Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengembangan Model PE2RCV untuk Pembelajaran Membaca Inferensial di Perguruan Tinggi Muh. Bahly Basri; Jufri Jufri; Sakaria Sakaria; Iin Nur Yasinta
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 2 (2026): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i2.9554

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran membaca inferensial PE2RCV (Prediction, Exploration, Reflect, Recite, Construction, Verification) di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Universitas Negeri Makassar. Penelitian menggunakan jenis research and development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Sumber data penelitian meliputi ahli model pembelajaran, ahli materi membaca, dosen pengampu mata kuliah keterampilan membaca, dan mahasiswa sebanyak 35 orang yang mengikuti uji coba terbatas. Penilaian model yang dikembangkan dilakukan melalui uji validitas dan kepraktisan. Uji validitas melibatkan ahli model pembelajaran dan ahli materi, sedangkan uji kepraktisan dilakukan dengan observasi pelaksanaan pembelajaran, respons dosen, dan respons mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata skor uji validasi model oleh dua validator menunjukkan nilai 3,60 atau berada pada kategori sangat valid. Hasil uji kepraktisan berdasarkan hasil observasi menunjukkan rerata skor 3,67 atau kategori sangat praktis. Hasil uji kepraktisan model PE2RCV berdasarkan respons angket dosen yang memuat aspek kejelasan, kemudahan, kesesuaian (karakteristik mahasiswa dan alokasi waktu), dan kemanfaatan menunjukkan rerata nilai 3,48 atau berada pada kategori sangat praktis. Hasil angket respons mahasiswa untuk uji kepraktisan model menunjukkan rerata nilai 3,49 atau berkategori sangat praktis. Dengan demikian, model pembelajaran membaca inferensial PE2RCV layak direkomendasikan sebagai alternatif model pembelajaran di perguruan tinggi.
DISCURSIVE STRATEGIES FOR HANDLING THE SPREAD OF ONLINE GAMBLING AMONG THE YOUNG GENERATION WITH POSITIVE DISCOURSE ANALYSIS IN ONLINE ARTICLES Sumiati Sumiati; Jufri Jufri
Curricula: Journal of Teaching and Learning Vol. 10 No. 2 (2025): Curricula : Journal of Teaching and Learning
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gambling is increasingly spreading and becoming a big problem in society and has a very bad impact on the people who participate in or are involved in gambling. Moreover, these activities have penetrated to children or the younger generation and have become a source of anxiety and anxiety in the community. Various studies have found a variety of expressions that show expressions of anxiety and anxiety in society. Using the Positive Discourse Analysis (PDA) framework, it not only explores social problems, but also seeks solutions by identifying ways in which language can be used to drive change. The purpose of this research focuses on discursive strategies used by observers who are also policy makers of the Indonesian government. A total of 3 attriches were analyzed through the stages of identification, interpretation, and explanation of the data found in the article with the theme of online gambling among the younger generation which includes framing online gambling as a serious concern because of its negative impact on various aspects of society's social, economic, and psychological life. The overall discursive strategy is used to build solidarity, arouse optimism and collective aski as a moral strength in facing online gambling. This study shows that PDA can be an analytical tool to examine online gambling discourse as a form of crisis discourse.
Representasi Ideologi dan Kekuasaan dalam Film Gadis Kretek: Model Norman Fairclough Riska Damayanti; Jufri Jufri; Mahmudah Mahmudah
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 14, No 1 (2025): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v14i1.8299

