Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : SN-Biosper

PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION DAN MODEL DISCOVERY LEARNING DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH IPA Euis Utikah; Suharsono Suharsono; Liah Badriah
Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper) Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya I Tahun 2019 ISBN: 978-602-9250-40-4
Publisher : Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan pemecahan masalah peserta didik antara kelas yang menggunakan model pembelajaran group investigation dan discovery learning pada materi pemanasan global. Metode peneitian ini adalah metode komparatif yang menggunakan rancangan posttest control group design dengan populasi seluruh peserta didik kelas VII SMP Negeri 12 Kota Tasikmalaya dengan sampel 2 kelas yang diambil secara cluster random sampling yaitu kelas VII H sebanyak 28 orang yang menggunakan model pembelajaran group investigation dan kelas VII I sebanyak 28 orang yang menggunakan model pembelajaran discovery learning. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan posttest untuk memperoleh data keterampilan pemecahan masalah peserta didik. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji perbedaan dua rata-rata (uji-t) dengan taraf signifikan (α) =5%. Berdasarkan analisis data dan pengujian hipotesis menunjukan nilai sig.(2 tailed) sebesar 0,00 <0,05 untuk keterampilan pemecahan masalah, dari data tersebut disimpulkan H0 ditolak artinya ada perbedaan signifikan keterampilan pemecahan masalah yang proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran group investigation dan model pembelajaran discovery learning.
PENERAPAN MODEL GROUP INVESTIGATION DENGAN PENDEKATAN PROBLEM POSING LEARNIG (PPL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS Siti Nina Ilmayuni; Edi Hernawan; Liah Badriah
Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper) Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya I Tahun 2019 ISBN: 978-602-9250-40-4
Publisher : Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada abad 21 sumberdaya manusia dituntut untuk memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi, diantaranya yaitu kemampuan berpikir kritis. Fakta dilapangan menunjukkan bahwa dalam pembelajaran di SMA Islam peserta didik hanya mampu mencapai level intermediate yang mengukur kemampuan sampai applying. Sedangkan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis peserta didik harus memenuhi sampai level analyzing, evaluate, dan create. Sehingga berpikir kritis peserta didik masih rendah. Sehingga perlunya penerapan model Group Investigation dengan pendekatan Problem Posing Learning (PPL) untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penerapan model group investigation dengan pendekatan problem posing learning (PPL) terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada materi psikotropika di kelas XI MIPA SMA Islam. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2018 sampai dengan bulan Mei 2019 di SMA Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah true eksperimental dengan desain pretest-posttest control group desain, populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh kelas XI MIPA SMA Islam Cipasung sebanyak lima kelas, dengan jumlah peserta didik sebanyak 155 peserta didik. Sampel yang digunakan sebanyak dua kelas yang diambil dengan teknik cluster random sampling, yaitu kelas XI MIPA 3 sebanyak 32 peserta didik sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIPA 2 sebanyak 32 peserta didik sebagai kelas kontrol. Untuk mengukur kemampuan berpikir kritis peserta didik digunakan instrumen berupa tes kemampuan berpikir kritis dengan lima indicator dari Ennis yang berjumlah 16 butir soal uraian. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t dengan taraf signifikan (α) = 5%. Hasil penelitian menunjukkan thitung berada di daerah penolakan H0. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penerapan model group investigation dengan pendekatan problem posing learning (PPL) terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada materi psikotropika di kelas XI MIPA SMA Islam Cipasung.
PERBEDAAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH PESERTA DIDIK YANG PROSES PEMBELAJARANNYA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN SEARCH, SOLVE, CREATE, AND SHARE (SSCS) DAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING Mery Kristin; Edi Hernawan; Liah Badriah
Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper) Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya I Tahun 2019 ISBN: 978-602-9250-40-4
Publisher : Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu keterampilan berpikir tingkat tinggi yang merupakan kompetensi di kurikulum 2013 adalah keterampilan pemecahan masalah. Namun, dalam proses pembelajaran guru belum memberdayakan keterampilan pemecahan masalah peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan keterampilan pemecahan masalah peserta didik yang proses pembelajarannya menggunakan model pembelajaran Search Solve Create and Share (SSCS) dan model pembelajaran Discovery Learning. Metode penelitian yang digunakan adalah pre eksperimental. Desain penelitian yang digunakan adalah one shot case study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas X MIPA SMA Negeri di Tasikmalaya sebanyak 8 kelas yang terdiri dari 288 peserta didik dan sampel yang digunakan 2 kelas diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu kelas model pembelajaran Search Solve Create and Share (SSCS) dan model pembelajaran Discovery Learning. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes keterampilan pemecahan masalah dengan bentuk tes berupa soal uraian. Teknik pengolahan data dan analisis data menggunakan uji t dengan taraf signifikan (α) = 0,05. Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian hipotesis didapat kesimpulan bahwa terdapat perbedaan keterampilan pemecahan masalah peserta didik yang proses pembelajarannya menggunakan model pembelajaran Search Solve Create and Share (SSCS) dan model pembelajaran Discovery Learning.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI APPYPIE TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA SUB KONSEP ALAT INDERA Juliana Estuti; Purwati Kuswarini Suprapto; Liah Badriah
Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper) Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya I Tahun 2019 ISBN: 978-602-9250-40-4
Publisher : Seminar Nasional Biologi, Saintek, dan Pembelajarannya (SN-Biosper)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada zaman alfa ini minat dalam membaca buku peserta didik sangatlah berkurang karena peserta didik menginginkan hal yang lebih praktis dalam memahami materi, seperti fakta di lapangan menunjukkan bahwa dalam pembelajaran di SMA Negeri 8 Kota Tasikmalaya masih banyak peserta didik yang tidak memperhatikan guru saat pembelajaran dan banyak peserta didik yang tidak membawa buku sebagai sumber referensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh media pembelajaran dengan menggunakan aplikasi appypie terhadap hasil belajar peserta didik pada sub konsep alat indera di kelas XI SMA Negeri 8 Kota Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah true exsperiment. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas XI MIPA SMA Negeri 8 Kota Tasikmalaya sebanyak 5 kelas yang terdiri dari 167 peserta didik dan sampel yang digunakan 2 kelas diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling yaitu ada kelas eksperimen menggunakan media pembelajaran aplikasi appypie dan ada kelas kontrol menggunakan media pembelajaran powerpoint. Teknik pengumpulan data berupa tes hasil belajar peserta didik berjumlah 35 soal yang di lakukan sebelum (pretest) dan sesudah (postest). Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t dengan taraf signifikan (α) = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan t hitung berada di daerah penolakan Ho. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh media pembelajaran dengan menggunakan aplikasi appypie terhadap hasil belajar peserta didik pada sub konsep alat indera.