Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisis Beban Kerja Mental Pada Pekerja UMKM Tahu Mtb Menggunakan Metode NASA-TLX Mufrida Meri; Hary Fandeli; Rozza Linda; Irmayani Irmayani; Rio Febrian
Journal Of Indonesian Social Society (JISS) Vol. 1 No. 1 (2023): JISS - Februari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.509 KB) | DOI: 10.59435/jiss.v1i1.24

Abstract

Kinerja karyawan sangat berpengaruh dalam penentuan produktivitas suatu perusahaan. Apabila kinerja karyawan di sebuah perusahaan baik, maka produktivitas perusahaan tersebut akan meningkat dan hal ini dapat menyebabkan keuntungan pada perusahaan tersebut bertambah. Begitu pula sebaliknya, apabila kinerja karyawan tersebut buruk, maka produktivitas perusahaan tersebut akan menurun. Salah satu hal yang mempengaruhi kinerja karyawan tersebut yaitu beban kerja mental. Beban kerja mental merupakan sesuatu keadaan yang dialami oleh seseorang yang memberi tekanan dalam hidupnya. Semakin tinggi tekanan yang dirasakan karyawan itu, maka semakin rendah kinerja yang bisa dicapainya. Salah satunya yaitu pada pekerja-pekerja di Pabrik Tahu MTB. Berdasarkan data-data perbandingan nilai rata-rata tiap faktor untuk menghitung beban kerja mental dapat disimpulkan bahwa faktor beban kerja mental yang paling berpengaruh yaitu performansi kerja yang menyatakan tingkat kepuasan yang dirasakan terhadap kinerja yang telah dilakukan yaitu sebesar 85. Rata-rata nilai kebutuhan mental dan kebutuhan fisik bernilai sama yaitu sebesar 80.5 yang menyatakan bahwa beban kerja para pekerja yang membutuhkan fisik dan mental bernilai sama .Terdapat 6 faktor yang mempengaruhi beban kerja para pekerja yaitu Mental Demand,Physical Demand, Temporal Demand,Performance,Frustation, Effort. Berdasarkan hasil dari perhitungan dapat diketahui jumlah karyawan yang memiliki tingkat beban kerja mental kategori tinggi sekali dengan rata-rata WWL 85.66 yang berjumlah 4 orang dan kategori tinggi dengan rata-rata WWL 71.22 yang berjumlah 6 orang.
PENGARUH TURBULENSI DAN KEBERLANJUTAN LINGKUNGAN TERHADAP KINERJA FINANSIAL IKM DI KOTA PADANG Hary Fandeli; Novirman Jamarun; Ruhil Amani Jozura Putri; Fathila Fausta Alvendri
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 2 (2025): May 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i2.2404

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the impact of environmental turbulence on environmental sustainability and financial performance of Small and Medium Enterprises (SMEs) in Padang City, with environmental sustainability as a mediating variable. Environmental turbulence, including market changes, policies, and economic dynamics, is considered a significant challenge for SMEs to survive amidst uncertainties. The study applies Partial Least Square - Structural Equation Modelling (PLS-SEM) using data collected through questionnaires from SME owners and employees. The findings reveal that environmental turbulence does not have a direct significant impact on financial performance but positively affects environmental sustainability. Furthermore, environmental sustainability significantly contributes to improving SMEs’ financial performance. These results indicate that adopting sustainability practices, such as reducing resource usage and producing environmentally friendly products, can serve as a vital adaptive strategy to enhance efficiency, competitiveness, and profitability in the long term. This study recommends the importance of government and stakeholder support in helping SMEs integrate sustainability into their operations to create stability amidst business environment dynamics. Keywords: Environmental Turbulence; Environmental Sustainability; Financial                  Performance; Small and Medium Enterprises. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh turbulensi lingkungan terhadap keberlanjutan lingkungan dan kinerja finansial Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kota Padang, dengan keberlanjutan lingkungan sebagai variabel mediasi. Turbulensi lingkungan, yang mencakup perubahan pasar, kebijakan, serta dinamika ekonomi, dianggap sebagai tantangan utama bagi IKM untuk bertahan di tengah ketidakpastian. Penelitian ini menggunakan metode Partial Least Square - Structural Equation Modelling (PLS-SEM) dengan data yang dikumpulkan melalui kuesioner dari pemilik dan karyawan IKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa turbulensi lingkungan tidak memiliki dampak langsung signifikan terhadap kinerja finansial IKM, tetapi memiliki pengaruh positif signifikan terhadap keberlanjutan lingkungan. Sementara itu, keberlanjutan lingkungan terbukti berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan kinerja finansial IKM. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan praktik keberlanjutan, seperti pengurangan penggunaan sumber daya dan produksi ramah lingkungan, dapat menjadi strategi adaptasi penting untuk meningkatkan efisiensi, daya saing, dan profitabilitas jangka panjang. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya dukungan pemerintah dan pemangku kepentingan dalam membantu IKM mengintegrasikan keberlanjutan dalam operasional mereka untuk menciptakan stabilitas di tengah dinamika lingkungan bisnis. Kata kunci: Turbulensi Lingkungan; Keberlanjutan Lingkungan; Kinerja Finansial; Industri Kecil dan Menengah.
ANALISIS WAKTU BAKU PROSES PRODUKSI ROTI DENGAN METODE STOPWATCH DI UKM FANDRA BAKERY Mufrida Meri; Hary Fandeli; Ratih Zulia Ramadhani
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 5 No. 2 (2022): June 2022
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v5i2.887

