Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Tataloka

ANALISIS PREFERENSI DAN PROSPEKTIF PARTISIPATIF DALAM PERENCANAAN PENATAAN DAN PENYESUAIAN ULANG LAHAN (LAND READJUSTMENT) KAWASAN KAMPUNG BRAGA BANDUNG Ake Wihadanto; Baba Barus; Noer Azam Achsani; Deddy S. Bratakusumah
TATALOKA Vol 19, No 4 (2017): Volume 19 Number 4, November 2017
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.174 KB) | DOI: 10.14710/tataloka.19.4.320-338

Abstract

This research is purported to understand and map people’s preferences on rearrangement plan of the area. General description of people’s preferences is resulted by using qualitative descriptive analysis on data gained from interview and FGD. Furthermore, by employing Participatory Prospective Analysis (PPA) the people’s preferences has represented through the following key variables, those are transparency, people’s bargaining position, tenurial (ownership) system, communication, land value, institution/organization, location’s economic value, and level of conflict potential. Based on those variables, the future’s scenarios are constructed as follows: (1) Status quo; (2) Negative; (3) Positive; and (4) Progressive.  The way to anticipate the first two scenarios are to close or impede any room or possibilities of the scenarios’ emergence. Meanwhile, for the last two scenarios, the anticipation way is to promote or enhance the scenarios’ emergence, maintaining sustainability of the scenarios, as well as avoiding any ways that can reverse the scenarios’ direction. Both ways of anticipation should be carried out through transparency, communication, and institution.
Tipologi Kawasan Kampung Kota yang Terjepit di Tangerang Selatan dalam Perspektif Spasial Wihadanto, Ake; Cahyadi, Ni Made Ayu Krisna; Prima, Suci Rahmawati; Permana, Mirza; Pamungkas, Guntur Bagus
TATALOKA Vol 26, No 1 (2024): Volume 26 No. 1 February 2024
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.26.1.63-76

Abstract

Pembangunan kota modern skala besar (kota baru) di wilayah Kota Tangerang Selatan secara tidak langsung mengekspansi penggunaan lahan termasuk kawasan kampung yang ada di sekitarnya. Kawasan kampung kota tersebut harus hidup berdampingan dan bertahan menjadi bagian halaman belakang dari permukiman real estate kawasan kota mandiri membentuk kantong-kantong (enclave) yang terjepit (strangulation). Kawasan tersebut tumbuh tersebar dan tidak tertata, dengan keterbatasan infrastruktur sehingga dalam jangka panjang dapat menjadi permukiman kumuh dan tidak layak huni. Penelitian bertujuan untuk mengembangan dan merumuskan tipologi Kawasan kampung kota terjepit di Tangerang Selatan dalam pendekatan spasial. Metode penelitian mengunakan pendekatan berbasis keruangan menggunakan aplikasi Sistem Informasi Geografi (SIG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 44 kampung terjepit di Kota Tangerang Selatan pada lahan-lahan yang telah diakuisisi oleh pengembangan seperti Alam Sutera, Bintaro Jaya, dan Bumi Serpong Damai. Temuan penelitian ini menunjukkan sebaran kampung terjepit terbanyak berada di lahan pengembangan perumahan ‘Bumi Serpong Damai (BSD)’. Tipologi kampung kota terjepit secara spasial dirumuskan berdasarkan karakteristik pola sebaran, luasan, kepadatan bangunan, aksesibilitas dan dimensi ruang milik jalan (3 meter). Keberadaan kampung kota terjepit menjadi tantangan di masa depan bagi perencana kota.