Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Identifikasi Kerusakan Pada Cargo Oil Pump Framo Di Kapal MT Bintulu Robbi, Shofa Dai; Noviantara, I Ketut Pria; Prayitno, Eko; Ajie, Kuntoro Bayu; Prawoto, Agus; Nugroho, Azis
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 2 (2025): Mei - Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i2.783

Abstract

Pompa adalah mesin di atas kapal yang berfungsi untuk memindahkan cairan dari tempat rendah ke tempat yang lebih tinggi atau memindahkan cairan dari tempat bertekanan rendah ke tempat bertekanan tinggi. Faktor penting dari pompa adalah kualitas minyak pelumas. Oli hidrolik adalah cairan khusus yang digunakan untuk mentransfer daya dalam sistem hidrolik. Oli hidrolik ini memiliki fungsi untuk melumasi, memindahkan, dan melindungi komponen dalam sistem hidrolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak kontaminasi air terhadap kinerja dan kerusakan pompa minyak kargo Framo di atas kapal MT. Bintulu. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan air dalam cairan hidrolik dapat mempercepat keausan pompa, meningkatkan tingkat kerusakan komponen seperti segel dan bantalan, serta mengurangi efisiensi sistem secara keseluruhan. Oleh karena itu, deteksi dan pencegahan kontaminasi air dalam oli hidrolik sangat penting untuk menjaga kinerja dan masa pakai pompa hidrolik Framo. Pentingnya prosedur pemeliharaan dan penggantian cairan hidrolik secara berkala direkomendasikan.
Analisis Perawatan Dan Perbaikan F.O Purifier Terhadap Bahan Bakar Pada Kapal KM. Ciremai Ardiyan Wicaksono, Moh. Afif; Gunarti, Monika Retno; Ratnaningsih, Dyah; Prawoto, Agus; Robbi, Shofa Dai; Nugroho, Azis
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 2 (2025): Mei - Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i2.862

Abstract

Purifier adalah alat penting di atas kapal yang berfungsi memisahkan minyak, air, dan kotoran dengan gaya sentrifugal, berdasarkan perbedaan berat jenis. Fuel Oil Purifier sangat dibutuhkan dalam mendukung pasokan bahan bakar untuk permesinan kapal. Namun, masalah seperti overflow dan kurangnya tekanan sering terjadi, mengakibatkan purifier berhenti beroperasi secara otomatis. Hal ini mempengaruhi ketersediaan bahan bakar untuk mesin kapal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perawatan dan perbaikan Fuel Oil Purifier agar menghasilkan bahan bakar berkualitas, serta mengidentifikasi pengaruh penggunaannya terhadap kualitas bahan bakar yang dibutuhkan mesin induk kapal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan USG (Urgency, Seriousness, and Growth), untuk menganalisis sebab-akibat permasalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya perawatan dapat menyebabkan overflow pada purifier akibat kerak yang menempel pada bowl disc dan kerusakan komponen. Upaya perawatan yang disarankan meliputi perawatan rutin, pemeriksaan oli, penggantian komponen rusak, dan pemeriksaan kondisi mesin secara berkala. Setelah dilakukan perawatan, efisiensi pemisahan meningkat, kinerja mesin lebih stabil, umur pakai lebih panjang, dan biaya operasional berkurang.
Analisis Pengaruh Menurunnya Kinerja Injektor Terhadap Performa Main Engine di MV. Oriental Ruby Prayogi, Setiawan Bagus; Zainuddin, Mochammad; Yudianto, Prima Yudha; Prawoto, Agus; Robbi, Shofa Dai; Nugroho, Azis
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 2 (2025): Mei - Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i2.864

Abstract

Injektor adalah komponen penting pada motor diesel yang berfungsi untuk mengabutkan bahan bakar ke dalam ruang bakar. Penelitian ini berfokus pada analisis pengaruh menurunnya kinerja injektor terhadap performa main engine di MV. Oriental Ruby. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi faktor penyebab penurunan kinerja injektor dan langkah-langkah untuk mengembalikannya ke kondisi normal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, studi pustaka, dokumentasi, wawancara, dan analisis menggunakan diagram fishbone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan kinerja injektor disebabkan oleh tersumbatnya lubang nosel akibat bahan bakar yang kotor, yang berhubungan dengan kurangnya perawatan sistem bahan bakar, termasuk tanki dan filter. Penyempitan lubang nosel dapat menyebabkan deadlock, sementara pembakaran yang tidak sempurna mengakibatkan penumpukan karbon pada permukaan nosel.
An Analysis of the Damage of Cargo Pump Impeller with HCl Hydrochloric Acid Load on MT Cipta Anyer using the Hurber and Miles Method Mahendra, Reno Putra; Kristiyono, Antonius Edy; Pribadi, Teguh; Robbi, Shofa Dai; Nugroho, Azis
International Journal on Advanced Science, Education, and Religion Vol 8 No 2 (2025): IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Furqan, Makassar - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33648/ijoaser.v8i2.865

