Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

UJI FITOKIMIA EKSTRAK ETANOL DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L) Mei Lina Fitri Kumalasari; Funsu Andiarna
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 4, No 1 (2020): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.098 KB) | DOI: 10.24269/ijhs.v4i1.2279

Abstract

Daun kemangi (Ocimum basilicum L) merupakan tanaman yang mudah didapatkan di Indonesia. Tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai antipiretik, antifungi, analgesik, antiseptik, antibakteri, hepatoprotektor, imunomodulator, antireppelent dan antiekspektoran. Kandungan kimia yang terdapat pada tumbuhan ini mempunya peran dalam memberi aktivitas farmakologi sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan pemanfaatan daun kemangi sebagai obat alami. Uji fitokimia dilakukan untuk memberikan gambaran tentang kandungan senyawa yang terdapat pada daun kemangi sehingga dapat dimanfaatkan lebih lanjut. Sampel dideterminasi dan diidentifikasi di Laboratorium Terintegrasi UIN Sunan Ampel Surabaya. Ekstrak daun kemangi dibuat dengan mengekstraksi simplisia daun kemangi dengan pelarut etanol dengan metode maserasi dan melakukan uji fitokimia dengan menambahkan pelarut dengan mengamati perubahan warna dan bentuk larutan. Hasil uji menunjukkan bahwa daun kemangi positif mengandung senyawa golongan flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin. 
Hubungan Kelembapan dan Pencahayaan dengan Kejadian Kusta Irul Hidayati; Funsu Andiarna; Dedy Suprayogi
Jurnal Teknologi Kesehatan (Journal of Health Technology) Vol. 16 No. 1 (2020): Juni
Publisher : POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.325 KB) | DOI: 10.29238/jtk.v16i1.424

Abstract

Penyakit kusta merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae yang dapat menyerang syaraf tepi, kulit dan jaringan tubuh lainnya. Penyakit kusta menimbulkan dampak yang sangat kompleks, selain dari segi medis juga meluas pada masalah sosial, ekonomi dan budaya. Dampak penyakit tersebut dapat menyebabkan keresahan baik penderita maupun keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan kelembapan dan pencahayaan dengan kejadian kusta. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Kabupaten Sampang Tahun 2018 dengan jumlah sampel 60 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji fisher exact didapatkan ada hubungan antara kelembapan (p=0,000) dan pencahayaan (p=0,006) dengan kejadian kusta.
PEMBERDAYAAN KADER GERBANGMAS MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN MPASI PAK OLAN DI DESA KALIBOTO KIDUL KECAMATAN JATIROTO KABUPATEN LUMAJANG DENGAN PENDEKATAN COMMUNITY-BASED RESEARCH (CBR) Nur Khasanah; Ahmad Sahal Aqil Abrori; Agung Setyo Wibowo; Muhammad Boy Muslim; Ferdy Pratama; Funsu Andiarna
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v3i2.241

Abstract

This community service aims to improve the nutritional status in 6 to 24-months-old children by PAK OLAN Breastfeeding Food (MPASI) program. Using Community-Based Research (CBR) method, the service team are accompanied by Gerbangmas cadre and local community to participate in making plans or arrangements, organizing an event, and evaluating the results of the community service. The results indicate that the success of MPASI program is determined by the level of Gerbangmas cadre participation in implementing and sustaining the program. This is indicated by awareness of parents about nutrition improvement through MPASI and innovative ideas of MPASI by Gerbangmas cadre such as PAK OLAN MPASI that children like
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI GERAKAN JAMBAN SEHAT DI DESA KALIBOTO KIDUL KECAMATAN JATIROTO KABUPATEN LUMAJANG DENGAN METODE COMMUNITY-BASED RESEARCH (CBR) Azah Zakiyatul Miskiyah; Winda Arifial Hikmah; Nursa’idah; Jessica Anantasya Kevin Aguilera; Arina Tri Nur Listiyaningrum; Funsu Andiarna
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v4i1.1365

