpikir kerja dan meremehkan pelajaran umum. Berdasarkan hal tesebut mengakibatkan siswa malas, tidak semangat, sulit memahami materi yangdisampaikan, mudah lupa, dan lambat dalam menerima pelajaran. Berdasarkan hal tersebut guru memiliki strategi untuk mengatasi kesulitan belajar siswa diantaranya adalah mengubah pemikiran siswa, membuat perbedaan tingkat (bobot) materi perjurusan, membuat ringkasan untuk siswa, menggunakan model pembelajaran tutor sebaya, melakukan pendekatan terhadap siswa, memberikan jam tambahan, memberikan motivasi, dan memberikan latihan soal mandiri.
STRATEGI GURU MATEMATIKA DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR BAGI SISWA KELAS X SMK NEGERI 2 SALATIGA
Rubai Rubai;
Tri Nova Hasti Yunianta;
Wahyudi Wahyudi
Satya Widya Vol 31 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (82.951 KB)
|
DOI: 10.24246/j.sw.2015.v31.i1.p32-42
Strategi guru matematika dalam mengatasi kesulitan belajar siswa menjadi judul dalam penelitian ini dengan alasan strategi yang dilakukan oleh guru matematika SMK Negeri 2 Salatiga berbeda dengan sekolah-sekolah lain dalam mengatasi kesulitan belajar yang dialami oleh siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui deskripsi kesulitan belajar siswa dan mencari tahu strategi guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa pada pelajaran matematika. Subjek dalam penelitian ini adalah empat guru matematika SMK Negeri 2 Salatiga yang dipilih berdasarkan purposive sampling yang mana subjek tersebut memiliki beberapa macamstrategi dalam mengatasi kesulitan belajar matematika, sehingga tujuan dalam penelitian ini dapat tercapai dengan mendeskripsikan strategi apa saja yang dilakukan guru tersebut dalam mengatasi kesulitan belajar siswa pada pelajaran matematika. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara tidak terstruktur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kesulitan belajar siswa pada pelajaran matematika, berawal dari pola pikir siswa yang mana mereka selalu berpikir kerja dan meremehkan pelajaran umum. Berdasarkan hal tesebut mengakibatkan siswa malas, tidak semangat, sulit memahami materi yangdisampaikan, mudah lupa, dan lambat dalam menerima pelajaran. Berdasarkan hal tersebut guru memiliki strategi untuk mengatasi kesulitan belajar siswa diantaranya adalah mengubah pemikiran siswa, membuat perbedaan tingkat (bobot) materi perjurusan, membuat ringkasan untuk siswa, menggunakan model pembelajaran tutor sebaya, melakukan pendekatan terhadap siswa, memberikan jam tambahan, memberikan motivasi, dan memberikan latihan soal mandiri.
STRATEGI GURU MATEMATIKA DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR BAGI SISWA KELAS X SMK NEGERI 2 SALATIGA
Rubai Rubai;
Tri Nova Hasti Yunianta;
Wahyudi Wahyudi
Satya Widya Vol 31 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (82.951 KB)
|
DOI: 10.24246/j.sw.2015.v31.i1.p32-42
Strategi guru matematika dalam mengatasi kesulitan belajar siswa menjadi judul dalam penelitian ini dengan alasan strategi yang dilakukan oleh guru matematika SMK Negeri 2 Salatiga berbeda dengan sekolah-sekolah lain dalam mengatasi kesulitan belajar yang dialami oleh siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui deskripsi kesulitan belajar siswa dan mencari tahu strategi guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa pada pelajaran matematika. Subjek dalam penelitian ini adalah empat guru matematika SMK Negeri 2 Salatiga yang dipilih berdasarkan purposive sampling yang mana subjek tersebut memiliki beberapa macamstrategi dalam mengatasi kesulitan belajar matematika, sehingga tujuan dalam penelitian ini dapat tercapai dengan mendeskripsikan strategi apa saja yang dilakukan guru tersebut dalam mengatasi kesulitan belajar siswa pada pelajaran matematika. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara tidak terstruktur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kesulitan belajar siswa pada pelajaran matematika, berawal dari pola pikir siswa yang mana mereka selalu berpikir kerja dan meremehkan pelajaran umum. Berdasarkan hal tesebut mengakibatkan siswa malas, tidak semangat, sulit memahami materi yangdisampaikan, mudah lupa, dan lambat dalam menerima pelajaran. Berdasarkan hal tersebut guru memiliki strategi untuk mengatasi kesulitan belajar siswa diantaranya adalah mengubah pemikiran siswa, membuat perbedaan tingkat (bobot) materi perjurusan, membuat ringkasan untuk siswa, menggunakan model pembelajaran tutor sebaya, melakukan pendekatan terhadap siswa, memberikan jam tambahan, memberikan motivasi, dan memberikan latihan soal mandiri.
