Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan antara Rasio Neutrofil Limfosit dengan Viral Load pada Pasien HIV Mustari, Ikhsanul Fauzi; Irna Diyana Kartika Kamaluddin; Irmayanti Haidir Bima; Sri Julyani; Abdul Mubdi Ardiansar
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 5 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v5i1.538

Abstract

Infeksi HIV menyebabkan gangguan sistem imun dengan berbagai manifestasi klinis, termasuk peningkatan inflamasi yang dapat diukur melalui rasio neutrofil-limfosit (NLR). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara viral load dengan NLR pada pasien HIV/AIDS. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan 50 pasien HIV/AIDS di RSUD Kota Kendari. Data dikumpulkan dari rekam medis pasien, mencakup nilai NLR dan kadar viral load. Analisis hubungan antara variabel dilakukan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki NLR normal (<6) sebanyak 48 responden (96,0%) dan NLR tidak normal (≥6) sebanyak 2 responden (4,0%). Selain itu, sebanyak 43 responden (86,0%) memiliki viral load tidak terdeteksi (<50 copies/mL), sedangkan 7 responden (14,0%) memiliki viral load terdeteksi (≥50 copies/mL). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara NLR dan viral load (p = 0,000) dengan korelasi phi = 0,506, yang mengindikasikan hubungan yang kuat antara kedua variabel. Kesimpulannya, terdapat hubungan signifikan antara NLR dan viral load pada pasien HIV/AIDS, di mana peningkatan NLR berhubungan dengan tingginya viral load.
Transfusi Darah Dalam Pandangan Islam Nadila Ardyani Nahardi; Irna Diyana Kartika Kamaluddin; Nurfadhillah Khalid; Ida Royani
The Indonesian Journal of General Medicine Vol. 13 No. 1 (2025): The Indonesian Journal of General Medicine
Publisher : International Medical Journal Corp. Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70070/gsczjq72

Abstract

Latar Belakang: Transfusi darah merupakan intervensi medis penting yang sering kali menjadi penentu keselamatan jiwa dalam kondisi darurat. Namun, dalam konteks Islam, praktik ini menimbulkan pertanyaan fiqhiyah karena Al-Qur’an dan Hadis tidak secara eksplisit membahasnya, sehingga diperlukan pendekatan ijtihadiyah untuk menetapkan hukumnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perspektif hukum Islam terkait transfusi darah melalui telaah literatur ilmiah, serta mengidentifikasi pendapat ulama dan dalil syar’i yang mendukung praktik tersebut sebagai bentuk penyelamatan jiwa. Metode: Penelitian ini merupakan narrative literature review dengan metode pencarian data berdasarkan pendekatan PICO. Sumber data berasal dari jurnal ilmiah, laporan nasional, dan literatur relevan lainnya yang diperoleh melalui database elektronik seperti Google Scholar, PubMed, dan ResearchGate. Analisis dilakukan menggunakan tabel sintesis terhadap tujuh artikel terpilih. Hasil: Dari tujuh artikel yang dianalisis, enam membahas secara eksplisit hukum transfusi darah dalam Islam, dan satu artikel fokus pada manfaat donor darah secara medis. Sebagian besar artikel sepakat bahwa transfusi darah diperbolehkan, bahkan diwajibkan dalam kondisi darurat. Mayoritas ulama menganggap donor darah sebagai amal saleh, dengan dasar kaidah fikih “ad-darūrāt tubīḥu al-maḥẓūrāt” dan prinsip ḥifẓ al-nafs dalam maqāṣid al-syarī‘ah. Kesimpulan: Transfusi darah dalam pandangan Islam merupakan bentuk tolong-menolong dalam kebajikan  yang tidak hanya diperbolehkan, tetapi juga sangat dianjurkan dalam situasi darurat. Donor darah merupakan amal ibadah kontemporer yang mencerminkan nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial. Disarankan agar edukasi mengenai transfusi darah ditingkatkan melalui kerja sama antara lembaga kesehatan dan institusi keagamaan untuk mendorong partisipasi masyarakat Muslim secara aktif dan sadar syar’i.
Implementasi Program Bakti Sosial Mahasiswa Kedokteran sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat: (Studi Kegiatan Fakultas Kedokteran UMI Bersama BEM KBMFK Universitas Muslim Indonesia Tahun 2025) Nasrudin Andi Mappaware; Irna Diyana Kartika Kamaluddin; Wawan Susilo; Faizul A; Andi Alamanda Irwan; M. Hamsah; Berry Erida Hasbi; Indah Lestari Daeng Kanang; Prema Hapsari Hidayati; Anna Sari Dewi; Dwi Anggita; Sidrah Darma; Nevi Sulvita Karsa; Zulfikri Khalil Novriansyah; Mohammad Reza Zainal Abidin; Muhammad Fauzul Azhim; Astra Budiati Nusrat; Muhammad Irsan Muflih Mundzir; Mufthiar Muhtar; Rizky Nurhumairah Sarifuddin; Wulan Purnamasyani S; Waode Inayatu Zahra Khairunnufus
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v6i2.11053

Abstract

The Grand Social Service (Bakti Sosial Akbar) organized by KBMFK-UMI is an initiative that reflects the academic community's empathy and care for society, especially those in need. The activity aims to express a sense of social responsibility by providing various services to the community. These services include health checks, education, blood donation drives, mass circumcision, Basic Life Support (BLS) training, and the distribution of the Susu Anak Negeri (SUSAN) program. Through these efforts, the event seeks to alleviate some of the burdens faced by local communities while promoting health awareness and knowledge. In addition to offering essential services, this event is designed to strengthen relationships among students, faculty members, and the local residents by fostering a spirit of togetherness and collaboration. The implementation of this community service activity is made possible by the full support of the academic community at the Faculty of Medicine, Universitas Muslim Indonesia, ensuring that all activities are carried out effectively and precisely. It is expected that the positive outcomes of this event will not only benefit the community but also contribute to building a stronger sense of social solidarity and cooperation among all involved.