Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

ANALISIS FISIKA KIMIA PERAIRAN SELAT BINTAN, DESA PENGUJAN, KABUPATEN BINTAN UNTUK BUDIDAYA IKAN KERAPU CANTANG Shavika Miranti; Dwi Septiani Putri; Sri Novalina Amrizal; Nancy Willian; Nur Cholis
Vol 16 No 3 (2026): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v16i3.2322

Abstract

Budidaya ikan kerapu cantang (Epinephelus fuscoguttatus × Epinephelus lanceolatus) di Perairan Selat Bintan menggunakan Karamba Jaring Apung (KJA) dan Karamba Jaring Tancap (KJT) perlu didukung data parameter fisika kimia perairan. Penelitian dilakukan di lima titik pengamatan dengan pendekatan purposive sampling. Pengukuran nilai suhu, salinitas, DO, pH, arus dan kedalaman dilakukan secara langsung (in situ). Hasil pengamatan menunjukkan suhu berkisar 27.3 – 31.8°C, DO > 5 mg/L, dan salinitas 29-31 ppt dimana nilai tersebut masuk dalam kisaran standar baku pembesaran ikan kerapu. Parameter kecepatan arus cukup laju 0.09 – 0.59 m/detik dan pH 8.6 – 8.9 yang sedikit lebih tinggi dari standar baku. Berdasarkan data kedalaman titik terdalam saat surut hanya 3.0 – 3,4 m sehingga cukup terbatas untuk KJA tetapi tidak berpengaruh untuk KJT. Perlu pertimbangan yang matang untuk melakukan budidaya kerapu cantang di Perairan Selat Bintan terutama penentuan langkah untuk mengatasi pH dan arus yang belum masuk kriteria standar baku.
Pelatihan dan Percontohan Aplikasi RAS dan Fitobiotik untuk Pokdakan Pembenihan Kepiting Bakau Bahari Sakti, Tanjungpinang Dinamella Wahyuningrum; Irzal Effendi; Shavika Miranti
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2023): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.9.2.141-153

Abstract

This activity aims to provide knowledge, insight, and skills in the application of recirculated aquaculture system (RAS) technology and phytobiotics to members of the Bahari Sakti mud crab hatchery group on Penyengat Island, Tanjungpinang, Riau Islands. Mastery of this application is important to improve the production performance of the mud crab hatchery group which is faced with the problem of high frequency of disease attacks on broodstock and low survival rate of larvae. The activity, which includes training, piloting, and mentoring, were take place from June‒September 2022, attended by 20 participants consisting of members of the Bahari Sakti mud crab hatchery group and public. The training materials covered the technical and management aspects of mud crab hatchery, RAS application, and phytobiotics of garlic flour in broodstock and larvae rearing. Pilot methods and mentoring were conducted in the form of RAS installations and application of phytobiotics with participants. After attending the training, there was a significant increase in knowledge and insight of these three aspects by 47, 51, and 26%, respectively, for the mud crab hatchery, phytobiotic, and RAS aspects. Pilots and mentoring in the form of rearing and spawning in the RAS system with the application of phytobiotics were carried out after training at the production facility of mud crab hatchery group. Participants in the pilot and mentoring activities were quite enthusiastic, although the attendance rate of participants was only 25‒35%. The RAS application can improve the water quality of the mud crab broodstock rearing media, while for the application of phytobiotics was not evaluated.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI Sargassum sp. DALAM MENGHAMBAT Vibrio sp. TERISOLASI DARI KERAPU CANTANG (Epinephelus fuscoguttatus x Epinephelus lanceolatus) Shavika Miranti; Sri Novalina Amrizal; Dwi Septiani Putri; Nancy Willian; Said Afzaldy; Alyssa Dwi Ananda
Vol 16 No 4 (2026): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v16i4.2380

Abstract

Penanganan vibriosis menggunakan bahan alami seperti ekstrak Sargassum sp. pada kegiatan budidaya ikan kerapu cantang perlu diteliti. Pengujian efektifitas pelarut dalam menghasilkan senyawa fitokimia sebagai antibakeri dan modifikasi proses ekstraksi menjadi lebih sederhana bertujuan agar dapat ditiru oleh pembudidaya dilapangan. Isolat bakteri uji diisolasi langsung dari ikan yang memiliki gejala vibriosis dari ikan kerapu cantang pembudidaya di Senggarang Besar, Kota Tanjungpinang. Pengujian aktivitas antibakteri dari ekstrak Sargassum sp. dalam menghambat pertumbuhan Vibrio sp. dilakukan melalui uji zona hambat metode difusi kertas cakram (metode Kirby-Bauer). Hasil penelitian menunjukkan penggunaan pelarut alkohol 70% pada proses ektraksi memberikan hasil diameter zona hambat yang jernih dan lebih baik yaitu 13 mm pada konsentrasi tertinggi dari perlakuan (10%) dibandingkan dengan ekstrak yang menggunakan pelarut alkohol 96% pada konsentrasi yang sama yaitu 11.67 mm dengan catatan zona hambat yang terbentuk tergolong parsial karena tidak jernih atau bening sempurna akibat masih terdapat pertumbuhan bakteri yang tipis di dalam zona meskipun bentuk lingkaran zona hambat terlihat cukup jelas. Penggunaan pelarut alkohol 70% dapat digunakan untuk proses ekstraksi Sargassum sp. dengan pertimbang harga yang lebih murah dan hasil yang lebih baik dibandingkan alkohol 96% berdasarkan hasil yang ditunjukkan melalui penelitian ini.