p-Index From 2021 - 2026
10.598
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Koinonia : Fakultas Filsafat Universitas Advent Indonesia Jurnal Jaffray Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Asia-Pacific Management and Business Application DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Maneggio: Jurnal Ilmiah Magister Manajemen Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Kurios Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Jurnal Teologi Berita Hidup Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Integritas: Jurnal Teologi Jurnal Pendidikan dan Konseling Syntax Idea Jurnal Gamaliel Teologi Praktika Manna Rafflesia Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat JURNAL TERUNA BHAKTI Cakrawala Repositori Imwi SCRIPTA : Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Missio Ecclesiae Jurnal Teologi Cultivation Tumou Tou EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) SOPHIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen SHAMAYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan IMMANUEL: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Jurnal Teologi (JUTEOLOG) CARAKA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Media: Jurnal Filsafat dan Teologi Jurnal Pendidikan Agama Kristen (JUPAK) Jurnal Syntax Fusion : Jurnal Nasional Indonesia International Journal of Social Science Transformasi Fondasi Iman Kristen dalam Pelayanan Pastoral di Era Society 5.0 Jurnal DIDASKO Jurnal Kadesi : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen KAMASEAN: Jurnal Teologi Kristen Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia INTERNATIONAL JOURNAL OF EDUCATION, INFORMATION TECHNOLOGY, AND OTHERS Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Davar: Jurnal Teologi Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Danum Pambelum: Jurnal Teologi dan Musik Gereja Experimental Student Experiences ADM : Jurnal Abdi Dosen dan Mahasiswa GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies JURNAL PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN MISSIO
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Rasa Memiliki, Spiritualitas Dan Pendampingan Pastoral Terhadap Keterlibatan Dalam Pelayanan GMAHK Di Batam Sandy Hasudungan Tambunan; Stimson Hutagalung; Rolyana Ferinia
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 5, No 2 (2023): Maret 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v5i2.410

Abstract

The goal of this research is to describe, first, the sense of ownership variable affects involvement in service. The second is the influence of the spirituality variable on involvement in service. The third is the effect of pastoral care on involvement in ministry. Fourth, whether the variables of belonging, spirituality and pastoral assistance have an influence on involvement in service. This study uses a stratified random sampling technique with 110 correspondent the Seventh Day Adventist congregation in Batam. The data that was successfully filtered through the validity test and the classical assumption test were processed to make the regression analysis equation as follows: Y =  0.249 X1 + 0.135 X2 + 0.132 X3 + 10.866. Where variable Y is involvement in ministry, variable X1 is sense of belonging, variable X2 is spirituality, and variable X3 is pastoral care. Hypothesis testing using the t-test proves that separately and simultaneously the sense of belonging, spirituality and pastoral care that have been studied have an effect on the involvement of church members in ministry. Hypothesis testing using the F test also proves that the variables of belonging, spirituality and pastoral assistance to the service involvement variable are 46.8%, and the rest there are other factors that influence 53.2% which were not examined. Keywords: Sense of belonging, Spirituality, Pastoral care, Church minister
Studi Sosio – Historis Terhadap Fenomena Gereja Komunitas Berdasarkan Kisah Para Rasul 2:41-47 Hesky A. Wauran; Stimson Hutagalung; Rolyana Ferinia
Cakrawala Repositori IMWI Vol. 6 No. 2 (2023): Cakrawala Repositori IMWI
Publisher : Institut Manajemen Wiyata Indonesia & Asosiasi Peneliti Manajemen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52851/cakrawala.v6i2.273

Abstract

The church is a the gathering of believers who walk together in conveying the mission of the message to the world. In fulfilling this vocation mission the church has a method that moves and grows. This growth is due to the methods and ways of translating the mission of the church. Community church is one method for fulfilling the church's mission. A church community that tries to convey its mission in a way that is out of the ordinary that takes place in the main church, both from the liturgical and media delivery point of view, is typical of the community church itself. In the Bible itself, the community church played an important role in the development of Christianity. The movement that started in Jerusalem as recorded in Acts 2:41-47 is an example of the community church movement. By using a qualitative method through collecting data from primary sources, namely the Bible and also references regarding the growth of the church, both books and journal manuscripts. It is hoped that this research will be able to provide information about one method of church growth, namely a community church that seeks to convey its mission along with the development of the times.
OPTIMALISASI PERAN MAHASISWA, PRAKTISI, DAN AKADEMISI UNTUK PEDULI SESAMA DI DESA NOLOTAN, SABAH MALAYSIA Stimson Hutagalung
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.15964