Abstract

The cargo pump is an auxiliary device used to transfer cargo from the ship’s tank to a storage tank. One of the most critical components of the cargo pump is the impeller, which functions by converting mechanical energy into kinetic energy to move fluid. Hydrochloric acid, as cargo, is highly corrosive and requires specialized materials resistant to such conditions. On the MT Cipta Anyer, the impeller is constructed from Hastelloy X Tantalum to withstand corrosion. This study employs the Huber and Miles method to analyze impeller damage. Data collection was conducted through observation, interviews, documentation, and literature review. The research findings reveal that the primary cause of impeller damage is exposure to the corrosive cargo. Additional contributing factors include the use of spare parts that do not conform to the manual specifications, damaged impeller blades, and contamination within the impeller unit. These issues result in a decreased cargo discharge rate, leading to operational inefficiencies and financial losses for the company. The problems can be mitigated by implementing a regular Planned Maintenance System (PMS), ensuring the availability of manufacturer-recommended spare parts, and adhering to standard installation procedures. This study contributes practical insights into the causes of impeller damage in cargo pumps handling corrosive materials and provides actionable solutions to improve equipment reliability and operational efficiency in chemical tanker operations.
An Analysis of the Damage of Cargo Pump Impeller with HCl Hydrochloric Acid Load on MT Cipta Anyer using the Hurber and Miles Method Mahendra, Reno Putra; Kristiyono, Antonius Edy; Pribadi, Teguh; Robbi, Shofa Dai; Nugroho, Azis
International Journal on Advanced Science, Education, and Religion Vol 8 No 2 (2025): IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Furqan, Makassar - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33648/ijoaser.v8i2.865

Abstract

The cargo pump is an auxiliary device used to transfer cargo from the ship’s tank to a storage tank. One of the most critical components of the cargo pump is the impeller, which functions by converting mechanical energy into kinetic energy to move fluid. Hydrochloric acid, as cargo, is highly corrosive and requires specialized materials resistant to such conditions. On the MT Cipta Anyer, the impeller is constructed from Hastelloy X Tantalum to withstand corrosion. This study employs the Huber and Miles method to analyze impeller damage. Data collection was conducted through observation, interviews, documentation, and literature review. The research findings reveal that the primary cause of impeller damage is exposure to the corrosive cargo. Additional contributing factors include the use of spare parts that do not conform to the manual specifications, damaged impeller blades, and contamination within the impeller unit. These issues result in a decreased cargo discharge rate, leading to operational inefficiencies and financial losses for the company. The problems can be mitigated by implementing a regular Planned Maintenance System (PMS), ensuring the availability of manufacturer-recommended spare parts, and adhering to standard installation procedures. This study contributes practical insights into the causes of impeller damage in cargo pumps handling corrosive materials and provides actionable solutions to improve equipment reliability and operational efficiency in chemical tanker operations.
An Analysis of the Damage of Cargo Pump Impeller with HCl Hydrochloric Acid Load on MT Cipta Anyer using the Hurber and Miles Method Mahendra, Reno Putra; Kristiyono, Antonius Edy; Pribadi, Teguh; Robbi, Shofa Dai; Nugroho, Azis
International Journal on Advanced Science, Education, and Religion Vol 8 No 2 (2025): IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Furqan, Makassar - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33648/ijoaser.v8i2.865

Abstract

The cargo pump is an auxiliary device used to transfer cargo from the ship’s tank to a storage tank. One of the most critical components of the cargo pump is the impeller, which functions by converting mechanical energy into kinetic energy to move fluid. Hydrochloric acid, as cargo, is highly corrosive and requires specialized materials resistant to such conditions. On the MT Cipta Anyer, the impeller is constructed from Hastelloy X Tantalum to withstand corrosion. This study employs the Huber and Miles method to analyze impeller damage. Data collection was conducted through observation, interviews, documentation, and literature review. The research findings reveal that the primary cause of impeller damage is exposure to the corrosive cargo. Additional contributing factors include the use of spare parts that do not conform to the manual specifications, damaged impeller blades, and contamination within the impeller unit. These issues result in a decreased cargo discharge rate, leading to operational inefficiencies and financial losses for the company. The problems can be mitigated by implementing a regular Planned Maintenance System (PMS), ensuring the availability of manufacturer-recommended spare parts, and adhering to standard installation procedures. This study contributes practical insights into the causes of impeller damage in cargo pumps handling corrosive materials and provides actionable solutions to improve equipment reliability and operational efficiency in chemical tanker operations.
Analisis Kinerja Pembakaran Nozzle Burner Pada Auxiliary Boiler Di Mv. Pan Kristine Dwisaputra, Muhammad Akmal; Simatupang, Rama Syahputra; Sandi, Wulan Marlia; Nugroho, Azis; Robbi, Shofa Dai
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i2.970