EFEKTIVITAS MODEL THINK TALK WRITE DAN THINK PAIR SHARE TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS 4 SD
Endah Murwatiningsih;
Wahyudi Wahyudi;
Yohana Setiawan
Satya Widya Vol 35 No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (296.974 KB)
|
DOI: 10.24246/j.sw.2019.v35.i1.p42-53
The purpose of this research is to identify the difference between the effectiveness of TTW and TPS models towards the improvement of ability in on 4th grader elementary school students. This experiment is a pseudo-experimental research. The sample of this research are 27 students of SDN Lodoyong 02 and 23 students of SDN Lodoyong 03.The data analytic used is pre-requisite test which showing the result of both groups are distributed normally and not homogeneous. The test of Independent sample T-test acquired t-count > t-table is 2,344>2,011 and score signification 0,023<0,05 which showing that Ho is refused and Ha is accepted. N-gain scoring analysis shows a student improvement after applying TTW model approximately 0,391 meanwhile after applying TPS model approximately 0,33. From the result of n-gain scoring, the difference of the two models can be seen approximately 0,061. Based on the data analysis, it's concluded that there is a difference of effectiveness which is significant. The applying of ttw model has a level of effectiveness higher than tps model towards the ability of mathematical communication on 4th grader students of elementary school.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V SD
Dewi Nurkhasanah;
Wahyudi Wahyudi;
Endang Indarini
Satya Widya Vol 35 No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (187.09 KB)
|
DOI: 10.24246/j.sw.2019.v35.i1.p33-41
This study aims to describe the increase of critical thinking skills in learning Mathematics of fifth-grade students in SD N Noborejo 01 Argomulya sub-district, Salatiga. This study is a spiral action class study of the Mc. Taggart model which consists of 2 cycles, where each cycle has 4 stages, namely the stages of planning, acting, observing, and reflecting, however at the acting and observing stages were carried out at the same time. The data collection techniques carried out in this study were observation and tests. The instruments used were the observation sheet of teacher and student activities as well as a test sheet for students’ critical thinking skills. Data analysis was performed using comparative descriptive analysis, this was done by comparing the pre-cycle, cycle I and cycle II. The researcher determined the success indicator of 80% of students completing with the Minimum Criteria of Mastery Learning ≥ 70. The results showed that by applying the Problem Based Learning model students’ critical thinking skills in mathematics subjects can be improved, where it was shown that in the first cycle students’ critical thinking skills was 58.98% and in the second cycle, it increased to 97.44%. The number of students who completed the pre-cycle was 15 (38.5%) students, where it increased to 22 (56.4%) students in cycle I and increased again to 33 (84.6%) students in cycle II. The research can be said successful because it has reached a success indicator of 80% of all fifth-grade students who completed the Minimum Criteria of Mastery Learning ≥ 70. Based on these results, research with Problem Based Learning learning models can improve students’ critical thinking skills thus it influences student learning outcomes on the subject of mathematics.
Penerapan Model Make a Match Berbasis Saintifik Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Tematik Siswa
Shafira Dwintha Aulia;
Wahyudi Wahyudi;
Indri Purwanti
WACANA AKADEMIKA: Majalah Ilmiah Kependidikan Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (301.225 KB)
|
DOI: 10.30738/wa.v2i2.3114
This research aims to improve the thematic learning outcomes of grade 1 students of SDN Salatiga 05 by implementing the Make a Match model based on scientific. Type of this research is class action research with Stringer model includes look, think and act. Data collection instruments used formative tests, observation, and field notes. Analysis techniques using comparative descriptive. The subjects of research were students of grade 1 SDN Salatiga 05. The results of the study found an increase in the percentage of the students learning activities in the first cycle of 79,35% and the second cycle increased to 84,71%. Students activities increased have an impact on thematic learning outcomes completeness shown in the first cycle of 71%, and increased to 86% in the second cycle. Based on these results, the Make a Match model based on scientific can improve students thematic learning outcomes.