Abstract

Peduli untuk sesama adalah perilaku yang sulit ditemukan dikehidupan sosial di era industri 4.0. Sebagian besar orang sudah sibuk dengan dirinya sendiri dan tidak peduli kepada sesama. Tujuan program pengabdian masyarakat ini adalah agar para mahasiswa, akademisi, dan praktisi dapat mengimplementasikan rasa peduli kepada sesama dengan melakukan tindakan-tindakan kasih. Metode yang digunakan adalah seminar kepada mahasiswa yang akan mengadakan pengabdian masayarakat, dan pembagian bantuan sosial kepada masyarakat di kampung Nolotan, Sabah, Malaysia.  Hasilnya, berdasarkan laporan dari penduduk, selama mahasiswa melakukan pengabdian masyarakat kehadiran mereka sangat menolong penduduk. Mereka juga bersukacita atas bantuan sosisal berupa sandang dan dana yang mereka telah terima.
Garam dan Terang: Pemahaman Anggota Jemaat Tentang Center of Influence Untuk Mendorong Pertumbuhan Gereja Berlandaskan Matius 5: 13, 14 Andreas Putra Pardamean Simarmata; Stimson Bernard Hutagalun
Syntax Idea 1836-1843
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v6i4.3182

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan memperdalam pemahaman anggota jemaat terhadap konsep garam (garam dunia) dan terang (terang dunia) yang terdapat dalam Matius 5:13, 14, dengan fokus pada pembentukan dan implementasi COI “Centers of Influence”. untuk mendorong pertumbuhan gereja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan studi literatur. Metode kuantitatif digunakan untuk mengumpulkan data dari 60 auditor di GMAHK Singosari Bandar Lampung melalui kuesioner Google Formulir. Analisis data melibatkan uji kualitas, regresi, dan hipotesis dengan SPSS versi 25. Metode literatur digunakan untuk mendapatkan wawasan lebih dalam tentang pemahaman COI dan praktik terbaik di lingkungan gereja. Setelah melalui uji T-parsial, hasil menunjukkan bahwa variabel Pemahaman Anggota Jemaat memiliki tingkat signifikansi sebesar 0.000, yang lebih rendah dari 0.05, menunjukkan bahwa variabel tersebut secara signifikan memengaruhi penerapan COI pada aktivitas sehari-hari.integrasi. Nilai-nilai etika dalam aktivitas sehari-hari anggota jemaat bukan hanya memberikan dampak positif secara individual, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan dan keberlanjutan gereja secara keseluruhan
Memelihara Surga Bumi: Analisis Persepsi Gereja terhadap Ekoteologi melalui Sudut Pandang Kejadian 2:15 Siwy, Hendrico Xanana; Hutagalung, Stimson
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 6, No 1 (2024): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen (Februari 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v6i1.271

