Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Penggunaan Alat Peraga Pada Pembelajaran IPA di SMK Negeri 1 Hiliduho Firman Jaya Zalukhu; Hardikupatu Gulo; Novelina Andriani Zega; Toroziduhu Waruwu
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 15 No. 3 (2026): September 2026 (on progress)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v15i3.7104

Abstract

Pembelajaran IPA di tingkat sekolah menengah kejuruan memerlukan penggunaan media pembelajaran yang mampu membantu peserta didik memahami konsep secara konkret. Salah satu media yang dapat digunakan adalah alat peraga IPA, karena dapat memberikan pengalaman belajar melalui objek yang dapat diamati secara langsung. Namun, penggunaan alat peraga dalam pembelajaran perlu dianalisis untuk mengetahui pemanfaatannya dalam mendukung proses pembelajaran di SMK Negeri 1 Hiliduho. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan alat peraga IPA dalam proses pembelajaran di SMK Negeri 1 Hiliduho serta mengetahui manfaat penggunaannya terhadap pemahaman, minat, dan keterlibatan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan dalam penelitian terdiri atas guru IPA dan peserta didik yang terlibat dalam proses pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Observasi digunakan untuk mengamati aktivitas guru dan peserta didik selama pembelajaran dengan menggunakan alat peraga, sedangkan wawancara digunakan untuk memperoleh informasi mengenai pengalaman dan tanggapan informan terhadap penggunaan alat peraga IPA. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alat peraga IPA, khususnya torso, membantu guru dalam menjelaskan materi pembelajaran secara lebih konkret dan sistematis. Penggunaan alat peraga juga memudahkan peserta didik dalam memahami konsep yang sulit melalui pengamatan langsung terhadap objek yang dipelajari. Selain itu, penggunaan alat peraga mampu meningkatkan perhatian, minat, motivasi, dan keaktifan peserta didik selama proses pembelajaran. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa alat peraga IPA memiliki peran penting sebagai media pendukung pembelajaran yang dapat menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, aktif, dan bermakna. Implikasi penelitian ini adalah perlunya optimalisasi penggunaan alat peraga oleh guru serta dukungan sekolah dalam menyediakan sarana pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan materi IPA.
Pengembangan LKPD Berbasis Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa UPTD SMP Negeri 1 Lolofitu Moi Antorius Waruwu; Natalia Kristiani Lase; Hardikupatu Gulo; Toroziduhu Waruwu
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 15 No. 3 (2026): September 2026 (on progress)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v15i3.7137

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan, validitas, kepraktisan, dan keefektifan LKPD berbasis Problem Based Learning dalam meningkatkan pemahaman konsep peserta didik pada materi Struktur Bumi. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) menggunakan model ADDIE yang meliputi Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian terdiri atas validator ahli materi, bahasa, desain, dan instrumen, guru IPA, peserta didik kelas VIII-A sebagai uji coba instrumen, serta 29 peserta didik kelas VIII-C UPTD SMP Negeri 1 Lolofitu Moi sebagai pengguna produk. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi, angket respons, dan tes pemahaman konsep melalui pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengembangan LKPD dilakukan melalui lima tahap ADDIE, yaitu analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan dan validasi, implementasi dalam pembelajaran, serta evaluasi. Hasil validasi LKPD memperoleh persentase 95% dari ahli materi, 85% dari ahli bahasa, dan 95,5% dari ahli desain dengan kategori sangat layak, sedangkan validasi instrumen memperoleh 90% dengan kategori sangat layak. Kepraktisan LKPD memperoleh respons guru sebesar 96%, uji perorangan 91,52%, kelompok kecil 84,55%, dan uji lapangan 85,07%, seluruhnya berkategori sangat praktis. Keefektifan LKPD berdasarkan peningkatan pemahaman konsep ditunjukkan oleh peningkatan rata-rata skor pretest dari 12,72 menjadi 24,72 pada posttest. Hasil uji paired samples t-test menunjukkan p < 0,001 dengan Cohen’s dz sebesar 5,10, hasil N-Gain sebesar 0,77 berkategori tinggi. Peningkatan terjadi pada seluruh indikator pemahaman konsep, yaitu menafsirkan, mencontohkan, mengklasifikasikan, merangkum, menyimpulkan, membandingkan, dan menjelaskan. Dengan demikian, LKPD berbasis Problem Based Learning yang dikembangkan dinyatakan sangat layak dan sangat praktis serta menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep peserta didik setelah penggunaan LKPD. Namun, karena penelitian menggunakan desain One Group Pretest–Posttest tanpa kelompok kontrol, peningkatan tersebut tidak digunakan untuk menyimpulkan hubungan sebab-akibat.