Claim Missing Document
Check
Articles

ENGLISH COMMUNICATION PROGRAM: SCHOOL'S EFFORT IN FACILITATING STUDENTS' SPEAKING Yeni, Melda; Syafrizal, Syafrizal; Ridhwan, Muhammad; Cholid, Muhammad; Herawati, Nana
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol. 8 No. 3 (2022): JURNAL SELODANG MAYANG
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v8i3.286

Abstract

The aim of this research is to discover about the communication program held by SMAN 1 Tembilahan in order to improve students' speaking skills. The qualitative data was gathered and a Google form questionnaire was distributed to get the data dealong with the purpose above. This study sample consists of 3 English teachers from SMAN 1 Tembilahan who actively guide their students in English extracurricular. Based on the data result, there are two programs that can help students improve their speaking skill in this school. The one which facilitates students to have much exercises; English Club and another one facilitates students to compate each other at the end of every semester; English performance competition. Students in english club program learn and practice debate, speech, and 4 main skills (listening, writing, reading, and speaking). Meanwhile, in the english performance competition, students compete in debate and speech presentation.
Penerapan Metode Communicative Language Teaching (CLT) dalam Pengajaran "Describing Place" di Panti Asuhan Puri Kasih Purwanti, Sri Erma; Maizarah; Mustajib, Agus; Yeni, Melda; Oktarisma Salsabil, Alda
CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 3 No 1 (2025): CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/cemara.v3i1.3080

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara Bahasa Inggris (speaking skill) anak-anak di Panti Asuhan Puri Kasih Tembilahan melalui implementasi metode Communicative Language Teaching (CLT) pada materi Describing Place. Metode ini dipilih karena berfokus pada penggunaan bahasa dalam konteks nyata dan mampu mendorong interaksi dan partisipasi aktif siswa. Kegiatan pengajaran dilaksanakan selama tiga hari dengan tehnik yang beragam yaitu Vocabulary and Guided Speaking, Asking and Giving Information about Place, dan My favourite Place Presentation. Hasil Kegiatan menunjukkan ada peningkatan kepercayaan diri dan kemampuan siswa dalam membuat kalimat deskriptif secara lisan. Disamping itu penerapan metode CLT membangun atmosfer belajar yang menyenangkan dan komunikatif dimana siswa lebih berani mengungkapkan idenya dalam bahasa inggris serta mampu bekerja sama dalam kelompok. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa metode CLT sangat efektif dan relevan untuk digunakan dalam pembelajaran Bahasa Inggris di lingkungan non-formal seperti panti asuhan.
Rural EFL Teacher’s Challenges in Improving Students’ Higher Order Thinking Skills Pasutri, Novita Silta; Yeni, Melda
Asatiza: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2022): Asatiza: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Auliaurrasyidin Tembilahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46963/asatiza.v3i2.520

Abstract

This research aims to explore the rural EFL teacher’s challenges in improving students’ higher order thinking skills. The participant of this research was one English teacher who teach in the Junior High School in Gaung district. By using qualitative approach, the researchers collected the data employs non-participant observation in the teaching and learning process, interviewed the English teacher, and took documents by collecting the lesson plan. The result of this research showed that the challenges in teaching higher-order thinking skills in the rural area are the teacher’s knowledge and ability to teaching for HOTS is still low, passive students, students’ low English proficiency, the limitation of the school facility, and lack of sources. Based on the finding above, this research recommends to the school to give a facility or train the teachers about how to teach the students’ higher-order thinking skills based on the demand of 2013 Curriculum. Besides that, the development of HOTS in the rural area is not easy for the teachers because of all those challenges. So, the headmaster or the education authorities should find the solution to make all the students in the rural area can reach the expectation of the Higher Order Thinking based on 2013 curriculum.
Teachers’ Challenges in Teaching English for Young Learners during Indonesia’s School-Based Curriculum Ridhwan, M.; Yeni, Melda; Husna, Ana Imroatul
Asatiza: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2022): Asatiza: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Auliaurrasyidin Tembilahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46963/asatiza.v3i3.898