Abstract

This study aims to describe the representation of ideology and power in the film Gadis Kretek based on experiential values, relational values, and expressive values. This study is a qualitative study using Norman Fairclough's theory. The data sources in this study are all episodes in the film Gadis Kretek obtained from the online media Netflix. Data collection techniques include listening and note-taking techniques. The results of the study show that there are 24 data containing experiential values, which are dominated by ideological words that are fought for. This finding shows how the main characters in the film represent the social world and ideology through the choice of vocabulary and language structure. There are 22 data containing relational values, which are dominated by imperative words. This confirms that the power relations between characters are built through language structures that reflect social positions and authority. Furthermore, 19 data were found containing expressive values, which are dominated by positive and negative evaluations. This expressive value highlights how the characters in the film express emotional attitudes, resistance, or support for certain power structures and ideological values. These three values synergize to form a discourse that emphasizes emancipation, agency, and strong social criticism in the film. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi ideologi dan kekuasaan dalam film Gadis Kretek berdasarkan nilai eksperiensial, nilai relasional, dan nilai ekspresif. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teori Norman Fairclough. Sumber data dalam penelitian ini adalah seluruh episode dalam film Gadis Kretek yang diperoleh dari media daring Netflix. Teknik pengumpulan data meliputi teknik simak dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 24 data yang mengandung nilai eksperiensial, yang didominasi oleh kata-kata ideologis yang diperjuangkan. Temuan ini menunjukkan bagaimana tokoh-tokoh utama dalam film merepresentasikan dunia sosial dan ideologi melalui pilihan kosakata dan struktur bahasa. Terdapat 22 data yang mengandung nilai relasional, yang didominasi oleh kata perintah (imperatif). Hal ini menegaskan bahwa relasi kekuasaan antar tokoh dibangun melalui struktur bahasa yang mencerminkan posisi sosial dan otoritas. Selanjutnya, ditemukan 19 data yang mengandung nilai ekspresif, yang didominasi oleh evaluasi positif dan negatif. Nilai ekspresif ini menyoroti bagaimana tokoh-tokoh dalam film mengekspresikan sikap emosional, resistensi, atau dukungan terhadap struktur kekuasaan dan nilai-nilai ideologis tertentu. Ketiga nilai tersebut bersinergi membentuk wacana yang menegaskan emansipasi, agensi, dan kritik sosial yang kuat dalam film.
Naming Coffee Shops in Makassar City: Linguistic Landscape Study Muh. Bahly Basri; Jufri Jufri; Sakaria Sakaria; Iin Nur Yasinta
SAWERIGADING Vol 32, No 1 (2026): Sawerigading, Edisi Juni 2026
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v32i1.1685

Abstract

This study aimed to describe language contestation in naming coffee shops in Makassar City. This study used a qualitative approach with a descriptive design. Data collected by photographing data objects using a device by tracing along the streets of Makassar City and digital space via Google Maps. Data analysis was carried out through the stages of scanning the photos into an Excel data matrix, classification based on language contestation patterns, frequency calculations, pattern interpretation, and drawing conclusions. The research results show that in the monolingual domain, English occupies the most dominant position (52.94%), followed by Indonesian (43.13%), while Makassarese and Turkish each appear in only one shop name (1.96%). In the bilingual domain, the Indonesian–English combination is the most frequently used pattern (78.26%), followed by Indonesia–Makassar (17.39%) and Makassar–English (4.34%) patterns. This finding shows that coffee shop owners in Makassar City tend to use English as a representation of urban areas. The implications of the findings of this research are as a basis for formulating policies for local governments to increase the visibility of local languages in public spaces. AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan kontestasi bahasa dalam penamaan kedai kopi di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Pengumpulan data melalui pemotretan objek data menggunakan gawai dengan menelusuri sepanjang jalan Kota Makassar dan ruang digital melalui google maps. Analisis data dilakukan melalui tahapan pemindaian hasil potretan ke dalam matriks data excel, klasifikasi berdasarkan pola kontestasi bahasa, penghitungan frekuensi, interpretasi pola, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ranah monolingual bahasa Inggris menempati posisi paling dominan (52,94%), disusul bahasa Indonesia (43,13%), sedangkan bahasa Makassar dan bahasa Turki masing-masing hanya muncul pada satu nama kedai (1,96%). Pada ranah bilingual, kombinasi Indonesia–Inggris merupakan pola yang paling banyak digunakan (78,26%), diikuti Indonesia–Makassar (17,39%) dan Makassar–Inggris (4,34%). Temuan ini menunjukkan bahwa pemilik kedai kopi cenderung menggunakan bahasa Inggris di Kota Makassar sebagai representasi wilayah urban. Implikasi temuan penelitian ini yaitu sebagai dasar perumusan kebijakan kepada pemerintah daerah untuk meningkatkan visibilitas bahasa lokal di ruang publik.