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab dan dampak dari tersumbatnya nozzle burner pada auxiliary steam boiler di kapal MV. Pan Kristine. Permasalahan yang muncul berupa penurunan tekanan uap dan flame failure saat kapal berlabuh, yang diduga disebabkan oleh gangguan pada sistem pembakaran. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan kru mesin, dokumentasi, serta studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyumbatan nozzle burner disebabkan oleh kurangnya perawatan rutin sesuai Planned Maintenance System (PMS), sistem filtrasi bahan bakar yang tidak efisien, nozzle yang aus atau rusak, serta jarak elektroda yang tidak sesuai dengan manual book. Dampak dari kondisi ini meliputi penurunan efisiensi pembakaran, peningkatan akumulasi jelaga dan kerak di ruang bakar, serta gangguan operasi boiler secara keseluruhan. Penelitian ini merekomendasikan penerapan PMS yang ketat, pemeriksaan berkala pada filter dan nozzle, serta pelatihan kru untuk meningkatkan pemahaman terhadap sistem pembakaran guna menjamin keandalan dan efisiensi kerja auxiliary boiler.   This study aims to analyze the causes and impacts of nozzle burner clogging in the auxiliary steam boiler aboard the MV. Pan Kristine. The issue arose from steam pressure drops and repeated flame failures while the ship was anchored, suspected to result from malfunction in the combustion system. Data were collected through direct observation, interviews with engine crew, documentation, and literature study. The findings reveal that the clogging of the nozzle burner is caused by insufficient routine maintenance according to the Planned Maintenance System (PMS), inefficient fuel filtration, worn or damaged nozzles, and electrode spacing that does not comply with the instruction manual. These issues lead to reduced combustion efficiency, increased soot and scale accumulation in the combustion chamber, and overall operational disruption of the boiler. The study recommends implementing a strict PMS, regular inspection of fuel filters and nozzles, and improved crew training to ensure the reliability and efficiency of the auxiliary boiler system.  
Analisis Menurunnya Kinerja Turbocharger Pada Mesin Diesel Generator di Kapal MV. Meratus Sibolga Fernanda, Muhammad Reza; Kristiyono, Antonius Edy; Gunarti, Monika Retno; Robbi, Shofa Dai; Prawoto, Agus
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.2696

Abstract

Turbocharger, yang berfungsi memompa udara untuk pembilasan dan pembakaran dalam silinder mesin diesel generator, merupakan komponen vital yang digerakkan oleh gas buang. Kinerja mesin sangat bergantung pada turbocharger, dan kerusakannya dapat menurunkan performa mesin secara signifikan. Sebuah studi kasus di kapal MV. MERATUS SIBOLGA menggunakan metode Fishbone Analysis untuk menyelidiki penyebab menurunnya kinerja turbocharger. Penelitian ini menemukan bahwa masalah utamanya adalah gesekan antara sisi turbin (turbine side) dan rumahnya (housing). Gesekan ini menyebabkan putaran turbin menjadi tidak stabil, menimbulkan getaran, dan fenomena surging. Akibatnya, pasokan udara untuk proses pembakaran di ruang bakar menjadi tidak mencukupi. Sebagai solusinya, dilakukan pemeriksaan dan penggantian komponen yang rusak. Kesimpulan dari analisis ini adalah gesekan pada sisi turbin menjadi akar masalah yang memerlukan perbaikan atau penggantian. Penulis menyarankan pentingnya melakukan perawatan terjadwal dan meningkatkan kepekaan terhadap kondisi permesinan untuk mencegah kerusakan serupa di masa depan.
Analisis Dampak Menurunnya Tekanan Kompresi pada Kompresor Udara Type SC40N Salsabila, Trya; Dirhamsyah, Dirhamsyah; Kurniawati, Elly; Prawoto, Agus; Imanto, Frenki; Robbi, Shofa Dai
J-Proteksion: Jurnal Kajian Ilmiah dan Teknologi Teknik Mesin Vol. 10 No. 1 (2025): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v10i1.3370

