Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PERWUJUDAN ARSITEKTUR BIOKLIMATIK PADA BANGUNAN “RUANG INTAN” DI KOTA TUA JAKARTA Fatmawati, Nur Aziziyah; Widiarso, Tulus; Susetyarto, Martinus Bambang
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 11 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v11i1.23908

Abstract

Permasalahan lingkungan perkotaan seperti peningkatan suhu, keterbatasan ruang terbuka hijau, dan kebutuhan ruang baru mendorong perlunya pendekatan arsitektur yang lebih kontekstual dan berkelanjutan. Studi ini bertujuan untuk mewujudkan arsitektur bioklimatik pada perancangan bangunan “Ruang Intan” di kawasan Kota Tua Jakarta. Metodologi yang digunakan mengacu pada tahapan experimental methods yang dikemukakan oleh Achtenn (2009) Hasil perancangan menunjukkan bahwa pendekatan bioklimatik mampu diterapkan secara kontekstual pada kawasan cagar budaya tanpa mengganggu karakter historis sekitarnya. Meskipun studi ini bersifat teoritis dan belum melalui uji implementasi secara langsung, temuan ini memberikan dasar bagi pengembangan desain berkelanjutan di kawasan heritage tropis lembap. Studi lanjutan disarankan untuk melibatkan simulasi performa termal dan analisis kenyamanan pengguna. 
Evaluating on Application of Lean Construction of Toll Road Projects in Indonesia Salman, Salman -; Pontan, Darmawan; Kurniyaningrum, Endah; Widiarso, Tulus
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i1.1285

Abstract

Abstract   Lean construction boosts productivity, reduces costs, and enhances overall project performance. This research looks at how PT Nindya Karya implements lean construction in a toll road project. The study site is the Bayung Lencir-Tampino Toll Road project. The approach taken is quantitative, including statistical analysis and a final report document. The study found that implementing lean construction concepts in this project had a beneficial impact. The project was completed faster than projected, taking 415 days instead of 574 days, resulting in a time savings of roughly 27.7%. The Just-in-Time approach and the Last Planner System both helped to reduce time waste and material delays. The project team used a target value design, which ensures that resources are used in accordance with specified criteria and there is no excess or deficit of materials. Lean construction has resulted in significant cost savings for the project, with expenses lower than expected, resulting in an 8.67% surplus on the contract value. As a suggestion, future research could look into the impact of lean construction on projects other than toll highways.   Keywords: construction; cost; lean construction, time management; waste material     Abstrak   Konstruksi ramping meningkatkan produktivitas, menurunkan biaya, dan meningkatkan kinerja proyek secara keseluruhan. Studi ini meneliti bagaimana PT Nindya Karya menggunakan konstruksi ramping pada proyek konstruksi jalan tol. Lokasi studi ialah proyek Jalan Tol Bayung Lencir-Tampino. Metode yang digunakan adalah kuantitatif, dengan analisis statistik, dokumen laporan akhir, dan kuesioner. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penerapan prinsip konstruksi lean dalam proyek ini berdampak positif. Proyek ini selesai lebih cepat dari yang diharapkan, dengan total durasi 415 hari dibandingkan dengan jangka waktu awal 574 hari, sehingga menghemat waktu sekitar 27.7%. Metode Just-in-Time dan Last Planner System membantu menghilangkan pemborosan waktu dan keterlambatan material. Tim proyek mengadopsi desain nilai target, yang memastikan bahwa material digunakan berdasarkan kebutuhan yang ditentukan dan tidak ada kelebihan maupun kekurangan material. Konstruksi ramping telah menghasilkan penghematan biaya yang signifikan untuk proyek dengan biaya yang lebih rendah dari yang diantisipasi, sehingga menghasilkan surplus sekitar 8.67% dari nilai kontrak. Sebagai saran untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk meneliti pengaruh Konstruksi ramping pada berbagai proyek selain jalan tol dan sebagainya.   Kata kunci: konstruksi; biaya; konstruksi ramping, manajemen waktu; bahan limbah
Identifikasi Karakteristik Bangunan Mixed-Use Berdasarkan Tipologi, Konfigurasi Fungsi Dan Kinerja Ruang Situngkir , Michael; Purnomo , Agus Budi; Widiarso, Tulus
Metrik Serial Teknologi dan Sains Vol. 7 No. 1 (2026): februari
Publisher : Konsorsium Cendekiawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan mixed-use dikembangkan sebagai respons terhadap keterbatasan lahan perkotaan serta kebutuhan integrasi berbagai aktivitas dalam satu kesatuan ruang. Berbagai kajian menunjukkan adanya keragaman pendekatan dalam meninjau karakteristik bangunan mixed-use. Penelitian ini merupakan studi pustaka yang bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik bangunan mixed-use dengan fokus pada tiga aspek utama, yaitu: (1) tipologi; (2) konfigurasi fungsi yang meliputi zonasi, transisi ruang, pemisahan akses, dan sirkulasi; serta (3) kinerja ruang yang mencakup efisiensi ruang dan core serta performa sirkulasi dan akses. Pustaka yang dikaji berasal dari artikel jurnal yang diseleksi berdasarkan kesesuaian substansi dengan ketiga aspek tersebut melalui proses penyaringan judul dan abstrak, dilanjutkan dengan telaah teks penuh. Data yang diperoleh diekstraksi ke dalam matriks dan dianalisis menggunakan metode thematic coding. Hasil kajian menunjukkan bahwa: (1) tipologi bangunan mixed-use dapat dibedakan berdasarkan komposisi fungsi dan pola susunan vertikal; (2) konfigurasi fungsi ditentukan oleh keseimbangan antara tingkat integrasi aktivitas dan kebutuhan privasi serta keamanan; dan (3) kinerja ruang dipengaruhi oleh rancangan core, bentuk massa bangunan, serta pola sirkulasi dan pencapaian. Temuan ini dapat digunakan sebagai indikator pembeda antar bangunan mixed-use. Namun, agar indikator yang dihasilkan bersifat lebih komprehensif, diperlukan kajian lanjutan yang mencakup aspek-aspek karakteristik lainnya.