Abstract

The goal of this study is to discover the challenges that teachers suffered from when teaching English to young learners in Tembilahan Elementary Schools during the School Based Curriculum in 2018. The quantitative descriptive design was used for this study. Researchers employed questionnaires and interviews as research tools to collect study results, the questionnaire functioning as the primary instrument. Questionnaires and interviews were distributed to ten teachers from nine different primary schools. The findings of the Likert questionnaire data analysis and interviews showed that the most difficult challenges for teachers in teaching English to young learners was learners’ motivation. They all believe that raising motivation was tough, and that was one of the difficulties in teaching English to young learners. The findings of the highest score in the data was the thirteenth statement (motivation), where the total score was 40, and it was a teaches’ challenges in teaching English to young learners in primary schools in Tembilahan.
Meningkatkan Keterampilan Menulis Cerita Menggunakan Media Gambar Pada Anak- Anak Usia 9-12 Tahun Di Taman Baca Masyarakat Hamfara Tembilahan Mahsusi, Juni; Mustajib, Agus; Yeni, Melda; Salmiati, Salmiati
CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 1 No 1 (2023): CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/cemara.v1i1.2593

Abstract

Pengabdian ini didasari oleh minimnya minat siswa terhadap literasi terutama dalam menulis. Setelah melakukan pre-observasi terhadap kondisi siswa yang tinggal di lingkungan TBM Hamfara, tim PKM Prodi Bahasa Inggris tergerak memberikan pelatihan untuk meningkatkan minat literasi siswa tersebut dan diharapkan dapat sekaligus meningkatkan keterampilan mereka dalam menulis cerita dengan menggunakan gambar yang disajikan. Setelah dilakukan pelatihan dan pengajaran mengenai cara menulis dengan melihat gambar yang diberikan, diakhir proses PKM terlihat siswa begitu antusias dalam menulis dan kemampuan menulis mereka dapat dikatakan akan mudah berkembang jika mereka selalu melatih kemampuan mereka dengan bantuan media gambar seperti yang diterapkan di PKM ini.
Pelatihan Perancangan Sistem Manajemen Turis Objek Wisata Bukit Condong di Kelurahan Selensen Permana, Resky; Syafrizal, Syafrizal; Amri, Samsul; Yeni, Melda; Ardian, Edi; Sauhana, Felci Tria
CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 2 No 1 (2024): CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/cemara.v2i1.2809

Abstract

Ada beberapa objek wisata yang dikelola oleh warga kelurahan Selensen. Salah satu objek wisata tersebut adalah Bukit Condong. Pengelolaan wisata tersebut masih secara sederhana. Pengelola hanya menyampaikan informasi lewat mulut ke mulut dan menunggu wisatawan untuk datang pada moment tertentu. Mereka tidak begitu aktif memasarkan paket wisata tersebut. Pemasaran wisata Bukit Condong juga masih dalam skala kecil dan lingkup yang terbatas. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pengelola wisata di Kelurahan Selensen pengelolaan sistem informasi dan pemasaran wisata Bukit Condong. Metode yang digunakan yaitu ada 5 tahapan: (1) Survei Lapangan, (2) Koordinasi dengan Aparatur Desa dan Masyarakat, (3) Sosialisasi Program, (4) Pelaksanaan Program. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah bertambahnya pengetahuan dan keterampilan pengelola wisata dalam penggunaan sistem informasi dan pemasaran wisata online yang menarik serta pemasaran dengan cakupan yang lebih luas.
Pengembangan Program Mentorship untuk Siswa MA Miftahul Huda Sungai Luar dalam Meningkatkan Kesiapan Akademik dan Psikologis Menuju Perguruan Tinggi Mustajib, Agus; Maizarah, Maizarah; Purwanti, Sri Erma; Yeni, Melda; Mahsusi, Juni
CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 2 No 2 (2024): CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/cemara.v2i2.2890

Abstract

Pendidikan yang berkualitas merupakan kunci untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dan menciptakan generasi yang siap menghadapi tantangan di era global. Namun, banyak siswa Madrasah Aliyah (MA) di daerah, termasuk MA Miftahul Huda Sungai Luar, yang mengalami kesulitan dalam mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Program ini bertujuan untuk mengembangkan program mentorship yang terstruktur untuk meningkatkan kesiapan akademik dan psikologis siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi identifikasi kebutuhan siswa, pelatihan mentor, pelaksanaan sesi pendampingan, serta evaluasi dampak program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam pemahaman materi akademik, kemampuan manajemen waktu, dan kepercayaan diri siswa setelah mengikuti program. Rata-rata skor pemahaman materi akademik siswa meningkat dari 60% sebelum program menjadi 80% setelah program. Kemampuan manajemen waktu siswa meningkat dari 50% menjadi 75%, kepercayaan diri meningkat dari 55% menjadi 85%, dan kemampuan pengelolaan stres meningkat dari 60% menjadi 90%. Program mentorship ini juga berhasil membantu siswa dalam mengelola stres dan membangun motivasi belajar. Meskipun terdapat beberapa tantangan, seperti waktu yang terbatas dan variasi kemampuan siswa, hasil menunjukkan bahwa program ini efektif dan dapat diusulkan untuk diterapkan sebagai kegiatan tahunan di sekolah. Dengan keberhasilan ini, diharapkan siswa MA Miftahul Huda Sungai Luar dapat lebih siap menghadapi ujian masuk perguruan tinggi dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Pelatihan Intensif Expression of Asking and Offering Help untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Siswa SMP di Panti Asuhan Puri Kasih Tembilahan Maizarah; Sri Erma Purwanti; Agus Mustajib; Melda Yeni; Lidya Yulanda
CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 3 No 2 (2025): CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/cemara.v3i2.3393