Abstract

This research explores the church's perspectives on ecotheology through an examination of Genesis 2:15, which mandates humans to "keep and cultivate" the garden of Eden. This serves as a crucial foundation for understanding the church's role in advocating environmental sustainability. The study aims to comprehend how the church can shift its traditional paradigm to embrace a broader ecotheological context. Practical challenges, including integrating ecotheological teachings into the church's daily life and allocating resources for environmental programs, are also explored. The finding Christianity emphasises moral duty to nature and wants the church to lead environmental conservation through paradigm shifts and cross-religious collaboration. The church encourages its members to incorporate environmental awareness into their spirituality and protect nature.AbstrakPenelitian ini menyelidiki pandangan gereja terhadap ekoteologi dengan menggali sudut pandang Kejadian 2:15 sebagai titik fokus teologis. Kejadian 2:15 memberikan mandat khusus bagi manusia untuk "menjaga dan memelihara" taman Eden, menjadi landasan esensial untuk memahami peran gereja dalam mendukung keberlanjutan lingkungan. Melalui analisis mendalam, studi ini mencoba memahami bagaimana gereja dapat mengubah paradigma tradisionalnya ke dalam konteks ekoteologis yang lebih luas. Tantangan praktis, termasuk integrasi ajaran ekoteologi dalam kehidupan gereja sehari-hari dan alokasi sumber daya untuk mendukung program-program lingkungan, juga menjadi fokus eksplorasi. Hasilnya Kekristenan menekankan kewajiban moral terhadap alam dan ingin gereja memimpin pelestarian lingkungan melalui perubahan paradigma dan kolaborasi lintas agama. Gereja mendorong anggotanya untuk memasukkan kesadaran lingkungan ke dalam spiritualitas mereka dan melindungi alam.
Kebaikan sebagai Bahasa Universal Dunia dan Surga: Analisis Konsep Domba dan Kambing dalam Matius 25:31-46 Hutagalung, Stimson
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 6, No 1 (2024): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen (Februari 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v6i1.269

Abstract

This research explores the portrayal of sheep and goats in Matthew 25:31–46 to affirm the significance of virtue as a universal language that applies to both earthly and celestial realms. The objective of this study is to examine the notion of sheep and goats in Matthew 25:32–46, with a focus on highlighting the significance of virtue as a universally understood means of communication that can be practiced both in the earthly realm and in the afterlife.The primary emphasis lies in how these instructions demonstrate commendable concepts that can be utilized in both tangible and abstract situations. A hermeneutical technique was employed in a qualitative study to analyze how sheep and goats are portrayed in Matthew 25:31–46 as emblems of universal benevolence. These findings significantly enhance comprehension of Matthew 25:31-46 by examining the significance of symbolism, providing many theological viewpoints, and highlighting the significance of universal benevolence in serving others with love.AbstrakAnalisis ini mengkaji konsep domba dan kambing sebagaimana disajikan dalam Matius 25:32–46 untuk memastikan pentingnya kebaikan sebagai bahasa yang dapat diterapkan secara universal, baik di bumi maupun di alam sorga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengertian domba dan kambing dalam Matius 25:32–46, dengan fokus menyoroti pentingnya kebajikan sebagai sarana komunikasi yang dipahami secara universal dan dapat dipraktikkan baik di dunia maupun di dunia. akhirat. Fokus utamanya terletak pada bagaimana instruksi ini memberikan contoh prinsip-prinsip terpuji yang dapat diterapkan baik pada keadaan nyata maupun metafisik. Metode kajian kualitatif dengan pendekatan hermeneutis digunakan untuk mengkaji representasi domba dan kambing dalam Matius 25:32–39 sebagai lambang kebaikan universal. Temuan-temuan ini secara signifikan meningkatkan pemahaman terhadap Matius 25:32-46 dengan mengkaji pentingnya simbolisme, memberikan banyak sudut pandang teologis, dan menyoroti pentingnya kebaikan  universal dalam melayani orang lain dengan kasih. Kebaikan itu akan berpindah dari bumi ke surga ketika Yesus datang.
Set: Dasar, Memanggil Nama Tuhan Sinaga, Japolman; Hutagalung, Stimson; Ferinia, Rolyana; Siswanto, Daniel; Sinaga, Janes
Jurnal Syntax Fusion Vol 2 No 04 (2022): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/fusion.v2i04.191

Abstract

Sebagai umat manusia penting mengetahui siapa yang menciptakannya, sehingga setiap orang datang untuk menyembah penciptanya dengan benar dan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui melalui Set anak dari Adam kita dapat mempelajari dasar penyebutan nama Allah sebagai khalik yang harus disembah. Allah selalu rindu menyatakan diri-Nya agar manusia dapat mengenal dan mengasihi-Nya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan studi kepustakaan dari literatur yang tersedia. Hasil dari penelitian ini adalah keturunan Adam manusia pertama itu adalah selalu memperkenalkan Allah kepada keturunannya, namun ada diantaranya mengenal dengan keliru disaat yang sama masih mempertahankan pengenalan akan Allah dengan benar. Dengan mengenal Allah dengan benar maka akan meuntun kepada penyembahan atau perbaiktian yang benar dari zaman ke zaman hingga masa kini dan masa yang akan datang.
Analisis Pengaruh Pendidikan Keluarga dan Lingkungan Sosial Terbentuknya Identitas LGBT Barutu, Parsaoran; Hendriks, Alvyn Cesarianto; Hutagalung, Stimson; Ferinia, Rolyana
SOPHIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 2 No. 2 (2021): SOPHIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/sophia.v2i2.48