Abstract

Indonesia has many industries engaged in food and culinary.  Among them are small and medium enterprises (SMEs) which are very large and make a large contribution to Indonesian economy.  To ensure the sustainability of the industry, there is a standard time for each production process.  Standard time is the work of observing and recording the working times of both each element or cycle using the tools that have been provided. UKM Fandra Bakrie is one of the small and medium-sized industries that produce bread in Padang City. It is important to know the standard time of the bread making process so that it becomes a reference for management policies. Time measurement using the stopwatch method by calculating the cycle time of each element of bread making work. Measurement data is tested statistically using uniformity tests and data adequacy tests.  Then the calculation of standard time by considering adjustment factors and leeway factors.  Standard time is used as the basis in determining the amount of production in a given period and for planning production. Based on the results of the study obtained the total time standard for bread production at UKM Fandra Bakery is 287.99 seconds / unit or 4.8 minutes / unit. Thus UKM Fandra Bakery is able to produce as much as 3,200 Pcs per day.
ANALISIS PEMILIHAN SUPPLIER OLI MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DI BENGKEL JEFFRY MOTOR Mufrida Meri; Hary Fandeli; Roza Linda; Alan Muhammad Rusdi
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 6 No. 2 (2023): June 2023
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v6i2.1239

Abstract

Abstract: This research discusses the analysis of the selection of lubricating oil suppliers using the AHP (Analytical Hierarchy Process) method. The problems in this research are (1) there is no proper supplier selection decision making system (2) supplier selection and determination is not optimal. The purpose of this study is (1) to help decision makers design the right decision making system in supplier selection (2) to determine the best lubricating oil supplier. The data collection techniques in this study were observation, interviews and questionnaires. Data processing is assisted by the Microsoft excel application and the Expert Choice application using the AHP method. The results of this research are as follows: (1) priority I is interest with a weight value of 0.384 or 38.4% (Ms.Excel) and 0.386 or 38.6% (Expert Choice), priority II is quality with a weight value of 0.262 or 26.2% (Ms.Excel) and 0.264 or 26.4% (Expert Choice), priority III is the price with a weighted value of 0.213 or 21.3% (Ms.Excel) and 0.212 or 21.2% (Expert Choice), priority IV is delivery with a value weighted 0.077 or 7.7% (Ms.Excel) and 0.076 or 7.6% (Expert Choice), priority V is service with a weight value of 0.063 or 6.3% (Ms.Excel) and 0.062 or 6.2% ( Expert Choice). (2) the best supplier is Prima XP with a final priority weight value of 0.348 or 34.8% (Ms.Excel) and 0.345 or 34.5% (Expert Choice), then Shell supplier with a final priority weight value of 0.250 or 25% (Ms. Excel) and 0.251 or 25.1% (Expert Choice). Keywords: decision support system; supplier selection; AHP Abstrak: Penelitian ini mengenai analisis pemilihan supplier pelumas oli dengan mengggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Permasalahan pada penelitian ini adalah belum memiliki sistem pengambilan keputusan yang tepat untuk pemilihan supplier serta penetapan pemiliahan supplier belum optimal.. . Tujuan penelitian ini adalah membantu pengambil keputusan untuk merancang sistem pengambilan keputusan yang tepat dalam pemilihan supplier dan menentukan supplier oli yang tepat.  Pengolahan data dibantu dengan aplikasi Expert Choice dengan menggunakan metode AHP. Hasil dari penelitian ini sebagai berikut: (1) prioritas I yaitu peminat dengan nilai bobot 0,384 atau 38,4% (Ms.Excel) dan 0,386 atau 38,6% (Expert Choice), prioritas II yaitu kualitas dengan nilai bobot  0,262 atau 26,2% (Ms.Excel) dan 0,264 atau 26,4% (Expert Choice), prioritas III yaitu harga dengan nilai bobot 0,213 atau 21,3% (Ms.Excel) dan 0,212 atau 21,2% (Expert Choice), prioritas IV yaitu pengiriman dengan nilai bobot 0,077 atau 7,7% (Ms.Excel) dan 0,076 atau 7,6% (Expert Choice), prioritas V yaitu layanan dengan nilai bobot 0,063 atau 6,3% (Ms.Excel) dan 0,062 atau 6,2% (Expert Choice). (2) supplier yang terbaik adalah Prima XP dengan nilai bobot prioritas akhir 0,348 atau 34,8% (Ms.Excel) dan 0,345 atau 34,5% (Expert Choice), kemudian supplier Shell dengan nilai bobot prioritas akhir 0,250 atau 25% (Ms.Excel) dan 0,251 atau 25,1% (Expert Choice). Kata kunci: sistem pendukung keputusan; pemilihan supplier; AHP 
PENGUKURAN WAKTU BAKU SEBAGAI DASAR PEMBERIAN UPAH INSENTIF DI PABRIK TAHU TM KAMBANG Rozza Linda; Mufrida Meri; Hary Fandeli; Domi Hidayat
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 6 No. 3 (2023): October 2023
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v6i3.1491