Abstract

Menurunnya kompresi pada Kompresor udara yang menimbulkan dampak lambatnya pengisian udara bertekanan di dalam botol angin. Kompresor berfungsi untuk mengompresi udara bertekanan yang berfungsi untuk start mesin induk, mesin generator maupun permesinan bantu lainnya sehingga penanganan termostat dengan segera dapat terhindar dari kerusakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mengetahui penyebab menurunnya kompresi pada Kompresor udara terhadap pengisian udara bertekanan di dalam botol angin di kapal MV Aliyah Pertiwi. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan menggunakan fishbone analysis, dengan pengambilan data dari hasil observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyebab menurunnya kompresi pada Kompresor udara yang di sebabkan oleh rusaknya low pressure suction valve dapat menyebabkan keterlambatan dalam pengisian udara bertekanan di dalam botol angin. Oleh karena itu, dilakukanlah penanganan pada low pressure suction valve dengan mengganti komponen tersebut dengan spare part yang baru dikarenakan low pressure suction valve sebelumnya sudah melewati batas kinerja mesin. Setalah dilakukan penanganan pada low pressure suction valve, pressure kompresi pada Kompresor udara menjadi normal.
EVALUASI KINERJA OPERASIONAL TERMINAL UMUM DI PELABUHAN GRESIK Triyono, Agus; Rozi, Fahrur; Robbi, Shofa Dai
Jurnal Disprotek Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdpt.v15i1.5927

Abstract

EVALUATION OF GENERAL TERMINAL OPERATIONAL PERFORMANCE IN GRESIK PORTAn increase in the number of ship visits and the flow of goods at the Gresik Port Public Terminal can cause long ship berthing queues. Therefore, it is necessary to conduct research to determine the operational performance of the Gresik Port General Terminal as an evaluation and consideration material in policy making. In this study, we will discuss the operational performance of the Gresik Port General Terminal based on the Regulation of the Director General of Sea Transportation Number: HK.103/2/18/DJPL-16, then compare it with the perception of service users using the IPA (Importance Performance Analysis) method. From the results of the analysis based on the Regulation of the Director General of Sea Transportation Number: HK.103/2/18/DJPL-16, it was found that the operational performance indicators of the Gresik Port General Terminal which had a poor level of performance were Waiting Time (WT) with a percentage of achievement of 349.5%, a comparison of effective time compared to berthing time (ET: BT) with a percentage of achievement of 83.93%, and dry bulk productivity with a percentage of achievement of 74.89%. Meanwhile, from the results of the analysis using the IPA (Importance Performance Analysis) method, it was found that the operational performance indicators of the Gresik Port General Terminal that had poor performance were: waiting time pilot, waiting time ship, berthing time, berthing service berthing Pelra, productivity loading and unloading general cargo, productivity loading and unloading bag cargo, productivity loading and unloading dry bulk, length / number of docks, berthing occupancy ratio (BOR), fender condition and depth of the Port pool. Peningkatan jumlah kunjungan kapal dan arus barang di Terminal Umum Pelabuhan Gresik dapat menimbulkan antrian sandar kapal yang lama. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui kinerja operasional Terminal Umum Pelabuhan Gresik sebagai bahan evaluasi dan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan. Pada penelitian ini, akan membahas kinerja operasional Terminal Umum Pelabuhan Gresik berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor : HK.103/2/18/DJPL-16, kemudian membandingkannya dengan persepsi pengguna jasa menggunakan metode IPA (Importance Performance Analysis). Dari hasil analisa berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor : HK.103/2/18/DJPL-16 didapatkan bahwa indikator kinerja operasional Terminal Umum Pelabuhan Gresik dengan kinerja kurang baik yaitu Waiting Time (WT), perbandingan effective time dibanding berthing time (ET : BT), dan produktivitas curah kering. Sedangkan dari hasil analisa menggunakan metode IPA (Importance Performance Analysis) didapatkan bahwa indikator kinerja operasional Terminal Umum Pelabuhan Gresik dengan kinerja kurang baik yaitu : waiting time pilot, waiting time ship, berthing time, pelayanan sandar kapal Pelra, produktivitas bongkar muat general cargo, produktivitas bongkar muat bag cargo, produktivitas bongkar muat curah kering, panjang/jumlah dermaga, berthing occupancy ratio (BOR), kondisi fender dan kedalaman kolam pelabuhan. Â