Abstract

Fenomena jumlah LGBT di kota Batam sangat mencengangkan. LGBT adalah sebuah penyimpangan sexual yang dapat merusak generasi remaja dan merusak Gereja sebagai tubuh Kristus. Perlu pencegahan yang serius secara terpadu sehingga fenomena ini dapat ditekan. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan ialah menemukan dan mengkaji pendidikan keluarga dan lingkungan sosial yang berperan untuk mencegah maraknya orientasi seks LGBT ditengah masyarakat sosial serta menghubungkannya dengan dasar Alkitab dari 1 Korintus 15:33: Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. Penelitian ini menggunakan metode kualiatif yang sifatnya deskriptif dengan melakukan wawancara mendalam dari ahli yang ditentukan sebagai informan dengan menggunakan pendekatan studi pustaka dan Alkitab. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa orientasi seks LGBT disebabkan kurangnya dijalankannya fungsi pendidikan keluarga dan pengaruh lingkungan sosial yang tidak baik. Pendidikan Keluarga, Lingkungan sosial, LGBT, 1 Korintus 15:33
Kontekstualisasi Menuju Inkulturasi Koperatif-Prolektif: Nilai Budaya Mapalus dan Falsafah Pemimpin Negeri di Minahasa dalam Konstruksi Manajemen Pendidikan Kristiani Rumbay, Christar Arstilo; Hutagalung, Stimson; Sagala, Rudolf W
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 5, No 2: Pebruari 2023
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v5i2.166

Abstract

: Christian Religious Education (PAK) encourages the inclusion of religious and cultural values in its construction. The presence of cultural values still needs to be met; religion dominates the elements of PAK. This requires the correct pattern of PAK management. Mapalus cultural values and leadership philosophy in Minahasa are part of a promising heritage. But the educational contextualization approach needs to make the right formula. This research recommends a cultural approach model for education that contributes to the Minahasa context. By using an analytical-descriptive approach, this qualitative research takes references from articles, books, and interviews with several sources. As a result, the values of mapalus solidarity and communal leadership are cultural elements that can be incorporated into the construction of PAK with a cooperative-prolective inculturation approach.  AbstrakPendidikan Agama Kristen (PAK) mendorong masuknya nilai agama dan budaya pada konstruksinya. Kehadiran nilai budaya masih jauh dari harapan, agama mendominasi unsur-unsur PAK. Kenyataan ini membutuhkan pola manajemen PAK yang tepat. Nilai budaya mapalus dan falsafah kepemimpinan di Minahasa merupakan bagian dari warisan leluhur yang menjanjikan. Namun pendekatan kontekstualisasi pendidikan perlu untuk membuat formula yang tepat. Penelitian ini mencoba untuk merekomendasikan model pendekatan budaya bagi pendidikan yang kontributif bagi konteks Minahasa. Dengan menggunakan pendekatan analisis-deskriptif, penelitian kualitatif ini mengambil referensi dari artikel, buku dan wawancara ke beberapa narasumber. Sebagai hasilnya, nilai solidaritas mapalus dan komunal kepemimpinan merupakan unsur budaya yang dapat dilibatkan kedalam konstruksi PAK dengan pendekatan inkulturasi koperatif-prolektif.  
Estafet Kepemimpinan dan Kontestasi Ibadah: Menelisik Partisipasi Orang Muda dalam Aktivitas Eklesiastik Josua, Abethnego; Hendriks, Alvyn C; Hutagalung, Stimson
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 5, No 2: Pebruari 2023
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v5i2.136