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah  untuk menentukan waktu baku pada proses produksi tahu di Pabrik Tahu TM Kambang Kec. Lengayang Pesisir Selatan yang sesuai dengan kemampuan karyawan, untuk menerapkan pemberian upah insentif berdasarkan waktu baku di Pabrik Tahu TM Kambang Kec. Lengayang Pesisir Selatan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer yang diperoleh secara langsung dari pengukuran yang dilakukan. Sedangkan metode analisis data menggunakan metode studi waktu (time study). Jumlah sampel sebesar 18 orang pekerja di pabrik tahu TM kambang kec. Lengayang pesisir selatan. Metode yang digunakan adalah metode stopwatch time study, setelah diketahui waktu standarnya, kemudian dilakukan perbaikan berdasarkan waktu standar yang diperoleh sebelumnya, mengurangi gerakan-gerakan yang tidak efektif, dan mengurangi waktu yang terbuang sehingga dapat diketahui tingkat produktivitasnya. Dari hasil penelitian yang dilakukan proses produksi tahu Di Pabrik Tahu TM Kambang Kec. Lengayang Pesisir Selatan mulai dari proses pemanasan air sampai ke proses pemotongan tahu membutuhkan waktu baku selama 326, 486 menit atau 5, 43 jam. Berdasarkan data waktu perelemen kerja proses produksi tahu Di Pabrik Tahu TM Kambang Kec. Lengayang Pesisir Selatan di temukan pemberian insentif adalah dari output standar yang berlebihan, output standar Di Pabrik Tahu TM Kambang adalah 12 unit (karung), sehingga pemberian insentif selama 1 bulan kerja (23 hari) sebesar Rp 1.555.000,- dengan upah dasar perhari Rp. 60.000,-.
Model Pengambilan Keputusan Untuk Analisis Hambatan Manufaktur Berkelanjutan pada Industri Kecil dan Menengah Hary Fandeli; Muhammad Thoriq Habibi Lubis; Aulia Rizki
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.1276

Abstract

Industri kecil dan menengah (IKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia melalui kontribusinya terhadap PDB dan penyerapan tenaga kerja. Namun, meningkatnya tuntutan global terhadap keberlanjutan mendorong IKM untuk menerapkan sustainable manufacturing, yaitu praktik produksi yang efisien, ramah lingkungan, dan bertanggung jawab secara sosial. Implementasi konsep ini belum optimal karena keterbatasan modal, teknologi, kapasitas sumber daya manusia, serta lemahnya dukungan eksternal. Hambatan tersebut saling berkaitan dan membentuk sistem yang kompleks sehingga diperlukan analisis yang menyeluruh untuk menentukan strategi penanganan yang tepat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hambatan utama, memetakan hubungan antarhambatan, serta menentukan prioritas penanganannya pada IKM di Kota Padang. Metode yang digunakan adalah Interpretive Structural Modelling (ISM) untuk menganalisis keterkaitan hierarkis antarhambatan, serta Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan bobot prioritasnya. Hasil penelitian mengidentifikasi sepuluh hambatan dalam empat kategori, yaitu manajerial, finansial, teknologi, dan eksternal. Melalui ISM, kurangnya dukungan pemerintah teridentifikasi sebagai akar hambatan, sedangkan lemahnya dukungan manajemen, tingginya biaya investasi awal, dan sulitnya akses pendanaan menjadi hambatan penggerak. Selanjutnya, hasil AHP menunjukkan bahwa hambatan manajerial dan finansial merupakan hambatan paling krusial yang perlu diprioritaskan penanganannya dibanding hambatan eksternal dan teknologi. Temuan ini memberikan dasar strategis bagi pelaku IKM dan pemangku kepentingan dalam merumuskan langkah percepatan implementasi manufaktur berkelanjutan.