Abstract

Jamban keluarga merupakan fasilitas sanitasi dasar yang wajib dimiliki untuk membuang limbah kotoran manusia. Akan tetapi masih banyak masyarakat yang belum memiliki jamban dan lebih memilih buang air besar (BAB) di sungai. Penyakit yang dapat ditimbulkan akibat pencemaran lingkungan yaitu diare, kolera, disentri, paratiroid, tifoid, hepatitis, penyakit cacing, dan penyakit lainnya. Tujuan pengabdian yaitu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya buang air besar di jamban dan memilih penggunaan jamban sehat. Metode yang digunakan yaitu Community-Based Research (CBR) dimana pengabdi turut berperan serta dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Sasaran dari pengabdian ini adalah masyarakat Desa Kaliboto Kidul yang memiliki kebiasaan membuang air besar sembarangan, seperti membuang air besar di sungai, karena hal itu dianggap memudahkan masyarakat setempat. Jumlah peserta kegiatan sosialisasi STOP BABS sebanyak 30 orang. Hasil pengabdian ini menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya jamban sehat dan merubah perilaku buang air besar sembarangan dengan presentasi awal sebelum dilakukan sosialiasi sebesar 67% kemudian meningkat sampai 93%.
UJI AKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L.) TERHADAP DAYA HAMBAT Candida albicans SECARA IN VITRO PADA KANDIDIASIS VULVOVAGINALIS Funsu Andiarna; Mei Lina Fitri Kumalasari; Moch. Irfan Hadi
Scripta Biologica Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.sb.2023.10.2.1003

Abstract

Basil (Ocimum basilicum L.) can be used as a treatment for vulvovaginal candidiasis because it contains essential oils where there are flavonoids, alkaloids, tannins and saponins which can inhibit growth and kill fungal cells of Candida albicans. The purpose of this study was to determine the antifungal activity of basil leaf extract (O. basilicum) with variations in the concentration of the solution to the inhibition of C. albicans in vitro in vulvovaginal candidiasis. This study was an experimental study with basil leaf extract samples with various concentrations of 6.25 mg / ml; 12.5 mg / ml; 25 mg / ml; 50 mg / ml; 100 mg / ml; control (+) by giving 2% ketoconazole and control (-) by giving 10% DMSO. The research method uses disc diffusion test. Phytochemical tests of basil leaves showed that the leaves contained flavonoids, alkaloids, tannins, and saponins positively. The inhibition of C. albicans is best in the extract of O. basilicum leaves with a concentration of 100 mg/ml. The greater the concentration of the extract given, the more inhibited power will be formed because the concentration of the bioactive components contained in the extract is higher. Key Words: Basil leaf extract, Candida albicans, Inhibitory power, Antifungal compounds
Pemberdayaan Kader Gerbangmas Melalui Sosialisasi Pembuatan Makanan Tambahan Chutang (Churros Kentang) bagi Baduta di Desa Kaliboto Kidul Kecamatan Jatiroto Kabupaten Lumajang dengan Pendekatan Community-Based Research (CBR) Rossa Ayu Umdatus Sholichah; Laili Atiqoh; Muhimmatul Mujtahidah; Naila Sayyida Ulayya; Risma Dewanti; Funsu Andiarna
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v4i1.156

Abstract

Asupan nutrisi yang sehat dan seimbang diperlukan oleh baduta untuk pertumbuhan fisik, perkembangan mental dan kesehatan secara umum. Hal ini salah satunya melalui pemahaman yang baik dan benar terkait kesesuaian pemberian Air Susu Ibu (ASI) dan makanan tambahan bagi baduta. Tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu untuk mensosialisasikan pembuatan makanan tambahan CHUTANG pada kader gerbangmas sebagai upaya pemenuhan kecukupan kebutuhan gizi anak baduta. Metode pengabdian menggunakan pendekatan Community-Based Research (CBR) dengan empat tahapan yaitu peletakan dasar (laying foundation), perencanaan (planning), pengumpulan dan analisis data (information gathering and analysis), dan aksi atas temuan (acting on findings). Hasil pengabdian menunjukkan bahwa makanan tambahan CHUTANG dapat menjadi inovasi bagi para kader gerbangmas dalam mencukupi gizi pada anak baduta di Desa Kaliboto Kidul.
Community Mentoring Through Efforts to Use The Waste of Cow Dung Into Biogas and Organic Fertilizer Towards Energy Independent Society Mei Lina Fitri Kumalasari; Abdul Muhid; Funsu Andiarna
Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2020): May 2020
Publisher : Asosiasi Dosen Pengembang Masyarajat (ADPEMAS) Forum Komunikasi Dosen Peneliti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/engagement.v4i1.117

Abstract

The majority of people in Sendang village, the sub-district of Tulungagung Regency are as dairy farmers. 90% of the people have 5-10 dairy cows. A cow can produce approximately 15 kg of dirt, therefore, five cows can produce 75 kg of dung per day. During this time cow dung has been utilized as a biogas material, but most cow farmers still throw it into the river. Even the people who already have biogas, they also throw the rest of biogas into rivers even though the remaining dirt can be used as manure. Community assistance was based on the ABCD approach. The result is that the community can make a communal biogas installation independently and utilize the rest of the waste into fertilizer.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI GERAKAN JAMBAN SEHAT DI DESA KALIBOTO KIDUL KECAMATAN JATIROTO KABUPATEN LUMAJANG DENGAN METODE COMMUNITY-BASED RESEARCH (CBR) Azah Zakiyatul Miskiyah; Winda Arifial Hikmah; Nursa’idah; Jessica Anantasya Kevin Aguilera; Arina Tri Nur Listiyaningrum; Funsu Andiarna
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v4i1.1365