Abstract

Liturgical contestation and estaphet leadership, where youth participation in ecclesias-tic experience is in the warm discussion. Existance leaders could continue their leadership by extending to the youth. This article employs a qualitative analysis approach by accommodating articles, books, and other academic references. In conclusion, Paul and Titus applied the grand picture of leadership relay, portraying harmony in continuous leadership. As practiced by Titus, which belonged to current youth, character formulation could potentially be valuable to new church worship service. Youth participation in worship experience is strongly related to previous leadership estaphet that contributes legacy to the next generation.  AbstrakEstafet kepemimpinan dan kontestasi ibadah dimana partisipasi orang muda dalam aktivitas eklesiatik sedang dalam percakapan hangat. Para pemimpin yang eksis dapat melanjutkan estafet kepemimpinan dengan memberikan amanah terhadap orang muda. Namun estafet kepemimpinan tidak berlangsung secara berkala, bahkan seperti berhenti pada generasi tertentu. Permasalahan yang diangkat dari penelitian ini adalah legasi kepemimpinan transformasional kepada orang mudah sehubungan dengan ibadah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-analisis dengan memanfaatkan artikel, buku dan referensi akademik lainnya. Sebagai kesimpulan, Paulus dan Titus mempraktikkan estafet kepemimpinan, menampilkan keharmonisan dalam kepemimpinan yang berkelanjutan. Karakter orang muda seperti Titus yang di miliki orang orang muda masa kini dapat di jadikan amunisi untuk memberikan penyegaran terhadap peribadatan di gereja. Partisipasi orang muda terhadap kegiatan ibadah sangat di pengaruhi oleh estafet kepemimpinan sebelumnya yang memberikan legasi bagi penerusnya.  
Co-Authors Aby Gayel Adhi Prasetio Albert Christiawan Alfrits Reky Sambur Alvyn Hendriks Andreas Putra Pardamean Simarmata Anfranklin Lumbanraja Arif Indrianta Arif Partono Prasetio Arthur Sitompul B. D. Nainggolan B.D Nainggolan Baninus, Rayner Dino Bartolomeus Nainggolan Barutu, Parsaoran Bistok Hasibuan Dadan Wahyu Dale Dompas Sompotan Daniel Ataupah Daniel Siswanto Daniel Siswanto Deriver, Jordan Dolok Bend Franki Pane Dolok Bend Franki Pane Dwi Andrianta Dwi Andrianta Ediman Jonson Manurung Edward Purba Edward Purba, Edward Edwin Gorat Exson Eduaman Pane Feri Dolf Djami Hae Froland Pangajow Hesky A. Wauran Hesky Wauran Jamot Yusevender Bin Manganji Peter Janes Sinaga Janes Sinaga Janes Sinaga jeki momuat Jemmy C. Najoan Jhoni Lagun Siang Jimmy Allen Sakul Jolf John Tendean Jordan Deriver Josua Siahaan Josua, Abethnego Juita Lusiana Sinambela Juita Lusiana Sinambela Kingston Pandiangan Kuhu, Ryan Reflando Manawan, Michael Joshua Maropapa Sitorus matthew woran ramlen Max Lucky Tinenti Maxlucky Tinenti Meidy Tatengkeng Melpin Sihotang Micle Edwin Tumundo Molsen Siburian Nainggolan, Bartolomeus Diaz Nubatonis, Thimotius Pane, Exson Polman sinaga Putra Pardamean Simarmata, Andreas Raden Deddy Kurniawan Raden Deddy Kurniawan Rafles P. Sabbat Ratuwalangon, Rocky Rimon Jonas Simanjuntak Rocky Ratuwalangon Rolyana Ferinia Rudolf Weindra Sagala Rumbay, Christar Arstilo Runesi, Adrian Aurolyan Parsautan Safri Pardede Sagala, Rudolf Sagala, Rudolf W Sandy Hasudungan Tambunan Saul Situmeang Sembiring, Niken Karina Simbolon, Bennyamin sinaga, janes Sinaga, Japolman Sinambela, Juita Lusiana Sinay, Steven Febri Sirait, Samuel Lambok Sitanggang, Yan Adecco Michael Siwy, Hendrico Xanana Sompotan, Dale Dompas Stepanuston Pelawi Sukardi, Josua Supendi Supendi Suwarto Adi Wiryadinata, Halim Zico Bangkit Pakpahan