Abstract

Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan komunikasi bahasa Inggris praktis siswa SMP di Panti Asuhan Puri Kasih Tembilahan, di mana mereka memiliki pengetahuan dasar namun kurang percaya diri untuk berkomunikasi, khususnya dalam mengekspresikan meminta dan menawarkan bantuan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan keterampilan komunikasi Bahasa Inggris siswa SMP di Panti Asuhan Puri Kasih Tembilahan melalui pelatihan intensif expression of asking and offering help. Metode yang digunakan adalah communicative language teaching dengan pendekatan praktis melalui kegiatan vocabulary building, guided practice, dan real-life simulation. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kepercayaan diri dan kemampuan siswa menggunakan ekspresi meminta dan menawarkan bantuan secara lisan. Sebanyak 85% peserta mampu menggunakan minimal 5 ekspresi dasar dalam konteks komunikasi nyata setelah mengikuti pelatihan. Selain itu, terjadi peningkatan partisipasi aktif siswa dari 40% menjadi 90% selama proses pembelajaran. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan intensif dalam satu pertemuan efektif meningkatkan keterampilan komunikasi bahasa Inggris siswa di lingkungan non-formal seperti panti asuhan.
Pendampingan Teknis Lomba Bahasa Inggris untuk Meningkatkan Kompetensi dan Performa Kebahasaan Peserta SMA/Sederajat se-Kabupaten Indragiri Hilir Agus Mustajib; Maizarah; Sri Erma Purwanti; Melda Yeni; Juni Mahsusi
CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 4 No 1 (2026): CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/cemara.v4i1.3537

Abstract

Kegiatan lomba bahasa Inggris merupakan salah satu sarana penting dalam mengembangkan kompetensi kebahasaan dan kemampuan komunikasi siswa. Namun, masih banyak peserta tingkat SMA/sederajat, khususnya di Kabupaten Indragiri Hilir, yang belum memiliki pemahaman yang memadai terkait aspek teknis lomba serta belum mampu menampilkan performa kebahasaan secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan performa kebahasaan peserta melalui program pendampingan teknis lomba bahasa Inggris. Metode pelaksanaan meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan pendampingan selama tiga sesi, serta evaluasi kegiatan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 31 Januari dan 3–4 Februari 2026 di Universitas Islam Indragiri. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada beberapa aspek, yaitu pemahaman teknis lomba dari 55% menjadi 85%, performa kebahasaan dari 60% menjadi 80%, kepercayaan diri dari 50% menjadi 85%, serta strategi komunikasi dari 55% menjadi 82%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa pendampingan teknis yang terstruktur mampu memberikan dampak positif terhadap kesiapan peserta dalam mengikuti lomba bahasa Inggris. Meskipun terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan waktu dan variasi kemampuan peserta, kegiatan ini dinilai efektif dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai program berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kemampuan bahasa Inggris siswa serta kesiapan mereka dalam menghadapi kompetisi.
AN ANALYSIS OF STUDENTS’ LEARNING STYLE IN SPEAKING SKILL AT SMAN 1 TEMBILAHAN HULU Muhammad Faishal Amin; Melda Yeni; Maizarah; Destri Wahyuningsih
J-Shelves of Indragiri (JSI) Vol 8 No 1 (2026): J-Shelves of Indragiri (JSI)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/jsi.v8i1.3036

Abstract

Learning style is an important factor in the process of language acquisition, especially in speaking skills that require understanding and confidence. This study examines the dominant learning styles of grade XI students of SMAN 1 Tembilahan Hulu in learning to speak English. With a quantitative descriptive approach and an instrument in the form of a questionnaire, data were obtained from 100 respondents. The results of the analysis showed that auditory learning style is the most dominant learning style, with the highest average score (296), compared to visual and kinesthetic learning styles. This shows that students find it easier to develop their speaking skills through listening activities and imitating pronunciation. These findings are the basis for teachers and educational institutions to adjust teaching methods to align with students' learning styles.