Abstract

Jamban keluarga merupakan fasilitas sanitasi dasar yang wajib dimiliki untuk membuang limbah kotoran manusia. Akan tetapi masih banyak masyarakat yang belum memiliki jamban dan lebih memilih buang air besar (BAB) di sungai. Penyakit yang dapat ditimbulkan akibat pencemaran lingkungan yaitu diare, kolera, disentri, paratiroid, tifoid, hepatitis, penyakit cacing, dan penyakit lainnya. Tujuan pengabdian yaitu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya buang air besar di jamban dan memilih penggunaan jamban sehat. Metode yang digunakan yaitu Community-Based Research (CBR) dimana pengabdi turut berperan serta dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Sasaran dari pengabdian ini adalah masyarakat Desa Kaliboto Kidul yang memiliki kebiasaan membuang air besar sembarangan, seperti membuang air besar di sungai, karena hal itu dianggap memudahkan masyarakat setempat. Jumlah peserta kegiatan sosialisasi STOP BABS sebanyak 30 orang. Hasil pengabdian ini menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya jamban sehat dan merubah perilaku buang air besar sembarangan dengan presentasi awal sebelum dilakukan sosialiasi sebesar 67% kemudian meningkat sampai 93%.
Pemanfaatan Limbah Kulit Buah dan Sayur Sebagai Bahan Bakar Bioetanol dengan Variasi Konsentrasi Katalis Eva Agustina; Gita Ika Safitri; Irssa Intan Fatiha; Muhammad Iqbal Pratama; Rahmania; Ria Safitri; Funsu Andiarna; Irul Hidayati
Jurnal Teknik Kimia USU Vol. 10 No. 1 (2021): Jurnal Teknik Kimia USU
Publisher : Talenta Publisher (Universitas Sumatera Utara)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jtk.v10i1.4552

Abstract

Fossil fuels are included as non-renewable energy sources, so its presence in Indonesia is decreasing. One of the renewable energy sources that can be obtained easily is bioethanol, this energy is obtained from organic materials containing cellulose fibers. Cellulose is hydrolyzed on a catalyst and fermented to obtain bioethanol. The aim of this study was to determine the effect of variations in the concentration of catalysts in the production of bioethanol from market organic waste (fruit peels and vegetables). There are three stages of converting organic waste into bioethanol, including converting green vegetables waste and fruit peels (polysaccharides / cellulose) into monosaccharides (simple sugars) through a hydrolysis process followed by a fermentation process using Saccharomyces cerevisiae and EM4, then separating ethanol and water using a distillation process. The resulting products are analyzed using a quantitative test to determine density and a qualitative test to determine color change. The results showed that the ethanol obtained from the addition of H2SO4 catalyst with concentrations of 0.5% and 1% had almost the same specifications as standard ethanol based on density calculations and color change tests. The highest ethanol yield percentage was obtained from the concentration of H2SO4 1%.
Pemanfaatan Limbah Kulit Buah dan Sayur Sebagai Bahan Bakar Bioetanol dengan Variasi Konsentrasi Katalis Eva Agustina; Gita Ika Safitri; Irssa Intan Fatiha; Muhammad Iqbal Pratama; Rahmania; Ria Safitri; Funsu Andiarna; Irul Hidayati
Jurnal Teknik Kimia USU Vol. 10 No. 1 (2021): Jurnal Teknik Kimia USU
Publisher : Talenta Publisher (Universitas Sumatera Utara)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.806 KB) | DOI: 10.32734/jtk.v10i1.4552

Abstract

Fossil fuels are included as non-renewable energy sources, so its presence in Indonesia is decreasing. One of the renewable energy sources that can be obtained easily is bioethanol, this energy is obtained from organic materials containing cellulose fibers. Cellulose is hydrolyzed on a catalyst and fermented to obtain bioethanol. The aim of this study was to determine the effect of variations in the concentration of catalysts in the production of bioethanol from market organic waste (fruit peels and vegetables). There are three stages of converting organic waste into bioethanol, including converting green vegetables waste and fruit peels (polysaccharides / cellulose) into monosaccharides (simple sugars) through a hydrolysis process followed by a fermentation process using Saccharomyces cerevisiae and EM4, then separating ethanol and water using a distillation process. The resulting products are analyzed using a quantitative test to determine density and a qualitative test to determine color change. The results showed that the ethanol obtained from the addition of H2SO4 catalyst with concentrations of 0.5% and 1% had almost the same specifications as standard ethanol based on density calculations and color change tests. The highest ethanol yield percentage was obtained from the concentration of H2SO4 1%.